DEMI CINTA

DEMI CINTA
Teman selamanya


__ADS_3

Hari ini hari yang di tunggu oleh Maria, yaitu masuk Sekolah Menengah Pertama Maria.


Maria tampak bersemangat dengan masih memakai seragam Sekolah Dasarnya Maria berdiri di depan sekolah barunya itu.


Maria masuk dan sudah ada banyak siswa siswi yang berada di sekolah baru itu,Maria menelusuri setiap ruang kelas di sekolah barunya,Maria tersenyum setelah seseorang di hadapanya adalah orang yang ia kenal yaitu Atikah sahabatnya.


"Kamu datang juga aku mencarimu dari tadi"ucap Atikah.


"Aku bahkan dari tadi sampai hanya baru berani masuk"jawab Maria.


Semua siswa dan siswi di panggil untuk masuk ke Aula utama di sekolah itu, banyak wajah -wajah yang belum pernah Maria kenali.


Maria tersenyum saat melihat Kakaknya Amran berada di kelas 9. Amran tampak sedang berbincang dengan teman-temanya hingga refleks Maria menghampirinya.


"Kakak hari ini aku masuk kelas 7 kak"ucap Maria tersenyum.


"Benarkah,baguslah sana kembali" ucap Amran.


"Baiklah dah kakak semangat ya belajarnya"teriak Maria.


Amran yang melihat adiknya berteriak di soraki oleh teman-temanya.


"Brow itu pacar loh bocah banget tapi manis"ucap teman Amran.


"Dia adik gw lu gak usah bicara lagi" jawab Amran.


Maria yang berlari ia menabrak seorang pria yang berbadan tinggi darinya.


"Uuh maaf maaf"ucap Maria.


"Tidak apa-apa "ucapnya tersenyum.


Pria itu tinggi sekali dari Maria,berkulit sawo matang senyum yang ramah dan manis.


Maria terdiam melihatnya.


"Kamuuu"ucap pria itu terhenti.


"Aku murid baru maaf ya"ucap Maria.


Maria mencoba pergi dari tempat tapi di tahan olehnya.


"Ada apa??tanya Maria.


"Aku juga murid baru,aku Topan" ucapnya mengulurkan tanganya.


"Oooh aku Maria senang berkenalan denganmu ayo kita ke Aula untuk pengarahan "ajak Maria.


Maria memasuki Aula dengan Topan di belakangnya.


"Eh kamu sama siapa?tanya Atikah.


"Itu Topan teman baruku"jawab Maria.


"Kenapa nambahnya teman cowok terus sih?tanya Atikah.


"Hehe gak tau mungkin stok cewek cuman kamu saja"ucap Maria.


"Huh kamu sama teman cewek pilih pilih tapi teman cowok boro-boro milih langsung sabet aja"cetus Atikah.


"Eeh gadisku ini udah pintar bicara ya"ucap Maria tertawa bercanda dengan Atikah.


Topan memperhatikan tingkah teman barunya Maria yang ada di hadapanya.


"Gadis itu bertindak apa adanya tidak salah jika berteman denganya" gumam Topan.


Kakak -kakak senior memasuki Aula dan mengumumkan bahwa besok selama dua hari akan di mulai MOS.


Semua siswa telah bubar karna intruksi kakak seniornya.


"Ia,kamu mau langsung pulang?tanya Atikah.


"Pulang gadisku"jawab Maria.


Topan yang memperhatikan Maria dari belakang ia mengikuti sampai gerbang sekolah ia tersenyum mendengar gurauan mereka.


"Eh Topan kami pulang yah by"pamit Maria melihat ke belakangnya.


Topan tersenyum menganggukan kepalanya.


Maria yang sudah pulang ia mempersiapkan keperluan Mosnya.


"Maria kamu sedang apa hah kenpa tidak mencuci?teriaak ibu Maria.


"Sebentar bu ini udah selesai"jawab Maria.


"Huh cepetan"ucap ibu Maria.


Maria mencuci setelah memasak, untuk kali ini ia mencuci ke sumur umum yang sering ia kunjungi dengan adiknya Mulyana.


"Dek kmu mau bantu kakak gak?tanya Maria.


Mulyana menganggukan kepalanya.


