
SUARA Mobil ambulan terdengar nyaring dari arah kejauhan jalan menuju kantor polisi tempat Rangga ditangkap berada. para wartawan dan para awak media mendengar suara sirene itu dan mereka tak tahu akan adanya mobil ambulan yang menuju ke arah kantor polisi tersebut. mobil Rehan bersama mobil nya paman Wahyu sudah tiba dikantor polisi tersebut. awal nya mereka dicegat oleh para wartawan dan awak media perihal kasus Rangga yang ada kaitan nya dengan mereka. tetapi para polisi segera mencegah nya dan menjaga mereka sampai Rehan dan keluarga nya Karina masuk ke dalam kantor polisi.
Tak hanya mereka, mobil Piko yang membawa Nikita dan kedua orang tua nya pun sudah tiba dikantor tersebut bersamaan dengan datang nya mobil pak produser nya Rangga. didalam ruangan tunggu yang luas itu, Rehan, Karina, ibu nya Karina, paman Wahyu dan bibi Mega beserta anak nya pun sedang duduk dikursi yang sudah disediakan diruangan itu.
Tak lama mereka duduk, masuklah Nikita, Piko dan kedua orang tua Nikita ke dalam ruangan tersebut. Rehan dan Karina kaget melihat Nikita dan begitu pun dengan Nikita yang melihat Rehan dan Karina di dalam ruangan tersebut. mereka masih saling diam setelah mereka duduk, Rehan mulai berkata duluan menyapa ayah dan ibu nya Nikita.
"om dan tante bagaimana kabar nya???"
"baik nak Rehan, kamu sendiri bagaimana?"
"baik om." balas Rehan lalu Nikita berkata tanya kepada Karina.
"bagaimana kabarmu Karina? apa sudah sembuh?"
"ya mendingan, bagaimana dengan mu?" tanya Karina lagi dan Nikita pun menjawab dengan jawaban yang sama.
Kemudian Piko dan Rehan saling tatap karena mereka baru pertama kali bertemu. ibu nya Karina, paman Wahyu dan bibi Mega hanya menyapa kedua orang tua Nikita dengan tersenyum saja. melihat Piko dan Rehan saling tatap, Nikita pun segera berkata.
"oh iya Rehan, perkenalkan ini calon suami ku nama nya Piko."
"salah kenal, namaku Rehan." ujar Rehan mencoba mengakrabkan diri dan Piko pun menjawab hal yang sama seperti Rehan.
Karina yang sudah tak membenci Nikita itu pun bertanya kepada Nikita,
"apakah kedatangan mu kemari karena dipanggil oleh pihak kepolisian untuk menghadiri kasus nya Rangga???"
"ya memang. tapi bukan pihak kepolisian yang memanggil ku untuk datang kemari, tetapi pak produser nya Rangga yang menyuruh ku kemari." lalu Rehan pun berkata,
"lalu kemana pak produser nya si Rangga itu?"
__ADS_1
"mungkin sebentar lagi tiba.." ujar Nikita dan pada saat itu Piko mulai berkata tanya,
"apakah orang yang namanya Rangga itu sudah ditangkap? mengapa sejak tadi kita tak melihat nya???" pertanyaan tersebut segera dijawab oleh Karina yang sejak tadi sedang mengobrol dengan ibu nya.
"nanti kita akan melihat nya didalam sel penjara." lalu Piko pun berkata tanya kepada Karina.
"apakah mbak ini juga korban nya si Rangga itu???" Rehan langsung menatap wajah Karina dan kemudian Karina pun menjawab nya.
"ya aku memang korban nya si Rangga itu dan sama seperti wanita yang ada disamping mu itu mas Piko." Piko hanya manggut-manggut saja mendengar nya.
Lalu Rehan yang penasaran akan hubungan Nikita dan Piko pun bertanya,
"kalau boleh aku tahu sudah berapa lama kalian menjalin hubungan seperti ini???"
"kurang lebih dua mingguan, iyakan sayang???" Nikita hanya mengangguk saja dan Rehan pun segera berkata,
"segera hubungan kalian langgeng sampai ke jenjang pernikahan ya."
