DEMI CINTA

DEMI CINTA
KEGELISAHAN REHAN


__ADS_3

Tiba dirumah sakit, Nikita dan Karina segera dibawa ke dalam ruangan gawat darurat untuk diberikan pertolongan pertama. Rehan berada diruangan tunggu untuk menunggu hasil dari keadaan Karina dan Nikita. sedangkan pembantu Rehan, mereka sudah pulang dengan naik angkutan umum dan sudah diberi ongkos oleh Rehan.


Rehan yang gelisah dengan keadaan Karina dan Nikita itu segera menghubungi ibu nya yang saat itu sedang berada di dalam ruangan kantor nya.


"halo sayang ada apa?"


"Karina masuk rumah sakit ma!" ujar Rehan tegang bercampur sedih.


"apa!? ada apa dengan Karina nak!?" tanya ibu Susi mulai panik.


"Nikita tadi pagi datang ke rumah dan ia menyinggung-nyinggung soal Karina. lalu terjadilah perkelahian diantara kedua nya. Reham dan pak Slamet sudah mencoba melerai mereka, tetapi kami sudah terlambat bertindak."


"lalu apa yang terjadi kepada mereka sekarang nak???"


"**** ********** Karina dan Nikita mengeluarkan darah yang banyak ma!"


"apa!? mereka mengalami pendarahan!? jangan-jangan Nikita dan Karina sudah keguguran???"


"aku tak tahu akan soal itu ma. aku masih menunggu hasil pemeriksaan dokter dahulu."


"baiklah kalau begitu, mama akan kesitu." lalu Rehan memberitahukan alamat rumah sakit itu kepada ibu nya.


Rehan sejak tadi merasakan Kegelisahan dan kegundahan hati nya terhadap Karina. Rehan sudah tak memikirkan Nikita awal nya, tetapi perlahan ia mulai kasihan kepada Nikita. lalu Rehan paksakan untuk menghubungi keluarga Nikita dan Rehan pun menghubungi nomor ayah nya Nikita.


"halo om. maaf jika saya menganggu waktu om."


"oh ada apa Rehan?" tanya suara lelaki terdengar diponsel Rehan.

__ADS_1


"saya mau memberitahukan kepada om soal Nikita."


"kenapa Nikita!? jangan-jangan kau sakiti dia lagi bukan!?" ucap suara lelaki berkata tegas yang ternyata adalah ayah nya Nikita.


"bukan begitu om, saya tak bisa menjelaskan nya. lebih baik om datang saja ke rumah sakit sari asih, nanti om akan tahu jawaban nya."


"kenapa dengan anak ku??? jelaskan Rehan!" bentak suara tersebut dan Rehan segera mematikan panggilan tersebut.


Rehan sudah siap menerima kecaman dan bentakan dari orang tua nya Nikita jika mereka menyalahkan Rehan sebagai orang yang telah mencelakakan Nikita. agak lama Rehan menunggu, lalu keluar seorang dokter perempuan dari ruangan tempat Karina dan Nikita dirawat.


"apa bapak dari keluarga nya dua wanita tadi?"


"iya dok. apa mereka baik-baik saja???" tanya Rehan bertanya dengan cemas.


"keadaan kedua nya baik-baik saja, tapi mereka berdua mengalami pendarahan dan kandungan kedua wanita tersebut tak bisa diselamatkan." tersentak kaget Rehan mendengar nya dan badan nya tiba-tiba saja lemas. ia langsung paksakan untuk bertanya,


"benar pak. kami sudah mencoba semaksimal mungkin. kalau saya boleh tahu, apa sebab awal mereka bisa sampai mengalami pendarahan begitu pak???" Rehan baru saja ingin menceritakan nya, tapi tak jadi karena ada suara laki-laki membentak Rehan.


"Rehaaan! apa yang kau lakukan terhadap anak ku hah!?" kerah baju Rehan segera dicengkram kuat oleh seorang lelaki yang tak lain adalah ayah nya Nikita. disamping itu ada ibu nya Nikita yang berada dibelakang suami nya. air mata sudah membasahi pipi ibu nya Nikita dan pada saat ayah nya Nikita membentak Rehan dengan pertanyaan yang sama, tiba-tiba saja ibu nya Rehan berkata berteriak. suasana rumah sakit yang awal nya tenang-tenang saja kini berubah suasana nya menjadi gaduh. ibu dokter yang ada disamping Rehan pun sejak tadi sudah mencoba menenangkan ayah nya Nikita, tetapi tetap saja ayah nya Nikita tak mau mendengar nya.


