
SORE Hari yang sebentar lagi tiba malam hari itu membuat obrolan mereka berhenti dan Doni berkata.
"sebentar lagi maghrib, aku harus pulang bos."
"baiklah kalau begitu, jangan lupa rencana yang sudah kita obrolkan tadi."
"siap bos." ujar Doni, lalu Karina berkata tanya kepada Rehan.
"kamu mau kemana sayang???"
"aku mau mengantar Doni pulang dulu ke kost an nya, apa kau mau ikut sayang???"
"aku disini saja, yasudah hati-hati dijalan sayang. mas Doni juga jangan lupa akan saran ku tadi untuk mendekati wanita yang disukai nya itu."
"siap mbak Karina, terima kasih sudah memberi pencerahan kepada ku."
"sama-sama mas Doni." ujar Karina tersenyum dan Doni lalu berpamitan kepada Karina dan Rehan pun mengantar Doni pulang.
Karina mengantarkan Rehan dan Doni sampai didepan teras rumah itu saja dan setelah kepergian mobil Rehan, Karina duduk dikursi depan teras rumah itu. ia sedang membayangkan perkelahian nya dengan Nikita yang telah membuat diri nya keguguran.
"apa kabar nya wanita yang telah membuat ku keguguran? apa dia sudah sembuh?" ucap batin Karina teringat akan Nikita dan ia sudah tak benci lagi kepada Nikita karena Karina sudah memaafkan kesalahan Nikita itu pada nya. disamping itu, Karina pun merasa berterima kasih kepada Nikita yang tak sengaja telah membuat nya keguguran dan begitupun dengan Nikita yang posisi nya sedang hamil anak nya Rangga.
__ADS_1
Dengan perkelahian yang awal nya tak direncanakan itu, dua bayi yang sebenar nya tak ingin dilahirkan ke dunia oleh ibu nya tanpa seorang ayah pun akhir nya menjadi kenyataan akibat perkelahian yang ditak disangka-sangka itu. kini Karina masuk lagi ke dalam rumah dan ia berniat ingin mandi dengan mengelap badan nya memakai handuk basah. disamping itu, Nikita sudah bisa berjalan walaupun tertatih-tatih. ia sedang berada di taman dengan ditemani oleh teman masa kecil nya yang bernama Piko itu. Nikita yang sedang sakit itu ingin pergi keluar rumah karena ia merasa bosan berada di rumah terus dan akhir nya Piko yang mengajak nya ke taman.
Sore yang sebentar lagi menjelang maghrib itu, Piko lalu mengajak Nikita untuk pulang dan Nikita pun hanya menurut saja. Nikita kini sudah bisa melupakan dua laki-laki yang pernah ada di hidup nya, yaitu Rehan dan Rangga. kehadiran Piko dihidup nya telah membuat nya merasakan kebahagian lagi setelah ia mengalami kesalahan dan keterpurukan akibat hubungan nya dengan Rehan serta Rangga. kini dihati nya hanya ada Piko saja dan Nikita sudah membuka hati nya untuk mencintai Piko dan Piko pun yang awal nya hanya terpaksa akibat perjodohan dari kedua orang tua nya dan orang tua Nikita. kini menjadi benar-benar serius untuk mencintai Nikita dan akan menjadikan pasangan hidup nya. mereka baru saja berpacaran walaupun masih terlihat kaku, tapi rencana mereka untuk melakukan pernikahan akan dilakukan setelah Nikita sembuh dari sakit nya.
Kini suasana sudah berada di ruangan kamar nya Dewi. disana ia baru saja selesai mandi dan hanya memakai handuk saja. ia kini duduk didepan meja rias nya dan memandang wajah nya dicermin meja rias tersebut.
"mengapa tadi aku tak nekat saja untuk ikut pulang bersama mas Rehan!? gara-gara laki-laki yang bersama nya itu, rencana ku menjadi gagal!" ujar nya kesal dan ia berkata lagi,
"aku sudah tak peduli dengan cerita Lucy yang kata nya calon istri nya mas Rehan itu galak!. sebelum jalur pernikahan terjadi, mas Rehan harus bisa aku rebut secepat nya dari calon istri nya itu! apapun resiko nya aku akan tetap mengincar mas Rehan untuk aku jadikan suami ku! jika aku berhasil mendapatkan mas Rehan, aku akan berterus terang kepada nya agar ia mau membiayai biaya operasi kulit wajah ku ini. jika ia menolak, aku akan mengancam nya bahwa ia telah menghamili ku. hahaha, lihat saja nanti rencana ku ini!." ujar Dewi tersenyum angkuh dengan tetap bersikukuh ingin merebut Rehan dari Karina.
