
HUJAN Deras pagi itu perlahan sudah mulai mereda dan semua aktivitas para pekerja sudah mulai terlihat ramai. kendaraan-kendaraan di ibu kota jakarta perlahan mulai ramai dan jalanan aspal itu masih nampak basah oleh air hujan. kala itu baru saja jam delapan pagi dan Rehan sudah berpakaian rapi, seperti biasa ia akan pergi ke kantor nya pada pagi itu. Karina pun sudah berpakaian rapi, tetapi ia tak akan ikut pergi ke kantor kerja nya Rehan. tetapi Karina ingin Berkunjung Ke Rumah Paman nya, dengan alasan ia merasa bosan jika selalu berada di kamar nya. Karina pun berkata kepada Rehan, bahwa ia ingin melepas kebosanan nya dengan mengunjungi rumah paman nya jika perlu menginap disana. maka dari itu sebelum Rehan pergi ke kantor nya, ia sempatkan diri untuk mengantar Karina berkunjung ke rumah paman nya dahulu.
Ibu Susi sudah berangkat bekerja sebelum Rehan dan Karina bersiap-siap untuk pergi. ibu Susi sudah tak sabar ingin melihat laporan tentang keluarga nya Rangga yang saat itu sedang dikunjungi oleh beberapa polisi intel. pada saat itu ibu Susi sudah ada diruangan kantor nya dan kini ia sedang berunding dengan ketua detektive yang bernama pak Restu itu.
"jadi kakak nya Rangga yang bernama asli Randi Setyadi itu tinggal di daerah tangerang?"
"benar bu, ini ada laporan yang sudah saya rekap dan kumpulkan. silahkan di lihat oleh ibu." ujar pak Restu sembari menyodorkan berkas laporan buatan nya kepada ibu Susi.
"terima kasih pak Restu, nanti akan saya lihat. ngomong-ngomong apakah polisi intel sudah pergi ke tempat kediaman kakak nya si Rangga itu???"
"sudah bu, ketika ibu menyuruh saya untuk segera melakukan penyidikan dikediaman kakak nya Rangga. saya langsung menghubungi ketua intel untuk mereka pergi kesana. mungkin sekarang para polisi intel sudah dalam perjalanan menuju tempat kediaman kakak nya Rangga."
"baguslah kalau begitu. ibu lihat dulu isi rekapan laporan ini."
"baik bu." ujar pak Restu dan ibu Susi segera melihat-lihat isi rekapan laporan tentang keluarga nya Rangga itu.
Disamping itu, Karina dan Rehan yang ada didalam mobil Rehan terlihat sedang berbincang-bincang.
"kamu yakin akan menginap sehari semalam dirumah paman mu sayang?"
"iya sayang, aku sudah rindu kepada mereka. oh iya, kata paman ku..., ibu ku juga akan datang ke rumah paman ku. jadi aku bisa sekalian bertemu dengan ibu ku." ujar Karina bernada senang dan Rehan pun tersenyum melihat Karina bisa tersenyum senang lagi.
"baiklah kalau begitu nanti baik-baik ya disana sayang. kamu masih belum pulih total, obat jangan lupa diminum nanti."
"tenang saja sayang."
"yasudah kalau begitu, nanti jika kamu ingin pulang..., kabari aku saja lewat telepon."
"iya sayang. mungkin sehari semalam aku menginap disana, kalau lebih dari itu aku takut kau malah bermain dengan wanita lain." ucap Karina mulai cemberut lagi dan Rehan pun tertawa pelan.
__ADS_1
"ada-ada saja kamu sayang, sudah jangan berpikiran yang macam-macam sayang. nanti kamu malah sakit tambah parah jika memikirkan hal yang seperti tadi."
"baiklah sayang." ujar Karina dan akhir nya ia menurut juga.
Sebelum kepergian Karina ke rumah paman nya, pada pagi hari ketika Rehan sedang mandi. Karina sempatkan menghubungi paman nya bahwa ia akan main ke rumah nya dan obrolan mereka pun sampai kepada ibu nya Karina yang ingin bertemu dengan anak nya karena sudah rindu sekali. maka dari itu dibuatlah kesepakatan bahwa ibu nya Karina akan datang ke rumah paman nya Karina untuk mengadakan acara makan-makan dan kumpul keluarga. disitulah Karina berkata kepada Rehan untuk mengantarkan nya pergi ke rumah paman nya yang berada lumayan jauh dari tempat Rehan bekerja.
