
PARA Polisi detektive yang bertugas mencari keberadaan saudara kandung nya Rangga pun berhasil dilakukan melalui media komputer. mereka menemukan identitas baru dari kakak nya Rangga yang bernama Randi itu. jam dini hari sekitar jam tiga malam bukan waktu yang tepat untuk para detektive itu pergi menuju kediaman kakak nya Rangga. maka dari itu mereka tangguhkan dulu untuk istirahat dan nanti setelah ibu Susi datang ke kantor nya pada pagi hari nya, mereka akan datang untuk memberikan laporan tersebut sekalian meminta izin untuk mencari kakak nya Rangga.
Kakak nya Rangga yang bernama Randi itu tinggal disebuah perkampungan dan ia ternyata sudah menikah dan memiliki keluarga. semenjak kepergian nya ketika peristiwa ia memergoki ibu kandung nya dan adik nya melakukan Hubungan Terlarang, Randi tak tahu bahwa ibu kandung nya sudah meninggal dunia akibat sakit karena memikirkan nya dan sakit rahim nya yang membusuk. tapi ia tahu akan kabar adik nya yang sudah menjadi artis terkenal, bahkan istri nya pun sempat mengidolakan Rangga. Randi yang berpura-pura tak kenal dengan adik nya yang seringkali nongol di televisi itu hanya bisa mendoakan nya agar Rangga diampuni dosa dari kelakuan bejat nya dulu bersama ibu nya. Randi saat itu sempat berpikir tentang keadaan ibu nya saat itu, karena ia sama sekali tak menemukan keberadaan ibu nya disamping adik nya itu.
Ketika peristiwa berita viral yang menyorot Rangga menjadi tersangka pelecehan seksual terhadap Karina pun, Randi tahu berita tersebut. ia tak bertindak apa-apa selain berdoa kepada tuhan agar adik nya itu diberi hidayah atas kelakuan nya itu. bagi Randi, Rangga sudah tak dianggap adik nya lagi semenjak peristiwa yang membuat hati nya sakit itu. maka dari itu Randi hanya acuh tak acuh akan keadaan Rangga yang saat itu sedang menjadi buronan polisi.
Waktu terus cepat berlalu dan pagi hari kini terasa dingin menelusuk hingga ke tulang. Karina yang tidur dipeluk oleh Rehan itu merasa kedinginan dan ia lalu membuka mata nya. tenyata hawa dingin itu berasal dari hujan yang turun dipagi hari itu. pagi itu memang hujan sangat deras sekali dan tak disangka-sangka akan turub hujan sebelum nya. Rehan pun terbangun ketika Karina membuka pelukan nya sembari berkata,
"sayang, aku mau pipis dulu." lalu Karina pergi ke kamar mandi.
"iya sayang." ujar Rehan dan ia segera menatap ke arah jendela kamar Karina.
"pantas hawa nya dingin sekali, ternyata diluar sedang hujan deras." lalu Rehan pun segera menutup badan nya dengan selimut karena ia merasa sangat kedinginan.
Disamping itu, Ibu Susi sudah bangun terlebih dahulu dan ia sudah selesai mandi. setelah ia sarapan pagi, ia akan langsung pergi ke kantor nya walaupun cuaca nya sedang hujan deras. tapi tugas pekerjaan nya sebagai kepala kepolisian harus ia laksanakan dalam kondisi apapun. pagi itu, ibu Susi memang sudah mendapat SMS dari anak buah nya tentang lokasi keberadaan kakak nya Rangga. ibu Susi lalu menghubungi anak buah nya itu sembari ia sarapan pagi,
"halo pak Restu?"
"iya halo ibu." jawab pak Restu kepala detektive kepolisian.
__ADS_1
"apa benar lokasi tempat tinggal nya kakak nya Rangga sudah ditemukan???"
"sudah ibu, kami akan memberikan laporan nya pagi ini."
"baiklah kalau begitu, nanti sekitaran jam delapan saya berangkat ke kantor karena disini sedang hujan deras."
"baik ibu, disini juga sedang hujan deras juga."
