DEMI CINTA

DEMI CINTA
ANAK DURHAKA


__ADS_3

MALAM Hari kini telah tiba dan entah berapa jam lama nya Rangga menggagahi tubuh wanita bule yang tak sadarkan diri itu. saat itu Rangga sedang duduk di kursi sembari merokok dan ia menatap ke arah wanita bule yang masih tertidur dalam keadaan polos tanpa pakaian itu.


"hahaha! wanita-wanita bule memang bodoh dan mudah aku bohongi! kalau saja aku tak punya kasus di indonesia, sudah pasti akan aku bawa kamu kesana untuk aku jadikan istri. tetapi untuk saat ini, aku belum mau memikirkan kehidupan ku untuk berumah tangga. aku masih ingin hidup bebas dan mencicipi tubuh-tubuh wanita yang aku inginkan, hehehe nikmat sekali hidup ku jika begini terus." ujar dalam hati nya Rangga.


Lalu ia melanjutkan ucapan batin nya lagi,


"tapi bagaimana nanti jika ia sudah sadar sedangkan aku sudah melarikan diri dari tempat ini??? apa dia akan melapor kepada pihak berwajib??? kalau soal itu pasti dia akan melapor, tetapi menurutku percuma saja dia melapor kalau tak punya bukti yang kuat tentang siapa aku. hmm, untung aku tak mengatakan kepada nya bahwa aku tinggal di apartemen itu. jadi ia tak akan tahu aku saat ini tinggal dimana, hehehe." ucapan batin Rangga terhenti sampai disitu.


Ia menatap tubuh wanita bule yang montok itu, kemudian Rehan berkata lagi.


"gairah ku memuncak lagi, sebaiknya aku gagahi lagi saja wanita bodoh itu. setelah aku puas, aku akan segera pergi dari sini." lalu Rangga pun melakukan niat nya itu. Rangga adalah seorang lelaki yang memiliki kelainan cabul yang berlebihan, ketika ia masih kecil dan diperkiraan masih berumur tujuh tahun. ia sudah memiliki rasa cabul terhadap ibu kandung nya sendiri, ibu nya yang dulu masih cantik dan seksi itu membuat diri nya sering menghayalkan mencicipi tubuh ibu nya sendiri.

__ADS_1


Tetapi Rangga saat itu masih takut dan hanya bisa mengintip ibu nya ketika sedang mandi dan berganti pakaian. Rangga hanya memiliki seorang ibu dan kakak kandung laki-laki saja, ayah dan ibu nya sudah bercerai ketika Rangga baru saja masuk sekolah TK. entah apa yang membuat rumah tangga ayah dan ibu nya Rangga bisa hancur seperti itu. hal tersebut belum ternyata ada kaitan nya dengan Rangga, ayah Rangga adalah orang yang sama bejat nya dengan Rangga dan watak serta sikap nya ayah nya pun menurun kepada Rangga.


Mungkin ibu nya Rangga sudah tak kuat terhadap suami nya yang selalu pulang malam dalam keadaan mabuk dan terkadang pulang dengan membawa wanita muda. keseringan hal tersebut membuat ibu nya Rangga menceraikan suami nya dan kedua anak nya ia yang mengurusi nya. tetapi perceraian bukanlah hal yang indah dimata kedua anak itu, mereka yang masih kecil itu dipaksa untuk berjualan dan berdagang membantu ibu nya dipasar. tiba disuatu ketika, mereka tidur dikontrakan yang hanya ada ruangan untuk tidur, kamar mandi serta dapur.


Kala malam setelah mereka selesai menonton televisi, mereka pun tertidur disatu ruangan. ibu nya Rangga yang hanya memakai pakaian daster tanpa dalaman itu sudah membuat Rangga menghayal jorok tentang ibu nya. kakak nya Rangga tak seperti Rangga, kakak nya cenderung sopan dan selalu berpikir positif terhadap sesuatu yang menurut nya akan merangsang kelakian nya. tetapi beda dengan Rangga, ia selalu berpikiran negatif untuk mencoba mencicipi tubuh ibu kandung nya sendiri. dimalam itu, Rangga tidur ditengah-tengah dan dikanan nya ada kakak nya. disamping kiri nya ada ibu nya yang tidur membelakangi nya dan Rangga berencana malam itu akan mencoba mengajak ibu nya berhubungan badan.


Barang kelakian Rangga sudah tegang sejak ia memandangi pantat ibu nya yang semok itu. tangan kecil nya lalu mencoba menyingkapkan bawahan daster ibu nya ke atas dengan sangat pelan-pelan sekali. mungkin saat itu ibu nya tidur sudah sangat kelelahan karena seharian berjualan sayuran dipasar dan ia tak merasakan bawahan daster nya disingkapkan sampai ke batas perut nya. Rangga membelalakan mata nya melihat pantat ibu nya yang putih mulus dan ia segera melihat barang kewanitaan ibu nya yang berbulu jarang itu.


Pikiran takut akan dosa dan ketahuan oleh ibu nya dan kakak nya sudah ia hiraukan sejak ia berniat akan melakukan tersebut. Anak Durhaka itu pun terus menyingkapkan daster ibu nya sampai ke batas leher dan ia segera meremas dua buah dada ibu nya yang sudah menggantung itu. disana ia mulai memainkan ujung buah dada ibu nya dan membuat naluri gairah nya semakin bergejolak. tuntutan batin nya mencoba untuk memasukan barang kelakian nya ke dalam barang kewanitaan ibu nya. posisi ibu nya yang tidur memistol itu menjadi leluasa bagi Rangga untuk memasukan barang kelakian nya melalui arah belakang.


Ia segera terperanjat bangun, tetapi segera dipeluk Rangga dan tangan kecil nya membekap mulut ibu nya. ibu nya melototi rangga, seakan ia mau marah dan membentak anak durhaka nya itu. tetapi saat itu Rangga langsung membisikan kata-kata kepada ibu nya.

__ADS_1


"maafkan aku ibu, aku lakukan ini demi ibu. aku tahu ibu kesepian semenjak ibu bercerai dengan ayah, Rangga pun kasihan terhadap ibu yang seringkali memakai mentimun untuk membuat napsu gairah ibu tersalurkan. maka dari itu ibu jangan marah kepada ku, aku melakukan ini juga demi kesenangan batin ibu." ujar Rangga kecil dan ibu nya seketika itu juga berpikir bahwa anak nya melakukan itu memang benar kasihan terhadap nya.


Lalu Ibu nya Rangga segera memegang lengan kecil Rangga yang membekap mulut nya untuk dibuka, awal nya Rangga tak mau membuka nya karena ia takut ibu nya berteriak dan membangunkan kakak nya. tetapi ibu nya menggelengkan kepala tanda tak akan melakukan hal tersebut, maka Rangga pun segera membuka bekapan tangan nya. ibu nya Rangga yang sudah terbakar gairah nta itu pun berkata,


"kamu tahu darimana ibu sering memakai mentimun?" tanya ibu nya pelan.


"aku sering mengintip ibu ketika akan mandi, jadi tahu." ujar Rangga berterus terang dan menurut nya sudah lebih baik ia tak menutupi hal memalukan itu.


Ibu nya Rangga merenung sejenak dan kemudian berkata,


"kamu yakin mau membuat ibu tak kesepian lagi?" Rangga mengangguk dan kemudian ibu nya berkata,

__ADS_1


"lakukanlah apa yang kamu mau dari tubuh ibu, ibu tak akan marah kepada mu nak."


"benar bu tak apa?" tanya Rangga dan ibu nya mengangguk mengiyakan.


__ADS_2