
PINTU Gerbang rumah besar dan mewah itu sudah dibuka oleh satpam penjaga rumah tersebut. mobil Rehan dan mobil nya paman Wahyu sudah masuk ke dalam halaman rumah besar itu dan kini sudah terparkir. mereka keluar dari dalam mobil, menuju rumah tersebut. pintu rumah terbuka dan nampaklah ibu Susi, yaitu ibu nya Rehan menatap senyum kepada anak nya dan Karina. lalu ia bersalaman dengan keluarga nya Karina dan mengajak nya untuk masuk.
Sebelum nya ketika diperjalanan tadi, Rehan sudah menghubungi ibu nya untuk pulang. Rehan pun sudah menceritakan sedikit tentang kejadian yang menimpa Karina kepada ibu nya. maka mau tak mau ibu nya Rehan segera pulang dari tempat bekerja nya dan kini ia sudah berada didalam rumah tersebut. setelah para tamu dijamu dengan hidangan dan minuman oleh para pembantu rumah tersebut, mereka mulai duduk dan berbincang-bincang diruangan tamu rumah itu untuk memulai Obrolan Antar Keluarga.
"jadi ibu dan bapak ini adalah keluarga nya Karina???" tanya ibu Susi yang sudah berkenalan dengan keluarga Karina.
"benar ibu, saya adalah paman nya Karina dan ini adalah istri saya, bibi nya Karina. dan itu adalah kakak saya atau ibu nya Karina." ujar paman Wahyu menjawab ucapan dari ibu Susi.
Ibu Susi manggut-manggut paham, lalu ibu nya Karina berkata.
"maaf sebelum nya bu, jika anak saya sudah merepotkan ibu dirumah ini."
"oh tak apa kok bu. saya malah senang sekali dengam adanya nak Karina dirumah ini." ujar ibu Susi menampakan kesenangan nya. Karina dan Rehan yang duduk berdampingan pun ikut tersenyum juga. kemudian bibi Mega berkata,
"apakah ibu rela jika anak ibu ini memilih Karina sebagai pendamping hidup nya???" ibu Susi lalu menatap Rehan dan Karina bergantian, lalu ia menjawab nya.
"pilihan anak saya tergantung keinginan nya, bu. saya tak bisa mencela atau melarang nya untuk menyukai wanita pilihan nya."
"apa ibu Yakin akan ucapan ibu itu??? apa ibu tak akan merasa malu punya menantu seperti Karina yang sedang hamil ini???" ujar Karina dan ibu Susi tersenyum sembari berkata.
"untuk apa ibu malu nak??? jika keadaan mengharuskan begini, ibu tak ingin lari dari kenyataan. biarlah orang lain bilang jelek atau apalah terhadap keluarga ibu, asal anak ibu bahagia dengan pilihan nya sendiri."
"terima kasih mama." ujar Rehan kepada ibu nya.
Semua nya merasa senang mendengar ucapan bijak dari ibu nya Rehan yang memiliki tata krama dan kesopanan yang baik. kemudian mereka merencanakan akan hubungan Rehan dan Karina kedepan nya,
"lalu kapan kalian akan menikah???" tanya ibu Susi kepada Karina dan Rehan. keluarga Karina menatap kepada sepasang muda-mudi itu, mereka masih menunggu jawaban dari kedua nya. Karina dan Rehan saling tatap, seakan mereka masih bingung mau menjawab nya.
__ADS_1
"bagaimana sayang??? apa rencana mu???" tanya Karina kepada Rehan, lalu Rehan berpikir sejenak.
Tak lama Rehan menjawab pertanyaan dari ibu nya itu.
"apakah boleh kita menjalin hubungan sebagai seorang kekasih dulu??? kita belum mengenal lebih jauh soal kepribadian masing-masing."
"jadi kapan nak??? apa kamu tak kasihan terhadap Karina jika kau menunda masa pernikahan kalian nanti???"
"hmm begini saja." ujar paman Wahyu, lalu ia meneruskan ucapan nya.
