
REHAN Dan wanita cantik yang bernama Dewi itu pun semakin akrab dalam obrolan mereka dan sesekali mereka bercanda membahas apa saja yang menurut mereka lucu. kecantikan wajah Dewi telah membuat Rehan lupa akan siapa diri nya yang saat ini sedang memiliki calon istri yang sedang sakit.
Obrolan mereka tak berlangsung lama, karena bell jam masuk kerja Dewi sudah terdengar.
"bell jam kerja saya sudah terdengar mas Rehan. apa saya boleh meminta nomor ponsel mas Rehan?"
"oh boleh mbak Dewi." ujar Rehan dan ia segera memberikan nomor ponsel nya kepada Dewi.
"terima kasih ya mas, nanti saya hubungi lagi."
"iya mbak Dewi." ujar Rehan dan kini Dewi sudah pamit pergi masuk ke dalam kantor tempat nya bekerja.
Rehan menatap kepergian Dewi dengan tatapan kagum penuh pesona dan ketika ia minum air, ia tersentak kaget.
"aku sejak tadi sedang apa dengan wanita itu!? mengapa aku Merasa ada yang Aneh pada diriku!?" ujar Rehan berkata pelan dan ia pun sedikit bingung memikirkan nya.
"mungkin kah aku sudah terkena hipnotis wajah cantik nya wanita itu!?" ujar nya lagi.
Tanpa berpikir panjang lagi, Rehan segera membayar pesanan makanan nya itu dan masuk kembali ke kantor nya. ia ingin menemui Lucy, karyawan nya itu. ia ingin menanyakan siapa wanita cantik yang bernama Dewi itu. tiba di dalam kantor nya, ia mencari Lucy dimeja kerja nya dan saat itu Lucy memang sedang duduk dikursi meja kerja nya.
"Lucy, ayo ikut ke ruangan saya." ujar Rehan tegas dan Lucy pun mengangguk patuh terhadap perintah Rehan.
Para Karyawan lain nya hanya bisa diam memperhatikan bos mereka memanggil Lucy ke dalam ruangan kantor nya. mereka mengira bahwa Lucy telah melakukan kesalahan dan maka nya di panggil ke dalam kantor bos mereka. tiba didalam ruangan khusus bos, Rehan duduk dikursi nya dan Lucy pun duduk dikursi depan meja Rehan.
"ada apa bos? apa saya telah melakukan kesalahan???" tanya Lucy penasaran dan was-was.
Rehan menggelengkan kepala nya dan kemudian berkata,
"saya mau tanya sama kamu, kamu kenal tidak dengan karyawan wanita dikantor sebelah yang bernama Dewi." Lucy mengerutkan dahi nya dan menjawab pertanyaan tersebut.
"Dewi?! apakah dia memakai seragam kantor biru tua bos???"
__ADS_1
"ya benar sekali! apa kau mengenal nya???" tanya Rehan lagi dan Lucy mengangguk sembari menjawab pertanyaan tersebut,
"Dewi memang teman saya bos dan dia bekerja dikantor sebelah. tetapi untuk apa bos Rehan menanyakan soal Dewi kepada saya???" Rehan pun mengingat-ingat dulu obrolan nya ketika dengan Dewi sebelum nya.
Lucy masih diam menunggu bos muda nya itu menjawab pertanyaan nya. tak lama mereka saling bungkam, Rehan pun berkata tanya.
"menurut mu, Dewi sudah menikah belum?"
"belum bos, dia masih perawan ting-ting." ujar Lucy sedikit genit dan Rehan pun berguman sambil bertanya lagi.
"lalu, apakah kamu yang memberitahukan siapa saya ini dikantor ini???" pertanyaan tersebut membuat Lucy bingung sendiri.
"maksud bos Rehan bagaimana?" lalu Rehan pun menceritakan kembali pertemuan nya dengan Dewi dikantin dan Lucy pun manggut-mangut paham mendengar nya.
Setelah Rehan menceritakan pertemuan nya dengan Dewi, Lucy pun berkata.
