
KARINA Yang saat itu sedang dipeluk Rehan pun mencium wangi parfum yang asing bagi nya dan ia pun membatin.
"mengapa wangi parfum rehan berbeda??? ini seperti wangi parfum perempuan!? apa jangan-jangan....!?" Karina segera menarik diri dari pelukan Rehan dan membuat Rehan terkejut seraya bertanya,
"kamu kenapa sayang...???"
"wangi parfum siapa ini!? parfum yang biasa kamu pakai tak seperti ini wangi nya! apa jangan-jangan kamu sudah berduaan dengan perempuan!? iyakan!?" tanya Karina mendesak dan Rehan pun segera ingat akan apa yang ia lakukan ketika pulang tadi mengantar Dewi.
Rehan pun jadi serba salah dan salah tingkah harus berkata apa kepada Karina. Karina yang melihat gelagat Rehan itu segera bertanya lagi dengan desakan.
"jawab sayang! mengapa kamu hanya diam saja!?" Rehan yang ada didepan Karina pun segera memegang kedua tangan Karina dan berkata,
"maafkan aku sayang, tadi ada seorang perempuan yang bekerja dikantor sebelah kantor ku. ia ingin menumpang pulang bersama ku dimobil ku, karena arah jalan nya searah dengan arah pulang ku."
"pasti teman perempuan kan!?" Rehan mengangguk dan Karina bertanya lagi dengan nada tinggi.
"lalu kalian berciuman dan berpelukan di mobil!? iyakan!?"
"dengarkan aku dulu sayang..." uja Rehan menenangkan Karina dan mencoba menenangkan suasana. Karina yang sudah dibakar cemburu itu pun sudah tak bisa menahan luapan amarah dan kekecewaan nya.
"tega kamu ya! aku pikir dirimu berbeda dari lelaki lain nya, ternyata kamu sama saja dengan si Rangga itu! dasar jahat! hixhixhix...!" Karina pun menangis tersedu-sedu dan ia menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
Rehan yang merasa sangat bersalah kepada Karina itu segera memeluk nya dan Karina mencoba melepas pelukan itu.
"dengarkan aku dulu sayang, aku mau menjelaskan nya kepada mu!"
__ADS_1
"sudah tak perlu kau jelaskan lagi! mengaku sajalah apa susah nya!? hixhixhix..." Rehan tetap memeluk Karina yang memberontak itu.
Rehan mencoba menenangkan Karina dulu agar bisa meredakan tangis nya dulu, tetapi Karina tetap saja menangis semakin menjadi-jadi. pembantu rumah itu yang ada lima orang pun serentak masuk ke dalam kamar Karina dan kelima pembantu wanita itu segera menunduk ketika Rehan menatap mereka.
"sudah bi ini urusan pribadi saya, sebaik nya bibi-bibi kembali ke tempat nya masing-masing."
"baik den Rehan." ujar kelima pembantu itu dan mereka pun pergi keluar kamar dengan menutup pintu kamar itu.
Rehan masih dalam keadaan memeluk Karina, lalu ia berkata sembari mengusap-usap punggung Karina dengan lembut.
"Karina sayangku, sebenar nya aku dan wanita itu tak seperti yang kamu katakan tadi. aku mengenal nya baru tadi siang hari dan dia adalah teman nya karyawan ku." ucapan Rehan itu tak direspon sama sekali oleh Karina.
"padahal aku sudah berusaha untuk menjaga jarak dari nya, tetapi dia tetap mencoba mendekati ku dan ingin mengenal lebih jauh tentang kepribadian diriku. tetapi aku hanya mengtakan bahwa aku sudah memiliki calon istri."
"maafkan aku sayang, sumpah aku tak bermaksud untuk menduakan cinta mu atau mencoba mengkhianati mu. perempuan itu yang tiba-tiba datang kepada ku dan ingin mengenalku lebih juah. sebagai seorang bos diperusahaan, aku selalu bersikap baik dan sopan terhadap siapa pun itu. aku tak mau dibilang bos yang sombong hanya gara-gara aku tak merespon perkenalan dari perempuan itu. sumpah aku tak ada maksud buruk seperti apa yang kamu pikirkan sayang." ujar Rehan yang menceritakan apa yang ia alami sebenar nya dan ucapan Rehan yang penuh penyesalan itu segera dijawab oleh Karina.
