DEMI CINTA

DEMI CINTA
PERUNDINGAN PENTING


__ADS_3

PADA Malam hari itu juga, Ibu Susi baru pulang ke rumah nya setelah ia ikut mengantarkan Randi menguburkan adik nya didekat makam ibu nya. sebelum nya jenazah Rangga yang sudah disempurnakan ketika berada didalam rumah sakit itu langsung dibawa ke kampung tempat dimana ibu nya Rangga dan Randi dimakamkan. pecah tangis kala Randi sudah menemukan makam ibu nya dan ia berkali-kali meminta maaf kepada makam ibu nya itu.


Ibu Susi dan para polisi yang mengantarkan penguburan jenazah Rangga pun turut berduka cita juga. setelah Randi dan para warga yang menggali kubur untuk makam nya Rangga itu selesai menguburkan jenazah Rangga. mereka pun segera mendoakan nya dan setelah itu mereka pun segera pamit lagi kembali ke kantor polisi. disana pak produser nya Rangga dan asisten nya Rangga yang bernama Usman itu sedang menunggu dikantor polisi. mereka telah membicarakan kepada ibu Susi tentang sisa harta benda dan uang milik Rangga yang masih ada pada mereka itu harus dikemanakan. setelah ibu Susi berunding dengan pak Samsudin yang memiliki kemampuan gaib itu, ibu Susi berkata kepada pak produser dan Usman untuk memberikan hak milik Rangga itu kepada kakak nya.


Randi tak tahu akan soal itu, ketika ia tiba di kantor polisi. ia sudah dibuat terkejut oleh ibu Susi yang mengajak nya ke ruangan kantor pribadi nya. disana sudah ada Usman dan pak produser nya Rangga, sedangkan pacar nya Usman disuruh menunggu diruangan tunggu. setelah Randi masuk dan bersalaman dengan pak produser serta Usman didalam ruangan kantor tersebut. ia pun langsung duduk di kursi kosong dekat Usman dan pak produser, setelah itu ibu Susi pun mulai membuka obrolan.


"baiklah ibu mulai ya Perbincangan Penting ini. sebelum nya ibu mengajak mas Randi untuk ikut berkumpul disini, karena ada sesuatu hal yang ingin ibu katakan kepada mas Randi perihal harta peninggalan nya Rangga."


"harta peninggalan? maksud ibu?" tanya Randi kaget dan ibu Susi pun berkata lagi,


"silahkan pak produser dulu yang jelaskan, setelah itu mas Usman ini yang menjelaskan." kedua orang itu mengangguk dan kemudian pak produser nya Rangga yang mulai menjelaskan.


"seperti yang sudah mas Randi ini ketahui, saya adalah produser nya Rangga yang bertanggung jawab atas apapun yang terjadi kepada Rangga selama ia masih dikontrak menjadi artis oleh pihak menejemen tempat saya bekerja. Rangga adalah seorang artis yang sudah memiliki penghasilan ratusan juta per setiap pembuatan film nya. ditambah dari endorse iklan-iklan yang ia bintangi pun semakin besar menambah penghasilan nya itu. semua pemasukan dari pekerjaan yang Rangga kerjakan itu, tak semua nya langsung masuk ke dalam dompet nya. tetapi dari sekian persen penghasilan nya itu masuk ke dalam rekening bank yang saya pegang saat ini. uang tersebut biasa nya hanya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari nya Rangga dalam menjalani kegiatan nya sebagai artis nya. maka apapun kebutuhan nya, bapak yang bertanggung jawab karena uang penghasilan nya yang ada dibank itu. setelah Rangga mendapati masalah dan kini telah meninggal, maka sisa dari apa yang Rangga punya akan bapak berikan kepada mas Randi yang baru saya ketahui bahwa mas Randi ini adalah kakak kandung nya Rangga." ujar pak produser dan membuat Randi memahami ucapan tersebut.


Kemudian Usman yang giliran menjelaskan juga.


"saya adalah asisten nya Rangga mas Randi. saya sudah ikut Rangga sudah hampir setahun lama nya dan itu pun jarang sekali saya mendampingi nya dalam bekerja."

__ADS_1


"serius Us!? bukankah kau setiap hari selalu berada disamping Rangga???"