"sebenar nya Dewi sudah lama suka terhadap bos Doni. tetapi ia hanya bisa memendam nya dalam hati dan mungkin baru kali ini ia bisa mendekati bos Rehan." Rehan mengerutkan dahi nya dan mencoba bertanya lagi,
"seperti nya ketika Dewi bekerja dikantor sebelah, ia sering melihat bos pergi ke kantin dan pada saat itu ia mulai tertarik ingin mendekati bos Rehan. tapi sayang nya, ada mbak Nikita yang selalu datang menemui bos Rehan. maka disitulah ia mencoba memendam perasaan itu hingga sampai saat ini."
"hmm jadi begitu, lalu sekarang ia tahu aku sudah tak bersama Nikita lagi darimana???"
"dari berita yang sempat viral itu bos."
"berita viral?!" Rehan merenung sejenak, dan Lucy segera berkata lagi.
"itu lho bos soal artis yang sudah menodai seorang gadis desa dan artis itu tak mau bertanggung jawab atas kelakuan nya itu."
"oh soal itu! berarti semua karyawan di sini sudah tahu akan Nikita yang berselingkuh dengan si artis songong itu???"
"semua nya sudah tahu bos, hanya saja mereka tak berani bertanya dan hanya bisa diam saja." Rehan segera mengusap wajah nya dan perasaan bimbang dan kesal menjadi satu.
__ADS_1
Lucy melihat perubahan wajah Rehan dari yang awal nya tenang saja, sekarang menjadi gusar.
"apa bos Rehan tak apa-apa???" tanya Lucy lagi dan Rehan segera menjawab nya.
"tak apa-apa Lucy, ya sudah. terima kasih ya atas obrolan ini, kamu sudah bisa kembali ke meja kerja mu."
"baik bos. kalau begitu saya permisi." ujar Lucy pamit dan Rehan hanya mengangguk saja.
Setelah kepergian Lucy, Rehan segera menengadahkan kepala nya ke atas dan ia berpikir,
"aku pikir, kejadian yang dulu menimpa Nikita tak sampai masuk berita. ternyata tanpa aku sadari, berita tersebut sudah menyebar. tetapi, apakah hubungan ku dengan Karina juga sudah tersebar luas???" lalu Rehan segera menatap layar komputer nya dan berkata,
"ah biarlah kalau soal itu! lagi pula aku memang berniat akan menikahi Karina. tetapi bagaimana dengan Dewi!? dia sudah mempunyai nomor ponsel ku dan bisa saja ia menghubungi ku ketika aku sedang berada dirumah dengan Karina. sebaik nya nanti pulang aku akan menceritakan soal ini kepada Karina, agar ia tak salah paham dan curiga terhadap Dewi." setelah berkata begitu, Rehan segera beres-beres ruangan nya dan setelah itu ia akan pulang.
Waktu sore hari sudah tiba dan Karina yang awal nya tertidur pulas, kini sudah terbangun. ia menggeliat dan menguap beberapa kali, kemudian ia segera meraih segelas air minum dimeja dekat ranjang nya. setelah ia minum air, Karina pun segera mengecek ponsel nya.
"sudah jam empat sore, mengapa Rehan belum pulang juga? kata nya tak akan sampai sore ia sudah pulang ke rumah?" ujar batin Karina dan ia memasang wajah cemberut sembari membatin lagi.
"pasti dia sedang jalan-jalan dengan wanita lain di luaran sana! awas saja kalau itu benar terjadi, aku akan adukan hal itu kepada ibu nya!" lalu Karina pun berniat ingin menghubungi Rehan, hanya sekedar ingin tahu keadaan nya atas rasa curiga nya itu.
Rehan baru saja keluar dari kantor nya dan berjalan menuju mobil nya terparkir. ketika Rehan sedang membuka pintu mobil nya, suara wanita berseru memanggil nya.
"mas Rehaaaan....!" Rehan menoleh ke arah belakang nya dan ternyata yang memanggil nya adalah Dewi yang ternyata sudah pulang dari kantor nya.
"mas Rehan mau pulang ya???" tanya Dewi setelah ia dekat dengan Rehan.
"iya saya memang mau pulang mbak Dewi." ujar Rehan dengan senyum ramah nya dan Dewi lalu berkata tanya,
"bolehkah saya ikut pulang dimobil nya mas Rehan?"
"apa tak apa-apa mbak Dewi ikut dengan saya? nanti pacar nya marah kepada saya." Dewi segera menepis ucapan Rehan tadi dengan gurauan dan membuat Rehan tak mengerti maksud nya apa yang dilakukan oleh Dewi itu.
__ADS_1