DEMI CINTA

DEMI CINTA
KENANGAN MANIS BERUBAH MENJADI PAHIT


__ADS_3

KERIBUTAN Diruangan itu membuat seorang pak produser mendatangi tempat tersebut.


"ada apa ini ribut-ribut???" tanya nya kepada Rehan yang berdiri menatap Nikita dan Rangga. Rangga yang sudah duduk pun segera menuding Rehan dengan kasar.


"orang gila itu telah menendangku pak! ditambah pacar ku ini ia tampar juga! lihatlah bekas tamparan nya ini! orang gila itu layak dilaporkan kepada pihak kepolisian pak produser!" pak produser itu segera menatap Rehan dengan tajam dan kemudian menepak pundak Rehan dari belakang seraya berkata,


"siapa kau!? apa maksudmu membuat keributan ditempatku ini hah!?" Rehan lalu membalikan badan nya dan seketika itu juga pak produser terkejut bukan main.


Rehan menatap nya dengan tajam dan berkata,


"apa maksudmu bertanya begitu kepada ku hah!?"


"bos.., bos Rehan!?" ucap nya tegang dan membuat Rangga berkerut dahi mendengar Rehan dipanggil 'Bos' oleh produser nya. Nikita yang sudah tahu hubungan Rehan dengan pak produser itu pun hanya bisa menunduk malu dan serba salah.


"bagus jika kau masih mengenali ku pak! asal kau tahu! aku bukan orang yang suka mengusik kehidupan orang lain! tapi apa kau lihat siapa wanita yang berada didekat si artis sombong itu!?"


"ya saya mengenali nya pak. mbak Nikita adalah pacar bos Rehan."


"bagus kalau kau tahu soal itu! tetapi mengapa kau tak melaporkan nya kepada ku bahwa dia berselingkuh dengan si cecunguk itu hah!!"


"anu pak..." ucap pak produser ragu untuk mengungkapkan keadaan sebenar nya dan Nikita sejak tadi mengedipkan mata nya ke arah produser tersebut seakan disuruh untuk menutupi sesuatu.


Pak Produser menunduk dan berkata,


"maaf pak, saya tak tahu menahu akan hubungan kedekatan Rangga dan mbak Nikita. saya pikir, mbak Nikita selalu datang kemari hanya karena ia fans nya Rangga."

__ADS_1


"iya benar aku memang fans nya Rangga! jangan berpikiran picik begitu terhadap ku Rehan!" tegas Nikita mulai bersuara dan Rehan menatap Nikita sembari berkata kesal.


"bodo amat terserah kau saja! aku sudah tak peduli dengan dirimu atau hubungan mu dengan sicecunguk itu! mulai saat ini kita putus!" tegas Rangga dan ia lalu meninggalkan tempat tersebut. tetapi ia tak jadi pergi karena ingat akan Karina yang berada di dalam tanggung jawab nya. ia berada di luar ruangan dan bertemu dengan ibu dan bibi nya Karina, ia hanya berusaha tersenyum kepada kedua nya. lalu ia berjongkok, ia sedang menahan kesedihan dan amarah nya terhadap Nikita dan membiarkan ibu dan bibi nya Karina masuk.


Karina masih bersama paman nya dalam ruangan itu dan menyaksikan apa yang Rehan lakukan terhadap Nikita dan Rangga. tanpa mereka sadari, ternyata ibu dan bibi nya Karina sudah ada diluar ruangan dan mendengarkan perdebatan antara mereka sejak tadi. Rangga yang sudah dibangunkan oleh Nikita pun segera berkata kepada Nikita dengan bisikan.


"sekarang rencana kita sudah berhasil bukan!?"


"iya sayang! ternyata rencana mu bagus juga! sudah lama sekali aku sebenarnya ingin putus hubungan dengan si Rehan itu!" bisikan kedua nya hanya mereka saja yang mendengar nya. setelah ibu dan bibi nya Karina masuk, hal tersebut membuat Karina segera mendekati ibu dan bibi nya, lalu ibu nya Karina berkata kepada Rangga.


