DEMI CINTA

DEMI CINTA
HARI PERNIKAHAN DAN AKHIR YANG BAHAGIA


__ADS_3

SINAR Mentari pagi telah menyorot jendela kamar nya Karina yang masih tertutup oleh tirai itu. Karina pun segera bangun dan menguap beberapa kali, karena ia semalam tak bisa tidur karena ia terlalu sering memikirkan Rehan dan pernikahan nya. pada saat itu Karina segera mengambil ponsel nya untuk menghubungi Rehan karena ia sudah sangat rindu. dipagi hari itu juga Rehan dan ibu nya sudah berada didalam perjalanan menuju kampung tempat rumah Karina berada.


Rehan yang menyetir itu segera mengambil ponsel nya dan Ibu nya yang duduk disamping nya bertanya.


"siapa yang menelepon mu nak?"


"Karina mama."


"oh coba sini mama yang mengobrol dengan nya, kamu fokus menyetir saja sayang."


"iya mama." ujar Rehan menuruti ucapan ibu nya.


"halo Karina?"


"iya halo Rehan?"


"ini mama, Karina."


"ehh mama!?" ucap Karina kaget dan ia langsung berkata,


"selamat pagi mama? apakabar mama? Rehan kemana ma???"


"selamat pagi juga Karina, kabar mama baik kok. ini Rehan ada disamping mama sedang menyetir mobil."


"oh apakah mama dan Rehan sedang menuju kemari?"


"iya Karina..., bagaimana tenda dan atribut persiapan acara pernikahan nya? apa sudah selesai dikerjakan oleh para tukang tenda nya???"


"seperti nya sudah semua mama, tinggal membuat kue dan menu masakan saja yang saat ini sedang dikerjakan oleh ibu-ibu yang biasa masak di acara hajatan."


"baguslah kalau begitu, mama dan Rehan sebentar lagi sampai. kamu sedang apa sekarang???"


"Karina baru saja bangun tidur mama, hehe." ucap nya agak malu dan Rehan pun berkata,


"mandi dulu sana sayang. apa kamu tak malu nanti calon suami mu ini melihat mu seperti itu???"


"biasa saja sayang! lagi pula aku juga mau pergi mandi kok." ucap Karina agak jutek dan Rehan hanya tertawa geli saja.

__ADS_1


Kemudian ibu Susi pun menyudahi panggilan tersebut setelah Karina pamit untuk mandi dulu. Rehan dan ibu nya masih melanjutkan perjalanan dan sesekali mereka mengobrol,


"indah sekali ya mama pemandangan didaerah kampung seperti ini. kebun-kebun dan persawahan masih banyak dan udara pun sangat segar jika dihirup."


"iya sayang, mama juga sudah lama tak merasakan keindahan seperti ini lagi sejak tinggal dikota." lalu Rehan menatap ibu nya seraya bertanya.


"kalau Rehan boleh tahu, memang nya kampung mama dulu dimana?"


"entahlah mama sudah lupa segala nya semenjak mama pergi dari kampung untuk pergi berkuliah dikota."


"apa mama tak pernah pulang saat itu kepada orang tua mama dikampung tersebut?"


"sering sayang, tetapi semenjak kedua orang tua mama meninggal dunia karena sakit yang diderita nya. mama sudah lama tak pulang ke kampung dan rumah yang ditempati oleh kedua orang tua mama dulu sudah diberikan kepada sodara mama yang lain nya."


"lalu apa mama dan saudara mama masih saling ingat jika bertemu?"


"entahlah sayang. mama tak pernah memikirkan nya." ujar ibu Susi lagi seakan malas membahas hal tersebut.


Rehan mengerti akan perasaan ibu nya itu yang seperti enggan membahas kisah tentang masa lalu nya. Rehan kemudian segera merubah topik pembicaraan,


"berarti besok pagi Rehan dan Karina sudah bersanding dipelaminan ya mama?"


"semoga saja acara nya lancar ya mama."


"iya sayang, mama selalu mendoakan acara pernikahan mu lancar nak."


"amin mama." ujar Rehan dan ibu nya pun mengamininya juga.


