
DI Dalam kamar Karina, ia baru saja selesai mandi dan kini ia sedang memakai pakaian yang ia bawa sebelum nya didalam koper. tak lama setelah Karina selesai memakai pakaian nya, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar dan kemudian Karina berseru.
"sebentar...!" lalu Karina segera berjalan menuju pintu dan membuka nya.
"non dipanggil ibu diruangan meja makan." ujar salah satu pembantu rumah tersebut.
"oh nanti saya kesana bi. saya mau dandan dulu."
"baik non." lalu pembantu itu pergi ke ruangan makan, sedangkan Karina segera merias diri dimeja rias kamar tersebut.
Tiba diruangan meja makan, pembantu tersebut memberitahukan tentang Karina kepada ibu Susi.
"non Karina sedang berdandan dulu bu, kelihatan nya ia baru saja selesai mandi."
"oh yasudah kalau begitu." ujar ibu Susi dan pembantu itu permisi pergi. kemudian muncul Rehan dari arah kamar nya, ia berjalan dan duduk di kursi meja makan yang kosong.
"ayo mama kita makan." ujar Rehan dan ibu nya menyahut.
"tunggu Karina dulu sayang."
"mengapa harus menunggu nya ma? memang nya dia siapa nya kita???" ujar Rehan agak kesal dan membuat ibu nya menggelengkan kepala nya sembari berkata.
"jangan berbicara seperti itu sayang. kasihan Karina, mama sudah menganggap Karina itu sebagai anak mama sendiri kok."
"lalu Rehan jadi saudara nya begitu ma???"
"ya harus nya begitu sayang, hehehe." ujar ibu Susi tertawa bercanda.
"ah mama ada-ada saja! ngomong-ngomong anak itu sedang apa? kok lama sekali ma???"
"kata bibi Umi, Karina sedang berdandan dikamar nya."
__ADS_1
"ah dasar wanita! dandan saja berjam-jam! yasudah Rehan panggil anak itu dulu ma." ibu Susi hanya mengangguk saja dan kemudian Rehan berjalan menuju kamar Karina berada.
Di dalam kamar nya Karina memang sedang berdandan dan ia lupa mengunci pintu kamar tersebut. Rehan yang sebenar nya anak jahil itu membuka pintu kamar itu pelan-pelan dan ia melihat Karina memakai pakaian layak nya perempuan tomboy dengan celana jeans dan baju kemeja. wajah Karina nampak cantik sekali dan ditambah ia sedang berdandan memakai alat kecantikan yang sudah disediakan dikamar tersebut oleh pembantu nya ibu Susi.
"cantik sekali anak itu jika ia sudah mandi dan berdandan begitu! rasa-rasa nya lebih cantik anak itu daripada Nikita, pacarku itu!" ujar Rehan yang ternyata ia sudah memiliki pacar dan membanding-bandingkan Karina dengan pacar nya.
Disaat Rehan mengintip itu ia tak sadar dibelakang nya ada ibu nya, karena ibu nya menunggu nya terlalu lama diruangan meja makan. Rehan masih mengintip di depan pintu kamar nya Karina, karena ia tertegun itulah sampai ia lupa tujuan nya.
"kamu sedang apa mengintip didepan pintu kamar ini nak???"
"eh ibu!" sentak Rehan kaget dan pintu tersebut terbuka dengan lebar. Karina pun kaget, ia segera memalingkan badan nya ke arah pintu kamar dan disana ada Rehan dan ibu nya yang menatap Karina.
"ada apa bu?" tanya Karina, lalu Rehan segera berkata seakan ia masih marah kepada Karina.
"daritadi ditunggu diruangan makan malah enak-enakan dandan! kamu mau makan apa mau jalan-jalan hah!?"
"hust Rehan! jangan begitu!" ujar ibu Susi menepis ucapan sewot anak nya, lalu Karina bangun dari duduk nya.
"maaf ibu kalau saya kelamaan berdandan."
"iya tak apa kok Karina. ayo Rehan." ujar Ibu Susi mengajak anak nya dan Rehan pun mengikuti ibu nya dan Karina dari belakang. Rehan sejak tadi memperhatikan perut Karina yang sedikit buncit dan ia belum berani bertanya-tanya atau mengakrabkan diri nya dengan Karina. ia hanya diam saja dan berkesan cuek ketika makan malam bersama, tetapi ibu nya sesekali berbincang dengan Karina.
