DEMI CINTA

DEMI CINTA
PERKELAHIAN DUA WANITA


__ADS_3

PAGI Hari itu, Karina sedang sarapan pagi bersama dengan Rehan. kedua nya nampak romantis sekali dan layak nya sepasang suami istri yang baru saja menikah. mereka terkadang saling menyuapi makanan mereka masing-masing. sesekali canda tawa membuat mereka semakin dibuai dengan keromantisan kisah cinta kedua nya.


Para pembantu rumah itu hanya bisa tersenyum-senyum ketika melihat Karina dan Rehan seperti itu. setelah lama mereka sarapan pagi, Karina segera bersiap-siap berganti pakaian dan begitu juga dengan Rehan. mereka akan pergi ke rumah paman nya Karina karena ketika mereka sedang sarapan pagi tadi, Karina ingin pergi ke rumah paman nya untuk meminta nomor telepon ibu nya. Rehan pun tak keberatan akan soal itu dan kini mereka berdua sudah berganti pakaian. pakaian Karina nampak anggun sekali ketika Rehan melihat nya dan Rehan pun terkagum-kagum ketika melihat nya.


"wah semakin cantik saja kau sayang. pakaian yang kau pakai ini cocok sekali dengan postur tubuh mu."


"hehe, tapi apa perut ku tak kelihatan buncit ya sayang???" tanya Karina, karena ia memakai pakaian dress berwarna kuning gading setinggi lutut nya.


"tidak kok sayang, perut mu tak terlihat sedang hamil kok."


"yasudah kalau begitu sayang." ujar Karina dan Rehan pun segera menggenggam tangan Karina untuk keluar rumah.


Ketika mereka berdua sedang ada diteras rumah tersebut, tiba-tiba saja pak satpam penjaga gerbang rumah itu berlari-lari kecil menuju ke arah Rehan dan Karina.


"permisi den, ada non Nikita yang didepan gerbang."


"sedang apa dia kemari???" tanya Rehan mengerutkan dahi nya dan Karina pun ikut heran juga.


"kata nya non Nikita ingin bertemu dengan den Rehan."


"bilang saja aku sedang tak ada dirumah!"


"ba..baik den." lalu pak Satpam itu segera pergi setelah Rehan memerintahkan nya.


Karina yang merasakan ada keganjalan dari datang nya Nikita itu, segera berkata.

__ADS_1


"mengapa kau tak menyuruh nya masuk saja sayang?"


"untuk apa aku menyuruh nya masuk? tumben kau berkata baik seperti itu, bukan nya kau benci kepada nya???" tanya Rehan.


"aku tak pernah membenci seseorang yang tak punya salah kepada ku, tetapi kedatangan Nikita ke rumah mu ini adalah suatu tanda tanya. apa maksud nya ia datang kemari lagi, sedangkan kau dan diri nya sudah tak memiliki hubungan bukan???" Rehan pun merenung sejenak dan kemudian berkata.


"hmm ada benar nya juga ucapan mu sayang." lalu Rehan pun segera menghubungi pak Satpam tadi lewat ponsel nya.


Pak Satpam yang sejak tadi sedang mencoba meyakini Nikita bahwa Rehan tak ada dirumah pun, segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"halo den, ada apa?"


"suruh Nikita masuk."


"bukankah tadi..." ucapan pak Satpam itu terpotong.


"ba..baik den." lalu pintu gerbang pun dibuka dan Nikita berkata,


"lain kali jangan berbohong seperti itu lagi didepan ku pak Slamet!" tegas Nikita karena kesal kepada pak Satpam yang tak mau membukakan pintu gerbang tersebut.


Pak Slamet hanya menunduk saja karena ia tak bisa beralasan bahwa yang menyuruh nya tetap tak memperbolehkan Nikita masuk adalah Rehan. dari kejauhan Nikita sudah melihat Rehan yang duduk disamping perempuan yang belum jelas siapa itu. Nikita mulai merasakan kecemburuan ketika semakin dekat ia melihat dengan jelas siapa perempuan itu.


