DEMI CINTA

DEMI CINTA
MENYEBARKAN SURAT UNDANGAN PERNIKAHAN


__ADS_3

SIANG Hari itu kini sudah berganti dengan waktu sore hari dan pembuatan tenda pernikahan dengan segala atribut nya sudah hampir terpasang semua. pada saat itu para tukang dan mandor yang membangun tenda pernikahan itu sedang mengobrol dengan ibu nya Karina. sedangkan Karina sedang membereskan piring bekas kue yang sebelum nya sudah dihidangkan untuk para tukang yang bekerja itu.


"kira-kira berapa lama ya pak tenda dan semua atribut pernikahan ini???"


"hmm perkiraan saya besok pun selesai bu. kalau tenda sudah selesai sebenar nya, hanya tinggal hiasan panggung pengantin dan semua alat prasmanan dan kursi undangan saja yang belum kami pasang."


"oh begitu pak.." ujar ibu nya Karina manggut-manggut dan mandor itu bertanya.


"memang nya orang yang memesan ini semua kemana bu? sejak kemarin saya tak melihat nya?"


"oh orang yang memesan semua ini adalah ibu nya anak lelaki yang tadi pagi keluar bawa mobil putih pak."


"oh jadi ibu anak lelaki yang tadi pergi bawa mobil itu rupa nya." ujar mandor itu manggut-manggut, lalu ibu nya Karina berkata.


"paling besok mereka datang kemari karena akan nikah nya akan dilakukan hari sabtu pagi."


"kalau begitu, saya harus segera menyelesaikan pekerjaan anak buah saya agar selesai sebelum waktu nya. permisi bu."


"baik pak." ujar ibu nya Karina mempersilahkan mandor itu untuk mengecek pekerjaan anak buah nya lagi.


Pada saat itu Karina datang menghampiri ibu nya dan berkata,


"ibu sudah sore, apa ibu tak ingin mandi dulu???"


"kamu mandi dulu saja sayang, nanti gantian ibu yang mandi."

__ADS_1


"baiklah ibu." ujar Karina dan kini ia masuk ke dalam rumah untuk mandi sore dan ibu nya Karina lanjut melihat lagi pekerjaan tukang tenda pernikahan itu. sore itu juga Rehan belum pulang ke rumah nya dan ia baru saja menerima surat undangan yang dibuat Doni waktu siang tadi.


"terima kasih Don, kau memang asisten ku yang sangat aku andalkan."


"sama-sama bos Doni, aku selalu mencoba melakukan apa yang aku bisa." Rehan tersenyum bangga terhadap teman masa kuliah nya itu, kemudian Rehan berkata.


"menurut mu apakah sudah waktu nya diri kita ini menjadi seorang ayah, Don???" Doni menatap Rehan dengan aneh, kemudian menjawab nya.


"menurutku memang kita ini sudah waktu nya menjadi seorang ayah bos. tetapi semua nya tergantung masing-masing orang yang menjalani nya."


"hehehe, ucapan mu memang selalu bijak Don." ujar Rehan lagi, kemudian Rehan berkata.


"nanti kau hadir ya di acara pernikahan ku dan ajak juga Dewi agar ia bisa tahu dan mengenal calon istri ku itu seperti apa."


"yasudah kalau begitu ayo kita beres-beres pekerjaan. besok kita libur dan esok nya adalah hari bersejarah dalam hidup ku sebagai seorang pengantin."


"hehehe, siap bos. aku doakan semoga acara pernikahan bos nanti lancar dan aman sentosa sampai acara pernikahan berakhir."


"amiiin." ujar Rehan dan obrolan mereka pun berakhir karena sore itu mereka sudah jam pulang kerja.


Rehan membawa surat undangan untuk ia sebarkan kepada rekan bisnis nya dan sekalian ia ingin mengantarkan surat undangan kepada Nikita dan keluarga nya. ia akan Menyebarkan Surat Undangan Pernikahan nya itu nanti setelah semua karyawan kantor nya itu pulang. setelah itu Rehan segera melajukan mobil nya menuju kantor pos untuk mengirimkan surat undangan kepada rekan bisnis nya itu melalui kantor pos, karena menurut nya sangat tak mungkin ia menyebarkan nya dengan mendatangi tempat tinggal para rekan bisnis nya yang berada di kota itu dalam waktu singkat. sedangkan undangan untuk Nikita dan keluarga nya, ia akan berikan sendiri dengan mendatangi rumah nya. sehabis Rehan dari kantor pos, ia segera pergi menuju rumah Nikita dan pada saat itu kebetulan Nikita dan Piko sedang ada dirumah Nikita bersama keluarga nya Piko.


