DEMI CINTA

DEMI CINTA
ORANG KETIGA


__ADS_3

SETELAH Pintu kamar itu terbuka, Lucy terlihat tersenyum ke arah Dewi yang menatap nya dari dalam.


"kau sedang apa Dewi???"


"masuklah, jangan bicara diluar!" ujar nya tegas dan Lucy pun masuk sembari tertawa cengengesan. setelah Lucy duduk di kursi sofa kamar itu, ia pun bertanya.


"bagaimana hubungan mu dengan bos ku itu? apa ia tertarik kepada mu???" Lucy yang kini duduk didekat Lucy pun menjawab nya.


"baru saja kami saling kenal, sudah ada Orang Ketiga yang ikut campur urusan ku dengan mas Rehan." Lucy mengerutkan dahi nya dan bertanya,


"siapa orang itu???"


"siapa lagi kalau bukan calon istri nya mas Rehan."


"calon istri!? sejak kapan bos ku itu memiliki calon istri??? bukankah di sudah putuh hubungan dengan mbak Nikita itu???"


"kamu kurang informasi Lucy, habis aku dimaki-dimarahi calon istri nya itu lewat telepon."


"lha kok bisa begitu!? coba kamu ceritakan bagaimana awal nya sampi begitu?" Dewi pun menghirup napas panjang nya dan mulai menceritakan awal ia bertemu Rehan sampai ia ia pulang diantar naik mobil Rehan.


"padahal aku sudah memeluk mas Rehan itu dan meninggalkan wangi parfum ku dijas kantor nya, tetapi rencana itu seperti nya gagal. ketika aku mencoba menghubungi nya, ternyata yang mengangkat nya adalah calon istri nya dan begitulah cerita nya." ujar Dewi bernada murung dan sedih.


Lucy yang tak lain adalah sahabat Dewi dari kecil itu pun berkata,


"sudahlah tak perlu cemas begitu, lalu apa sekarang kamu masih ingin mendekati bos Rehan?"


"seperti nya memang harus Lucy."


"alasan nya???" tanya Lucy lagi dan Dewi berkata,

__ADS_1


"bukankah bos mu itu orang yang kaya raya??? seperti nya jika aku berhasil memiliki mas Rehan seutuh nya, ia akan memaklumi apa yang ada dibalik make up tebal ku ini dan pasti akan menuruti kemauan ku untuk mengoperasi kulit wajah ku ini."


"iya bisa saja apa yang kamu katakan itu, tetapi apa bos Rehan itu mau meninggalkan calon istri nya demi dirimu? sedangkan mas Rehan adalah orang yang setia tau! ia berpacaran dengan mbak Nikita saja sudah hampir satu tahun dan sudah bertunangan pula. apalagi yang sekarang status nya itu 'Calon Istri'??? bisa-bisa dirimu lah yang akan di abaikan oleh bos Rehan."


"tapi jika mas Rehan berpihak kepada ku bagaimana???"


"ya itu urusan mu dengan calon istri nya nanti. aku tak mau ikut campur lagi kalau kau sudah merusak hubungan rumah tangga orang lain."


"katanya sahabat sampai mati, tapi giliran aku yang terkena masalah kau malah tak mau ikut tanggung jawab!" ujar Dewi sewot dan Lucy berkata,


"kalau soal merusah rumah tangga orang lain aku tak mau ikut-ikut, aku takut karma yang nanti jika aku sudah menikah dengan pacar ku, pasti hal serupa akan terjadi kepada keluarga ku nanti. ih ogah amat!" Dewi yang mendengar ucapan Lucy pun berkata,


"yasudah kalau mau mu begitu, aku akan berusaha mendapatkan mas Rehan bagaimana pun resiko nya!"


"terserah dirimu Dewi, semoga saja apa yang kamu inginkan itu terwujud."


"amiiin." ujar Dewi dan Lucy menegur nya,


"ah bodo amat! aku sudah tak memikirkan nya!"


"huuu dasar menjengkelkan!" ujar Lucy dan Dewi pun tertawa walau tak keras.


