DEMI CINTA

DEMI CINTA
DIKHIANATI


__ADS_3

MOBIL Intel polisi yang membawa Rangga kini sudah sampai dikantor polisi. wajah Rangga sejak turun dari mobil tahanan itu terus saja menunduk sampai ia dimasukan ke dalam sel tahanan. para awak media dan reporter ternyata sudah lebih awal berada di depan kantor polisi dan itulah alasan Rangga tetap menundukan kepala nya. pada saat itu kakak nya Rangga sudah berada diruangan tunggu lagi karena memang ia disuruh oleh ibu Susi, jika pagi nya ia sudah bangun tidur diruangan khusus istirahat para polisi, ia harus segera pergi lagi ke ruangan tunggu. pada saat sebelum kedatangan Rangga dikantor polisi, awak media dan para reporter sudah mendapat info dari pusat kepolisian bahwa Rangga sudah di tangkap dan sedang dibawa ke kantor polisi. nanti setelah sesi interogasi selesai, secepat nya Rangga akan segera diadili didalam persidangan.


Ibu Susi saat itu sudah tiba dikantor pusat dan kedatangan nya disambut oleh para polisi intel yang menjemput Rangga dari luar negeri dan para polisi lain nya.


"apa kabar kalian semua? apa tak ada kendala disana???" tanya ibu Susi dan semua serentak menjawab 'Kabar Kami Baik Bu Dan Tak Ada Kendala Sama Sekali'. ibu Susi tersenyum kepada anak buah nya itu dan kemudian ia berkata lagi,


"ketua intel, ketua detektive dan ketua polisi mari ikut saya ke ruangan interogasi. lalu yang lain bawa Rangga ke ruangan tersebut, lalu ajak juga kakak nya Rangga yang saat ini sudah ada di ruangan tunggu." ucapan ibu Susi tersebut segera dipatuhi oleh para anak buah nya itu.


Rehan yang sedang mengendarai mobil nya menuju rumah paman nya Karina pun segera menghubungi Karina yang saat itu baru saja selesai mandi. suara ponsel Karina berdering disaat Karina sedang memakai pakaian dan Karina segera mengangkat nya.


"halo sayang? kamu sedang apa???" tanya Rehan.


"aku baru saja selesai mandi dan saat ini sedang memakai pakaian sayang."


"oh begitu, semalam aku hubungi kamu tapi tak ada jawaban. maka dari itu aku segera mengirim pesan kepada mu sayang."


"oh soal itu, maaf sayang aku semalam ketiduran. soal pesan yang kamu kirim sudah aku baca kok sayang."


"oh yasudah kalau begitu, aku sekarang sedang menuju ke rumah paman mu sayang."


"serius sayang? mengapa sepagi ini? padahal aku belum menghubungi mu duluan untuk pulang sayang?"


"aku datang karena aku ingin mengajak mu ke kantor polisi."


"untuk apa memang nya sayang???" tanya Karina bertanya-tanya.


"Rangga sudah ditangkap dan saat ini sudah berada di kantor polisi. mama ku yang telah memberitahu hal tersebut kepada ku pagi tadi sayang. aku disuruh untuk mengajak mu pergi kesana."


"syukurlah kalau sudah ditangkap. kalau begitu baiklah aku akan segera memakai pakaian dulu dan setelah itu aku akan mengabari keluarga ku tentang hal ini sayang."

__ADS_1


"iya sayang, dandan yang cantik ya." ujar Rehan berkata menggoda.


"iya sayang, sudah kamu fokus menyetir saja."


"yasudah." ujar Rehan dan panggilan ponsel pun berakhir.


Karina buru-buru memakai pakaian dan setelah itu ia segera bergegas keluar kamar. ia ingin menemui ibu nya dan paman nya yang ada diruangan televisi, sedangkan bibi Mega dan anak nya sedang menyiram tanaman diluar rumah.


"ibu..., paman...," ujar Karina memanggil dan ibu serta paman nya pun segera menatap ke arah Karina.