Depan rumah nya ibu Ajeng sudah berdiri tenda pernikahan mewah dan bagus dekorasi nya. para warga kampung tersebut baru pertama kali melihat dekorasi tenda pernikahan sebagus dan semewah itu. paman Wahyu terlihat sedang mengobrol dengan teman masa kecil nya dulu di kursi dekat tenda pernikahan. mereka sedang mengobrolkan soal calon pengantin nya Karina yang mereka anggap orang tajir melintir. sedangkan ibu nya Karina dan bibi Mega sedang melihat-lihat kue dan menu masakan yang sedang dibuat oleh para ibu-ibu kampung tersebut.


Sedangkan Wulan, ia sedang bermain dengan anak sebaya nya dipanggung pernikahan itu karena banyak nya anak kecil yang berada disana. para tukang tenda saat itu sudah pulang kembali ke kota dan nanti akan kembali lagi setelah acara pernikahan selesai untuk membongkar tenda itu lagi. pada saat itu mobil nya Rehan sudah tiba dan membuat paman Wahyu segera mendekati mobil yang sudah terparkir tersebut. kemudian Rehan dan ibu nya keluar dari dalam mobil dan disambut baik oleh paman Wahyu dan para warga sekitar yang ada disitu.


Rehan dan ibu nya segera diantar oleh paman Wahyu untuk masuk ke dalam rumah, tetapi mereka berdua ingin melihat-lihat dulu tenda pernikahan yang sudah tersusun rapi itu. Rehan dan ibu nya dibuat kagum dengan tenda pernikahan dengan ciri khas ada air mancur dan kolam ikan nya itu. hal tersebut membuat Rehan dan ibu nya semakin ingin melihat-lihat lagi semua atribut yang terpasang di panggung pernikahan tersebut.


Karina sudah selesai mandi nya dan ia segera masuk ke dalam kamar nya yang sudah dihias untuk nanti dipakai untuk malam pengantin. setelah Karina memakai pakaian dan berdandan, ia segera pergi keluar rumah untuk menemui Rehan dan ibu nya. pada saat itu paman Wahyu terlihat sedang berbincang dengan ibu Susi dan Rehan terlihat sedang duduk di kursi pengantin sembari menelepon seseorang.


Karina sudah datang mendekati ibu Susi untuk salim dan kemudian ia mendekati Rehan juga untuk salim. Rehan pun kaget setelah tangan nya dicium oleh Karina seperti itu,

__ADS_1


"tumben kau mencium punggung tangan ku sayang?"


"memang nya tak boleh ya seorang istri mencium punggung tangan suami nya???" lalu Karina duduk dikursi pengantin itu bersama Rehan dan dilihat oleh para warga yang sejak tadi memperhatikan Rehan yang berwajah tampan itu.


"bukan nya tak boleh sayang, aku hanya merasa aneh saja melihat mu seperti tadi. biasa nya kamu selalu bersikap tegar didepan ku sayang."


"ah kau ini! janganlah kau samakan diwaktu kita masih pacaran dan sesudah menikah nanti sayang. setelah kita resmi menikah, aku ingin menjadi seorang istri yang berbakti kepada suami nya."


"kalau itu sudah hal wajib sayang." ujar Rehan, lalu ia mencium kening Karina dan membuat Karina segera berkata.


"jangan disini sayang! aku malu kalau dilihat oleh semua orang yang ada disini!" bisik Karina dan Rehan hanya tertawa cengengesan saja sembari bilang maaf.


Ibu Susi dan paman Wahyu yang melihat Karina dan Rehan yang duduk dikursi pelaminan itu nampak gembira dan senang bisa melihat kedua nya tersenyum bahagia seperti itu. pada saat itu juga ibu nya Karina dan bibi Mega keluar dari dalam rumah menuju ibu Susi untuk bersalaman dan bersilaturahmi. kemudian ibu nya Karina dan bibi Mega pun melihat Karina dan Rehan yang terlihat sedang bercanda sikursi pelaminan itu dan membuat kedua nya merasakan kebahagiaan juga. kini ibu nyq Karina dan bibi Mega mengantar ibu Susi masuk ke dalam rumah itu untuk melihat isi rumah dan segala menu kue dan masakan yang sedang dibuat. sedangkan paman Wahyu, segera mengantar anak nya yang rewel ingin beli jajanan ke warung yang ada didekat rumah tersebut.


