DEMI CINTA

DEMI CINTA
PESAN IBU


__ADS_3

MALAM Hari telah tiba dan seperti biasa Ibu Susi mengajak makan malam bersama Rehan dan Karina. mereka kini terlihat sedang makan malam sambil sesekali berbincang-bincang.


"bagaimana keadaan mu Karina? apa kamu sudah baikan???" tanya ibu Susi.


"sudah lumayan baikan kok mama." jawab Karina sambil tersenyum, lalu ia lanjut makan lagi. Rehan yang duduk disebelah Karina pun ditanya oleh ibu nya.


"bagaimana pekerjaan mu sayang? apa lancar-lancar saja dan tak ada masalah seperti tempo lalu???"


"kalau soal karyawan yang teledor sudah tak ada kejadian nya lagi, tetapi ada satu karyawan perempuan yang seperti nya sangat ingin mendekati ku mama." Karina langung menatap Rehan dengan cepat dan ibu nya Rehan bertanya.


"maksud mu? ada karyawan mu yang suka kepada mu sayang?" tanya ibu Susi dan menatap wajah Karina yang mulai terlihat cemburu itu.


"bukan mama, ada karyawan kantor sebelah. nama nya Dewi, aku sudah menceritakan segala nya tentang Dewi kepada Karina. jadi mama tak usah khawatir akan Karina yang tak setuju akan ucapan ku ini."


"oh begitu, lalu apa tanggapan mu terhadap karyawan perempuan itu nak? apa kamu tak berterus terang bahwa kamu sudah memiliki calon istri???"


"sudah mama, tetapi seperti nya perempuan itu sangat keras kepala sekali. padahal aku sudah menyuruh teman nya yang bekerja sebagai karyawan dikantor ku untuk memberitahukan bahwa calon istri Rehan itu galak. auhh...!" pinggang Rehan dicubit oleh Karina.


Ibu Susi menatap Karina dan Rehan bergantian sembari menggelengkan kepala nya, lalu terdengar Karina berkata.


"aku galak karena aku sayang kepadamu dan tak mau ada perempuan lain selain aku yang mencoba mendekati mu!. aku bisa saja cuek terhadap mu yang sedang didekati oleh perempuan cantik itu, tetapi apa kamu tega akan menyakiti hati ku lagi???" ucapan Karina yang sangat serius itu membuat Rehan diam tak berkutik ketika ditanya seperti itu dan Karina sudah tak canggung lagi berkata seperti itu didepan ibu nya Rehan. Ibu Susi tersenyum menatap Karina yang punya ketegasan seperti itu, lalu ia berkata


"sudah-sudah jangan memperkeruh masalah, mama setuju kepada Karina akan ucapan nya itu. kamu sebagai lelaki harus lebih menghargai perempuan yang saat ini sudah menjadi kekasih mu."

__ADS_1


"baik mama." jawab Rehan patuh. lalu ibu Susi berkata lagi kepada Karina,


"watak mu mirip sekali dengan mama ketika masih muda, Karina. mama seringkali memarahi dan menasehati papa nya Rehan yang watak bandel nya sama dengan Rehan." Karina dan Rehan menatap ibu Susi yang berkata lagi,


"jaga hubungan kalian baik-baik sampai kalian menikah dan berkeluarga nanti ya. jika kalian sudah berada diposisi seperti itu, jangan dengarkan apa kata orang lain jika ada yang memberitahu berita buruk tentang pasangan kalian. amati dulu dan bicarakan secara baik-baik permasalahan tersebut. pasti didalam rumah tangga, orang syirik dan orang ketiga sudah pasti selalu ada menganggu setiap keharmonisan rumah tangga. maka dari itu, sesama pasangan kalian harus saling percaya dan terbuka jika ada apa-apa. karena kalian berdua yang menjalani nya bukan mereka yang mencoba merusak hubungan rumah tangga kalian. ingat-ingat ya Pesan Mama ini, Karina dan Rehan."


"baik mama." ujar Rehan dan Karina berbarengan. Ibu Susi tersenyum menatap Rehan dan Karina berbaikan kembali seperti biasa, lalu mereka pun lanjut makan lagi.


