
Siang menuju sore hari itu, terlihat Karina sedang mengajari Wulan belajar berhitung diruangan televisi. ibu nya Karina dan kedua orang tua nya Wulan ada di sofa ruangan itu. mereka sedang menonton televisi dan sesekali mengobrol tentang apa saja yang mereka pantas untuk obrolkan. Keluarga itu nampak Harmonis sekali, mungkin jika Karina sudah menikah dengan Rehan dan mempunyai anak. pasti keluarga tersebut akan semakin harmonis dan penuh kegembiraan.
Hal tersebut pun sedang dibayangkan oleh Rehan yang sedang berada di dalam ruangan kantor nya. ia sudah selesai mengerjakan tugas pekerjaan nya dan sebentar lagi jam pulang bekerja tiba.
"sebentar lagi jam pulang tiba, lebih baik aku hubungi Karina dulu." ujar Rehan dan ia lalu menghubungi Karina. pada sore itu, Karina yang masih dalam posisi semula pun mendapati ponsel nya berdering dan ia segera mengangkat nya.
"halo sayang? kamu sedang apa???" tanya suara lelaki yang tak lain adalah Rehan.
"aku sedang berkumpul dengan keluarga ku sayang. kamu sedang apa sekarang??? apa kamu sudah pulang sayang???" tanya Karina dan keluarga Karina yang melihat hal tersebut hanya tersenyum saja terhadap Karina.
"aku belum pulang sayang, mungkin sebentar lagi pulang."
"yasudah sayang, hati-hati dijalan nya."
"iya sayangku, tadi sesudah makan obat di minum tidak???"
__ADS_1
"sudah diminum kok sayang, tenang saja."
"oh yasudah kalau begitu, jaga kesehatan kamu disana ya. salam dariku untuk keluarga mu, terutama ibu mu. aku mau beres-beres pererjaan dan setelah itu pulang sayang."
"iya sayang, nanti aku sampaikan kepada mereka."
"yasudah, muachh sayang kamu." ujar Rehan.
"muachh sayang kamu juga." jawab Karina dan membuat Wulan tertawa cekikikan mendengar nya.
"kamu kenapa terawa begitu Wulan???" tanya Karina yang sudah mengantongi ponsel nya lagi.
"diiih pasti kamu geli ya mendengar obrolan kak Karin tadi dengan Kak Rehan???" Wulan hanya mengangguk saja sambil tersenyum dan membuat ibu nya Karina serta kedua orang tua nya Wulan ikut menertawakan kepolosan anak sekecil Wulan itu.
Sesi Interogasi yang dilakukan oleh ibu Susi kepada kakak nya Rangga yang bernama Randi kini sedang dirundingkan oleh mereka. Randi masih belum bisa pulang dan ia disuruh menunggu dulu diruangan tunggu kantor polisi tersebut. didalam ruangan tempat perundingan itu, ada ibu Susi beserta anak buah nya yang menangani kasus soal Rangga.
__ADS_1
"bagaimana pendapat kalian tentang cerita dari kakak nya Rangga tadi???" tanya ibu Susi dan ketua detektive pun mulai pertama menjawab nya.
"menurut pandangan pribadi saya sendiri, cerita tersebut sangat memprihatinkan jika kita membayangkan nya. Rangga memang harus segera di adili dan dipenjara sesuai dengan hukum yang berlaku." lalu ketua intel pun ikut menjawab.
"bagi saya, kisah masa lalu seseorang memang terkadang ada baik dan buruk nya. biasa nya orang yang dulu nya memiliki kisah masa lalu yang buruk, pasti orang itu akan berpikir bahwa ia harus merubah masa lalu buruk nya itu dimasa depan. tetapi hal itu tak berlaku bagi Rangga, ia malah semakin parah mencabuli perempuan-perempuan yang telah masuk ke dalam rayuan maut nya itu. saya jadi tak habis pikir dibuat nya." ucapan tersebut segera ditimpali oleh ketua polisi lain nya.
