DEMI CINTA

DEMI CINTA
WANITA CANTIK


__ADS_3

KARINA Kini segera kembali lagi ke tempat tidur nya dan agak lama Karina terbaring sembari menonton televisi, terdengar suara pintu kamar diketuk dan saat itu juga pintu terbuka. kemudian pembantu rumah itu masuk bersama Paman Wahyu, bibi Mega, dan anak nya yaitu Wulan. ternyata mereka sudah sampai dirumah nya Rehan lebih cepat dari yang Karina kira dan saat mereka datang mereka segera diantar masuk oleh ibu Umyati.


"kak Karin...!?" teriak Wulan dan ia segera berlari ke arah Karina yang kaget juga dan ia langsung memeluk Wulan. kedua nya menitikan air mata karena kedua nya sudah merasakan rindu yang tak terbendung lagi.


Ayah dan ibu nya Wulan pun sudah datang menghampiri mereka dan pembantu rumah itu sudah keluar lagi.


"apa kabar mu Wulan?" ujar Karina dan Wulan pun menjawab nya.


"Wulan baik kak Karin, kak Karin bagaimana?"


"kak Karin juga sudah membaik kok Wulan."


"tapi dede bayi nya sudah tak ada ya kak, Wulan sedih ketika mendengar tentang kak Karin dari ayah." ujar nya sedikit sedih dan Karina mengelus-elus rambut Wulan dan berkata,


"sabar ya sayang, nanti juga kak Karin punya bayi lagi jika nanti sudah menikah dengan kak Rehan." pada saat itu ibu nya Wulan berkata,


"nak Rehan nya kemana sekarang Karina?"


"Rehan sedang pergi ke kantor nya dulu, kata nya ada pekerjaan yang harus ia selesaikan."


"oh begitu, lalu apakah kamu sudah iklas akan kehilangan calon anak mu itu???" tanya bibi Mega dan Karina mengangguk seraya berkata,


"aku sudah iklas akan kejadian yang tak disangka-sangka ini bibi, mau bagaimana pun Karina harus tetap sabar dan bersyukur. mungkin ini adalah kehendak tuhan agar Karina menyesali perbuatan hina Karina dan Rangga dulu." Bibi Mega pun tersenyum kepada Karina dan kemudian paman nya berkata,


"kamu sudah makan belum? paman bawakan buah-buahan untuk mu."


"sudah makan kok tadi paman, terima kasih paman." ujar Karina dan ia menerima buah-buahan yang ada didalam keranjang dan dilapisi plastik wraped.


Lalu mereka berbincang lagi setelah Karina memakan buah jeruk.


"lalu apa ibu mu tak kaget atau khawatir akan keadaan mu saat ini?" tanya bibi Mega lagi dan Karina menjawab nya.

__ADS_1


"awal nya ibu memang begitu, tetapi lama-kelamaan ibu biasa saja kok bi. soal nya tiap Karina sekarang sudah punya ponsel pemberian Rehan, jadi sewaktu-waktu Karina bisa menghubungi ibu kapan pun." lalu Wulan pun menyahut,


"wah kalau begitu, Wulan pun akan menghubungi kak Karina kalau Wulan sedang Rindu."


"boleh sayang, tapi utamakan tugas sekolah mu dulu ya."


"iya kak Karin." ujar Wulan tersenyum patuh.


Bibi dan Paman nya Karina pun merasa senang melihat anak nya sudah tak murung lagi, mungkin sudah hampir satu jam paman Wahyu dan keluarga nya dirumah itu menemani Karina dengan mengobrol membahas apa saja, tiba saat nya mereka untuk pamit pulang.


"baiklah kalau begitu, kami pulang dulu ya nak. jaga kesehatan mu baik-baik." ujar paman Wahyu dan Karina mengangguk patuh.


"nanti kak Karina kalau sudah sembuh main ke rumah ya." ujar Wulan dan Karina pun mencubit pipi Wulan dengan gemas sembari berkata,


"iya sayang, doakan kak Karin biar cepat sembuh ya." Wulan mengangguk mengiyakan.


