
AYAH Dan ibu nya Nikita pun memaklumi maksud dari ucapan anak nya itu. mereka memahami bahwa Rangga adalah seorang lelaki yang Nikita sebutkan dan beranggapan lelaki yang pekerjaan nya seperti itu watak dan kelakuan nya sama saja. pada saat itu ayah nya Karina tetap meyakinkan anak nya untuk berkenalan dahulu dengan anak teman nya itu, tetapi Karina tetap menolak nya dan ingin mencari pendamping sesuai dengan kriteria nya.
Ibu nya Nikita tak mau memaksakan kehendak anak semata wayang nya itu dan ayah nya Nikita pun berkata,
"baiklah kalau itu mau mu ayah tak akan memaksamu." lalu Nikita pun disuruh beristirahat tidur oleh ayah nya. sementara ayah nya pergi keluar kamar untuk mandi sore, ibu nya Nikita tetap menemani nya didalam kamar nya Nikita.
Sore itu mobil paman Wahyu sudah tiba didepan gerbang depan rumah nya Rehan. setelah ia mengobrol sejenak dengan pak Slamet selaku satpam dirumah itu, pak Slamet pun menyuruh paman Wahyu masuk atas izin nya Rehan. terlihat Rehan sedang berada didepan teras rumah nya dan kala itu paman Wahyu sudah mendekati nya. setelah bersalaman, mereka pun berbincang.
"kebetulan sekali paman datang kemari, awal nya saya dan Karina akan pergi kesana, tetapi kami mendapat kendala ketika akan kesana."
"begitukah nak? lalu dimana Karina?" tanya paman Wahyu lagi, lalu Rehan menjawab nya.
"ayo paman masuk, Karina ada didalam kamar nya." Rehan pun mengajak masuk paman Wahyu untuk pergi ke dalam kamar nya Karina dan paman Wahyu mengikuti nya dari belakang.
Ia tak merasakan ada keganjalan ketika dirinya diajak Rehan masuk ke dalam kamar nya Karina. tetapi ketika paman Wahyu sudah masuk ke dalam kamar nya Karina, ia tercengang kaget melihat Karina terbaring lemas dengan selang infusan berada disamping nya. wajah pucat Karina nampak tersenyum ke arah paman Wahyu yang kini sudah ada disamping nya.
"kamu kenapa Karina!? kenapa keadaan mu seperti ini!?" tanya paman Wahyu tegang dan Rehan segera menenangkan paman Wahyu,
"tenang paman, saya bisa jelaskan mengapa Karina sampai begini." lalu Rehan pun menjelaskan bagaimana Karina bisa sampai masuk ke dalam rumah sakit dan kandungan nya keguguran.
Paman Wahyu mencoba memaklumi cerita Rehan tentang perkelahian dua wanita yang disebenar nya diawali dengan Asmara Kecemburuan dari kedua wanita tersebut terhadap Rehan. setelah Rehan menceritakan nya secara jelas dan rinci, paman Wahyu pun mulai mengemukakan pendapat nya.
"di balik suatu peristiwa pasti ada hikmah di balik nya. dengan terjadi nya perkelahian tersebut, bayi nya Rangga yang dikandung Nikita dan Karina sampai bisa keguguran itu sudah takdir dari yang maha kuasa. mungkin dengan cara seperti itulah tuhan mengangkat kembali dua nyawa bayi malang yang ayah nya pun tak menginginkan kelahiran nya." Rehan pun manggut-manggut mendengar ucapan dari paman Wahyu itu.
__ADS_1
Rehan pun berpikir ada benar nya juga apa yang dikatakan oleh paman Wahyu itu, lalu paman Wahyu pun menanyakan kabar Karina.
"bagaimana keadaan mu? apa kau baik-baik saja nak???"
"aku baik-baik saja paman." ujar Karina pelan lalu paman Wahyu berkata.
"syukurlah kalau keadaan mu baik-baik saja nak. kedatangan paman kemari sebenar nya atas dasar ibu mu yang ingin meminta nomor nya nak Rehan ini untuk sewaktu-waktu jika ibu mu ingin menghubungi mu nak." lalu Rehan berkata menimpali,
"padahal tadi pagi kami berniat ingin pergi ke rumah paman untuk meminta nomor telepon ibu nya Karina, ternyata ini tak hanya kebetulan saja." ujar Rehan tak mengerti mengapa bisa begitu dan paman Wahyu segera berkata.
