
REHAN Yang sudah selesai minum teh manis hangat itu pun menatap Doni yang ada di depan nya. Karina yang berada disamping Rehan pun bertanya,
"maksud dari perkataan mu tadi apa sayang???" Rehan lalu menatap Karina dan menatap Doni lagi seraya menjawab pertanyaan Karina tadi.
"sebenar nya Dewi mendekati ku hanya karena aku seorang bos perusahaan yang sudah pasti ia mengira aku banyak uang nya."
"jadi si Dewi itu tujuan sebenar nya ingin mendekati mu, apa hanya karena ingin memerasmu uang mu saja bos???." tanya Doni, lalu Dewi ikut bertanya.
"perempuan berwatak seperti itu lebih baik jangan didekati mas Doni! bisa-bisa mas Doni diperas uang nya seperti apa yang akan dilakukan nya kepada calon suami ku ini." ucapan Karina dan Doni tadi membuat Rehan berkata,
"dengarkan aku dulu, aku belum selesai menjelaskan nya. kalian berdua jangan buru-buru menilai sesuatu jika belum mendengar penjelasan nya." Doni dan Karina pun terdiam mendengar Rehan berkata begitu, lalu Doni pun bertanya.
"jadi penjelasan nya bagaimana bos???" Rehan pun menjawab pertanyaan Doni tadi.
"seperti yang kau ketahui Don, Dewi memiliki penyakit Vitiligo yang merusak..."
"penyakit apa itu!?" tanya Karina memotong ucapan Rehan. Karina tak tahu akan nama penyakit itu dan membuat Doni berkerut dahi menatap Karina yang tak tahu akan nama penyakit Vitiligo itu.
Rehan yang sadar bahwa Karina adalah gadis kampung yang belum terlalu tahu akan apa saja yang ada dikota pun berkata,
"penyakit Vitiligo itu adalah penyakit kelainan pada kulit dari semenjak lahir sayang."
"penyakit kulit!? ruam-ruam apa gatal-gatal???" tanya Karina lagi semakin penasaran dan Doni pun menyahut.
"seperti kurap atau panu wujud nya mbak Karina."
__ADS_1
"hah kurap!?" Karina pun bergidik merinding mendengar nya.
Rehan pun bertanya kepada Karina,
"kau kenapa sayang???"
"aku jijik terhadap penyakit kurap atau panu itu sayang! hhhh!" ujar nya merasa geli dan Rehan pun tertawa geli seraya berkata.
"panu dengan Vitilogo memang hampir sama gejala dan wujud nya. tetapi Vitiligo ini penyakit kelainan dari lahir, sedangkan panu adalah penyakit jarang mandi seperti kamu ini."
"apa sih sayang! aku tak mandi karena sedang sakit tahu!" ucap Karina marah.
"hahaha iya maaf sayang, aku hanya bercanda saja."
"bercanda sih bercanda! jangan membuatku tersinggung dan malu didepan orang lain tahu! huh dasar tukang jahil!" ujar Karina ketus dan memasang wajah cemberut seraya membuang muka nya.
"menurut cerita dari teman nya Dewi, penyakit Dewi bukan dari kelainan sejak lahir. tetapi penyakit itu muncul ketika ia bekerja sebagai seorang SPG atau sales marketing produk kecantikan atau make up. jadi atas tuntutan pekerjaan nya itu, ia selalu memakai dan mencoba kosmetik itu berganti-ganti untuk meyakin kan konsumen nya hingga makin lama kulit nya mengalami iritasi. singkat cerita iritasi kulit nya itu menyerang kulit wajah dan leher nya sampai parah dan ia lalu berhenti dari pekerjaan nya untuk dirawat dirumah sakit." lalu Rehan pun menceritakan lagi apa yang sudah ia ceritakan kepada Doni ketika berada di mobil nya, kini ia ceritakan lagi kepada Doni dan juga Karina.
Karina yang baru mendengar cerita tentang penyakit yang dialami oleh Dewi pun menjadi berbalik kasihan dan menyesal telah mengecam Dewi seperti tadi. Doni pun berpikiran hal yang sama dengan Karina, lalu Rehan berkata lagi.
