DEMI CINTA

DEMI CINTA
KEBENARAN CERITA RANDI


__ADS_3

DONI Dan Dewi pun akhir nya sudah berpacaran dan mereka berdua terlihat sudah akrab berbincang-bincang. Rehan yang sudah selesai mengecek skedul laporan dari Doni pun segera menatap ke arah Doni dan Dewi, lalu ia tersenyum seraya berkata dalam hati nya.


"cepat sekali mereka akrab nya? apakah si Doni sudah mengungkapkan perasaan nya itu???" lalu Rehan pun mengirim pesan SMS kepada Doni.


Ponsel Doni yang ia taruh di meja pun berdering dan ia segera mengambil nya.


"dari siapa mas???" tanya Dewi bertanya.


"oh ini dari bos Rehan." jawab Doni


"apa kata nya???" tanya Dewi lagi semakin penasaran.


"bos Rehan hanya mengingatkan ku, bahwa sebentar lagi masuk kerja."


"oh iya? benar juga..., cuman karena keasyikan mengobrol dengan mas Doni saja aku sampai lupa kalau saat ini kita sedang dalam jam istirahat bekerja. hehehe..." ujar Dewi lupa karena ia dalam posisi sedang istirahat dan sebentar lagi jam masuk kerja lagi tiba.


"memang nya tadi kamu menyangka kita sedang kencan diluar begitu???"


"hehehe iya mas." ujar Dewi tersenyum malu, lalu Dewi berkata lagi.


"nanti malam kamu mau kemana?"


"kalau malam aku tak kemana-mana mas, paling cuman istirahat dikamar kost an saja."


"oh begitu, menurutmu waktu yang tepat untuk kita jalan-jalan kencan kapan sayang???" ujar Doni memanggil Dewi dengan kata 'Sayang'. rona pipi Dewi semakin memerah dan ia lalu menjawab pertanyaan Doni barusan.


"menurutku, bagaimana jika nanti hari sabtu saja? bukankah lebih leluasa jika kita jalan-jalan berkencan dihari libur sayang???"


"benar juga sayang, yasudah kalau begitu. nanti sabtu besok aku akan menjemput mu." ujar Doni lagi, lalu Dewi menatap heran kepada Doni seraya bertanya.

__ADS_1


"memang nya mas Doni punya kendaraan..???" pertanyaan tersebut membuat Doni cengengesan terhadap orang yang berdiri dibelakang Dewi.


Dewi mengerutkan dahi nya melihat Doni seperti itu, lalu terdengar suara laki-laki berkata.


"punya lah, masa asisten seorang bos tak punya kendaraan? bikin malu saja, iyakan Doni?" Dewi segera memalingkan wajah nya ke belakang dan ternyata suara itu berasal dari Rehan.


"ehh mas Rehan!? aku pikir siapa tadi, hehehe." ujar Dewi merasa malu, lalu Rehan duduk di kursi kosong sebelah Doni dan berkata tanya kepada kedua nya.


"bagaimana? apa kalian berdua sudah berpacaran???"


"sudah bos, iyakan Dewi sayang???" tanya Doni dan Dewi hanya mengangguk malu saja.


Lalu Rehan pun berkata kepada kedua nya lagi.


"jaga hubungan kalian berdua ya, aku dukung hubungan kalian sampai ke jenjang pernikahan."


"terima kasih bos." ujar Doni, lalu Dewi berkata.


"tak apa kok Dewi, aku hanya menganggap itu semua awal perkenalan kita saja." ujar Rehan dan Dewi hanya mengangguk berkata berterima kasih. pada saat itu bell masuk bekerja sudah terdengar dan Rehan serta Doni pamit duluan untuk masuk ke kantor kepada Dewi.


Pada saat Dewi sudah melambaikan tangan kepada Doni, Lucy berjalan mendekati nya seraya bertanya.


"bagaimana? apakah sudah sukses kau berpacaran dengan mas Doni???"


"memang sudah sukses, nanti malam kau harus datang ke kamar ku!" tegas Dewi memasang wajah kesal kepada Lucy.