Malam itu Rehan sedang berada didalam kamar nya Karina. awal nya Rehan mau mengajak Karina makan malam bersama, tetapi posisi Karina masih tertidur dengan lelap nya dan Rehan menyadari bahwa bekas air mata Karina yang sudah mengering itu adalah air mata seorang perempuan yang tulus cinta terhadap nya.


"rasa-rasa nya aku sangat berdosa sekali telah membuat wanita yang tulus mencintaiku ini tersakiti. huftt! cobaan apalagi yang kau berikan kepada ku tuhan?" ujar Rehan berkata pelan. lalu ia segera menyelimuti Karina dengan selimut dan setelah itu ia pergi keluar kamar untuk makan malam bersama ibu nya.


Setelah Rehan tiba diruangan meja makan, ia pun duduk berhadapan dengan ibu nya yang sedang makan.


"bagaimana sayang? apa Karina sudah bangun???"

__ADS_1


"dia masih tertidur mama, mungkin dia kelelahan karena kebanyakan menangis." ujar Rehan sambil makan dan ibu nya berkata lagi,


"apa dia sebelum nya sudah makan? tadi mama lihat ada buah-buahan dikeranjang dikamar nya. apa kamu yang belikan untuk nya nak???"


"oh itu, tadi siang kata nya paman nya Karina beserta istri dan anak nya datang menjenguk nya kemari. mungkin mereka membawakan buah-buahan itu untuk Karina."


"hmm jadi begitu." ujar ibu Susi manggut-manggut, yasudah ayo lanjut makan sayang. lalu Rehan dan ibu nya pun lanjut makan malam nya.


Disatu sisi, Lucy dan Dewi masih berada didalam kamar nya Dewi. mereka sejak tadi masih mengobrol dan sesekali memakan cemilan yang disediakan oleh Dewi.


"jadi menurut dokter spesialis kulit, panyakit yang kau derita itu bakal menyebar sampai ke badan dan anggota tubuh lain nya???"


"bukan hanya itu saja, kata nya bisa sampai ke rambut dan **** ********** penderita nya. aduh kalau sampai begini, tak ada laki-laki yang mau menikahi ku." ujar Lucy cemas dan sedih. Dewi yang mendengar keluhan Dewi pun berkata,


"memang nya obat dari dokter itu tak ada yang cocok untuk mengobati penyakit kulit mu itu???"


"obat dari dokter hanya bisa memperlambat dampak penyebaran penyakit ini dan tak bisa mengobati nya dengan tuntas. satu-satu nya cara kata dokter adalah operasi kulit dan itu memerlukan biaya yang tak sedikit dewi!"


"hmm jadi begitu, apakah kamu tak mau mencari om-om yang gampang sekali kau bodohi? menurutku bos Rehan tipe orang yang setia kepada pasangan nya dan tak mungkin dapat berpaling kepadamu."


"tak sudi aku memiliki pendamping om-om berumur! meskipun harta nya banyak, aku tak berselera sedikit pun! tipe ku adalah pemuda yang tampan, gagah dan kaya. itulah yang saat ini ada pada diri mas Rehan." Lucy yang mendengar ucapan Dewi hanya geleng-geleng kepala saja sembari berkata,


"yasudah terserah dirimu saja Dewi, yang jelas aku sudah memberi mu pengarahan dan nasihat yang baik untuk mu."


"iya terima kasih sahabat ku. hanya kamu yang sampai saat ini masih mau bersahabat denganku, walaupun wajah ku sudah seburuk ini."


"bagi ku kamu tetap Dewi yang dulu kok." ujar Lucy sembari tersenyum dan Dewi segera memeluk Dewi dengan haru.


Tak terasa waktu sudah hampir larut malam dan Lucy pun sudah kembali ke dalam kamar kost nya. sementara itu, Rehan dan ibu nya pun sudah selesai makan. ibu nya Rehan sudah masuk ke dalam kamar nya dan Rehan akan tidur dikamar nya Karina untuk menemani Karina. setelah Rehan memasang kasur lantai disamping ranjang Karina, ia lalu mendekati Karina dan mencium kening nya.

__ADS_1


"selamat tidur sayang, I Love You. muachh." ujar Rehan dan kini kembali ke kasur lantai untuk tidur disana.


__ADS_2