DEMI CINTA

DEMI CINTA
AIB DEWI


__ADS_3

OBROLAN Rehan dan asisten nya yang bernama Doni itu masih berlanjut. mereka membahas soal Dewi yang menurut mereka adalah wanita cantik yang berbeda dari wanita manapun.


"jadi apa kau tak tertarik untuk mendekati nya Don?" tanya Rehan dan Doni menjawab nya.


"aku sangat tertarik sekali bos, tetapi seperti nya dia lebih tertarik kepada bos daripada kepada ku." jawab Doni dan Rehan segera menjawab nya.


"aku sudah punya calon istri Don, mana mungkin aku nekat mendekati Dewi? kau saja ya, aku yakin Dewi adalah wanita yang bisa menerima mu apa ada nya."


"bos sudah punya calon istri!?"


"ya aku sudah punya calon pengganti Nikita."


"siapa bos? apakah wanita yang bernama Dewi itu?"


"bukan dia, nanti kau bakal tahu calon istri ku itu. sekarang adalah bagaimana cara nya agar Dewi suka kepada mu dan tak berani mendekati ku."


"tapi bos, apa bos yakin dia bisa suka kepada ku? sedangkan aku kenal saja belum,..." ujar Doni mengeluh dan Rehan pun berkata,


"maka nya kenalan, aku nanti yang akan mengenalkan nya kepada mu Don." ujar Rehan menyemangati Doni dan Doni hanya pasrah saja apa yang akan dilakukan oleh bos nya itu.


Doni sekarang sudah pergi lagi ke ruangan kantor nya dan agak lama Doni pergi, Rehan memanggil Lucy teman nya Dewi itu. setelah Lucy masuk dan duduk dikursi yang sebelum nya dipakai duduk oleh Doni, mereka pun berbincang-bincang.


"maaf bos ada perlu apa ya?" tanya Lucy dan Rehan pun menjawab nya.


"saya ingin bertanya soal Dewi kepada mu, apa kamu mau memberitahu nya kepada saya, Lucy?"


"bertanya soal apa bos???"


"tentang apa saja yang menyangkut teman mu itu." Lucy mulai gelisah akan apa yang nanti nya ditanyakan oleh bos nya itu.


Lalu Lucy pun mencoba menyetujui kemauan bos nya itu dan Rehan pun mulai bertanya.


"kalau boleh saya tahu, sudah berapa lama kalian berteman???"

__ADS_1


"kami berteman sudah sejak kecil bos."


"hmm begitu, lalu menurut mu tipe laki-laki yang disukai oleh Dewi itu yang seperti apa???" Lucy merenung sejenak dan mengingat-ingat nya, lalu ia teringat akan percakapan nya dengan Dewi semalam. maka tanpa berpikir panjang lagi, Lucy pun mengutarakan tentang lelaki yang Dewi inginkan itu seperti apa.


"kalau yang saya tahu, Dewi tertarik terhadap lelaki yang seperti bos Rehan ini."


"serius apa yang kau katakan itu Lucy?" tanya Rehan dan Lucy mengangguk seraya meneruskan ucapan nya.


"sebenar nya Dewi suka terhadap bos Rehan, tetapi ia masih malu untuk mengutarakan cinta nya itu terhadap bos Rehan."


"hmm begitu." ujar Rehan manggut-manggut paham dan kemudian ia bertanya,


"apa dia tak bercerita kepada mu bahwa saya sudah memiliki calon istri???" Lucy menunduk dan menjawab 'Sudah'.


Lalu Rehan bertanya lagi kepada Lucy,


"lalu apa tanggapan mu soal itu? apa Dewi akan tetap bersikeras mendekati seorang lelaki yang sudah mempunyai calon istri???"


"padahal diluaran sana masih banyak laki-laki yang seperti saya ini, mengapa dia tetap memaksa ingin memiliki saya???" Lucy terdiam mendengar pertanyaan dari Rehan itu.


Ia bingung harus memberi alasan yang mana agar rahasia Dewi tak terbongkar oleh ucapan nya itu. Rehan masih menunggu jawaban dari Lucy itu dan Lucy pun kini berusaha menjawab pertanyaan itu sebisa nya.


