
REHAN Pada saat itu sudah berada di dalam ruangan meja makan. sambil menunggu ibu nya datang, Rehan sempatkan diri untuk menghubungi Karina. pada saat itu Karina dan ibu nya sudah tertidur lelap nya dan suara ponsel Karina yang ia taruh disamping nya pun tak terdengar oleh kedua nya.
"mengapa panggilan ku tak di angkat??? apa dia sudah tertidur???" ujar Rehan, lalu ia mengulangi nya lagi dan tetap saja panggilan ponsel nya itu tak di angkat-angkat.
Rehan akhir nya hanya mengirim pesan saja kepada Karina dengan isi pesan,
'Selamat Tidur Sayang, Semoga Mimpi Indah. Besok kalau Kamu Mau Pulang Kemari, Hubungi Aku saja. Nanti Aku Akan Menjemput Mu.' hanya itu pesan dari Rehan dan pada saat itu ibu nya datang.
"kamu sedang menghubungi siapa sayang?" tanya ibu Susi dan Rehan menjawab nya.
"Karina mama, seperti nya ia sudah tertidur."
"oh Karina, mungkin memang Karina sudah teridur. ayo makan sayang, keburu malam."
"baik mama..." jawab Rehan dan kini mereka pun makan malam bersama tanpa kehadiran Karina.
Disela makan mereka itu, Rehan pun melihat ibu nya seperti sedang memikirkan sesuatu. pada saat itu Rehan mulai bertanya tentang kabar ditangkap nya Rangga karena ia merasa heran dengan merenung nya ibu nya itu.
"mama bilang tadi kata nya, mama mau menceritakan tentang si Rangga yang sudah tertangkap itu kepada Rehan???"
__ADS_1
"oh iya sayang mama baru ingat, hehe maafkan mama sayang." ujar Ibu Susi agak sedikit kaget oleh suara Rehan tadi. Rehan yang melihat ibu nya seperti itu segera bertanya lagi,
"mama sedang memikirkan apa??? sejak tadi Rehan melihat mama seperti orang yang sedang banyak pikiran???"
"tak apa kok nak, mama hanya sedang memikirkan keadaan kakak nya Rangga yang ada dikantor polisi."
"kakak nya Rangga??? oh iya Rehan ingat, kemarin kalau tak salah mama pernah menceritakan tentang kakak nya Rangga kepada Rehan dan Karina kan???" ibu Susi mengangguk membenarkan, lalu ibu Susi berkata.
"kakak nya Rangga sudah mama interogasi terkait masalah keluarha Rangga dimasa lalu dan apa hubungan nya dengan kasus Rangga saat ini. setelah kakak nya Rangga menceritakan persoalan keluarga nya pada masa lalu, ternyata keluarga Rangga hancur akibat perceraian ayah dan ibu mereka. perceraian tersebut bermula ketika ayah mereka sering pulang dalam keadaan mabuk dan terkadang diantar oleh seorang perempuan cantik. tiap malam seringkali begitu dan membuat ibu mereka murka terhadap ayah nya Rangga. maka perang mulut pun terjadi dan berakhir dengan perceraian, pada saat itu pula ibu nya Rangga dan kakak nya Rangga beserta Rangga juga di usir oleh ayah nya." Rehan yang mendengar Cerita Ulasan dari kakak nya Rangga oleh ibu Susi pun kepala nya manggut-manggut.
Lalu ibu Susi meneruskan cerita ulasan nya lagi kepada anak nya.
"lalu setelah itu mereka tinggal dikontrakan dan mulai berdagang sayuran, pada saat itu kakak nya Rangga dan Rangga masih kecil. tetapi, menurut cerita kakak nya Rangga. seperti nya sipat ayah nya Rangga telah menurun kepada Rangga dan kakak nya Rangga pun membenarkan nya bahwa Rangga dulu pernah bersetubuh dengan ibu kandung nya sendiri."
"disaat itulah kakak nya Rangga yang memergoki ibu nya dan adik nya itu segera pergi dari rumah sampai saat ini kakak nya Rangga sangat menyesali aksi nekat kabur nya itu."
"mengapa kakak nya Rangga menyesal???" tanya Rehan lagi penasaran.