"yasudah kalau begitu pak Restu jangan dulu pergi ke kantor, nanti saya hubungi lagi jika sudah ada dikantor."
"baik ibu." ujar pak Restu dan panggilan telepon pun berakhir.
Karina yang tak sengaja mendengar obrolan tersebut melintas di lorong dekat ruangan meja makan. ibu Susi melihat Karina dan memanggil nya,
"iya mama? ada apa?"
"kamu habis dari mana sayang?"
"aku habis dari toilet mama." ujar Karina lalu Ibu Susi bertanya lagi.
__ADS_1
"Rehan sedang apa? apa dia sudah bangun?"
"tadi seperti nya sudah mama."
"oh yasudah kalau begitu, apa kamu mau ikut sarapan sama mama sayang???"
"nanti saja mama, Karina belum lapar."
"yasudah kalau begitu."
"iya mama, Karina pamit ke kamar lagi ya mama."
"iya sayang." ujar ibu Susi dan Karina pun pergi kembali ke kamar nya.
Ibu Susi yang menatap kepergian Karina pun membatin.
"jika nanti Rangga berhasil ditangkap, apakah Karina harus menjadi saksi korban atas kelakuan Rangga itu? hmm seperti nya Nikita pun bisa saja menjadi saksi yang kuat untuk memenjarakan Rangga." setelah membatin begitu ibu Susi lanjut sarapan lagi. disebuah hotel penginapan dekat pantai, seorang wanita bule terlihat sedang mengamuk kepada penjaga penginapan pantai tersebut.
Wanita bule itu bertanya soal lelaki yang bernama Rangga itu kemana pergi nya, karena ia mengaku bahwa diri nya sudah dijanjikan akan dinikahi oleh Rangga jika wanita bule itu telah memberikan tubuh nya kepada Rangga. penjaga hotel itu tetap tak mau bertanggung jawab karena menurut nya itu bukan urusan mereka. akhir nya wanita bule itu dipaksa untuk pergi oleh securiti hotel tersebut. wanita bule itu tak menyerah sampai disitu saja, ia mendatangi kantor polisi dan menceritakan apa yang Rangga lakukan pada nya. ia mengaku telah dilecehkan oleh Rangga dengan segelas jus yang sudah diberi obat tidur. wanita bule itu tahu karena ia menemukan bekas obat tidur dikamar hotel tempat nya digagahi oleh Rangga.
__ADS_1
Laporan wanita bula itu diterima dan langsung ditindak lanjuti dengan mendatangi hotel tempat wanita bule itu digagahi oleh Rangga. kedatangan para polisi ke dalam hotel itu membuat semua pengunjung panik, begitu juga dengan pemilik hotel yang telah mengusir wanita itu. pemilik hotel pinggir pantai itu segera diminta untuk memutar CCTV ketika Rangga dan wanita bule itu masuk ke dalam hotel tersebut. setelah wajah Rangga dilihat jelas, para polisi segera memindahkan rekaman itu ke komputer. dari rekaman itulah wajah Rangga akan diambil untuk dicetak dan kemudian disebarkan dengan cara menempelkan nya disetiap sudut kota.
Kertas cetakan wajah Rangga tertulis 'Wanted!' dan siapa saja orang yang menemukan lelaki itu, diharap segera melapor ke kantor polisi dan orang tersebut akan diberi imbalan senilai seribu dollar. wanita bula itu sudah pulang ke rumah nya, karena ia orang berada dan berniat akan menjebloskan Rangga ke dalam penjara. ia sudah sakit hati atas perlakuan Rangga kepada nya itu, karena pengorbanan nya itu disia-siakan oleh Rangga. padahal jika Rangga bertanggung jawab atas kelakuan nya itu. ia akan hidup senang bersama wanita bule itu, tetapi dasar nya Rangga adalah orang yang bejat dan hanya memikirkan kesenangan nya saja. ia tak perduli akan bahaya yang menyertai nya itu, karena ia berpikir hidup dinegeri orang lain hukum itu bisa di beli. padahal, hukum di negeri orang lebih sadis tak seperti hukum dinegeri sendiri.