Padahal Lucy sudah memberitahu nya untuk tidak mencoba mendekati atau mengincar Rehan. tetapi Dewi tetap bersikeras dalam pendirian nya dan rasa egois itu timbul hanya karena ia ingin menjadikan Rehan orang yang dapat membiayai biaya operasi kulit wajah nya itu. Rencana Jahat Dewi tetap akan ia lakukan nanti malam, ia akan mencoba menghubungi Rehan melalui ponsel nya dan akan mencoba terang-terangan untuk menyatakan cinta nya meskipun menurut nya cara itu adalah cara yang memalukan. tetapi demi membuat wajah nya cantik alami lagi dengan metode operasi, ia rela menjadi orang yang tak tahu diri dan tak tahu malu.
Kini Dewi segera memakai pakaian tidur, karena sore hari sudah berganti dengan malam hari. dimalam itu Lucy berniat akan pergi ke kamar nya Dewi lagi dan kali ini ia akan membicarakan tentang Doni yang menyukai Dewi. Lucy yang tergiur akan bonus gaji yang sudah dijanjikan oleh bos nya itu akan mencoba meyakini Dewi untuk melupakan Rehan dan mencoba mengenalkan Doni, lelaki yang bersama Rehan dan sudah Dewi lihat ketika siang sore tadi. malam itu sekitar jam delapan malam, seperti biasa ibu Susi akan pulang dari pekerjaan nya.
"halo ada apa pak Restu?" tanya ibu Susi kepada pak Restu yang menjadi ketua detektive polisi.
"begini bu, saya ingin memberikan informasi terkait pelacakan keluarga nya Rangga."
"oh begitu, bagaimana hasil nya???"
"kami telah menemukan satu anggota keluarga nya Rangga, yaitu kakak kandung nya. kami saat ini sedang melacak keberadaan kakak nya Rangga tinggal dimana saat ini."
__ADS_1
"oh baguslah kalau begitu, nanti jika sudah ketemu lokasi dimana kakak nya Rangga tinggal. segera datangi dan bawa kemari untuk kita tanyai keterangan tentang siapa Rangga dan masa lalu nya. ibu pasti yakin bahwa kakak nya itu tak akan menutup-nutupi rahasia Rangga dimasa lalu nya."
"baik ibu, nanti akan saya laksanakan tugas tersebut."
"yasudah kalau begitu, nanti besok bawa laporan fisik nya kemari."
"baik ibu." ujar pak Restu dan ibu Susi segera mematikan panggilan ponsel itu.
Ia lalu segera membereskan barang-barang kantor nya itu dan setelah itu ia akan pulang ke rumah nya. disatu sisi, Rehan baru saja pulang dari mengantar Doni. ia kini masuk ke dalam rumah nya dan berjalan menuju kamar Karina. ketika pintu kamar itu dibuka, Karina menatap ke arah pintu dan berkata.
"sana lap badan dan ganti pakaian dulu sayang. jangan mandi malam." ucapan Karina tadi segera dibalas oleh Rehan yang masih berdiri diambang pintu.
"baru saja aku mau masuk, sudah di usir huft."
"maka nya ganti pakaian dulu dan lap badan mu sayang, nanti jika sudah baru masuk kemari."
"iya sudah sayang, nanti aku akan kemari jika sudah selesai."
"iya sayang." ujar Karina dan ia lanjut menonton televisi sembari berbaring diranjang nya. sedangkan Rehan, ia sedang melakukan apa yang dikatakan oleh Karina barusan dan menurut nya perhatian Karina itu mirip seperti ibu nya. biasa nya jika ibu nya sedang ada dirumah, Rehan selalu diperlakukan seperti anak kecil dan seringkali diperintah ibu nya. perintah Karina sama hal nya dengan perintah ibu nya Rehan, sama-sama harus dipatuhi dan jika ditolak pasti ada saja masalah yang akan mengampiri nya.
...*...
__ADS_1
...* *...