"bukankah dia itu sigadis kampung yang pernah datang ke studio tempat Rangga bekerja!? lalu mengapa dia ada disini!" ujar batin Nikita tak merasa heran.


Setelah Nikita dekat didepan teras rumah besar itu, Rehan menatap nya bersama Karina. lalu Nikita pun berkata,

__ADS_1


"maaf jika kedatangan ku ke rumah mu ini telah mengganggu kesenangan kalian."


"untuk apa kamu datang ke rumah ini? bukankah kau sudah puas bercinta dengan si bajingan itu!?" ujar Rehan bernada tegas dan Nikita pun menunduk merasa bersalah.


Karina yang sejak tadi diam saja tak mau ikut campur urusan Sepasang Mantan itu. lalu terdengar Nikita menjawab pertanyaan Rehan barusan.


"aku datang kemari hanya ingin meminta maaf kepada mu saja. lalu, mengapa gadis kampung ini ada dirumah mu Rehan???" tiba-tiba saja Karina tersentak kaget dirinya di sebut seperti itu oleh Nikita.


Rehan yang mendengar ucapan Nikita pun mulai merasakan kegeraman di dalam hati nya.


"apa maksud mu mengatakan Karina ini adalah gadis kampung hah!? harus nya kau berkaca! dirimulah yang sebenar nya gadis kampung!" Nikita pun mulai emosi juga dikatakan seperti itu oleh Rehan.


"mengapa kau membela nya Rehan!? siapa gadis itu sebenar nya hah!? bukankah dia hanya seorang.."


"cukup...!" bentak Karina mulai hilang kesabaran.


Lalu Karina berjalan mendekati Nikita dan berkata tegas kepada Nikita.


"asal kamu tahu ya! walaupun aku gadis kampung yang tak secantik dan sekaya dirimu! aku masih punya pendirian dan rasa malu! coba lihat dirimu!? apa kau tak sadar akan kesalahan mu yang sudah membuat Rehan memutuskan mu dan benci kepada mu hah!? harus nya kau sadar diri gadis brengsek!" perkataan Karina tersebut membuat Nikita emosi dan segera menjambak rambut Karina. begitu pun dengan Karina, ia pun menjambak rambut Nikita dan akhir nya mereka berkelahi.


Rehan segera bertindak memisahkan kedua nya, Perkelahian Dua Wanita itu sangat sulit Rehan leraikan. sampai-sampai Rehan pun terjungkal ke belakang ketika ia akan menarik Karina. perkelahian tersebut sudah bukan main jambak-jambakan lagi, tetapi sudah main pukul dan tendang. Rehan sudah was-was dan sangat khawatir terhadap kandungan Karina yang sewaktu-waktu bisa jadi keguguran.


Rehan segera memanggil pak Slamet dan pak Slamet segera berlari ke arah perkelahian itu. Nikita berhasil meninju perut Karina dan Karina pun merasakan nyeri yang tiada tara sakit nya. disaat yang bersamaan pun Karina berhasil menendang perut Nikita dan membuat Nikita langsung terjengkang ke belakang. darah mengucur keluar dari barang kewanitaan Nikita dan Karina dan membasahi lantai teras rumah itu.


Rehan segera memeluk Karina yang menangis kesakitan memegang perut nya dan Nikita pun menangis kesakitan juga sembari memegang perut nya. pak Slamet yang menolong Nikita pada saat itu dan kemudian para pembantu rumah itu segera keluar menolong mereka. keadaan panik tersebut membuat Rehan segera membawa Karina dan Nikita masuk ke dalam mobil nya untuk dibawa ke rumah sakit.

__ADS_1


Beberapa pembantu berada di dalam mobil tersebut untuk menjaga Karina dan Nikita tak berkelahi lagi di dalam mobil. tangis jeritan dari Karina dan Nikita sudah tak sekeras sebelum nya, karena mereka kedua nya tiba-tiba saja pingsan. Rehan sudah mulai panik akan keadaan kedua wanita itu dan ia langsung menancap gas mobil nya dengan cepat menuju rumah sakit terdekat.


__ADS_2