Disamping itu, Lucy datang ke kamar nya Dewi. suara ketukan pintu memang terdengar berkali-kali oleh telinga Dewi. tetapi ia tetap diam dan memasang wajah kesal sembari memegang ponsel nya.


"ada apa lagi sih malam-malam begini Lucy!?" ujar nya berseru dan Lucy menjawab nya dari dalam.


"buka pintu nya, aku ada berita bagus untuk mu..."


"sudah buka saja duluuu." teriak Lucy dan Dewi segera membuka pintu kamar nya. Lucy segera masuk ke dalam dan Dewi segera mengunci pintu kamar nya lagi.


"ada berita bagus apa!? coba ceritakan kepada ku Lucy!." tanya Dewi yang kini sudah duduk di sofa bersama Lucy.


"apa kau masih ingat kepada lelaki yang bersama bos Rehan tadi???"


"lelaki yang memiliki kumis tipis itu? ada apa dengan lelaki itu!??" tanya Dewi penasaran.


"namam nya pak Doni. dia adalah asisten nya bos Rehan yang kedudukan pangkat nya di atasku. dia tertarik kepada mu Dewi, apa kau tak tertarik kepada nya???" Dewi yang mendengar Lucy berbicara seperti itu, seketika itu juga Dewi segera memasang wajah murung.

__ADS_1


"mengapa wajah mu langsung murung begitu?" tanya Lucy dan Dewi memberikan ponsel nya kepada Lucy.


"lihat ini...! sejak tadi aku mencoba menghubungi mas Rehan, tetap saja tak ada jawaban dari nya! apa dia sudah tak tertarik akan kecantikan ku lagi, Lucy???" tanya Dewi bernada sedih.


Lucy yang melihat riwayat panggilan ponsel Dewi yang berulang kali tak direspon oleh Rehan pun, berkata tanya kepada Dewi.


"mengapa kau tetap keras kepala Dewi!? aku sudah katakan kepada mu berulang kali untuk tidak menganggu bos Rehan lagi!"


"tetapi rencana ku ini bagaimana Lucy??? kata nya kau mau membantu ku untuk mendapatkan cinta nya mas Rehan??? tetapi mengapa sekarang kau malah melarang ku??? apa kau sudah tak mau bersahabat dengan ku lagi karena wajah ku yang jelek ini???"


"dengarkan aku dulu, Dewi. jangan mempunyai pikiran jelek dan picik seperti itu! aku tetap mendukung rencana mu itu, tetapi kali ini aku melarangmu mendekati bos Rehan."


"mengapa kau melarang ku?" tanya Dewi.


"pokok nya jangan lagi kau mendekati bos Rehan, aku bisa dipecat jika kau berulah mencoba menghubungi bos Rehan seperti tadi."


"apa hubungan nya dengan kau yang dipecat???" tanya Dewi tetap keras kepala.


"karena aku adalah sahabat mu Dewi!. asal kamu tahu, aku bisa dipecat jika kau tetap nekat ingin mendekati mas Rehan dan mas Rehan yang mengatakan nya langsung kepada ku!. jika kau tetap nekat keras kepala dengan tujuan mu, apa kau akan tega terhadapku yang akan dipecat atas tingkah laku mu itu???" ucapan Lucy yang penuh keseriusan, padahal ia hanya beralasan saja itu mulai membuat Dewi terdiam.


Ia merenungkan ucapan Lucy barusan dan pikiran nya bagai benang kusut yang sulit untuk di uraikan. Lucy menatap wajah Dewi yang gelisah itu, lalu Dewi berkata.


"jika aku menuruti ucapan mu, berarti impian ku untuk mengoperasi kulit wajah ku gagal! lalu apa yang harus aku lakukan jika sudah begini Lucy??? aku malu dengan wajah ku ini Lucy...! mau sampai kapan aku hidup penuh kesedihan seperti ini...??? aku juga ingin seperti mu yang mempunyai pasangan dan merencanakan pernikahan bersama-sama. coba kau berada di posisi ku, Lucy! hixhixhix..." Dewi pun akhir nya menangis sejadi-jadi nya.

__ADS_1


__ADS_2