
LUCY Segera memeluk Dewi dan menenangkan tangisan Dewi agar tak mengganggu penghuni kost an lain nya. agak lama Dewi menangis dipelukan nya Lucy, akhirnya Dewi pun meredakan tangis nya.
"dengarkan aku baik-baik Dewi, pak Doni itu lelaki yang tak kalah jauh beda ketampanan nya dengan bos Rehan. pak Doni itu orang yang baik dan humoris juga. pak Doni itu masih bujangan dan seperti nya masih belum memiliki pasangan, jadi menurutku kau cocok berpacaran saja dengan pak Doni."
"aku ragu dan tak yakin akan penampilan ku ini."
"mengapa kau jadi minder begitu??? biasa nya kau selalu tampil pede dan berkharisma Dewi???"
"entahlah, mengapa aku jadi seperti ini. lebih baik aku hidup menjomblo saja seumur hidup ku."
"hust! kau ini seperti orang yang sudah bosan hidup! jangan begitu Dewi! aku akan membantu mu mati-matian demi kebahagian mu Dewi."
"benarkah? lalu aku harus bagaimana Lucy? apakah aku harus berterus terang kepada nya bahwa wajahku tak secantik yang ia kira???"
"kalau soal itu nanti saja kau berterus terang kepada pak Doni langsung. untuk saat ini kau siapkan mental dan tekad mu untuk mencoba menerima pak Doni dihidup mu dan melupakan bos Rehan. bagaimana? apa kau sudah siap?"
"aku akan mencoba nya." jawab Dewi.
"baiklah kalau begitu, besok aku akan sampaikan kepada pak Doni bahwa kau menerima cinta nya pak Doni." Dewi tersentak kaget dan berkata,
"mengapa secepat itu!? aku mengenal nya saja belum, bagimana cara nya aku menerima cinta nya!? jangan mengada-ada Lucy! aku ingin menjalani nya dulu beberapa hari dengan nya, jika aku rasa mas Doni itu cocok dengan keinginan ku. aku akan langsung berterus terang kepada nya agar aku tahu, apakah dia tulus mencintai ku dengan wajah buruk ku ini???"
"kalau soal itu terserah pada mu saja, aku hanya menjadi perantara mu saja dengan mas Doni."
"baiklah kalau begitu, aku akan berusaha melupakan mas Rehan. tapi, apa mas Doni mau membiayai operasi kulit wajah ku ini?" tanya Dewi lagi.
"sudah jangan kau pikirkan itu dulu, gaji mas Doni pasti besar dan dua kali lipat dari gaji ku sebagai karyawan biasa. nanti jika kau sudah berpacaran, coba kau katakan keinginan mu itu kepada nya. syukur-syukur mas Doni rela berkorban untuk mewujudkan keinginan mu itu."
__ADS_1
"baiklah kalau begitu, aku akan ikuti apa Saran mu itu. terima kasih Lucy, kau adalah sahabat terbaik ku."
"sama-sama Dewi." jawab Lucy tersenyum dan mereka pun berpelukan erat sebagai dua sahabat sejati.
Disamping itu, Rehan, Karina dan ibu Susi sudah selesai makan malam nya. posisi mereka masih dimeja makan dan sedang memakan hidangan penutup yaitu buah potong dan sambil berbincang-bincang dimulai dari Rehan.
"bagaimana pekerjaan mama? apa lancar seperti biasa nya???"
"semenjak mama mengurusi kasus nya Rangga, pekerjaan mama semakin rumit dibuat nya."
"rumit kenapa mama??? apa Rangga susah dilacak keberadaan nya mama???" tanya Karina dan ibu Susi mengangguk seraya berkata.
"Rangga melarikan diri ke luar negeri dan sampai saat ini keberadaan nya susah dilacak. padahal pelacakan memakai GPS sudah menemukan titik terang keberadaan Rangga. tetapi pada beberapa saat kemudian keberadaan Rangga yang ada di inggris, malah tiba-tiba berpindah ke jerman."
