
KARINA Yang ditanya seperti itu oleh paman Wahyu pun segera menjawab nya.
"menurut ibu nya Rehan, Rangga saat ini sedang menjadi buronan karena Rangga telah pergi melarikan diri ke luar negeri. ibu nya Rehan pun berkata bahwa tim nya telah kehilangan jejak ketika lokasi GPS Rangga berada di negara inggis. tetapi saat ini ibu nya Rehan sudah melacak keberadaan keluarga nya Rangga dan akan mendatangi keluarga nya untuk mengorek informasi tentang Rangga." paman Wahyu yang mendengar cerita Karina segera berkata,
"kalau sudah begitu hidup nya tak akan tenang sampai kapan pun, ditambah pasti keluarga nya yang akan menanggung malu atas kebiadaban nya itu." lalu bibi Mega ikut menimpali,
"kok ada ya orang yang seperti itu? padahal dia adalah seorang artis termahal saat ini. sayang sekali jika rezeki nya lancar, tetapi jika orang nya memiliki sipat buruk suatu saat apapun yang dimiliki nya yaitu karir, harta dan ketentraman hidup pasti akan hancur juga."
"begitulah yang nama nya manusia bu." ujar Wulab ikut bicara dan Karina segera mencubit nya seraya berkata.
"apa kamu bukan manusia juga Wulan???"
"aku manusia tapi aku manusia yang baik." ujar celoteh Wulan dan membuat ibu Serta ayah nya tersenyum gemas terhadap anak nya itu.
Karina pun tersenyum gemas juga dan ia lalu berkata,
"nanti jika kamu sudah besar, kamu jangan dekat-dekat sama lelaki dulu ya."
"memang nya kenapa kak Karin???"
"nanti kamu disakiti oleh laki-laki itu, ada baik nya nanti saja jika kamu sudah di izinkan oleh ayah dan ibu mu. baru kamu bebas memilih lelaki yang nanti nya akan menjadi pendamping hidup mu." ujar Karina dan membuat Wulan mengangguk patuh terhadap ucapan Karina barusan.
Ibu dan ayahnya Wulan hanya tersenyum saja melihat Karina dan anak nya itu, lalu pada saat itu terdengar suara motor berhenti di depan rumah itu.
"itu pasti ibu?!" ujar Karina dan ia segera bangun dari duduk nya. ibu dan Ayah nya Wulan beserta Wulan pun ikut bersama Karina keluar rumah tersebut dan ternyata benar saja apa yang dikatakan Karina tadi. ibu nya terlihat sedang membayar ongkos ojek dan ia membawa beberapa plastik hitam yang entah itu isi nya apa. setelah ojek itu pergi, Karina langsung berseru memanggil ibu nya.
"ibu...!?" seru Karina yang kini bisa Bertemu Dengan Sang Ibu nya Lagi setelah sekian lama ia tak bertemu. ibu nya Karina saat itu segera menatap ke arah anak nya yang ada di depan teras rumah itu.
"Karina!? oh anak ku! ternyata kamu sudah ada disini nak." ujar ibu nya Karina dan Karina segera berjalan agak cepat karena ia belum bisa berlari seperti biasa nya. setelah Karina dan ibu nya dekat, ibu dan anak itu langsung berpelukan dengan sangat erat sekali.
__ADS_1
Tangisan air mata mulai meleleh dari mata kedua nya dan hal tersebut membuat keharuan tersendiri bagi keluarga paman Wahyu.
"kamu kurus sekali sayang? apa makan mu kurang???" tanya ibu nya Karina sembari memegang badan anak nya.
"bukan karena makan ku kurang bu, tapi karena napsu makan Karina belum pulih karena sakit kemarin itu."
"tapi sekarang kamu sudah baikan kan sayang???"
"sudah kok bu..."
"syukurlah kalau begitu." lalu Karina berkata,
"ayo bu masuk, paman dan bibi sudah menunggu." ibu Karina mengangguk dan mereka segera berjalan menghampiri paman wahyu beserta istri dan anak nya yang sejak tadi menatap haru diteras rumah nya.
setelah mereka bersalaman, lalu mereka masuk ke dalam rumah tersebut untuk mengobrol lagi di ruangan tamu rumah tersebut.
"halo Don, selamat pagi."
"oh?! pagi bos." ujar Doni sedikit kaget dan Rehan pun tertawa pelan melihat Doni yang kaget itu.
"bagaimana??? apa poto yang aku kirim semalam itu sudah kau terima???"
"sudah bos, sumpah aku tak bisa tidur semalam."
"kenapa kau sampai tak bisa tidur???" tanya Rehan penasaran.
"karena aku terngiang-ngiang akan wajah Dewi itu bos. bisa gila aku jika lama-lama mengingat nya terus."
"hehehe, dasar kau. pantas kelopak mata mu sedikit menggantung, ternyata kau kurang tidur."
__ADS_1
"hehehe..." ujar Doni tertawa cengengesan.
Lalu Rehan pun segera duduk dan ia lalu ditawari makan oleh Doni.
"aku sudah sarapan tadi dirumah, oh iya. apa kau sudah menghubungi Dewi?"
"belum bos."
"mengapa belum??? bukankah semalam aku sudah mengirim nomor ponsel nya kepada mu???"
"aku belum berani menghubungi nya, takut aku dikata tak berani meminta nomor nya sendiri. nanti saja jika ada orang nya. aku akan beranikan diri untuk meminta nomor ponsel nya langsung."
"hehehe, tumben kau berani nekat begini Doni? biasa nya kau selalu merasa minder terhadap perempuan." ujar Rehan tertawa geli dan Doni menjawab nya.
"hehehe, kalau untuk Dewi aku berani, karena bukan cantik nya yang membuat aku berani. tetapi kekurangan nya itu yang membuatku lebih berani untuk mendekati nya."
"mantap! aku setuju dengan ucapan mu itu Don. tetapi, apa nanti kau sanggup menanggung biaya operasi nya Dewi jika ia meminta hal tersebut kepada mu???"
"aku sanggup saja selagi bos Rehan mau membantu mu. hehehe."
"hehehe, dasar kau ada-ada saja. tapi nanti kau jangan berkata bahwa aku yang membantu mu membiayai biaya operasi nya itu."
"siap bos! tenang saja."
"ok kalau begitu cepat habiskan sarapan mu. aku masuk duluan ya."
"oke bos." ujar Doni dan Rehan segera masuk ke dalam kantor nya.
Kala itu jam menunjukan pukul setengah sepuluh pagi hari. Dewi sebenar nya sudah masuk kerja bersama Lucy dengan naik motor nya lucy ketika jam setengah sembilan. pada saat itu hujan sudah mulai mereda dan mereka sekarang sudah berada di kantor nya masing-masing. Dewi terlihat sedang bekerja dikursi meja kantor nya dan ia sesekali menatap ponsel nya. ternyata ia sedang memandangi poto Doni dan poto itu ia dapat dari Lucy. ternyata, Rehan dan Lucy yang berencana akan menjodohkan Dewi dan Doni pun telah saling mengirim poto Dewi dan Doni. jadi wajar saja Rehan mengirimkan poto Dewi kepada Doni dan Lucy mengirimkan poto Doni kepada Dewi.
__ADS_1