"kalau begitu, ada baik nya kita hubungi saja ibu nya Karina agar ia bisa langsung mengobrol dengan nya sekarang." lalu paman Wahyu segera menghubungi ibu nya Karina dan Karina segera berkata,
"apakah ibu tak akan kaget akan keadaan ku saat ini paman???"
"semoga saja tidak nak, paman akan katakan dulu kepada ibu mu agar ia bisa tenang dan menerima kenyataan." Karina hanya mengangguk saja terhadap saran dari paman nya.
"halo dik? apa kau sudah sampai dirumah nya nak Rehan???"
"sudah kak, sekarang aku sudah ada disini bersama dengan nak Rehan dan Karina. tetapi kakak jangan kaget atau syok jika mendengar sesuatu yang tak menyenangkan dariku."
"apa itu dik? jangan mencoba menakut-nakuti kakak!" ujar nya agak tegas dan paman Wahyu pun menatap Karina dan Rehan bergantian sembari berkata,
"kak, Karina mengalami keguguran dan sekarang dia sedang dirawat dirumah nya nak Rehan."
__ADS_1
"apa!? mengapa bisa sampai keguguran!?" tanya ibu nya Karina kaget dan paman Wahyu pun menjelaskan apa yang Rehan katakan kepada nya, ia katakan lagi walaupun tak sejelas dan serinci apa yang dikatakan oleh Rehan.
Setelah paman Wahyu menjelaskan nya kepada ibu nya Karina, lalu ibu nya Karina berkata bahwa ia ingin mengobrol langsung dengan anak nya.
"halo ibu?" tanya Karina.
"halo nak. bagaimana keadaan mu sekarang nak? apa kamu baik-baik saja sayang???"
"aku baik-baik saja ibu, ibu tak usah khawatir akan keadaan ku. lebih baik ibu memikirkan keadaan ibu dan kondisi ibu dirumah." lalu ibu nya segera menjawab nya.
"ibu tak akan bisa tenang jika tak mengetahui keadaan mu saat ini sayang. mau bagaimanapun keadaan mu, sebagai seorang ibu tak mungkin ibu akan mengabaikan keselamatan anak nya ketika jauh dari ibu."
"iya ibu, Karina pun paham maksud ibu. tapi saat ini Karina sudah ada yang merawat nya." ujar Nikita, lalu Rehan meminta ponsel itu kepada Nikita dan berkata ia ingin berbicara kepada ibu nya Karina.
Karina pun memberikan ponsel tersebut dan Rehan pun berkata,
"halo ibu? ini saya Rehan. ibu tak usah khawatir akan keadaan Karina disini. Karina sekarang sudah menjadi tanggung jawab nya Rehan."
"halo nak Rehan, baiklah jika kamu sudah memiliki tanggung jawab seperti itu kepada anak ibu. mulai saat ini ibu percayakan keselamatan anak ibu ditangan mu. lalu hanya satu pinta ibu kepada nak Rehan, jaga anak ibu baik-baik sampai kemudian kalian dipertemukan dipernikahan yang resmi."
"baik ibu, saya akan memegang janji saya dan kata-kata ibu." ujar Rehan lagi dan Kemudian ponsel tadi segera diberikan kembali kepada Karina untuk meneruskan obrolan nya.
Tetapi Karina segera ingat dan berkata bahwa ini adalah ponsel paman nya dan hari sudah sore, seharus nya paman sudah pulang ke rumah nya dan takut anak serta istri nya menunggu nya. Rehan pun baru menyadari hal tersebut dan Karina segera berkata kepada ibu nya nanti akan menghubungi nya lagi memakai ponsel nya, karena itu memakai ponsel paman nya maka panggilan telepon pun dimatikan dahulu. Rehan segera mengambil ponsel yang sebelum nya dibelikan untuk Karina. setelah nomor ponsel ibu nya Karina disimpan dikontak ponsel nya Karina, paman Wahyu pun pamit pulang karena waktu sudah sangat sore dan Kini Karina sedang diajari oleh Rehan cara memakai ponsel genggam nya jika ia ingin menghubungi ibu nya atau siapa saja nanti nya.
__ADS_1
...*...
...* *...