Kini perjalanan yang memakan waktu hampir setengah jam itu telah tiba di depan halaman rumah paman Wahyu. disana sudah terlihat paman Wahyu dan istri nya yaitu bibi Mega serta anak semata wayang nya yang bernama Wulan. tetapi ibu nya Karina saat itu belum tiba, seperti nya masih dalam perjalanan menuju rumah nya paman Wahyu. setelah Karina dan Rehan turun dari mobil, Wulan dan kedua orang tua nya menyambut kedatangan Sepasang Kekasih itu.
"selamat datang kak Karin dan kak Rehaan..." ujar Wulan yang kini sedang dipeluk oleh Karina. Rehan mencubit pun mencubit pipi Wulan dengan gemas, setelah itu ia bersalaman dengan ayah serta ibu nya Wulan.
Karina pun salim kepada ayah dan ibu nya Wulan, lalu Karina bertanya.
"ibu kemana? apa ibu belum datang paman???"
"mungkin sebentar lagi sampai, Karina." ujar paman Wahyu, lalu bibi Mega berkata.
"maaf bibi dan paman, saya tak bisa berlama-lama disini. saya kemari hanya untuk mengantar Karina saja, setelah ini saya harus pergi ke kantor untuk memimpin perusahaan saya dan banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan hari ini."
"oh begitu, tak apa-apa nak Rehan." ujar bibi Mega memaklumi, lalu paman Rehan berkata.
"baiklah jika begitu, nanti datang kemari lagi saja jika kamu ingin menjemput Karina ya nak Rehan."
"baik paman dan bibi, saya pamit lagi." lalu Rehan berpamitan dengan mereka dan Karina serta Wulan hanya bisa melambaikan tangan ke arah kepergian mobil nya Rehan.
Setelah itu mereka segera masuk ke dalam rumah dan Karina pun merasakan kerinduan nya lagi di rumah itu. ia teringat akan apa yang sudah terjadi kepada nya ketika ia baru datang dirumah itu dan sampai ia kabur dari rumah tersebut.
"kak Karin mengapa melamun???" tanya Wulan yang duduk dipangkuan ibu nya.
"kakak hanya teringat ketika kak Karin masih tinggal di sini Wulan." jawab Karina seraya tersenyum haru dan mereka kini duduk diruangan tamu. ayah serta ibu nya Wulan masing-masing mulai bertanya.
__ADS_1
"bagaimana keadaan mu Karina? apa kamu sudah baikan???" tanya bibi Mega.
"alhamdulilah sudah membaik kok bibi. cuman, area paha masih terasa ngilu jika berjalan."
"lho kalau begitu mengapa kamu tak memakai kursi roda saja nak??" tanya paman Wahyu dan Karina tersenyum seraya menjawab pertanyaan itu.
"Karina sengaja tak memakai nya paman, lebih baik begini agar Karina lebih cepat sembuh dan bisa berjalan lancar lagi." lalu Wulan menyahut.
"memang nya kak Rehan dan kak Karina kapan akan menikah? Wulan sudah tak sabar ingin mempunyai adik bayi, hehehe."
"ichhh kamu ya. nanti kalau kak Karin sudah sembuh, pasti kak Rehan akan menikahi kak Karin. Wulan."
"memang nya kapan rencana nya itu Karina?" tanya paman Wahyu.
"entahlah paman, kata Rehan jika Karina sudah sembuh total. nanti Rehan akan rencanakan pernikahan kami."
"lalu, apa kamu sudah siap nak???" tanya bibi Mega dan Karina mengangguk seraya berkata.
"Karina sudah sangat sanggup bibi, lagi pula Karina sudah nyaman dengan Rehan."
"baguslah kalau begitu, semoga Rehan adalah lelaki yang baik dan mau bertanggung jawab."
"amiin bibi." ujar Karina lalu paman nya bertanya,
"lalu bagaimana kabar si Rangga itu? apa dia sudah diringkus oleh pihak kepolisian???" pertanyaan paman Wahyu itu membuat Karina terdiam seakan ia ragu menjawab pertanyaan paman nya itu.
...*...
...* * ...
__ADS_1