
REHAN Dan Karina serta ibu nya Karina sudah selesai makan malam nya sejak tadi dan kini mereka pun sudah berada diruangan televisi untuk menonton televisi bersama. Rehan yang sebetulnya yang jarang menonton televisi itu bertanya kepada Karina,
"film apa sebenar nya yang sedang kita tonton ini sayang???" Karina menoleh kepada Rehan dan menjawab nya.
"apa kau tak pernah menonton televisi sayang? sampai film bagus begini kau tak mengetahui nya???"
"aku jarang menonton televisi, dirumah pun televisi hanya mama saja yang sering memakai nya." lalu ibu nya Karina bertanya,
"lalu apa yang biasa nak Rehan lakukan jika sedang santai begini???"
"hanya tiduran saja sambil mengecek laporan dan pemasukan dari perusahaan yang Rehan pimpin. itu saja bu."
"hmm begitu.., wajar saja kalau seorang bos itu super sibuk."
"ah tidak juga kok bu." ujar Karina lanjut nya lagi,
"malah ketika Karina sakit, Rehan sering ikut menonton televisi dikamar nya Karina sembari menemani Karina yang sakit."
"benarkah nak Rehan???" tanya ibu nya Karina sedikit curiga dan Karina pun menatap wajah Rehan.
Rehan agak risih mendengar ucapan Karina seperti tadi, kemudian Rehan berkata.
"memang benar bu.., tapi Rehan tak pernah melakukan hal macam-macam terhadap Karina. sumpah kok bu." ujar Rehan sembari mengangkat dua jari nya kanan nya.
"tak apa-apa kok nak Rehan, ibu percaya dengan pengakuan mu itu. lagi pula jika itu memang benar telah terjadi, ibu hanya meminta nak Rehan ini untuk tidak lari dari tanggung jawab nya." lalu Karina pun berkata,
"tak mungkin Rehan lari dari tanggung jawab bu, bukankah dia sudah bersumpah dengan janji nya itu bahwa ia akan menikahi Karina apapun yang terjadi???"
"iya ibu tahu akan soal itu, tetapi hati seseorang terkadang sering berubah tergantung faktor yang mempengaruhi nya." ujar ibu nya Karina sengaja mengetes jiwa kedewasaan Rehan.
"benar juga ya bu?" ujar Karina manggut-manggut, lalu Rehan terdengar berkata.
"tak perlu meragukan Rehan bu, tenang saja akan soal itu. Rehan akan membuktikan nya bahwa Rehan adalah lelaki yang bertanggung jawab." ujar Rehan berkata layak nya seorang lelaki dewasa.
Lalu Rehan segera mengambil ponsel nya dari saku nya dan kemudian ia menghubungi seseorang.
"kau mau menghubungi siapa sayang???" tanya Karina.
"aku ingin menghubungi ibu soal Rencana Pernikahan kita." jawab Rehan dan membuat Karina menatap ibu nya yang menatap nya juga. pada saat itu ibu nya Rehan sedang ada dimeja makan dan ia sejak tadi hanya melihat makanan nya itu tanpa memakan nya. ia sesekali menatap ke arah kursi yang biasa di duduki Rehan dan Karina.
__ADS_1
"sepi sekali tak ada Rehan dan Karina..., apakah hidupku selama nya akan merasa kesepian seperti ini ya tuhan??? setelah aku kehilangan suami ku dan anak sulung ku, kesepian ku itu masih bisa teratasi oleh anak kedua ku. tetapi apakah aku akan kehilangan anak ku lagi jika Rehan dan Karina benar akan menikah? sudah pasti mereka akan mencari rumah baru dan tinggal disana. ya tuhanku..., temukanlah aku dengan calon suami yang sipat dan watak nya mirip dengan mendiang suami ku. amiiin." ucap batin ibu Susi kala ia melamun itu.
Pada saat itu ponsel nya yang ia taruh dimeja didekat nya terdengar dan ia segera mengangkat nya.
"halo sayang? kamu sedang dimana sekarang???" tanya ibu Susi dan tahu bahwa yang menghubungi nya itu anak nya.
"halo mama? Rehan sedang ada dirumah nya Karina bersama ibu nya. mama sedang apa sekarang? sudah makan malam belum mama???" tanya Rehan dan ibu nya menjawab nya.