"Kamu cuci kaus kaki itu ya ga perlu bersih tapi di kucek aja doank ya" ucap Maria.


Maria mencuci sampai tidak ada orang yang undur datang ke sumur umum lagi,karna banyaknya cucian yang ia cuci hingga selesai dengan lama.


"Loh perasaan sprei ini lagi,


udah aku cuci kemarin,ko masih ini lagi sih kan berat"ucap Maria.


Sekitar pukul 19:00malam Maria sudah tertidur karna kelelahan sepulang mencuci tadi sore.


"Kemana anak gadis itu kenapa dia tidak keluar kamar"ucap ibu Maria.


"Dia tidur bu mungkin kelelahan habis nyuci"ucap Amran.


"Huh manja baru nyuci segitu aja kelelahan"cetus ibu Maria.

__ADS_1


"Sudahlah biarkan dia tidur dengan nyenyak besok sekolah pertamanyakan"ucap Bapaknya Maria.


Pagi ini Maria sudah siap dengan persiapanya Mos nya.


Dengan rambut di kuncir empat Maria berjalan dengan penampilan seperti itu.


"Orang gila"ucap anak-anak kecil di sepanjang jalan.


Maria dan Atikah tertawa dengan apa yang di ucapkan anak-anak itu.


Sesampai di sekolah Maria melihat Topan sedang duduk bersama teman-teman prianya.


"Topan kamu orang gila ya"teriak Maria tertawa melihat anak lelaki yang menguncir rambutnya.


Topan tersenyum di tertawakn Maria yang tersenyum lepas manis.


"Heh cewek gila bilang gila padamu pan" ucap teman Topan.


"Heh siapa yang kamu panggil cewek gila hah,bukanya kamu jauh lebih gila lihat tuh rambutmu kaya cewek saja panjang begitu huh"teriak Maria.


"Kau cewek galak huh"ucap teman Topan.


"Hahaha makanya jangan so jelekin orang lain,tentang Topan ini karna dia temanku aku meledeknya itu wajar karna dia temanku "ucap Maria.


"Sudah ayo kita masuk nanti di panggil senior"ucap Atikah.


Maria pergi dengan Topan di belakangnya.


"Uuuuh kamu manis Topan jangan lupa ya kamu temanku"ucap Maria memberi jempol pada Topan.


Siswa siswi MOS sudah berkumpul di Aula kali ini ada permainan di MOS.


"Kalian hisap ya permen ini sampai teman terakhir kalian"teriak senior.


"Iiiwww gimana dong aku gak tahan kalo harus makan permen bekas orang lain"ucap Atikah.


"Aku juga tidak tahu harus bagaiman udah gitu sebentar lagi nyampe kita"bisik Maria.


Saat permen sudah mau sampai di bgian Maria tiba-tiba saja Topan merebutnya dan memakan dan memberikan pada yang berikutnya.


Maria terkejut dengan tingkah temannya Topan ia memelotot terkejut. Maria melihat Topan mengangkat ibu jarinya dan tersenyum pada Maria.


"Uuuuuhm Topan kamu sangat keren dan manis makasih ya"bisik Maria.


####.


Hari ini pembagian kelas untuk siswa siswi baru dan Maria bergegas berangkat ke sekolahnya.


"Maria,kita tidak sekelas"ucap Atikah sedih.


"Tapi kita tetap teman Atikaaaaah"ucap Maria tersenyum.


Maria memasuki kelas barunya yang ternyata ada banyak sekali teman yang Maria kenal di sekolah lama.


"Huh cewek jelek masuk kelas kita"ucap Dede the gank.


Dede terkejut dan kesal dengan perkataan Maria.


"Hei jelek jangan sembarangan bicara kamu"bentak Dede.


"Huh kalau berani bertaruh semester pertama jika kamu punya kemampuan cobalah pringkat 3 kalo bisa berarti kamu tidak mengandalkan orangtuamu dulu"ucap Maria tersenyum.


"Siapa takut,kamu tuh bodoh dulu saja tidak pernah dapat nilai bagus"teriak Dede.


"Itu karna kuatnya materimu disana"ucap Maria pergi ke bangku kosong di bagian belakang.


"Huh gak ada teman yang mau duduk di bangkuku baguslah"gumam Maria.


