DEMI CINTA

DEMI CINTA
PERSIAPAN MEMBUAT TENDA PERNIKAHAN


__ADS_3

SETELAH Panggilan ponsel itu selesai, Rehan pun berkata kepada Karina dan ibu nya.


"berarti mulai besok acara pernikahan akan segera dimulai bukan?"


"seperti nya ia nak Rehan, paling tukang yang akan membuat panggung pernikahan yang akan datang kemari duluan." ujar ibu nya Karina dan Karina berkata,


"lalu besok apa kau mau pulang dulu ke kota sayang???"


"iya sayang, aku harus pulang dulu untuk meliburkan karyawan agar mereka hadir diacara pernikahan kita nanti."


"oh begitu, baiklah sayang."


"iya sayang." ujar Rehan dan kemudian ibu nyq Karina berkata.


"nanti besok ibu nya akan pergi ke pak kepala desa untuk membicarakan pernikahan kalian berdua di rumah ini. sekarang kita tidur istirahat dulu saja, karena malam sebentar lagi larut." setelah ibu nya Karina berkata begitu, mereka pun kini beranjak pergi ke kamar nya masing-masing dan Rehan tidur dikamar yang sudah disediakan oleh ibu nya Karina sebelum nya. Karina dan Rehan tak diperbolehkan tidur bersama dulu oleh ibu nya Karina dengan bertujuan takut mereka berdua melakukan hubungan terlarang tanpa sepengatahuan diri nya.


Kini mereka sudah berada dikamar nya masing-masing dan tidur sampai esok pagi nya. ibu Susi pun sudah selesai makan malam nya dan kini ia sedang berada didalam kamar nya. malam itu ia baru selesai menghubungi seorang bos yang menyediakan jasa sewa acara pernikahan dan kini ibu Susi sudah tertidur dengan lelap nya tanpa memikirkan apa-apa lagi. disamping itu, Doni yang bekerja sebagai asisten nya Rehan itu baru saja pulang jalan-jalan bersama Dewi. Doni sedang mengantarkan pulang Dewi ke kost an nya dan di perjalanan menuju kost an nya Dewi mereka pun berdua pun mengobrol.


"bagaimana sayang? apakah kencan pertama kita ini sangat berkesan bagi mu???"


"sangat berkesan sekali sayang, terima kasih ya sudah mau mengajak ku jalan-jalan malam." Doni tersenyum menatap Dewi yang tersenyum menatap nya juga.


Kemudian Doni pun berkata,


"sama-sama sayang, apalagi jika kita nanti sudah menikah. sudah pasti aku akan mengajak mu jalan-jalan liburan ke tempat yang ingin kau datangi."


"benarkah sayang???" tanya Dewi terkejut senang.


"iya sayangku."


"terima kasih sayang." ujar Dewi sembari memeluk Doni yang sedang menyetir itu. kemudian setelah Dewi melepas pelukan nya itu, ia berkata.

__ADS_1


"tapi bagaimana dengan wajah ku ini sayang? kalau semisal kita liburan terus kita berenang dipantai, apa kamu tak malu punya istri yang wajah nya rusak seperti yang pernah kamu lihat itu???"


"hmm iya aku baru ingat akan penyakit yang kamu derita itu. nanti coba aku akan hubungi bos Rehan dulu untuk menanyakan soal rencana operasi kulit wajah mu itu."


"kapan sayang???" tanya Dewi tak sabaran.


"nanti setelah aku pulang saja, soalnya sekarang aku sedang menyetir."


"hm begitu, baiklah sayang." ujar Dewi dan Doni pun lanjut menyetir mobil nya.


Pada malam itu, Rehan tak bisa tidur dikamar nya. ia sejak tadi sedang memikirkan acara pernikahan nya itu dengan Karina.


"siapa saja yang nanti aku undang ke acara pernikahan ku dan Karina? apa aku harus mengundang Nikita dan pacar nya itu? tapi apakah Karina mau mengundang orang yang telah membuat nya sakit?" ujar batin Rehan dan pada saat itu ia segera menghubungi Karina, berharap Karina belum tertidur dan mengangkat panggilan ponsel nya.