"wah pasti kau akan memberikan ku hadiah bukan??? kalau begitu nanti malam ku akan datang lebih awal dari biasa nya." ujar Lucy gembira dan Dewi pun hanya menghembuskan napas kesal nya itu seraya berkata.


"ya terserah dirimu saja." ujar Lucy dan Lucy pun segera masuk ke dalam kantor nya dan kemudian disusul oleh Dewi dan para pekerja kantor lain nya.

__ADS_1


Mobil intel kepolisian yang membawa kakak nya Rangga itu, kini telah tiba dikantor polisi. ibu Susi terlihat sedang duduk di dalam ruangan khusus untuk menginterogasi para saksi tersangka kejahatan. kakak nya Rangga yang bernama Randi itu pun kemudian di bawa masuk ke dalam ruangan interogasi tersebut. setelah Randi duduk, ibu Susi lalu memulai bertanya.


"perkenalkan nama mu mas?"


"nama saya Randi Setyadi bu."


"hmm coba perlihatkan KTP mu mas." lalu Randi pun memberikan KTP nya itu kepada ibu Susi dan ibu Susi pun melihat nya.


Lalu ibu Susi membuka kertas map berisi laporan tentang kasus Rangga dan kemudian disamakan.


"apa mas Randi ini masih ingat terhadap adik kandung nya yang bernama Rangga Pangestu itu???"


"saya masih ingat bu."


"kalau begitu, apa mas Randi tahu akan kasus yang saat ini sedang menimpa Rangga???" Randi mengangguk dan menjawab nya.


"saya awal nya tak tahu akan hal tersebut dan tak mengenali Rangga lagi setelah saya pergi dari rumah sekitar dua tahun yang lalu."


"benarkah??? apa mas Randi bisa ceritakan tentang masa lalu keluarga mas Randi itu??? ibu penasaran akan Rangga yang masa lalu nya itu seperti apa, sampai-sampai ia memiliki watak bejat dan cabul serta tak bertanggung jawab terhadap perempuan yang pernah menjadi korban pelecehan seksual nya itu." ucapan ibu Susi itu mengingatkan kenangan masa lalu Randi dan keluarga nya.


Ia menunduk dan segera menyeka air mata yang perlahan jatuh itu.


"dulu ketika saya masih berumur sepuluh tahun dan Rangga berumur tujuh tahun. orang tua kami saat itu telah melakukan perceraian dan membuat ibu saya di usir dari rumah oleh ayah saya. kami bertiga yaitu ibu saya, saya sendiri dan Rangga pergi mencari tempat tinggal dan akhir nya kami mengontrak setelah ibu menjual perhiasan nya. sisa dari penjualan perhiasan itu, ibu pakai untuk modal berdagang sayuran dipasar. singkat cerita, dimalam hari ketika kami sedang tidur istirahat. saya tidur di samping kiri dan Rangga ditengah, sedangkan ibu saya di sebelah kanan. entah apa aku sedang bermimpi atau itu kenyataan, saya mendengar suara ibu dan Rangga mendesah. awal nya saya ingin membuka mata untuk melihat suara apa itu sebenar nya, tetapi mata ini bagai lengket untuk terbuka dan akhir nya saya tertidur lagi karena kecapekan seharian berdagang membantu ibu." cerita Randi berhenti disitu dan Ibu Susi beserta para intel polisi yang berada diruangan itu pun belum berkomentar.


Mereka masih menunggu kelanjutan cerita Randi, tetapi tiba-tiba ibu Susi bertanya.


"lalu setelah bangun esok pagi nya apa mas Randi ini bertanya akan suara apa itu semalam???"


"saya bertanya kepada ibu dan adik saya dan jawaban mereka hanya mengira bahwa saya semalam sedang menggigau."

__ADS_1


"hmm begitu, apa mas Randi ini punya pemikiran bahwa ibu dan adik mas Randi itu telah melakukan hubungan terlarang ketika malam itu???"


"saya memang punya pemikiran seperti itu bu, tetapi pikiran saya terbantahkan oleh jawaban ibu dan adik saya." ujar Randi lagi dan membuat ibu Susi manggut-manggut memikirkan Kebenaran Cerita Randi tersebut.


__ADS_2