Suara mobil Rehan terdengar oleh dua keluarga yang sedang mengobrol memperat tali silaturahmi di dalam ruangan tamu rumah nya Nikita.


"suara mobil siapa itu?" tanya Piko dan ibu nya Nikita berkata.

__ADS_1


"coba tante lihat ke depan." lalu ibu nya Nikita bergegas pergi ke depan dan melihat dibalik tirai jendela. ibu nya Nikita melihat Rehan turun dari mobil dengan pakaian masih memajai jas kantoran, semakin membuat penampilan Rehan yang tampan itu semakin terlihat mapan.


"untuk apa Rehan datang kemari? mengapa pak satpam membolehkan nya masuk?" tanya ibu nya Nikita heran dan kemudian Rehan naik ke teras rumah itu untuk menekan bel rumah. tetapi hal itu tak jadi ia lakukan karena pintu rumah itu langsung dibuka oleh ibu nya Nikita.


"nak Rehan? ada apa sore-sore datang kemari???" tanya ibu nya Nikita.


"begini bu..., maaf kalau sebelum nya kedatangan saya menganggu waktu ibu. saya hanya ingin memberikan surat undangan pernikahan saya dan calon istri saya." ibu nya Nikita tersentak kaget dan berkata,


"ka...kamu mau menikah!? kapan nak Rehan!?" ucapan agak keras ibu nya Nikita itu membuat orang yang ada didalam ruangan tamu pun mendengar nya.


Nikita yang merasa heran itu segera bangun dari duduk nya menuju luar rumah dan ayah nya Nikita masih ditempat karena ia harus menemani keluarga nya Piko bersama Piko sendiri. Rehan kemudian memberikan surat undangan pernikahan itu seraya berkata,


"acara pernikahan saya nanti sabtu pagi sampai minggu malam bu, mohon ibu dan..." ucapan Rehan terhenti karena Nikita sudah ada didekat ibu nya.


"Rehan!? sedang apa kamu disini???" tanya Nikita dan Rehan menjawab nya.


"aku datang kemari hanya ingin memberikan surat undangan pernikahan ku saja kepada mu dan keluarga mu. setelah ini aku pamit lagi, aku mohon kehadiran mu dan keluarga mu untuk hadir dihari pernikahan ku nanti. aku pamit lagi ya karena aku masih banyak urusan. mari ibu, Nikita." ujar Rehan pamit dan ibu nya Nikita pun mempersilahkan Rehan yang pamit itu.


Tetapi Nikita segera berseru,


"tunggu Rehan...!" lalu Rehan menghentikan langkah nya dan berbalik badan ke arah Nikita dan ibu nya. kemudian Nikita berkata,


"terima kasih kamu sudah mau mengundangku ke acara pernikahan mu, Rehan. padahal aku sempat berpikir bahwa kamu mungkin sudah tak mau mengenaliku lagi setelah terakhir kita bertemu ketika kasus nya Rangga itu dikantor polisi." Rehan tersenyum mendengar ucapan Nikita sembari berkata.


"aku di didik oleh ibu ku seorang diri untuk tidak boleh membenci seseorang yang punya kesalahan kepada ku walaupun kesalahan nya itu telah membuat ku sakit hati. aku pun diajarkan oleh Karina untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain, walaupun sebenar nya hati ini seringkali berat untuk melakukan nya. semua kesalahan yang sudah kau perbuat kepada ku, aku sudah memaafkan nya dan melupakan semua itu. kejadian yang telah berlalu itu biarlah berlalu seiring berjalan nya waktu dan sekarang sampai seterus nya jangan pernah lagi kau memikirkan kejadian yang telah usang itu Nikita." ucap Rehan berkata bijak dan membuat Nikita tertunduk merasakan kepedihan hati nya ketika Rehan berkata seperti itu kepada nya. kini Rehan sudah pulang dan berlalu dari hadapan Nikita dan ibu nya, kini anak dan ibu itu masuk lagi untuk melanjutkan obrolan antar dua keluarga yang seperti nya sedang membahas acara pernikahan anak mereka berdua, yakin Nikita dan Piko.

__ADS_1


__ADS_2