DEMI CINTA

DEMI CINTA
JANJI REHAN


__ADS_3

MALAM Hari yang sudah semakin larut itu, Karina pun tiba-tiba terbangun dari tidur nya. ia mengucek-ngucek kedua mata nya dan mencari-cari Rehan yang biasa nya sering tidur disamping nya untuk menemani nya.


"duh aku ketiduran!" ujar batin nya, lalu ia membatin lagi.


"Rehan Kemana? mengapa dia tak menemaniku tidur??? hmm, sudah kuduga! Rehan pasti sudah bosan kepadaku! kalau begini cara nya, wanita yang mengganggu Rehan harus segera aku laporkan kepada ibu Susi." ujar batin Karina dan ia mencoba bangun dari terbaring nya.


Jam dinding dikamar itu menunjukan jam dua dini hari dan Karina tak menyadari nya, ia berpikir malam itu sekitaran jam sepuluh malam hari. ketika ia hendak turun dari ranjang nya, ia tersentak kaget dan memekik tak seberapa keras karena melihat Rehan ada dibawah nya.


"astaga!" ujar nya memekik dan membuat Rehan segera terperanjat bangun.


"ada apa sayang??? mengapa kamu berteriak begitu???" Karina segera menguasai diri dari rasa kaget nya dan berkata,


"tak ada apa-apa kok, aku tadi hanya kaget saja melihat mu ada dibawah." Rehan yang sedang menguap itu pun bertanya,


"memang nya kamu mau kemana sayang jam segini baru bangun??? ini sudah jam dini hari loh." Karina lalu menatap jam dinding dikamar itu dan terlihat biasa saja.


Lalu Karina pun segera berdiri dan mencoba berjalan sembari berkata,


"aku mau pergi ke toilet dulu." pada saat ia berbicara seperti tadi, kaki nya keseleo karena seharian tak digerakan. Rehan kaget melihat Karina mau jatuh dan dengan cepat Rehan segera bangun dan tepat memeluk Karina yang setengah terjatuh.


"hati-hati sayang." ujar Rehan menatap wajah Karina dan wajah Karina saat itu juga semburat merah karena ditatap terlalu dekat oleh Rehan.


Karina yang masih punya rasa kesal terhadap Rehan pun segera bergegas bangun dan berkata,


"makasih sudah menolong ku, aku mau pipis dulu."


"sini aku antar sayang."

__ADS_1


"tak perlu, aku masih bisa sendiri kok."


"nanti kamu jatuh lagi loh."


"biarkan saja, biar semakin sakit badan ku ini." ujar Karina berkata jutex dan membuat Rehan gemas terhadap Karina.


"yasudah kalau begitu, aku tidur lagi aaaah.." ujar Rehan sengaja berkata begitu hanya untuk membuat Karina semakin kesal kepada nya.


Karina yang baru jalan beberapa langkah pun berpaling kepada Rehan dan membatin.


"aku pikir Rehan akan memapah ku sampai ke toilet, tapi mengapa dia tega begitu kepada ku???" tapi ucapan nya berkata lain.


"dasar lelaki jahat!" hanya itu yang Karina ucapkan dan ia segera melangkahkan kaki nya menuju kamar toilet kamar itu. Rehan hanya pura-pura tidur, tetapi mata nya sesekali mengintip Karina yang berjalan membelakangi nya.


Rehan yang melihat Karina berjalan sempoyongan seperti orang mabuk pun segera bangun dan mendekati Karina.


"lepaskan! aku bisa sendiri tanpa bantuan mu!" ujar Karina tegas ketika Rehan ingin membopong nya ke kamar mandi. tetapi larangan itu sengaja Rehan hiraukan dan ia kini membopong Karina sampai masuk ke toilet.


"iya bawel!" ujar Karina masih bersikap jutex terhadap Rehan dan Rehan hanya membalas nya dengan senyuman menggoda saja.


Disela Rehan menunggu Karina selesai buang air kecil, Rehan pun membatin.