"Tidak usah ada teman sebangku cukup belajar aja yang bener"ucap pria di depan Maria.


"Huh kamu disini ternyata boyan"ucap Maria pada pria di depanya.


"Jangan dekati gadis jelek ini dia udah miskin judes belagu lagi,Boyan sama aku aja ya"ucap Dede.


"Tapi gadis miskin jelek judes ini sodaraku"ucap Boyan.


Dede terkejut dengan ucapan pria tampan di hadapanya ternyata sodara Maria.


"Huh seenaknya ngaku aja lu,tapi memang kenyataanya punya sodara tampan ko"ucap Maria lantang.


Maria tersenyum mengetahui di depan bangkunya sodaranya semasa kecil hingga sekarang dia sodara Maria.


"Memang kamu sepintar itu dari dia?"tanya Boyan.


"Aku bisa jamin dia bahkan tidak akan masuk 10 besarpun"ucap Maria.


"Kamu sekelas dulu sudah pasti haval dia"ucap Boyan.


"Tentu aku paham dengan jelas"ucap Maria.


"Jangan sombong buktikan dulu biar gw gak malu punya sodara kaya lo yang cewek tomboy"ucap Boyan.


"Uuuuhhh kamu memang sodara sialanku"ucap Maria menarik rambut Boyan.


Saat pelajaran pertama Maria fokus dengan penerangan dari gurunya dan ia sangat jarang menulis,ia hanya merangkum setiap apapun yang di terangkan gurunya.


Bukan tidak beralasan Maria hanya merangkum,selain memudahkan belajar agar lebih paham pelajaran juga untuk mengirit buku tulisan Maria yang sangat jarang ia beli, ia tidak mampu membelinya lagi jika penuh dengan tulisan.


"Kamu masih membiasakan dengan menulis sedikit"ledek Boyan.


"Emang kamu mau belikan aku buku?" tanya Maria.


"Nanti kalo aku sudah sukses aku belikan toko buku untukmu"ucap Boyan.


"Aku sudah bersuami saat waktu itu tiba"ucap Maria.


"Hahaha memang siapa yang akan menikah dengan cewek judes sepertimu"ledek Boyan tertawa.


"Ada dia bahkan sangat tampan"ucap Maria.

__ADS_1


"Huh ngayal kamu kawin sama pria tampan huh pms aja belum" ledek Boyan.


"Hus gila ya lu bocorin rahasia gue sembarangan minta di tarik rambutmu ini"ancam Maria.


"Hahaha mana ada anak gadis umur segini belum Pms huh gue yakin kamu bukan cewek"tawa Boyan.


"Awas ya kalo ada cewek yang dekat denganmu aku akan tunjukan poto telanjangmu yang pendek itu haha" ucap Maria.


"Uuuh jangan aku bisa hilang image kegantenganku ini karnamu,baiklah aku tidak akan mengejekmu lagi janji"ucap Boyan memohon.


"Sudah tidak bisa sombong lagi ya haha"ucap Maria tertawa.


"Baiklah kau menang"ucap Boyan.


"Aku cari Atikah ah by Boyan tampan pendek"ucap Maria.


"Hei Mariaaa awas kamu ya"teriak Boyan.


Maria menjulurkan lidahnya pada Boyan,ia berlari ke luar kelas.


"Gadis unik yang pintar aku sudah lama tak melihatmu ternyata masih ceria seprti dulu,kamu sodaraku yang terbaik daripada yang lain"batin Boyan.


Maria menelusuri setiap kelas 7 ia tak menemukan temanya Atikah malah melihat Topan duduk di teras depan kelas 7 c.Maria menghampirinya dan duduk di sampingnya.


"Ada tidak?tanya Maria mengejutkan Topan.


"Apanya?tanya Topan mengerutkan dahinya.


"Kamu sedang mencari apa pandanganmu serius begitu?tanya Maria.


"Tidakk ada hanya sedang diam saja" jelas Topan.


"Waaah kamu ada kemajuan ya kali ini bicaramu panjang sekarang"ucap Maria.


Topan terkejut ia tersenyum melihat Maria yang apa adanya.


"Dia bahkan berbicara polos dengan pria aku harap kamu jangan seperti ini selain padaku"batin Topan.