"kami pamit ya Karina." ujar bibi Mega dan kini mereka bersalaman perpisahan dan sekarang paman Wahyu dan keluarga nya sudah pulang kembali ke rumah nya.


Rehan tak sengaja melihat wanita itu dan wanita tersebut segera menunduk malu membuang muka nya. Rehan pun mengerutkan dahi nya dan membatin,


"cantik sekali wanita itu? apakah dia karyawan dikantorku? ah seperti nya wanita itu karyawan di kantor sebelah, terlihat dari pakaian kantor nya yang sama." ujar batin Rehan dan saat itu wanita itu menatap Rehan yang saat itu masih menatap nya.


Wanita itu jadi malu sendiri dan segera lanjut makan nya, Rehan pun saat itu mulai merasakan ketertarikan nya terhadap kecantikan wanita itu.


"sayang sekali jika aku tak menanyakan siapa wanita itu dan dimana ia bekerja. haduh! mengapa aku bisa punya pemikiran seperti itu!? lalu bagaimana hubungan ku dengan Karina nanti? bisa mati aku diamuk Karina nanti nya." ujar Rehan segera sadar dan ia sudah tak memandang wanita cantik itu lagi.


Pada saat itu pesanan Rehan sudah tiba dan ia segera memakan makanan tersebut. sejak Rehan makan, wanita itu terus saja memandangi nya dengan kagum dan ia pun membatin.


"sudah lama aku mengincar lelaki tampan itu dan baru sekarang aku bisa melihat nya lagi. seperti nya sekarang adalah waktu yang tepat untuk mendekati nya dan meminta nomor ponsel nya." ujar batin wanita itu dan ia berniat akan mendekati Rehan yang sedang asyik makan itu. ia segera buru-buru menyelesaikan makan nya dan kemudian membayar pesanan nya.


Rehan pura-pura tak mengetahui bahwa Wanita Cantik itu kini datang mendekati nya.

__ADS_1


"permisi mas, apa saya boleh duduk disini?" ujar wanita itu dan Rehan segera memandang wajah cantik wanita itu.


"silahkan mbak." ujar Rehan dan wanita cantik itu kini duduk di kursi depan Rehan dan mengucapkan kata terima kasih sembari memamerkan senyum cantik nya.


"gila! dilihat dari dekat sangat cantik sekali ternyata wanita ini!" ujar batin Rehan dan kemudian wanita cantik itu berkata,


"maaf sebelum nya jika kedatangan saya mengganggu mas yang sedang makan ini."


"tak apa kok mbak, santai saja." ujar Rehan tersenyum dan wanita cantik itu lalu berkata,


"baiklah, kalau begitu perkenalkan nama saya adalah Dewi." lalu Rehan pun menerima jabatan tangan itu,


"salam kenal juga, nama saya Rehan." mereka pun bersalaman dan Rehan merasakan indah nya sentuhan tangan lembut wanita cantik itu.


"eh maaf mbak." ujar Rehan segera menarik lengan nya dan wanita cantik itu hanya tersenyum malu.


Lalu mereka pun lanjut mengobrol lagi,


"kalau boleh saya tahu, mas Rehan ini bos nya dikantor property itu bukan?" ujar Dewi sembari menunjuk ke arah kantor nya Rehan yang lebih besar dari kantor-kantor lain nya yang ada didekat nya.


"kok mbak Dewi bisa tahu?" ujar Rehan penasaran.


"hehehe, saya tahu hal itu karena saya punya teman yang bekerja di tempat mas Rehan."


"siapa teman mbak Dewi ini???"


"Lucy nama nya, pasti mas Rehan tahu."


"oh Lucy..., dia memang karyawan saya." ujar Rehan dan membuat Dewi semakin tersenyum terpikat akan ketampanan dan kesopanan Rehan kepada nya.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2