Waktu terus cepat berlalu dan keadaan hari yang tadi nya pagi hari kini tak terasa sudah datang waktu senja sore hari. kala itu ibu Susi dan Rehan sedang duduk diruangan tamu rumah ibu nya Karina beserta Karina dan paman serta istri nya. mereka didampingi oleh para perias pengantin yang nanti akan merias Karina sebelum akad nikah dilakukan pada pagi hari nya. para perias tersebut memperbincangkan soal model riasan yang nanti akan diterapkan kepada Karina.


Setelah mereka selesai berbincang, kini para perias itu segera diantar ke kamar yang sudah disediakan untuk mereka menginap. hari sudah semakin sore dan semua ibu-ibu yang membantu membuat kue dan masakan diacara pengantin pun sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. waktu acara permikahan Rehan dan Karina akan dimulai besok pagi nya setelah datang pak penghulu. kini mereka sudah istirahat di dalam kamar masing-masing sampai pagi menjelang pun tiba.


Pada waktu subuh, Karina dan Rehan sudah dibangunkan oleh orang tua mereka untuk segera mandi dan setelah itu merias diri memakai pakaian pengantin. baju pengantin yang dibawa oleh ibu Susi untuk Karina pun segera diberikan nya ketika Karina berada didalam kamar nya dan sedang dirias oleh orang yang merias nya. Karina nampak anggun dan cantik sekali setelah ia beres dirias dan hal tersebut membuat Rehan semakin jatuh cinta terhadap Karina. kini sepasang pengantin itu sudah berada diluar rumah bersama keluarga mereka karena pak penghulu pernikahan sudah tiba.


Pada saat itu juga asisten nya Rehan dan semua karyawan kantor nya pun nampak hadir dengan serentak, seperti nya mereka sudah janjian akan datang ketika akad pernikahan bos mereka itu dimulai. Rehan nampak tersenyum bahagia melihat para karyawan nya kompak datang di acara pernikahan nya dan pada saat itu Karina berkata,


"banyak sekali karyawan mu sayang."


"ya lumayan, oh iya. lihatlah perempuan yang ada didekat Doni. itu adalah perempuan yang nama nya Dewi."


"oh itu orang nya, cantik juga rupa nya." lalu terdengar ibu Susi berkata.


"ayo kalian segera bersiap-siap, pak penghulu sedang menuju kemari." kemudian Rehan dan Karina pun mulai serius dalam menghadapi upacara pernikahan yang sakral itu.


Hari Pernikahan Rehan dan Karina kini sudah dimulai pada hari sabtu dan akan dirayakan malam minggu nya. semua orang berkumpul mengelilingi Rehan dan Karina yang duduk dihadapan penghulu. setelah mereka membaca doa dan penghulu mengucapkan kata agar Rehan mengikuti nya dengan fasih. semua orang yang ada di situ semua nya mengesahkan pernikahan Rehan dan Karina. setelah itu Rehan segera mencium kening Karina dan Karina mencium punggung tangan Rehan.


Kemudian merela berdua bergantian memasangkan cincin pernikahan dijari manis mereka. setelah itu mereka dipoto dan setelah akad nikah selesai dilakukan. kini Rehan dan Karina sudah duduk di kursi pelaminan sebagai sepasang suami istri yang sah dan keluarga Karina serta keluarga Rehan pun sama-sama merasakan kebahagiaan tersebut. para tamu undangan sudah banyak yang naik ke panggung untuk bersalaman dan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. pada saat itu juga Rehan melihat Nikita dan Piko serta kedua orang Nikita yang hadir diacara pernikahan tersebut. mereka nampak akrab dan sudah tak ada rasa benci diantara mereka, Karina dan Nikita terlihat sedang mengobrol dan Piko pun mengobrol dengan Rehan. kedua orang tua Nikita pun mengobrol juga dengan ibu nya Rehan dan keluarga nya Karina. Akhir Yang Bahagia dari sepasang pengantin itu akan terus berlanjut sampai maut akan memisahkan kedua nya.


...TAMAT...


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2