"mama baru saja mau makan malam nak, kamu bagaimana? sudah makan belum??"
"sudah mama, tadi makan bersama Karina dan ibunya Karina."
"oh syukurlah kalau begitu sayang."
"iya bm, Rehan mau bertanya kepada mama boleh tidak???"
"mau bertanya soal apa sayang???" lalu Rehan menatap wajah ibu nya Karina dan Karina bergantian.
Ibu nya Karina dan Karina masih terdiam menunggu Rehan berbicara kepada ibu nya.
"mama tahukan bahwa Rehan berniat akan menikahi Karina jika Karika sudah sembuh dari sakit nya?"
"iya mama, tapi apakah mama merestui nya???"
"sudah pasti mama merestui mu nak. mama sudah menganggap Karina anak mama sendiri padahal dan mama sangat setuju kamu menikah dengan Karina." lalu Rehan berkata lagi,
"ibu nya Karina juga sudah menyetujui nya mama, menurut mama kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan acara pernikahan itu???"
"coba berikan ponsel mu kepada ibu nya Karina, mama mau mengobrol sebentar."
"baik mama." lalu Rehan pun memberikan panggilan ponsel nya itu kepada ibu nya Karina.
Setelah ibu nyq Karina menerima ponsel tersebut, ia pun segera bertanya.
"halo bu???"
"iya halo, apakabar ibu Ajeng?" tanya ibu Susi menyebut nama asli ibunya Karina.
"baik ibu Susi." jawab ibu nya Karina juga.
__ADS_1
"apa ibu barusan mendengar obrolan Rehan dan saya???"
"saya mendengar nya bu."
"oh baiklah kalau begitu, menurut ibu Ajeng bagaimana? kapan kita menentukan waktu yang tepat untuk rencana pernikahan anak kita???"
"hmm kalau menurut adat dikampung ini, sebaiknya acara pernikahan dilakukan sesudah hari jum'at."
"berarti sabtu ya bu?"
"benar bu Susi, sabtu minggu biasa nya."
"baiklah kalau begitu, besok adalah hari kamis dan hari jum'at nya apa selesai jika kita segera membuat acara nya???"
"seperti nya bisa selesai bu, tapi apa yakin acara pernikahan itu akan dilakukan diminggu ini???" lalu Rehan dan Karina yang sejak tadi mengobrol pelan membahas rencana pernikahan mereka itu pun menyahut.
"kami setuju bu." ujar kedua nya dan ibu Susi pun mendengar nya.
"mereka berdua saja setuju bu, apa yang ibu ragukan lagi???" tanya ibu Susi dan kemudian ibu nya Karina menjawab nya.
"saya bukan ragu bu Susi, tapi apa ibu mau jika acara pernikahan nya itu disini??? sebab dari adat dikampung ini, jika ada anak perempuan kampung ini yang menikah. lokasi tempat nya itu harus ditempat kelahiran anak perempuan itu. bagaimana bu? apa ibu mau menuruti adat yang berlaku dikampung ini???"
"kalau saya sih terserah saja bu, mau dimana pun tempat nya yang penting acara pernikahan anak kita berdua lancar dan aman."
"baiklah kalau begitu bu, berarti sudah kita putuskan tempat nya dirumah ini ya?"
"iya ibu Ajeng, nanti saya yang akan mengirim tukang dekorasi nya untuk datang ke rumah ibu besok. ibu tak usah memikirkan biaya nya, biar saya saja yang mengurus nya dari sini."
"baik ibu Susi, terima kasih banyak."
"sama-sama bu Ajeng." jawab ibu Susi dan panggilan telepon tadi segera diberikan lagi oleh ibu Ajeng kepada Rehan.
"halo ma? jadi hari sabtu besok berarti acara pernikahan itu dilakukan???"
"iya sayang, memang nya kenapa lagi?"
"tak ada apa-apa mama, kalau begitu Rehan besok akan pulang dulu ke rumah untuk memberikan info ini kepada semua karyawan dan sekalian akan membuat surat undangan nya."
"oh begitu, yasudah nak. sekarang kamu istirahat dulu, biar nanti besok kamu pulang tidak memgantuk dijalan."
__ADS_1
"iya mama." ujar Rehan dan kini panggilan tersebut pun berakhir.