DEMI CINTA

DEMI CINTA
WANITA PENGHIBUR


__ADS_3

DI DALAM Sebuah ruangan, terlihat lampu kerlap-kerlip berwarna-warni didalam ruangan yang amat luas dengan ditambah suara musik berdentum dengan keras nya. diruangan itu banyak sekali orang-orang yang sedang asyik berjoget ria dan ada juga yang sedang duduk disofa dengan meja bundar penuh dengan minuman keras.


Diantara banyak nya laki-laki dan perempuan yang berada bersatu padu diruangan itu, ada seorang lelaki tampan sedang memeluk wanita cantik berpakaian minim disalah satu kursi sofa tersebut. diri nya nampak terbuai oleh kemolekan tubuh seksi dan sekal dari wanita bule itu. lelaki itu adalah Rangga yang awal nya kabur melarikan diri karena ia sedang diburu polisi atas kelakuan nya yang telah menghamili para gadis tanpa mau bertanggung jawab.


Alasan Rangga pergi keluar negeri karena memang sudah niat nya ia ingin pergi melarikan diri dan menyembunyikan identitas nya. tetapi bodoh nya dirinya, ia tak menyadari bahwa polisi bisa melacak kebaradaan nya melalui ponsel nya. dia tetap menikmati hidup nya yang penuh kemewahan dan kesenangan batin nya, walaupun keadaan diri nya sedang terancam bahaya.


Rangga seperti nya sudah terlihat sangat mabuk dan ia segera mengajak wanita bule itu untuk naik ke lantai atas yang dimana disana adalah kamar untuk menginap. Rangga yang pandai berbahasa inggris itu pun mengajak wanita penghibur itu untuk melakukan hubungan suami istri dan wanita penghibur itu awal nya tak mau jika ia tak mau dibayar duluan. maka Rangga pun segera memberikan lembaran uang dollar lumayan banyak dari dompet nya dan wanita penghibur itu pun segera memeluk Rangga dengan erat nya dan kini mereka pun masuk ke dalam salah satu kamar untuk melakukan hubungan seksual.


Hasrat birahi Rangga begitu besar jika ia sudah melihat perempuan cantik yang berbadan bagus dan seksi. maka dengan segala cara ia melakukan apapun demi mendapatkan kehangatan dan kepuasan batin dari tubuh perempuan tersebut. ia tak pernah berpikir akan baik dan buruk nya melakukan hubungan badan akan resiko penyakit yang akan diderita nya. yang ia tahu, hanyalah kesenangan hasrat nya yang selalu ingin tersalurkan.


Kini Rangga sedang melakukan hubungan badan dengan Wanita Penghibur itu dan sampai pada saat nya ia pun merasakan puncak kenikmatan nya dengan wanita penghibur tersebut. setelah agak lama Rangga menenangkan deru nafas nya, ia kini membatin dalam hati nya dan posisi nya berada disamping wanita penghibur yang sedang tertidur itu.


"mengapa perasaan ku menjadi tak enak begini ya? hmm.., apa jangan-jangan si Usman malah membocorkan rahasia ku yang pergi ke luar negeri!? kalau begitu kejadian nya, bisa kacau rencana ku ini. percuma saja kalau begini jadi nya!! awas saja jika si Usman membocorkan rahasia ku!" lalu Rangga segera mengambil ponsel nya untuk menghubungi asisten nya, yaitu Usman.


"halo Usman!? sedang apa kau???" tanya Rangga yang sudah menghubungi asisten nya.


"halo bos!? gawat bos!"


"gawat bagaimana!? apa kau telah membocorkan rahasia ku hah!!" sentak Rangga kepada Usman.


"sumpah bos aku tak mengatakan nya! kemarin malam ada pak produser bersama beberapa polisi yang datang ke kost an ku!"


"ada urusan apa mereka datang ke tempat mu hah!?"


"mereka mencarimu bos! aku dipaksa mengaku dan aku tetap tak mengatakan kepergian bos kemana!"


"lalu!? bagaimana keadaan nya sekarang???"

__ADS_1


"mereka memaksa ku untuk pergi ke tempat apartemen bos dan aku pun dipaksa untuk membuka apartemen tersebut."


"lalu kau dan mereka masuk ke dalam nya???"