"sesingkat itukah Rangga berpindah antar negara???" tanya Karina menebak dan Rehan menyahut.
Rehan yang mendengar ucapan ibu nya pun berkata,
"kalau benar begitu, berarti Rangga sudah merencanakan niat nya untuk kabur ke luar negeri." lalu Karina ikut berkata,
"apakah saksi dari keluarga nya Rangga sudah ditemukan keberadaan nya mama?"
"belum sayang, anak buah mama sedang mencari keberadaan nya. mungkin membutuhkan waktu beberapa hari untuk menemukan nya." lalu Rehan berkata lagi,
"memang nya siapa nama kakak nya si Rangga itu mama???"
"kalau mama tak salah dengar, nama nya adalah Randi dan seperti nya Rangga hanya memiliki kakak kandung saja."
__ADS_1
"memang nya kedua orang tua nya tak dicari juga nama???" tanya Karina lagi.
Ibu Susi menggelengkan kepala nya dan berkata,
"menurut penelitian anak buah mama, ibu kandung nya Rangga sudah meninggal dunia dan ayah kandung nya tak ditemukan identitas nya. dipenelusuran riwayat keluarga nya Rangga, orang tua Rangga sudah berpisah semenjak Rangga masih kecil. sekarang yang jadi satu-satu nya keluarga Rangga yang masih hidup adalah kakak kandung nya itu."
"hmm begitu mama." ujar Karina manggut-manggut dan Rehan pun bertanya,
"apakah diluar negeri pun si Rangga itu akan tetap melakukan tindakan cabul nya terhadap perempuan sana mama?"
"itulah yang mama pikirkan, Rangga harus segera ditangkap dan di adili. jangan sampai ada lagi korban atas kelakuan bejat nya itu." Karina yang merasa kasihan terhadap nasib Rangga pun berkata,
"pasti ibu nya sangat menderita di alam sana karena mendapat siksa dari kelakuan bejat anak nya itu."
"sudah jangan dipikirkan sayang, itu bukan urusan kita. biar mama dan anak buah nya yang akan mengurus kasus si Rangga itu sampai tuntas. kamu fokus kesembuhan mu saja dulu, ya sayang." Karina mengangguk patuh kepada ucapan Rehan barusan. lalu ibu Susi berkata,
"yasudah ayo kita selesaikan makan malam ini, takut semakin larut malam kalau kita membahas persoalan yang tiada akhir nya ini."
"baik mama." ujar Rehan dan Karina berbarengan. kini pun mereka segera menyelesaikan makan malam mereka dan setelah itu mereka pergi ke kamar nya masing-masing.
Seperti biasa, Rehan akan menemani Karina tidur dikamar nya dan hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa saja bagi ibu Susi. disamping itu, Lucy baru saja pamit kembali ke kamar nya setelah ia mengobrol panjang lebar tentang apa saja yang mereka obrolkan itu. Lucy pun membicarakan tentang siapa itu Doni, asisten nya Rehan itu agar Dewi bisa mencoba mengenal nya lebih jauh lagi. disamping itu juga, terlihat Doni sedang berada dikamar kost an nya. ia sejak tadi sedang menatap kagum terhadap poto Dewi dilayar ponsel nya dan poto tersebut ia dapat dari Rehan dan Rehan mendapatkan nya dari Lucy.
Sebelum Rehan masuk ke dalam kamar Karina, ia sempatkan masuk ke dalam kamar nya untuk mengecek ponsel nya. niat nya ingin mengirimi gambar poto Dewi yang ia dapat dari Lucy, menjadi heran karena ia melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari nomor yang tak dikenal dan Rehan sudah mengira bahwa itu adalah nomor nya Dewi. Rehan tak menceritakan soal itu kepada Karina ataupun Doni dan hanya memendam nya saja sendirian. menurut nya hal tersebut tak penting untuk diceritakan dan lebih baik ia pendam saja agar tak menimbulkan kesalahah pahaman nanti nya.
...*...
...* *...
__ADS_1