"kakak nya Rangga menyesal karena pada saat itu ia harus nya memaafkan kecerobohan ibu dan adik nya serta meluruskan hubungan sedarah yang dilarang oleh agama itu. jika saat itu kakak nya Rangga bertindak seperti yang barusan ibu katakan, mungkin sipat dan watak Rangga bisa berubah dan tak akan sebajingan seperti sekarang."
__ADS_1
"memang nya kala itu umur kakak nya Rangga itu berapa tahun mama???"
"mama lupa menanyakan nya, tetapi dia bilang saat itu ia sudah bekerja dan Rangga masih sekolah menengah atas."
"oh begitu, menurut Rehan umur segitu sudah semesti nya berpikiran dewasa sih ma. tetapi semua tergantung dari orang nya sendiri dan Rehan hanya memperkirakan nya saja. jika itu semisal terjadi kepada Rehan, mungkin Rehan pun akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh kakak nya Rangga itu." ibu Susi yang mendengar anak nya berkata begitu pun segera menimpali,
"yang nama nya manusia pasti ada kekurangan dan kelebihan nak, peristiwa yang di alami oleh kakak nya Rangga itu menurut nya hampir membuat nya gila. tetapi kata nya ia tak sampai berlarut-larut dalam kesedihan nya itu, ia berhasil melupakan permasahalan pahit dihidup nya itu karena seorang wanita yang kini sudah menjadi istri nya." Rehan yang mendengar ucapan terakhir ibu nya itu bertanya.
"memang nya apa yang sudah dilakukan istri nya terhadap kakak nya si Rangga itu mama???"
"hmm menurut mama, kejadian nya seperti apa yang sudah kamu lakukan kepada Karina nak. apa kamu masih ingat ketika Karina dibuang begitu saja oleh Rangga tanpa alasan tak mengenali nya? bahkan anak yang dikandung Karina pun tak di akui oleh Rangga. disaat Karina yang sudah putus harapan akan tujuan sebenar nya menemui Rangga itu, akhir nya kandas diawal pertemuan yang kedua kali nya. pada saat itulah kamu muncul menjadi obat penenang bagi hidup Karina ketika hati dan keadaan Karina yang sudah hancur itu oleh sikap nya Rangga." Rehan yang mendengar ucapan ibu nya itu merenungkan ketika peristiwa ia dan Karina datang ke sebuah gedung studio untuk menemui Rangga.
Disanalah Rangga mencoba menghindari Karina yang saat itu sedang mengandung dan akhir nya Rangga tega berpura-pura tak mengenali Karina. pada saat itu Rehan yang sama-sama sedang merasakan sakit hati akibat pacar nya yang bernama Nikita itu telah berselingkuh dengan Rangga. Rehan yang sebenar nya Kasihan itupun segera berkata kepada Karina untuk mempertangung jawabkan hidup nya Karina ditangan nya. Rehan masih merenungkan kejadian yang telah lalu itu, tanpa sadar ibu nya menegur nya.
"mengapa kamu melamun nak? apakah tadi kamu sedang membayangkan kejadian tersebut???"
"iya mama, jika Rehan ingat akan kejadian itu. perasaan hati Rehan sangat terpukul terhadap Karina yang nasib nya malang saat itu."
"tapi sekarang bukan waktu nya untuk merasakan luka lama itu lagi sayang, kamu dan Karina kini sudah menjalani hari-hari kebersamaan yang panjang yang penuh dengan kebahagiaan."
__ADS_1
"iya mama Rehan paham dan mengerti, tetapi mengapa ketika Karina tak ada dirumah. Rehan merasakan kehilangan sekali terhadap Karina, mama."
"itulah yang nama nya cinta sejati sayang. perasaan yang kamu saat ini rasakan, sama hal nya apa yang dulu pernah mama rasakan ketika kehilangan ayah dan kakak mu." ucapan ibu Susi barusan membuat Rehan tertunduk sedih jika teringat ayah dan kakak nya. ibu Susi pun pada saat itu mulai menitikan air mata nya, lalu ia segera menyeka air mata itu ketika Rehan menatap ke arah nya lagi.