"iya bos. aku bingung harus bagaimana lagi setelah itu!"


"apakah mereka mengetahui kemana kepergian ku???"


"aku tak tahu akan soal itu bos. tetapi setelah mereka tak menemukan kepergian bos, mereka pergi ke rumah nya mbak Nikita."


"lalu setelah itu???" tanya Rangga lagi makin penasaran.


"setelah itu aku tak tahu lagi bos. apakah mbak Nikita dan pak Produser menghubungi mu bos???"


"aku sudah membuang sim kartu ku ketika aku tiba disini! hanya kau yang tahu nomor ku ini dan awas jangan sampai kau beritahukan nomor ku ini sekalipun itu kepada Nikita!"


"baik bos!" ujar Usman tegas dan kemudian Rangga berkata lagi,


"baik bos." ujar Usman dan panggilan telepon pun kini telah berakhir. Rangga mulai mengendurkan ketegangan dan keresahan hati nya. apa yang ia takutkan ternyata hanya kekhawatiran nya saja dengan permasalahan nya saat ini. ia lalu mulai mengantuk dan pada saat itu juga ia tertidur dengan memeluk wanita penghibur itu.


Disatu sisi di dalam kamar nya Karina, Rehan terlihat sedang menyelimuti Karina yang sudah tertidur. ia memandang Karina yang baru selesai menghubungi ibu nya. air mata Karina sejak tadi tak henti-henti nya keluar ketika mengobrol dengan ibu nya. Rehan hanya bisa tersenyum sembari menghibur Karina yang kini telah keguguran. ibu nya Karina pun ikut menenangkan Karina juga dan berkata bahwa nanti ia juga akan mempunyai bayi lagi jika nanti sudah menikah dengan Rehan.


Rehan pun membenarkan apa kata ibu nya Karina itu dan Karina pun mulai meredakan tangis nya. agak lama mereka berbincang-bincang, akhir nya Karina pun mengantuk juga.


"sudah kamu tidur sayang, jangan dipaksakan melek."


"aku tak bisa tidur jika tak bersama mu sayang." ujar Karina bernada sendu. Rehan yang saat itu sedang memasang kasur lantai dibawah ranjang nya Karina pun bertanya.

__ADS_1


"jadi kamu mau nya bagaimana sayang?"


"bolehkan kamu tidur disamping ku saja sayang? aku tak akan bisa tidur jika aku jauh dari mu."


"hmm yasudah kalau begitu." gumam Rehan mengerti apa maksud Karina dan kini ia segera melipat kasur lantai itu lagi. setelah itu Rehan pun tidur disamping nya Karina dan mereka mulai berbincang.


"apakah setelah aku sembuh kita bisa langsung menikah sayang? bagaimana menurutmu?" Rehan mengerutkan dahi nya sembari balik bertanya.


"mengapa secepat itu sayang?"


"aku hanya bertanya saja sayang, bagaimana pendapat mu???"


"hmm kalau soal itu aku tak keberatan, tetapi ada baik nya nanti saja setelah kamu sembuh total dan bisa beraktivitas seperti biasa nya. baru kita nanti rencanakan kapan kita akan menikah."


"yasudah kalau begitu sayang." ujar Karina dengan jawaban lemas, lalu Rehan bertanya kepada Karina.


"apakah kau keberatan sayang?"


"aku tak keberatan akan soal itu sayang, aku hanya takut saja mantan mu itu akan datang kembali untuk mencoba merebut nya dari ku." Rehan tertawa pendek sembari mengusap-usap rambut Karina.


Karina semakin cemberut diperlakukan begitu oleh Rehan, lalu Rehan pun berkata.


"jangan berpikiran aneh begitu sayang. aku dan Nikita sekarang hanya teman biasa saja. ketika ia akan pamit pulang dari rumah sakit, ia mengatakan bahwa ia sudah menganggap ku sebagai teman."


"teman tapi sayang?" celetuk Karina dan membuat Rehan mencubit hidung karena sembari berkata.


"sudah ayo tidur. jangan berpikiran yang aneh-aneh sayang." lalu Karina pun menangguk menuruti ucapan Rehan dan kini mereka pun tertidur dengan Rehan memeluk Karina dari belakang.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2