DEMI CINTA

DEMI CINTA
PENYAKIT VITILIGO


__ADS_3

IBU Susi kini sudah pulang ke rumah nya dan saat itu ia segera pergi menuju kamar nya Karina. disana Karina masih dalam keadaan wajah nya ditutupi bantal dan ibu Susi tersentak kaget.


"Karina!?" ia langsung berlari ke arah Karina dan membuka bantal itu. posisi mata Karina sedang terpejam dan bantal itu masih lembab olah air mata Karina. tepian wajah Karina pun masih nampak lembab oleh air mata nya, ibu Susi sempat panik akan Karina yang di anggap sedang melakukan bunuh diri dengan membekap wajah nya memakai bantal. tetapi setelah ibu Susi mengecek denyut nadi dan nafas Karina yang teratur itu, ia segera mengucapkan syukur bahwa Karina masih hidup.


"aku pikir dia sedang melakukan percobaan bunuh diri, ternyata ia sedang tertidur. wkwkw bikin kaget saja kamu nak." ujar nya pelan dan ia segera sadar bahwa bantal yang ia pegang lembab.


"seperti nya anak ini sebelum tertidur sempat menangis? apa yang membuat sampai menangis??? apakah dia rindu ibu nya atau memikirkan bayi nya yang telah tiada itu???" ujar batin ibu Susi, lalu ia teringat akan anak nya.


"Rehan kemana? apa jangan-jangan Karina menangis Karen Rehan???" ibu Susi segera keluar dari kamar Karina menuju kamar anak nya berada.


Setelah ibu Susi mengetuk pintu kamar anak nya sembari memanggil nya, Rehan pun membuka pintu kamar nya.


"iya mama ada apa???" ujar Rehan diambang pintu kamar nya.


"kamu habis darimana jam segini masih pakai handuk???" ujar ibu Susi melihat Rehan yang memakai handuk saja.


"Rehan tadi pulang dari kantor kemalaman dan sekarang sedang mengelap badan pakai air hangat mama, tadi mau mandi tapi tak boleh oleh Karina."


"tadi kamu sudah bertemu dengan Karina nak?" Rehan menangguk dan bertanya,


"memang nya kenapa mama? apa ada yang tak beres???" ibu Susi lalu mengatakan apa yang ia lihat waktu ke kamar nya Karina tadi.


Rehan tak kaget sama sekali dan malah tertawa cengengesan.

__ADS_1


"mengapa kamu tertawa? apa ada yang lucu nak???" Rehan segera menghentikan tawa nya itu dan berkata,


"mama ini ada-ada saja, perasaan tadi ketika aku tinggal pergi untuk pergi ke kamar ini Karina masih baik-baik saja mama."


"coba kamu lihat sendiri sana kalau tak percaya, takut nya Karina mencoba bunuh diri seperti tadi. maka nya mama tanya sama kamu kenapa Karina bisa menangis begitu." Rehan yang mulai serius mendengar ucapan ibu nya pun berkata,


"sebenar nya memang salah Rehan awal nya mama."


"ada masalah apa sebenar nya dikantara kalian???" tanya ibu Susi lagi dan Rehan pun menceritakan kejadian ketika ia dan Karina bertengkar.


Ibu Susi yang mendengar cerita dari anak nya itu berkata,


"kamu ini lain kali jangan begitu nak. kamu kan sudah punya calon istri, mengapa sampai bisa tertarik dengan wanita lain lagi???"


"secantik apa sih sebenar nya wanita itu sampai-sampai anak mama kesemsem sama wanita itu???" Rehan menggarukan kepala nya yang tak gatal itu.


Ibu Susi masih menunggu jawaban dari anak nya itu, Rehan lalu menatap wajah ibu nya dan berkata.


"cantik sekali wajah nya, kalau dibandingkan dengan Karina dan Nikita. wanita itu lebih cantik lagi, tetapi aku hanya kagum saja dengan kecantikan nya mama."