"perasaan ketika aku tinggal untuk ganti pakaian, ia masih bersikap romantis dan manja kepada ku. tetapi setelah ia bangun tidur mengapa di berubah sikap kepadaku??? sebenar nya salah ku apa ya??? kalau soal Dewi, itukan sudah dibicarakan baik-baik dengan nya." batin Rehan terus saja berkecamuk bertanya-tanya akan hal itu. pada saat pintu toilet itu dibuka, Karina keluar dan Rehan segera menyambut nya untuk dibopong.


"sudah tak usah dibopong, nanti kamu capek." tapi dasar Rehan, ia tetap membopong Karina tanpa membalas dumelan Karina.


Karina segera dibaringkan diranjang nya dan pada saat itu Rehan segera mengecup kening Karina seraya berkata,

__ADS_1


"mengapa kamu tiba-tiba jutex begitu kepada ku sayang? apa aku telah berbuat salah lagu kepada mu?"


"siapa yang jutex!? aku biasa saja kok. mungkin itu hanya perasaan mu saja."


"ah jangan bohong kamu. bicaralah yang jujur jika ada masalah dengan ku. apa salah nya terbuka terhadap pasangan sendiri kan?" Karina masih terdiam dan memalingkan wajah nya dari Rehan.


Ucapan Rehan tadi belum dijawab oleh Karina, tetapi Rehan lanjut berkata lagi.


"jika aku ada salah yang tak disengaja kepada mu, aku minta maaf sayang. tapi aku mohon, rubah lah sikap mu yang seperti kekanak-kanakan ini. bagaimana nanti jika kita sudah resmi menikah dan memiliki anak? apa kamu masih tetap mau memakai sikap mu yang seperti ini?" ucapan dari Rehan tersebut membuat Karina berpikir dan tersadar akan sikap nya. perlahan ia pun menatap wajah Rehan dan berkata,


"maafkan aku sayang, aku begini karena aku sayang kepada mu. asal kamu tahu, aku adalah orang yang cemburuan terhadap pasangan dan seringkali bersikap jutex seperti tadi jika orang yang aku percayai itu mengingkari janji nya."


"hmm jadi begitu? lalu letak salah ku dimana?" tanya Rehan penasaran dan Karina pun menjawab nya.


"tak ada yang salah dari mu sayang, tetapi jika kamu mengingkari Janji yang sudah kamu sepakati untuk tidak berurusan dengan wanita yang bernama Dewi itu lagi. disitulah letak salah mu kepada ku."


"oh jadi itu, baiklah aku sudah berjanji kepada mu sayang. tapi menurut ku alasan nya bukan itu saja bukan?" Karina mengangguk dan berkata,


"kamu mengingkari janji ku, sudah aku katakan tidur disamping ku saja jangan dilantai. tetapi kamu malah tidur dilantai. perempuan mana sih yang tak kesal." Rehan yang memahami ucapan Karina pun berkata,


"baiklah kalau begitu maafkan aku sayang, nanti aku akan menemani mu tidur selama nya." ujar Rehan tersenyum dan Karina menjawab nya.


"halalin aku dulu, baru selama nya sayang."


"nanti jika kamu sudah sembuh dari sakit mu sayang."


"baiklah, aku sudah tak sabat ingin cepat dinikahi oleh mu sayang."

__ADS_1


"aku juga sayang." ujar Rehan dan mata mereka saling tatap dan bibir mereka berdua saling dekat.


Akhir nya mereka pun berciuman dengan mesra dan penuh perasaan. ciuman hangat dari Rehan tak hanya mendarat di bibir saja, tetapi merambat ke pipi dan leher Karina. hingga akhir nya Karina pun melepas baju tidur nya dan membuka penutup bra nya agar Rehan lebih leluasa bermain bibir dan lidah nya di area kedua buah dada nya. erangan Karina membuat napsu Rehan semakin memanas dan Rehan segera menyuruh Karina untuk memegang kejantanan nya. barang kejantanan Rehan pun diremas-remas oleh Karina dan membuat Rehan semakin beringas untuk melakukan percumbuan lebih dari itu.


__ADS_2