Nikita yang sebenarnya masih malu terhadap Rehan dan Karina pun segera mengalihkan pembicaraan.
"apakah itu suara sirene polisi atau ambulan???"
semua orang yang ada disitu pun mendengar nya juga. kemudian terlihat pak produser nya Rangga masuk bersama asisten nya Rangga dan pacar nya.
Mereka menatap ke arah wajah mereka yang terlihat menahan kesedihan.
"kalian sudah berkumpul disini rupa nya." ujar pak produser dan kini ia duduk di kursi kosong bersama usman dan pacar nya.
"mengapa wajah mu seperti murung begitu pak produser???" tanya Nikita dan kemudian ia pun menjawab nya.
__ADS_1
"kalian dengar suara sirene mobil barusan???" semua orang yang ada diruangan itu mengangguk dan kemudian pak produser berkata lagi.
"itu adalah suara mobil ambulan yang akan membawa jenazah Rangga." semua orang menatap kaget kepada pak produser.
Pada saat itu Karina pun mulai bertanya atas rasa terkejut nya itu.
"bagaimana bisa pak??? bapak tahu darimana akan soal itu???"
"tadi saya bertanya kepada supir ambulan tersebut dan ia berkata kedatangan mobil tersebut untuk membawa jenazah Rangga yang sudah meninggal barusan tadi." semua orang yang ada disitu dibuat penasaran dan bingung akan ucapan pak produser itu.
Kemudian suara gaduh mulai terdengar dari luar kantor polisi dan itu adalah suara para wartawan dan awak media yang mencoba ingin masuk ke dalam kantor polisi tersebut. ketika pintu di buka, ada beberapa orang dari rumah sakit yang membawa tempat tidur jenazah ke dalam ruangan tunggu yang lurus ke arah pintu ruangan inti kantor polisi tersebut.
Semua orang yang melihat itu menjadi tegang tak bisa berkata apa-apa lagi akan kenyataan tersebut. semua nya terdiam harus berkata apa akan penyebab kematian Rangga yang tak ada penyebab nya itu. sedangkan di dalam ruangan untuk interogasi, Randi sudah berhenti menangisi kematian adik nya itu dan ibu Susi beserta orang yang ada disitu pun sudah tak merasakan kesedihan seperti sebelum nya.
Lalu salah satu polisi memasuki ruangan itu dan berkata,
"mobil ambulan sudah tiba dan petugas nya sudah membawa masuk tempat tidur untuk jenazah nya Rangga bu."
"baiklah, suruh mereka masuk." lalu polisi tersebut segera mengajak masuk petugas pembawa jenazah itu ke dalam ruangan interogasi itu.
Setelah jenazah Rangga diangkat dan ditaruh ditempat tidur khusus jenazah itu, mereka pun semua nya keluar ruangan mengikuti para petugas jenazah itu dari belakang. ketika tiba diruangan tunggu, mereka yang ada diruangan itu beberapa merasakan kesedihan melihat Rangga yang sudah tak bernyawa itu. wajah nya memang masih memar dan leher nya pun terlihat memar membiru juga. Randi mengikuti para petugas jenazah itu untuk dibawa ke rumah sakit dan setelah itu akan langsung disempurnakan jasad nya untuk nanti dimakamkan disamping makam ibu nya.
Pada saat itu ibu Susi menatap Rehan dan semua orang yang ada di situ, kemudian ibu Susi berkata.
"wah kalian sedang apa disini...???" lalu Rehan pun berkata,
"bukankah ibu yang menyuruh kami semua untuk hadir diruangan ini...???"
"iya memang, tetapi seperti nya saksi korban untuk nanti hadir dipengadilan tak jadi dilakukan karena tersangka sudah meninggal dunia."
__ADS_1
"memang nya Rangga meninggal kenapa mama???" tanya Karina dan ibu Susi menjawab nya.
"cerita nya panjang, tapi Rangga meninggal akibat Karma nya sendiri." ucapan ibu Susi tersebut membuat semua orang yang ada disitu langsung paham akan kelakuan Rangga semasa hidup nya itu.