"awas lho dari kagum bisa-bisa jadi suka nanti nya."


"tak akan mama, aku sudah berjanji kepada Karina untuk menepati syarat nya."

__ADS_1


"baiklah kalau begitu. mau bagaimana pun keadaan Karina, kamu harus tetap bertanggung jawab akan ucapan mu itu nak."


"baik mama, yasudah ya aku mau pakai baju dulu mama. dingin."


"iya sudah, nanti habis itu temani Karina dikamar nya. takut nya ia mencari mu nanti."


"baik mama." ujar Rehan dan kini ibu Susi segera pergi ke kamar nya.


Rehan sudah masuk ke dalam kamar nya lagi untuk memakai pakaian. ketika ia memakai pakaian, ia sempat berpikir.


"aku penasaran dengan Dewi. apa dia itu cantik nya alami atau hanya karena make up? atau ia memakai ilmu dukun? nanti coba aku tanyakan kepada Lucy." setelah berpikir begitu, ia segera membereskan wadah berisi air hangat bekas mengelap badan nya. disamping itu, Dewi terlihat sedang duduk dikamar nya dan menghadap ke sebuah cermin meja rias. ia sejak tadi tak tersenyum sedikit pun dan tangan nya sedang mengelap wajah nya memakai kain basah.


Ternyata Dewi sedang mengelap sisa make up yang ia kenakan diwajah nya dan setelah make up Dewi dibersihkan, nampaklah wajah Dewi yang berbeda dari apa yang dilihat oleh Rehan. di area wajah Dewi itu memiliki bintik-bintik putih dikulit nya, mirip seperti orang yang mempunyai penyakit kelainan kulit. penyakit itu sebenar nya bernama Vitiligo, yang arti nya Vitiligo itu adalah penyakit yang menyebabkan warna kulit memudar. area kulit yang memudar biasanya bertambah besar seiring berjalan nya waktu. Selain bisa menyerang area kulit mana pun di tubuh, vitiligo juga dapat terjadi di bagian dalam mulut, mata, rambut, dan area kelamin.


Tetapi yang dialami oleh Dewi ini, hanya terdapat diwajah dan leher nya saja. di area badan lain nya tak mengalami dampak seperti di wajah dan leher nya. hal tersebut lah yang membuat Dewi tak tersenyum sejak tadi karena ia merasakan kesedihan di dalam diri nya dan kebencian akan kulit wajah nya itu.


"haruskah aku selalu memakai make up tebal ini setiap pergi bekerja???" ujar batin nya Dewi, lalu ia melanjutkan ucapan batin nya lagi.


"kalau tidak begitu, bisa-bisa aku dipecat dari pekerjaan ku. ya tuhan, untuk biaya pengobatan pun masih kurang. harus bekerja sampai berapa tahun lagi aku mengumpulkan uang untuk biaya operasi kulit ku ini???" Dewi seketika itu juga teringat akan Rehan yang sedang ia incar.


"seperti nya aku memang harus menarik hati mas Rehan itu sampai aku bisa memiliki nya! tetapi mengapa calon istri nya itu bisa tahu bahwa aku sedang mendekati nya??? apakah mas Rehan yang memberitahukan nya??? kalau begitu benar nya, aku harus terang-terangan menyatakan cinta ku kepada mas Rehan. lagi pula mereka belum resmi menikah dan baru saja 'Calon', jadi kemungkinan untuk merebut mas Rehan peluang nya sangat besar.hehehe." Dewi pun tersenyum akan rencana nya itu, tetapi tiba-tiba ia mendengar suara ketukan pintu kamar nya dari luar dan suara perempuan memanggil nama nya.


"Dewiiii? apa kau ada didalaaaam???"

__ADS_1


"Lucy!? kebetulan sekali dia datang sendiri kesini." ujar batin Dewi dan ia segera berjalan menuju pintu kamar nya.


__ADS_2