"kalau memang benar alasan mu begitu, lalu bagaimana wanita itu bisa memeluk mu?" pertanyaan tersebut segera dijawab oleh Rehan,
"ketika mobil yang aku kendarai tiba didepan gank rumah nya, ia meminta satu hal kepada ku. satu hal itu adalah pelukan perpisahan dari nya. aku ragu dan akan menolak awal nya, tetapi entah mengapa setiap aku melihat wajah perempuan itu, jalan pikiran ku seketika itu juga berubah dan tak mau menolak akan ucapan nya." ucapan Rehan terhenti sampai disitu karena Karina segera berkata tanya,
"cantik kah perempuan itu? lebih cantik mana dengan ku???" pertanyaan tersebut membuat Rehan jadi bingung sendiri, maka ia pun menjawab nya dengan jujur.
"perempuan itu memang cantik, semua lelaki pasti akan terpana melihat nya. tetapi wanita yang menurutku paling cantik adalah dirimu sayang."
"pembohong! bilang saja apa ada nya bahwa aku hanya wanita jelek yang tak pandai dandan!" Rehan yang mendengar keluhan Karina itu segera menatap nya dengan jeli. air mata Karina yang hampir kering itu segera di usap oleh Rehan dan ia berkata,
__ADS_1
"sayangku, apa kamu pikir aku mencintaimu hanya karena alasan wajah mu cantik atau jelek??? apa kamu pikir aku hanya melihat seorang wanita dari rupa nya atau penampilan nya saja???" Karina yang ditanya seperti itu pun menjawab nya,
"entahlah, tanyakan saja kepada hatimu." ujar nya berkesan jutek dan Rehan berkata lagi dengan penuh kesabaran.
"baiklah kalau begitu maafkan aku, aku mengaku salah dan aku tak mau berdebat lagi dengan mu hanya karena masalah sepele ini."
"menurutmu ini sepele!? ini menyangkut hubungan kita tahu! apa kamu tak tahu rasa sakit nya hati ku ketika kamu berpelukan dengan wanita lain hah!? coba kamu bayangkan!" sentak Karina dan ia pun menangis lagi.
Rehan semakin bersalah jadi nya kepada Karina, lalu ia pun menghembuskan napas sesak didada nya itu.
"iya aku juga merasakan apa yang saat ini kau rasakan sayang. tetapi, bisakah kau memahami diriku juga??? aku sudah berapa kali bilang maaf kepada mu, tetapi apakah ucapan maaf ku itu tak bisa membuat mu untuk memaafkanku??? kalau begitu, coba sebutkan cara apa yang pantas agar kamu bisa memaafkan ku dari Kekhilafan ku ini sayang!?" ujar Rehan berkata tegas seakan meminta pertimbangan dari Karina.
Karina yang mendengar ucapan dari Rehan itu mulai menyusutkan rasa marah dan kesal nya terhadap Rehan. ia sadar, bahwa diri nya sangat egois terhadap Rehan yang berulang kali sudah meminta maaf kepada nya.
"baiklah jika begitu, aku memaafkan mu. tetapi ada satu syarat nya."
"sebutkan saja apa itu syarat nya."
"syarat nya adalah, kamu harus menjauhi wanita itu dan bila perlu jangan sekali-kali kamu mengantar nya pulang lagi."
"baik, aku akan mentaati syarat mu itu sayang."
"janji ya! kalau sampai kamu melanggar, aku sudah tak mau menerima alasan mu lagi! titik!"
"iya sayang ku, aku berjanji." ujar Rehan dan kini ia memeluk Karina yang sudah tak jutek seperti tadi dan Karina pun tak mengelak di peluk dengan erat oleh Rehan.
__ADS_1