"saya sebenar nya sudah menasehati Dewi agar mencari laki-laki lain, tetapi mau bagaimana lagi dia tetap ingin memiliki bos Rehan walaupun keadaan bos Rehan sudah memiliki calon istri."


"mengapa dia jadi memaksa begitu? apa ada alasan nya Lucy???" Lucy bingung dan Rehan sudah bisa menebak ada sesuatu yang ditutup-tutupi oleh Lucy soal Dewi.


"katakanlah saja Lucy, tak perlu kau tutup-tutupi."


"anu bos, saya ragu."


"ragu soal apa? memang nya apa yang kamu tutupi itu???" tanya Rehan semakin penasaran.


"maaf sebelum nya bos, saya sudah berjanji kepada Dewi untuk tidak mengatakan soal aib Dewi kepada siapa pun." Rehan yang semakin penasaran itu pun segera bertanya lagi,

__ADS_1


"cepat katakan saja Lucy, saya janji tak akan membocorkan rahasia itu kepada siapa pun."


"tapi bagaimana jika bos Rehan nanti lupa bicara ketika sedang berdua dengan Dewi???" tanya Lucy merasa takut.


"sudah tak perlu memikirkan hal itu, cepat katakan saja Lucy. jangan membuat saya marah loh." ujar Rehan sengaja mengancam Lucy dan Lucy yang takut itu pun tanpa berpikir lagi segera menjelaskan nya.


"wajah Dewi sebetul nya tak secantik dengan yang bos Rehan lihat."


"maksud mu!?" tanya Rehan mengerutkan dahi nya dan Lucy pun meneruskan ucapan nya.


"sebenar nya wajah cantik Dewi itu hanya riasan make up saja bos. wajah asli Dewi sebenar nya memang cantik, tetapi ia memiliki penyakit kulit diwajah dan leher nya."


"penyakit apa itu nama nya???" tanya Rehan penasaran.


"nama nya penyakit Vitiligo pak." Rehan yang mendengar Lucy menyebutkan nama penyakit itu tercengang kaget.


Ia menatap Lucy dengan aneh dan membuat Lucy menundukan wajah nya.


"bukankah penyakit Vitiligo itu menyerang kulit semua anggota badan penderita nya?"


"tetapi Dewi hanya terkena dibagian wajah dan leher nya saja bos." jawab Lucy lagi dan Rehan bertanya soal penyebab dari penyakit Dewi itu apa awal nya.


"menurut dokter spesialis yang menangani wajah Dewi, kata nya itu bermula dari iritasi make up yang ia pakai. memang benar, Dewi selalu ganti-ganti model make up dan hal tersebut tak disadari nya bakal merusak wajah nya."


"berarti itu bukan penyakit kelainan dari lahir?"


"bukan bos, wajah Dewi sejak kecil tak ada cacat sedikit pun. penyakit itu ada sebelum ia bekerja dikantor sebelah, tetapi ketika ia masih bekerja sebagai SPG Kosmetik, disanalah ia selalu berganti-ganti make up nya karena tuntutan pekerjaan. awal nya hanya iritasi sedikit yang ia rasakan dan dia awal nya hanya menganggap nya jerawat biasa saja. tetapi makin lama iritasi nya melebar dan semakin parah. ia berhenti dari pekerjaan nya itu dan ia sempat sakit selama hampir satu tahun lama nya karena wajah dan leher nya melepuh. setelah setahun Dewi dirawat oleh keluarga nya dengan diobati oleh dokter spesialis kulit, akhir nya Dewi sembuh dan hanya menyisakan bercak putih diwajah dan leher nya saja."


"jadi begitu awal nya, terima kasih kau sudah menceritakan nya kepada saya. lalu, alasan apalagi yang membuat dia bersikeras ingin menjadikan saya calon pendamping nya???"


"maaf ya bos jangan tersinggung jika ucapan saya ini bakal menyinggung bos nanti nya."


"tak apa-apa silahkan, ceritakan saja. saya tak akan tersinggung kok." ujar Rehan dan Lucy pun mengangguk dan akan menceritakan nya nanti dibab selanjut nya.

__ADS_1


__ADS_2