"kamu betah tidak tinggal dirumah ini, Karina???"
"sangat betah bu. apalagi rumah bagus dan mewah seperti ini, rasa-rasa nya saya seperti tinggal di dalam istana saja. hehehe."
"dasar kampungan!" celetuk Rehan jutek dan membuat wajah Karina seketika itu juga cemberut.
"hust jangan begitu Rehan!" tegas ibu nya, lalu ibu nya melanjutkan ucapan nya lagi.
"seperti nya akhir-akhir ini kamu seringkali marah-marah dan cemberut nak, apa ada sesuatu yang membuat mu menjadi begitu???"
__ADS_1
"hmmm..., ya ada ma. maaf Rehan baru bicara sekarang kepada mama, soal nya mama dan aku super sibuk sekali. jadi seperti nya baru kali ini kita berdua bisa kumpul kembali dan Makan Malam Bersama."
"ya memang sudah beberapa hari kita tak seperti ini, nak. memang nya ada permasalahan apa dikantor mu???" ujar ibu Susi dan Karina yang sejak tadi makan pun sesekali menatap ibu Susi dan Rehan bergantian. ia sangat ingin tahu sekali akan apa pekerjaan Rehan itu dan sebenarnya ia mulai merasakan rasa tertarik terhadap Rehan, sampai-sampai ia pun membatin dalam hati nya.
"seperti nya lebih tampan Rangga daripada anak mama ini." ucap nya dalam hati menyebut Rehan dengan sebutan 'Anak Mama'. lanjut nya lagi,
"tapi postur tubuh anak mama ini lebih berisi dan tegap, tidak seperti Rangga yang berbadan biasa saja dan tidak setegap badan nya anak ini. ah! jangan sampai deh aku tertarik dengan anak ini! tujuanku sebenar nya kan untuk mencari Rangga agar ia mau bertanggung jawab akan janji nya itu." batin Karina berhenti sampai di situ karena ia mendengar Rehan bercerita kepada ibu nya tentang pekerjaan nya.
"beberapa hari yang lalu ada karyawan yang tak sengaja merusak proferty untuk acara sinetron televisi. padahal pengiriman nya beberapa jam lagi, jadi mau tak mau kami mengembalikan uang pesanan nya dan pesanan barang pun gagal dikirim."
"lho kok bisa begitu sayang? memang nya karyawan kamu kenapa bisa sampai merusak proferty itu???"
"entahlah ma, Rehan tak mendengar nya langsung dari karyawan tersebut karena Regan langsung memecat nya tanpa ia beralasan untuk menjelaskan nya lagi."
"hmm yasudah kalau begitu, lain kali pasti karyawan lain nya akan lebih berhati-hati dalam bekerja dan pasti mereka pun tak mau pekerjaan mereka hilang seperti karyawan yang sudah dipecat itu."
"iya mama." ujar Rehan mengangguk dan mereka lanjut makan lagi.
Karina yang merasa tak enak hati mendengar obrolan ibu dan anak itupun berkata.
"apa ditempat kerja mu membutuhkan lowongan?"
"untuk apa kau bertanya soal itu???" tanya Rehan dan ibu Susi menatap Karina dengan heran.
"aku ingin bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri, aku tak bisa lama-lama menumpang tinggal di rumah ini karena ku tak enak hati jika terus berlama-lama menetap disini."
"Karina, kamu sedang hamil loh. tak baik wanita yang sedang hamil itu bekerja, harus nya kamu istirahat saja dirumah ini." ujar ibu Susi menyarankan ucapan nya kepada Karina.
"tapi ibu, aku bukan siapa-siapa nya ibu. aku hanya gadis kampung yang beruntung bisa ditolong oleh orang baik seperti ibu. aku pun sudah menceritakan tentang latar belakang dan tujuan ku datang ke kota ini bu." ucap Karina bernada sendu dan membuat Rehan serta ibu nya terenyuh dan saling tatap karena kasihan.
...*...
__ADS_1
...* *...