
KAKAK Nya Rangga yang bernama Randi itu sekarang dalam perjalanan menuju kantor polisi yang ada di kota bersama para mobil polisi intel yang menjemput nya. Ibu Susi sudah mendapat laporan dari ketua intel tersebut bahwa kakak nya Rangga sudah dalam perjalanan menuju ke kantor polisi. ibu Susi yang saat itu sedang berada diruangan kerja nya itu, segera mencari berkas-berkas tentang kejahatan Rangga untuk nanti ia pakai dalam menginterogasi kakak nya Rangga.
Siang hari itu, Karina dan ibu nya serta keluarga paman Wahyu sedang mengadakan makan siang bersama. sebelum nya, mereka sudah memasak makanan yang sebelum nya di bawa oleh ibu nya Karina. bahan makanan tersebut memang ibu Karina yang membeli nya dan sekarang bahan makanan itu sudah menjadi makanan lezat yang siap disantap. kini mereka sudah duduk rapi di meja makan tersebut dan setelah berdoa mereka pun makan siang bersama. disela makan siang itu, mereka berbincang-bincang dan dimulai dari ibu nya Karina.
"makan yang banyak sayang, biar kamu cepat sembuh."
"iya ibu, Karina sudah bosan jika terus sakit-sakitan." lalu ibu nya bertanya lagi.
"memang nya siapa yang mengurusmu disana nak???"
"kalau soal makan, pasti para pembantu rumah itu yang menyediakan nya. tetapi kalau malam Rehan sudah pulang dari pekerjaan nya, ia yang mengurus Karina sampai pagi nya."
"hmm begitu, apakah ibu nya Rehan itu tak melarang kalian berduaan dikamar???" tanya ibu Karina yang sebenar nya masih trauma akan kejadian yang dulu dilakukan oleh Karina dan Rangga.
Paman Wahyu dan bibi Mega menatap Karina yang tersenyum ditanya seperti itu oleh ibu nya dan Wulan tetap cuek saja makan dengan enak nya.
"seperti nya ibu nya Rehan tak melarang nya bu, tetapi Rehan sudah di beri peringatan untuk bertanggung jawab jika hal yang di inginkan terjadi kepada Karina."
"berarti didikan ibu Susi itu memang tegas dan keras nya. ckckck." ujar paman Wahyu dan bibi Mega menimpali,
"nama nya juga seorang kepala polisi pangkat bripda ayah, sudah pasti ibu Susi itu orang yang tegas dan keras terhadap bawahan nya." lalu Karina menyergah ucapan paman Wahyu dan bibi Mega.
"sebenar nya watak ibu Susi bukan seperti itu, paman, bibi. ibu Susi itu orang yang baik sekali dan peduli terhadap orang lain. menurut Karina, mungkin jika ibu Susi berwatak keras dan tegas dalam keseharian nya. mungkin ketika Karina di interogasi oleh nya, saat itu juga ibu atau paman akan dihubungi oleh pihak kepolisian itu. tetapi karena Karina yang meminta tolong kepada ibu Susi agar membantu Karina menemui untuk Rangga, mungkin jika Karina tak begitu atau ibu Susi tak menolak membantu. pasti saat ini Karina tak akan pernah bertemu dengan Rehan dan sudah pasti Jalan Cerita Hidup Karina tak akan menemui kebahagiaan sampai detik ini." ucapan Karina tersebut membuat orang yang mendengar nya menjadi terharu akan kisah perjalanan hidup Karina yang penuh lika-liku itu.
__ADS_1
Ibu nya Karina hanya tersenyum menatap anak nya, lalu kemudian berkata.
"semoga Rehan adalah lelaki yang pantas dan cocok menjadi suami mu nanti. ibu harap Rehan nanti bisa menggantikan tugas ibu untuk membimbing mu menjadi seorang istri yang baik."
"amiiin ibu." ujar Karina.