"tidak juga pak. saya hanya dibutuhkan jika ia akan melakukan syuting dan setelah itu saya hanya disuruh untuk membawa barang-barang nya saja."


"oh begitu, coba teruskan ucapan mu itu kepada mas Randi." ujar pak produser dan Usman pun melanjutkan ucapan nya.


"dari peninggalan harta yang ada pada Rangga, yaitu diantara nya ada satu buah mobil mewah, sebuah apartemen dikawasan jakarta pusat dan uang tunai di dalam koper box." lalu ibu Susi pun ikut bertanya.


"apa ada lagi selain itu???"


"tak ada bu, hanya itu saja yang ada. awal nya Rangga sudah memberikan mobil itu kepada saya beserta apartemen nya. tetapi setelah saya tahu bahwa Rangga masih mempunyai keluarga, maka aku berniat ingin memberikan barang milik Rangga yang ada pada ku kepada kakak nya ini." Randi yang mendengar ucapan dari Usman pun bertanya,


"saya tak bisa menerima nya mas Randi. semua itu sebenar nya hanyalah titipan saja bagi saya dan lebih baik saya berikan kepada mas Randi ini sebagai kakak kandung nya Rangga."


"baiklah sebentar saya renungkan dulu." Randi pun merenungi ucapan Usman tadi, kemudian ia pun sudah memutuskan dari hasil renungan nya itu.


"setelah saya pikir-pikir, apakah mas Usman dan pak produser ini iklas dalam memberikan harta warisan milik adik saya itu kepada saya???" lalu Usman dan pak produser pun menjawab nya bahwa mereka berdua sangat iklas akan diberikan nya harta milik Rangga itu kepada Randi.

__ADS_1


Setelah obrolan itu menemukan titik terang bahwa Randi pun menerima harta warisan dari mendiang adik nya itu, maka ibu Susi pun segera berkata.


"baiklah kalau begitu, nanti anak buah saya akan mengantar mas Randi ini pulang ke kampung bersama barang warisan milik Rangga yang bisa dibawa seperti mobil dan uang. kalau apartemen, mau diapakan oleh mas Randi?" Randi pun menatap wajah pak produser dan Usman bergantian sembari berkata.


"kalau soal itu, saya tak bisa menempati nya karena saya sudah punya rumah dikampung bersama istri dan kedua anak saya." lalu Usman pun berkata,


"bagaimana kalau apartemen itu dijual saja mas Randi?" semua orang yang ada disitu pun mengiyakan saran dari Usman itu. kemudian Randi pun menggelengkan kepala nya seraya berkata.


"seperti nya apartemen itu tak perlu dijual, ada baik nya apartemen tersebut dipakai untuk tempat tinggal mas Usman saja."


"tetapi saya tak enak hati kalau..."


"saya sudah memberikan nya kepada mas Usman. anggap saja apartemen itu adalah hasil dari jasa mas Usman dalam bekerja sebagai asisten nya Rangga." ucapan bijak dari Randi pun akhir nya tak bisa di elak lagi karena Randi tetap bersikukuh akan ucapan nya itu.


Maka apartemen tersebut pun diberikan kepada Usman lagi dan kemudian ibu Susi pun segera menutup Perundingan Penting itu. kini Usman dan pacar nya sudah pulang kembali ke apartemen tersebut bersama pacar nya dan pak produser pun kini berniat ingin mencari orang yang berbakat dalam hal akting yang bisa menggantikan Rangga. awal nya Randi pun ditawari, tetapi Randi mengaku tak bisa berakting dan ia cenderung tak pede jika berada dihadapan orang banyak. tetapi Usman yang ditawari hal itu oleh pak produser, ia pun berkata ingin mencoba nya karena ia tahu karakter Rangga dalam berakting itu seperti apa.


Kini Randi sudah pulang ke kampung tempat tinggal nya selama ini dengan diantar para anak buah polisi ibu Susi. soal oleh-oleh yang dibawa oleh Randi itu adalah uang dan satu unit mobil mewah. serta ia membelikan makanan dan mainan untuk anak serta istri nya dirumah. kini kehidupan Randi penuh kesenangan setelah ia lama menganggur dan kesenangan nya itu berasal dari warisan yang ia dapat dari hasil kerja keras adik kandung nya itu.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2