Suara nada dering ponsel Karina terdengar dikamar nya dan terlihat Karina sudah tertidur pulas seperti nya. suara nada dering lumayan keras itu tetap tak membuat Karina terbangun dari tidur nya. Rehan yang menghubungi Karina itu pun segera mematikan nya dan berkata,


"mungkin Karina sudah tertidur dikamar nya. sudahlah aku juga tidur saja kalau begitu, besok kalau aku mau berangkat ke kota baru aku akan menanyakan hal tersebut kepada Karina." setelah berkata begitu, Rehan pun mulai tidur.


"pagi sayang? apa tidur mu nyenyak???" tanya Karina kepada Rehan.


"nyenyak sayang, oh iya. semalam aku menghubungi mu, apa kamu sudah tertidur?"


"oh iya semalam aku sudah tertidur sayang, memang nya ada apa semalam kau menghubungi ku???"


"begini sayang, soal tamu undangan pernikahan kita. apakah kita harus mengundang Nikita dan pacar nya itu? menurutmu bagaimana???" Karina merenung sejenak dan kemudian ia berkata,


"terserah kamu saja sayang, aku tak punya hak untuk tak memperbolehkan nya."


"apa kamu tak merasa sakit hati kepada Nikita yang dulu pernah menyakiti mu itu?"


"aku sudah melupakan segala nya soal peristiwa itu sayang." Rehan menatap wajah Karina dengan lekat dan berkata,

__ADS_1


"baiklah kalau begitu, aku akan mengundang mereka. sekarang aku mau mandi dulu dan setelah itu aku akan pergi ke kota untuk mengurus tamu undangan pernikahan kita."


"iya sudah sayang, kamu mandi dulu gih." setelah berkata begitu Rehan pun segera mandi dan Karina pergi ke luar rumah untuk menemui ibu nya.


Pada saat itu ibu nya sedang mengobrol dengan seorang lelaki dan terlihat mobil-mobil truk membawa peralatan acara pernikahan. Karina sudah paham akan kedatangan mobil tersebut ke rumah nya dan ia segera mendekati ibu nya yang sedang mengobrol itu. setelah obrolan ibu nya selesai, Karina pun bertanya.


"ibu mau kemana?"


"ibu mau pergi ke rumah pak kepala desa dulu untuk memberi tahu soal acara pernikahan mu."


"lalu bu, siapa yang nanti akan menghubungi paman untuk memberitahu acara pernikahan Karina???"


"kamu saja nak, sudah ibu mau kesana dulu."


"yasudah bu." ujar Karina dan ia lalu segera menghubungi paman nya untuk memberitahu soal acara pernikahan nya itu dengan Rehan.


Agak lama Karina mengobrol dengan paman nya lewat telepon, muncul Rehan dari dalam rumah dan ia agak kaget melihat orang ramai sedang memasang tenda didepan rumah Karina yang luas itu.


"sejak kapan mereka datang sayang???"


"sejak jam enam tadi sayang."


"oh begitu, aku pamit sekarang ya sayang. kau tak apa kan aku tinggal???"


"tak apa-apa kok sayang, aku sudah bisa membiasakan diri jauh darimu." Rehan tersenyum dan segera mencium kening Karina.


"aku pamit ya sayang."


"iya sayang." ujar Karina dan ia hanya bisa melambaikan tangan ke arah kepergian mobil nya Rehan.


Ibu nya Karina terlihat bersama pak kepala desa berjalan beriringan ke arah rumah nya. Karina melihat ibu nya itu dan sejak tadi ia pun memperhatikan para petugas pembuat tenda itu melakukan pekerjaan nya. setelah ibu nya Karina berada dirumah nya dengan pak kepala desa bersama para warga lain nya, mereka pun berbincang sejenak tentang acara pernikahan Karina itu akan dilaksanakan sabtu pagi dan hari itu adalah hari kamis. maka segala apapun yang terkait dengan adat dikampung itu, semua nya akan dilakukan oleh pak kepala desa dan para warga lain nya.

__ADS_1


__ADS_2