"ada apa nak???" tanya Ibu nya dan Karina seketika itu juga melihat layar televisi yang saat itu siaran chanel nya adalah berita pagi.


Karina membelalakan mata nya melihat Rangga berada dilayar televisi itu dan sudah memakai baju tahanan. ibu nya Karina dan paman nya pun segera berkata,


"ada apa nak???" ujar ibu nya Karina dan paman nya berkata.


"tadi kamu memanggil paman dan ibu mu untuk apa Karina???" lalu Karina segera duduk disamping ibu nya.


"menjemput? seperti nya kamu nanti akan menjadi saksi dari korban nya Rangga, Karina." ujar paman Wahyu.


"seperti nya memang begitu paman." lalu ibu nya Karina berkata lagi,


"yasudah kalau begitu kita siap-siap untuk pergi kesana, siapa tahu kita dibutuhkan untuk saksi atas kelakuan nya Rangga itu."


"baik kak, aku akan panggil ibu nya Wulan dulu." lalu paman Wahyu pun segera pergi keluar untuk menemui istri dan anak nya dan sedangkan Karina pergi bersama ibu nya untuk berdandan.


Diwaktu yang bersamaan, produser nya Rangga pun mendapat laporan dari pihak kepolisian agar ia datang menghadiri ke kantor polisi tempat Rangga ditahan. pak produser nya Rangga lalu segera menghubungi Nikita yang saat itu pun sedang menonton televisi acara berita ditangkap nya Rangga bersama ayah dan ibu nya. pada saat itu suara ponsel Nikita berdering dan segera ia angkat,


"halo Nikita? kau sedang apa???" tanya pak produser.

__ADS_1


"aku sedang menonton televisi pak produser, memang nya ada apa ya??? tumben pagi-pagi sudah menghubungiku!?"


"Rangga sudah ditangkap dan kini sedang berada dikantor polisi Nikita!"


"aku sudah tahu pak produser dan aku sudah tak perduli terhadap nya."


"kau tahu darimana!? tapi kau harus datang ke kantor polisi untuk menjadi saksi korban, bukankah kau juga korban nya Rangga???" ucapan pak produser tersebut terdengar oleh ayah dan ibu nya Nikita.


"berikan ponsel nya itu kepada ayah." ujar ayah Nikita dan Nikita memberikan nya.


"halo pak produser?"


"iya halo, apakah ini ayah nya Nikita???"


"iya memang benar ini saya."


"oh syukurlah, apa bapak tahu juga bahwa Rangga sudah ditangkap???"


"sudah pak produser, kami melihat nya di acara berita televisi."


"kalau begitu, bolehkah bapak berkenan mengajak Nikita untuk pergi ke kantor polisi dalam menghadiri pengadilan nanti nya??? tadi ketua polisi menghubungi saya untuk mengajak para korban nya Rangga di menejemen studio ini. maka dari itu saya menghubungi Nikita dan asisten nya Rangga."


"hmm begitu ya..., baiklah nanti saya akan segera kesana bersama anak dan istri saya."


"terima kasih kerja sama nya pak."


"iya sama-sama." jawab ayah Nikita dan pangilan ponsel pun berakhir.


Nikita yang mendengar obrolan ayah nya dan pak produser pun berkata,

__ADS_1


"apa ayah yakin kita akan pergi kesana???" lalu ibu nya yang menyahut.


"seperti nya kita harus datang kesana sayang, lagi pula Rangga masih punya dosa kepada mu dan kepada kami berdua sebagai orang tua mu ini nak. iyakan ayah???" ayah nya Nikita mengangguk membenarkan nya. Nikita pun akhir nya hanya bisa pasrah mengikuti kemauan kedua orang tua nya itu dan kini mereka segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor polisi. tak lupa juga, Nikita pun menghubungi Piko untuk ia ajak ke kantor polisi dengan tujuan ia ingin memamerkan kekasih baru nya itu kepada Rangga supaya Rangga merasakan sakit nya Dikhianati seperti itu.


__ADS_2