Tak seberapa lama kemudian, ada suara teriakan dari kejauhan.


"hentikan! hentikan!" semua mata memandang ke arah suara itu yang tak lain adalah ibu Susi yang berpakaian seragam polisi bersama beberapa anak buah nya. ayah dan ibu nya Nikita memang sudah kenal dekat dengan ibu nya Rehan dan biasa nya mereka segan dan sopan. tetapi kali ini mereka tak seperti biasa nya dan berperilaku biasa saja. setelah ibu Susi mendekati mereka, lalu ibu Susi bertanya kepada ayah nya Nikita.


"apa maksud pak Satya menyalahkan anak ku hah!?"


"anak mu yang sudah membuat anak ku masuk ke dalam rumah sakit ini!" ujar sebutkan dimana Nikita sekarang!?" tanya ayah nya Nikita dengan kasar kepada Rehan.

__ADS_1


Rehan segera mengangkat kedua tangan nya dan berkata,


"cukup om! biar aku jelaskan lebih dulu mengapa Nikita bisa masuk ke rumah sakit ini!" awal nya ayah nya Nikita tetap bersikeras bertanya memaksa tentang anak nya. tetapi ibu Susi segera bertindak.


"pak Satya! ada baiknya bapak dengarkan dulu penjelasan anak ku ini!"


"sabar ayah, benar apa yang dikatakan ibu Susi ini. kita dengarkan dulu apa yang akan dijelaskan oleh nak Rehan ini." ujar istri nya pak Satya atau ibu nya Nikita.


"baik aku akan dengarkan penjelasan anak ini!" ujar ayah nya Nikita dan setelah keadaan kembali tenang tak segaduh sebelum nya, Rehan pun mulai menjelaskan permasalahan sebenar nya mengapa Nikita bisa sampai masuk ke rumah sakit.


Rehan menceritakan kejadian awal Nikita datang ke rumah nya dan kemudian bertemu dengan nya dan Karina. Rehan pun menceritakan bagaimana awal mereka sampai berkelahi dan akhir nya dibawa ke rumah sakit oleh nya. semua yang mendengar cerita dari Rehan tersebut memahami bahwa dua wanita yang berkelahi tersebut bukan salah Rehan. melainkan kesalahan kedua nya yang terpancing emosi dan menyebabkan perkelahian.


Ayah nya Nikita jadi malu sendiri terhadap Rehan dan sebagai seorang ayah yang berpendirian, ia pun meminta maaf kepada Rehan.


"kalau begitu memang benar cerita nya, maafkan om ya Rehan. om terbawa emosi ketika kau katakan Nikita masuk ke rumah sakit dan kau tak menceritakan nya dahulu kepada bapak ketika ditelepon tadi."


"saya juga meminta maaf kepada om, saya tak menceritakan lebih dulu takut om tak mempercayai ucapan saya." ujar Rehan mengaku salah juga, lalu ibu Susi langsung bertanya kepada ibu Dokter yang sejak tadi masih ada disitu.


"lalu bagaimana kabar mereka dok? apa mereka baik-baik saja???" ibu dokter tadi pun menjawab nya.


"keadaan mereka baik-baik saja, tetapi mereka mengalami pendarahan dan mengakibatkan keguguran." ucapan dokter tadi membuat mereka jadi terdiam tak bisa berkata-kata lagi. lalu ibu nya Nikita bertanya kepada dokter tadi untuk menengok anak mereka dan dokter tadi pun mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruangan tempat Nikita dan Karina dirawat.


Ibu Susi, Rehan, ibu dan ayah nya Nikita masuk ke dalam ruangan tersebut. kecuali anak buah nya ibu Susi, mereka sudah dipersilahkan untuk kembali ke kantor nya lagi karena situsi nya sudah membaik tak sekacau tadi.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2