"nak Rangga, apa kamu masih ingat dengan anak ibu ini nak??? dia bela-bela datang kemari hanya demi ingin berjumpa dengan dirimu! tapi apa kenyataan nya sekarang? kau pura-pura tak mengenali nya dan kau berupaya ingin lari dari tanggung jawab mu! begitukan orang tua mu mengajari mu hah!?" Rangga diam mati kutu mendengar ucapan dari ibu nya Karina itu.


Pak produser yang sudah di kenali oleh ibu nya Karina yang berada disitupun segera didekati oleh ibu nya Karina.


"mana bukti nya jika Rangga pernah berhubungan dengan wanita itu bu!? ibu jangan suka menuduh orang tanpa bukti! ibu bisa kena hukuman karena sudah merusak nama baik orang lain!' tegas Nikita dan Rangga pun menegaskan.


"sebaik nya kalian pergi saja jika tak ingin berurusan dengan pihak kepolisian! jika kalian tak pergi aku akan menghubungi nya sekarang!!" ancaman tersebut membuat Karina dan keluarga nya mati kutu.


Perasaan mereka menjadi tak karuan setelah semua nya akan berurusan dengan pihak kepolisian. Karina lalu mengajak ibu nya untuk pergi,


"sudah bu, ayo kita pulang. mungkin dia bukan Rangga yang kita kenali. hixhix" ucap Karina disela tangis nya.


"tapi nak..., ibu tak bisa membiarkan hal ini." ujar ibu nya Karina sangat sedih.


"sudah kak, ayo kita pulang saja. biarkan saja Karma dari tuhan yang akan mencelakai anak itu!" ujar paman Wahyu dan bibi mega menimpali nya.

__ADS_1


"ayo teh..." ajak bibi Mega dan ketika mereka akan pergi dari ruangan tersebut, tiba-tiba saja Rehan masuk lagi ke tempat itu seraya berkata kepada Rangga dengan tegas.


"lihat ini bedebah! ini adalah bukti yang kuat untuk memenjarakan mu!" ujar Rehan melemparkan lembaran poto kepada Rangga.


Semua orang menatap ke arah lembaran poto tersebut dan terlihat jelas ada gambar kebersamaan Rangga dan Karina. poto tersebut mengingatkan Karina akan Kenangan Manis nya bersama Rangga kini Berubah Menjadi Kenangan Pahit. Karina menangis dan segera memeluk ibu nya, karena ia ingat akan poto tersebut yang sebelum nya pernah ia perlihatkan kepada ibu Susi dan Rehan. wajah Rangga seketika itu juga langsung pucat pasi dan ia membatin ketika Nikita memungut satu lembar poto tersebut.


"gawat! mengapa dia memiliki poto itu! mati aku kalau begini cara nya!"


"ini apa Rangga! kau bohong padaku selama ini!" tegas Nikita mulai menitikan air mata nya menatap tajam kepada Rangga.


"jangan percaya sayang! itu hanya poto editan!"


"jangan beralasan kau bajingan! itu adalah poto yang aku dapatkan dari Karina! ia sangat cinta dan sayang terhadapmu! tetapi apa bela mu terhadap nya hah!?"


"kau juga Nikita! kau sama bejat nya dengan si bajingan itu!"


"tapi Rehan, aku..."


"cukup!! aku tak butuh alasan mu!" bentak Rehan. lalu ia memungut kembali kelima lembar poto yang sebelum nya ia lempar itu. lalu ia menuding Rehan dengan ancaman.


"cepat atau lambat masa karir mu akan hancur bajingan! ayo Karina kita pulang saja!" ujar Rehan menarik lengan Karina dan Rehan pun mengajak keluarga Karina untuk ikut pergi juga.


"tunggu Rehan! aku bisa jelaskan semua ini!" teriak Nikita dan lengan nya Nikita di tarik oleh Rangga dan kemudian di peluknya. Rangga lalu berkata sembari menangis.


"maafkan aku sayang, aku salah." Nikita akhir nya terdiam juga ketika dipeluk oleh Rangga dan ia pun tak bisa mengelak lagi untuk mengejar Rehan karena dirinya sebenar nya sudah ternodai juga oleh Rangga.

__ADS_1


__ADS_2