
DI DALAM Ruangan tempat Karina dan Nikita dirawat itu hanya ada mereka berdua saja yang sedang dirawat. karena di dalam ruangan itu hanya disediakan dua tempat tidur saja bagi orang yang sakit. keadaan Karina dan Nikita sedang terbaring lemah dengan oksigen yang melekat dimulut nya. mereka masih dalam keadaan pingsan dan tempat mereka terbaring ternyata bersebelahan.
Rehan dan ibu nya segera mendekati Karina dan ayah serta ibu nya Nikita segera mendekati anak nya. ayah dan ibu nya Nikita saat itu sudah menitikan air mata nya karena sedih melihat anak semata wayang nya terbaring lemah. Rehan dan ibu Susi pun menitikan air mata ketika melihat perut Karina sudah kempes dan wajah nya pun terlihat memucat.
Kedua wanita itu masih dalam keadaan tak sadarkan diri, karena sebelum nya mereka langsung dibius karena proses operasi pengangkatan janin yang keguguran. pada saat itu, terdengar ayah nya Nikita berkata.
"mungkin dengan kejadian ini, Nikita akan bisa menerima kehilangan janin nya."
"semoga saja ayah, semoga anak kita lebih tabah ke depan nya dan bisa memilih lelaki yang lebih baik dari Rangga." ujar ibu nya Nikita.
Rehan dan ibu nya sejak tadi hanya diam ketika mendengar obrolan sepasang suami istri itu. lalu terdengar ayah nya Nikita bertanya,
"kalau boleh om tahu, siapa wanita yang terbaring itu Rehan???"
"wanita ini calon istri saya om."
"calon istri!?" sentak ayah dan ibu nya Nikita kaget.
Ibu Susi yang melihat gelagat tak menyenangkan dari kedua orang tua Nikita pun segera berkata.
"tak perlu kaget seperti itu, pak Satya dan ibu Asri. wanita ini sebenar nya adalah korban nya Rangga juga."
"maksud ibu!?" tanya ibu nya Nikita. lalu ibu Susi pun menjelaskan siapa itu Karina dan kedatangan nya ke kota ini. Rehan pun menambahkan ketika ia mengantar Karina ke tempat kerja nya Rangga dan menceritakan juga Nikita yang berselingkuh dengan Rangga. padahal status Rehan dan Nikita saat itu sudah bertunangan dan dalam posisi masih berpacaran.
Ayah dan ibu nya Nikita saat itu juga tertunduk malu mendengar cerita ibu Susi dan Rehan. ternyata yang bersalah adalah anak mereka sendiri,
__ADS_1
"maafkan kami ya Rehan, kami terbawa emosi atas kejadian yang tak masuk akal menimpa anak kami."
"tak apa-apa om. yang jelas saya dan ibu saya sudah menjelaskan Kronologi Awal Perkelahian Nikita dan Karina." ujar Rehan.
Kedua orang tua Nikita hanya mengangguk paham dan kemudian ibu Susi berkata.
"Rangga harus segera ditemukan dan di adili. perbuatan nya itu sudah banyak memakan korban dan selain Nikita dan Karina, ada tiga gadis desa yang melapor ke kantor polisi tentang Rangga yang sudah menghamili mereka." kedua orang tua Nikita tersentak kaget mendengar nya.
"mengapa bisa begitu bu Susi!?" tanya ayah nya Nikita dan Rehan pun menjelaskan bahwa Rangga lelaki yang jago merayu wanita dan siapa pun wanita bakal terpana terhadap ketampanan nya.
Hal tersebut pun dibenarkan olah ibu Susi yang mana ia tahu dari pengakuan para korban pelecehan seksual tersebut. kedua orang tua Nikita semakin geram akan Rangga yang sudah tak bisa dimaafkan lagi kesalahan nya. ibu Susi sudah berkata bahwa tim nya sedang melacak keberadaan Rangga melalui GPS nomor ponsel Rangga. karena keberadaan Rangga susah ditemui dan tak ada jejak lagi untuk mencari nya kemana.
Agak lama mereka mengobrol didalam ruangan itu, Nikita pada saat itu mulai tersadar dari pingsan nya.