"apa kita harus menunggu anak Karina lahir dulu saja ya??? setelah itu baru kita rayakan pernikahan Karina dan nak Rehan ini. bagaimana???"
"aku setuju om." ujar Rehan dan ibu Susi menatap ibu nya Karina dan bibi nya dan bertanya akan usul tersebut.
"saya sebagai ibu nya Karina hanya terserah kepada Karina saja, bu."
Karina yang sejak tadi menatap Rehan pun segera membuka suara nya.
"baiklah jika begitu, saya ikuti apa yang terbaik buat saya." ujar Karina menyetujui nya dan membuat mereka senang mendengar nya. kemudian mereka membahas persoalan Rangga dan Nikita, dan dimulai dari ibu nya Rehan.
"lalu Rehan, apa benar Nikita itu telah berselingkuh dengan artis yang bernama Rangga itu???"
"iya mama, untuk apa aku berbohong. Karina dan keluarga nya pun ikut menyaksikan ketika Rehan melabrak Nikita."
"hmm jadi begitu, ternyata Nikita memang tak pantas ibu angkat sebagai menantu ibu. untung hal ini segera diketahui dengan ada nya kasus yang di alami Karina ini, lalu apa benar si Rangga itu pura-pura tak mengenali mu Karina???"
"benar ibu, dia berpura-pura tak mengenali saya dan keluarga saya. tapi bukti atas kedekatan nya dengan saya sudah diperlihatkan oleh Rehan melalui poto-poto yang semalam saya perlihatkan kepada ibu dan Rehan."
__ADS_1
"oh poto yang kamu perlihatkan ketika makan malam itu bukan???"
"iya ibu." ujar Karina mengangguk, lalu ibu Susi bertanya lagi.
"terus mengapa poto itu ada padamu nak???"
"sebenar nya poto itu tergeletak dimeja makan dan lupa dibawa kembali oleh Karina. jadi aku berinisiatif untuk mengambil nya dan ingin melihat lebih jelas poto tersebut."
"untuk apa kau melihat poto itu???" tanya Karina mulai penasaran.
"tak ada kok."
"hayooo untuk apa hayooo???" ujar Karina bercanda.
"sudah jangan dibahas lagi." ujar Rehan dan Karina hanya angkat bahu saja.
Setelah obrolan itu selesai, ibu Susi mengajak makan siang bersama keluarga nya Karina. setelah selesai makan siang, keluarga Karina akan pulang kembali. perpisahan antara anak dan ibu itu masih menyisakan tangis bagi Karina dan ibu nya. paman dan bibi nya Karina pun merasa sedih juga harus berpisah lagi dengan Karina, karena untuk sementara itu Karina akan tinggal dirumah nya Rehan sampai bayi nya lahir. Karina pun berkata, nanti ia akan main ke rumah paman nya dan ke rumah ibu nya jika permasalahan dengan Rangga sudah selesai. permasalahan tersebut akan dibawa menuju pengadilan oleh Rehan dan Karina. bukti sudah diberikan oleh Rehan kepada ibu nya dan saat itu bukti tersebut akan di proses.
Setelah keluarga nya Karina pulang, Karina hanya bisa melambaikan tangan nya dan Rehan yang ada disamping nya segera mengajak Karina masuk ke dalam rumah nya. ibu nya Rehan sudah kembali ke tempat nya bekerja sebagai kepala dikepolisian dan sekalian sedang mengusut bukti kasus nya Rangga. Di area taman halaman rumah besar itu, Karina dan Rehan duduk di kursi secara berdampingan. mereka sedang mengobrol tentang perasaan mereka selama pertama kali mereka bertemu.
"apa kau masih ingat ketika aku kau di anggap maling?" tanya Rehan.
"ya aku masih ingat, kenapa emang nya???"
"disaat itulah pertama kali kita bertemu. walaupun kesan nya agak menyebalkan, tapi bagi ku itu sangat lucu sekali."
"lucu apa nya??? yang ada aku hampir pingsan dan pangling karena melihat ketampanan mu tahu!" ketus Karina dan membuat Rehan tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1