"amiiin..." ujar Paman Wahyu, bibi Mega dan juga Wulan. lalu paman Wahyu bertanya lagi,
"lalu kapan kalian akan merencanakan pernikahan???" Karina merenung sejenak mengingat-ingat ucapan Rehan.
"Rehan pernah berkata, bahwa nanti jika Karina sudah sembuh. kapan pun Rehan akan siap menikahi Karina, dan rencana tersebut baru Rehan dan Karina saja yang merencanakan nya paman."
"hmm jadi begitu?" Karina mengangguk dan ibu nya Karina berkata lagi.
"entahlah bibi, aku belum merencanakan dimana tempat nya." lalu ibu nya Karina yang baru selesai minum itu berkata.
"ada baik nya pernikahan kalian nanti di kampung halaman kita saja nak. dalam adat kita, biasa nya tempat mempelai wanita yang dipakai untuk mengadakan acara hajatan pernikahan itu."
"benar kata teteh, lebih baik begitu." ujar bibi Mega dan paman Wahyu pun berkata menyetujui nya.
Karina hanya tersenyum saja mendapat saran tersebut dari ibu nya, lalu Karina berkata.
"nanti Karina coba ceritakan kepada Rehan jika nanti Karina sudah pulang ke rumah nya Rehan, bu."
__ADS_1
"yasudah kalau begitu, ayo kita lanjut makan lagi. mubadzir ini makanan banyak, masa cuman Wulan saja yang sejak tadi menikmati makanan lezat ini?" ujar ibu nya Karina dan membuat orang yang ada di situ tertawa geli melihat Wulan yang malu, karena sejak tadi hanya dia saja yang sibuk sendirian memakan makanan serba enak dan lezat tersebut. pada siang itu, para karyawan kantor nya Rehan sedang makan siang dikantin. Rehan sebagai bos kantor pun ikut makan siang juga dan kali ini ia duduk semeja bersama asisten nya yang bernama Doni itu.
Sejak tadi mereka sedang membahas masalah pekerjaan, yaitu barang pasokan yang ada digudang. pada saat itu Dewi muncul keluar kantor bersama rekan kerja lain nya karena jam makan siang kantor itu baru dimulai. Doni diam tertegun menatap Dewi yang berjalan menuju Kantin itu dan tak sadar bahwa Doni menatap nya sejak tadi.
"bos itu Dewi baru keluar kantor nya." ujar Doni dan kemudian Rehan pun menatap ke arah datang nya Dewi.
"oh iya, ini adalah saat yang tepat untuk kau dekati Don. buruan sebelum ia duduk bersama rekan kerja nya."
"siap bos!" ujar Doni patuh dan ia segera bangun dari duduk nya dan berjalan menuju Dewi yang duduk membelakangi tempat duduk Rehan dan Doni sebelum nya.
Rehan hanya menyaksikan Doni yang sudah mendekati Dewi yang sedang memesan makanan itu.
"permisi, apa kamu yang nama nya Dewi???"
"oh iya saya sendiri, bukankah mas ini nama nya mas Doni ya???" tanya Dewi tak sadar dan Doni mengangguk sembari mengajak berjabat tangan. Dewi pun menerima jabatan tangan tersebut dan setelah itu Doni langsung duduk di kursi kosong depan meja Dewi berada.
Rehan hanya memberikan isyarat jempol kepada Doni dan Doni hanya tersenyum saja melihat bos nya memberi semangat.
"maaf sebelum nya Dewi, apakah Lucy sudah memberitahukan kepada mu tentang siapa aku ini???"
"sudah mas, mas Doni ini adalah asisten nya bos nya Lucy kan???"
"iya memang benar, hehehe. lalu kalau boleh saya tahu, kamu ini sudah berapa lama kerja dikantor itu? soal nya aku baru melihat mu sebulan belakangan ini."
__ADS_1
"aku baru saja bekerja sebulan ini mas, jadi wajar saja kita baru beberapa kali bertemu disini. hehehe." ujar Dewi sembari tersenyum dan membuat Doni menjadi grogi melihat senyuman manis memikat hati nya itu.