"betul sekali, seperti nya Rangga memiliki kelainan jiwa yang dinamakan hipersek. mungkin kelainan jiwa Rangga ini berasal dari ayah nya yang sudah pasti sipat brengsek ayah nya menurun kepada Rangga." ucapan tersebut membuat mereka yang ada diruangan itu menatap ibu Susi yang manggut-manggut mendengar masukan pendapat dari anak buah nya itu.
Lalu Ibu Susi pun mengemukakan pendapat nya juga.
"seperti nya sipat Rangga yang seperti itu berasal dari sipat ayah nya yang doyan main perempuan itu. saya setuju dengan pendapat kalian agar kita segera menangkap nya. tetapi kita harus mencari kemana lokasi dimana Rangga sekarang berada??? andai saja kita mendapatkan lokasi yang tepat dimana Rangga sekarang berada, mungkin kita akan segera menangkap Rangga dan dipastikan kasus tugas yang rumit ini akan selesai." ucapan ibu Susi tadi membuat anak buah nya saling tatap seakan mereka berpikir untuk mencari cara mencari jalan keluar dari Kasus Yang Amat Membingungkan mereka itu.
Disisi lain, Rangga terlihat sedang berada dikolam renang apartemen nya. ia kali ini sedang ditemani oleh wanita bule dan sudah pasti cantik lagi. mereka sedang dalam keadaan bercinta dikolam renang dan keadaan kedua nya bugil total. seperti nya Rangga sudah mendapatkan mangsa baru lagi dan mangsa nya itu adalah perempuan bule tetangga apartemen nya. perempuan yang sebelum nya sudah dinodai oleh Rangga itu sudah melaporkan semua masalah nya itu dan kini gambar wajah Rangga terpampang jelas diposter yang ditempel di setiap wilayah dan poster tersebut ditempelkan ditembok gedung jalanan dan tiang listrik. poster yang bertuliskan 'Wanted' itu meminta orang yang menemukan Rangga dalam keadaan hidup atau sekira nya mati pun akan mendapatkan hadiah yang lumayan fantastis jika mereka melapor ke nomor kantor polisi yang tertera.
Pada saat itu di jalanan pinggir apartemen tempat Rangga tinggal selama ini, ada seorang pengemis yang pekerjaan nya hanya duduk disana dan meminta-minta belas kasihan kepada orang yang lewat. ketika ia menatap ke arah tembok dekat nya bersandar, disana ada poster wajah Rangga dengan nominal angka hadiah dalam dollar yang lumayan besar jumlah nya. pengemis perempuan setengah tua itu pun membaca isi tulisan poster tersebut dan ia mengingat-ingat wajah orang yang tertera disitu. seingat diri nya, ia seringkali melihat pemilik wajah tersebut sering keluar masuk ke dalam apartemen itu dan seringkali pengemis itu dihiraukan ketika ia meminta-minta kepada Rangga.
__ADS_1
Setelah iya yakin bahwa wajah orang yang sedang dicari polisi itu adalah benar orang yang ia lihat selama ini, ia segera mengambil poster itu dan membawa nya ke kantor polisi terdekat. ia ingin memberitahukan bahwa ia tahu siapa pemilik wajah itu tinggal dimana dan ia sudah sangat berharap bahwa jika ucapan nya itu benar, pasti ia akan mendapatkan imbalan hadiah tersebut dan imbalan uang cukup besar itu mampu membuat nya tak akan menjadi gelandangan lagi. tiba dikantor polisi, pengemis wanita itu berbincang sejenak dengan petugas polisi yang berjaga diluar dan pengemis wanita itu menunjukan poster yang ia bawa itu.
Polisi penjaga tersebut segera membawa gelandangan itu masuk dan kemudian polisi tersebut menemui ketua polisi tersebut. setelah laporan tadi disebutkan kepada ketua polisi, gelandangan tersebut segera ditanya-tanya dimana ia menemukan Rangga dan kapan terkahir bertemu nya. gelandangan tersebut berkata bahwa ia melihat nya baru pagi tadi, ia melihat Rangga berjalan masuk ke dalam apartemen dengan seorang perempuan muda dan juga cantik. setelah gelandangan tersebut menceritakan tentang ia menemukan Rangga, para polisi itu pun segera berangkat untuk pergi ke lokasi.