"ayah..., ibu...," ucap nya pelan dan ayah serta ibu nya Nikita langsung mendekati anak nya yang terbaring lemah.
"kamu bikin ayah dan ibu mu khawatir saja nak." ujar ayah nya Nikita dan Nikita berkata,
"maafkan Nikita, ayah, ibu." ujar nya sembari menitikan air mata nya.
Nikita segera menengok ke arah sebelah nya yang dimana disana ada ranjang tempat Karina terbaring dengan ditemani Rehan dan ibu nya yang menatap ke arah nya Nikita.
"Re..Rehan? apakah kau yang membawaku kemari?" Rehan hanya mengangguk saja dan kemudian Nikita menatap Karina yang masih terbaring pingsan.
"maafkan aku sudah merepotkan mu, meskipun aku telah menyakitimu, tetapi kau tetap peduli terhadap keselamatan ku. terima kasih Rehan." ujar Nikita lagi kepada Rehan dan Rehan pun menjawab nya.
__ADS_1
"sebagai seorang manusia, aku memiliki kewajiban untuk menolong sesama. walaupun orang itu membenci ku atau aku yang membenci nya sekalipun. aku telah belajar banyak hal semenjak aku bertemu dengan Karina dan hal tersebut aku lakukan untuk menolong mu." ucapan penuh kebijakan dari Rehan itu membuat ibu nya terharu.
Kedua orang tau Nikita pun merasakan keharuan ketika Rehan berkata bijak begitu. hanya Nikita saja yang memasang raut wajah tersenyum sembari berkata,
"mungkin Karina adalah wanita yang cocok untuk mu Rehan. aku sudah menyia-nyiakan cinta mu hanya demi ketenaran saja dengan Rangga. ternyata, aku telah berada dijalan yang salah dan tak mungkin lagi aku bisa kembali ke jalan yang sama bersama mu." ucapan Nikita tersebut segera dijawab oleh Rehan.
"sudah tak perlu menyalahkan diri sendiri ataupun menghakimi nya, yang lalu biarlah berlalu dan jadikan pelajaran bagi mu dimasa mendatang nanti. aku sudah memaafkan kesalahan mu itu dan beranggapan permasalahan kita ini sudah selesai. didunia ini, lelaki tak hanya diri ku saja. masih banyak lelaki lain diluaran sana yang menyukai mu selain diriku ini."
"baiklah, terima kasih saran nya Rehan. aku akan selalu mengingat saran motivasi mu ini." Rehan hanya mengangguk saja dan kemudian Nikita mencoba bangun dari terbaring nya dan segera dibantu oleh kedua orang tua nya.
Setelah Nikita duduk, ia lalu berkata kepada Rehan.
"bolehkah aku meminta satu hal kepada mu Rehan?"
"apa itu???" tanya Nikita dan Nikita pun menatap ke arah kedua orang tua nya dan kemudian ke arah ibu Susi. Rehan masih menunggu Nikita menjawab pertanyaan nya tadi,
"bolehkah aku memeluk mu untuk yang terakhir kali nya? aku ingin perpisahan kita ini berakhir dengan baik-baik saja dan supaya aku bisa secepat nya menerima lelaki lain dihati ku dan hidup ku." ucapan Nikita tadi membuat Rehan bingung.
Ia bingung karena dirinya takut Karina tak membolehkan nya, walaupun posisi Karina saat itu sedang pingsan. ibu Susi hanya angkat bahu saja ketika Rehan menatap ibu nya untuk mencoba meminta saran nya. pada saat yang bertepatan, terdengar suara perempuan dibelakang Rehan.
"turuti saja apa kemauan nya. aku memperbolehkan dirimu dipeluk oleh nya." semua mata memandang ke arah Karina yang saat itu ternyata sudah sadar.
Posisi kepala Karina seakan membuang muka ke arah samping nya dan Rehan segera duduk disamping Karina dan memeluk nya.
"maafkan aku sayang, aku tak bermaksud untuk menuruti kemauan nya."
__ADS_1
"tak perlu meminta maaf sayang. aku tak marah akan permintaan nya itu, tetapi aku akan marah jika mau menolak nya." semua orang terheran-heran terhadap ucapan Karina dan Rehan pun ikut terheran-heran juga.