"jadi alasan Dewi ingin mendekati ku, ia ingin aku nanti nya membiayai pengobatan operasi kulit wajah nya. karena menurut Lucy, bekas luka diwajah nya itu susah dihilangkan. menurut dokter spesialis nya pun, bekas luka dikulit itu harus dioperasi dan sudah pasti memakai biaya yang tak sedikit." lalu Rehan lanjut berkata lagi,
"cantik nya Dewi itu selama ini hanya make up tebal saja, tetapi jika ia sudah pulang dari kantor nya. make up itu akan ia hapus dan wajah asli nya akan jelas terlihat. menurut cerita Lucy, Dewi dasar nya sudah berwajah cantik dan banyak laki-laki yang mengincar nya dari dulu. tetapi semenjak ia mempunyai penyakit itu, percaya diri nya mulai hilang dan lebih seringkali menutup diri untuk tidak mengenal lebih dekat lelaki lagi karena sudah pasti dia malu akan wajah asli nya itu diketahui oleh lelaki yang sedang mendekati nya. maka dari itu, satu-satu nya cara agar kau bisa membuat Dewi jatuh cinta dengan cara membantu biaya operasi kulit wajah nya."
"biaya operasi kulit bukan seperti berobat ke rumah sakit bos. pasti biaya nya sangat mahal dan gaji ku selama bertahun-tahun pun belum tentu cukup untuk membiayai nya." ujar Doni berkata seakan ia menyerah akan keputusan nya.
__ADS_1
Karina yang mendengar ucapan Doni tadi pun berkata,
"lebih baik uang nya buat biaya nikah ya mas Doni."
"betul sekali mbak Karina, aku lebih setuju akan pendapat calon istri mu ini bos." ujar Doni dan Rehan pun yang sudah merencanakan sesuatu itu pun berkata,
"kau tak perlu khawatir akan soal itu Don, aku akan membantu mu."
"maksud mu!? kau yang nanti akan membiayai operasi nya Dewi???" Rehan mengangguk dan Karina berkata,
"jangan memaksa sayang, lebih baik uang nya dipakai untuk menggaji karyawan mu."
"aku sudah tekadkan ingin membantu kesulitan Dewi, aku kasihan terhadap nya. coba kita bayangkan dan renungkan jika posisi kita berada di posisi Dewi, apa kalian akan tetap tinggal diam dalam keadaan mempunyai penyakit seperti itu??? pasti kalian pun bakal merasakan malu juga bukan???" ucapan Rehan tadi membuat Karina pun berkata pasrah.
"yasudah kalau begitu aku terserah padamu saja sayang, lagi pula itu hak mu dan uang mu juga."
"terima kasih sudah mengerti sayang." ujar Rehan, lalu Doni berkata.
"lalu bagaimana cara mu memberitahukan kepada Dewi bahwa kau yang akan membantu biaya operasi nya bos???"
"tenang saja kalau soal itu, aku sudah katakan kepada Lucy agar ia bercerita tentang mu kepada Dewi, Don. aku mengatakan bahwa ada asisten nya mas Rehan yang tertarik pada nya dan kalau soal penyakit yang diderita Dewi. sebenar nya Lucy sudah berkata kepada ku agar merahasiakan ini kepada siapa pun, tetapi tujuan ku memang akan menjodohkan mu dengan Dew, Don."
"jadi bagaimana renacana mu itu bos???"
"dekati dulu Dewi sampai kau bisa mendapatkan cinta nya. jika sudah begitu coba kau berterus terang kepada nya tentang penyakit yang diderita nya itu dan katakan bahwa kau nanti akan membiayai biaya operasi nya."
__ADS_1
"aku tak sanggup kalau untuk mengatakan menyanggupi membiayai biaya operasi nya itu, aku takut nanti dia berpikir bahwa aku adalah orang kaya. padahal aku hanya orang biasa saja yang bekerja sebagai karyawan kantor dan hidup sebatang kara dikota ini." ucapan Doni tadi pun membuat Karina berkata,
"jangan takut atau tak percaya diri mas Doni. apa yang dikatakan mas Doni ini sebenar nya telah terjadi kepada ku yang saat ini hidup sebatang kara dikota. jika aku tak bertemu dengan ibu nya Rehan, pasti aku sampai saat ini tak akan berada disini. jadi nekatlah selagi ada orang yang mendukung mu dari belakang." ucapan Karina yang Berpedoman itu membuat Doni pun menyadari akan ketidak percaya dirian nya itu agar berani permasalahan yang ada didepan nya saat ini.