"Kenapa kesini?tanya Topan.


"Aku mencari Atikah temanku tapi tidak tau kelasnya yang mana dia juga tidak terlihat"ucap Maria.


"Dia di kelasku kamu cari saja ke dalam"ucap Topan.


"Sudahlah nanti juga ketemu aku malas meladeni,siswa lainya"ucap Maria.


"Kenapa seperti itu?tanya Topan.


"Hari ini di kelasku gak ada yang mau duduk denganku,karna semua teman lamaku di sekolah lama"ucap Maria.


"Kenapa seperti itu?tanya Topan.


"Karna aku cewek tomboy yang aneh katanya hehe"ucap Maria.


"Aneh darimananya kamu sama cewek"ucap Topan.


"Haha Topan kamu teman cowok yang baik ya tanpa berpikir kamu mau jadi temanku"ucap Maria.


"Aku suka berteman denganmu" senyum Topan.


"Terimakasih semoga kita jadi sahabat selamanya"ucap Maria.


Maria dan Topan berbincang, lebih banyak Maria yang bicara Topan hanya tersenyum dan mendengarkan.


Di suatu hari Libur Sekolah , di rumah keluarga orangtua Maria,ada acara keluarga yang melibatkan seluruh keluarga hadir ada paman tante,nenek kakek bahkan sodara yang ada di perantauaan datang termasuk ketiga kakak Maria yang tinggal di perantauan.


"Maria cepat kamu bersih-bersih sebentar lagi akan ada banyak tamu juga kakakmu akan pada pulang kamu harus masak bersih-bersih juga masak air yang banyak buat kopi nanti"ucap ibu Maria.


"Iya bu"jawab Maria.


Maria di sibukan dengan pekerjaan rumah yang banyak,Marai bolak balik untuk merapihkan rumah sekaligus masak.


"Maria kesini ya nanti masakin nasi sama air nenek"pinta Nenek Maria menghampiri Maria.


Maria meninggalkan dapur rumahnya dan bergegas ke dapur neneknya untuk masak,di rumah neneknya tidak perlu lama untuk masak nasi saja dan masak air.


Terdengar suara sorakan dari keluarga di depan rumah,Maria belum bisa melihat keluar untuk melihat ke tiga kakaknya pulang,karna lauk yang ia masak tidak bisa di tinggal takut gosong.


Terdengar gelak tawa dari keluarganya di depan,Maria berjongkok di depan kompor membalikan ikan yang sedang ia goreng ,Maria hanya bersorak di hatinya senang.


"Semoga kakak bawa buku tulis yang banyak"gumam Maria.


"Bukanya bawa air buat minum lagi ngapain kamu?tanya ibu Maria.


"Ikanya belum matang bu tidak bisa di tinggal"jawab Maria.


Ibu Maria pergi kembali dengan membawa nampan air yang sudah teriai oleh Maria.


Maria hanya terdiam dan bersemangat untuk menyelesaikan menggoreng ikannya.


Karna ikan yang ia goreng banyak,Maria.tidak bisa buru-buru menyelesaikanya.


"Akhirnya selesai masaknya aku harus membereskan bekasnya dulu dan mencucinya"gumam Maria.


Masih terdengar gelak tawa keluarganya di teras depan rumahnya dimana keluarga orang tua Mariapun sudah datang meramaikan suasana.


Maria mencuci piring dan bekas masaknya dengan cepat,Ia tidak tahu kalau ada sepasang mata memperhatikanya di belakangnya.


"Hayooo Ia lagi ngapain ko di dapur terus bukanya nyambut kakak?tanya kak Ana kakak ketiga Maria.


Maria terkejut dan tersenyum lebar ketika melihat kakaknya dan memeluknya.


"Uuuuuh kakak ngagetin Ia,Ia lagi masak dan beresin dapur dulu kak" ucap Maria memeluk kakaknya dengan bahagia.


"Uh dasar kamu ini bukanya mandi dulu bau tahu"ucap Kak Ana.


"Hehehe Ia mandi dulu deh ya ka, udah beres ini"ucap Maria.


Maria bergegas membersihkan diri, setelah itu Maria bergegas keluar melihat keluarga yang sedang berkumpul di depan rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2