
PAGI Hari sudah tiba dan seperti biasa ibu Susi sudah bangun awal terlebih dahulu. sebelum mandi pagi, ia sempatkan dulu untuk menengok keadaan Karina dikamar nya. tetapi pintu terkunci dari dalam dan ibu Susi lalu pergi ke kamar anak nya. disana ia mendapati kamar anak nya tak terkunci dan tanpa pengisi.
"kemana Rehan? apa dia tidur dikamar nya Karina?" ujar nya pelan dan ia pun segera pergi ke dapur untuk mandi pagi dan sudah tak khawatir lagi akan keadaan Karina dan Rehan.
Didalam kamar nya Karina, Rehan masih tertidur pulas dalam posisi masih memeluk Karina dari belakang. sedangkan Karina, ia baru saja membuka mata nya dan segera membangunkan Rehan.
"sayang bangun, sudah pagi." lalu Rehan pun bangun dari tidur nya. ia melihat jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi, lalu ia berkata.
"pagi ini aku mau ke kantor lagi, apa kamu tak apa-apa aku tinggal sayang?"
"tak apa-apa kok sayang, lagi pula aku sudah baikan kok."
"yakin kamu sudah baikan???"
"sudah sayang, dari kemarin pun aku berjalan sudah tak sempoyongan lagi."
"baguslah kalau begitu, tapi kamu jangan melakukan hal-hal yang berat dulu ya sayang."
"iya sayang." ujar Karina.
"yasudah aku mau mandi dulu sayang." lalu Rehan mencium kening Karina dan setelah itu ia pergi keluar kamar Karina untuk mandi pagi.
Karina saat itu juga segera mengambil ponsel nya, ia akan menghubungi ibu nya karena ia sudah sangat rindu sekali.
"halo bu?
"halo sayang? tumben pagi-pagi kamu sudah menghubungi ibu nak?"
"Karina hanya rindu pada ibu, bagaimana kabar ibu?"
"ibu baik nak, lalu bagaimana keadaan mu? apa kamu sudah baikan sayang???"
"sudah membaik kok ibu. cuman kerasa masih lemas saja badan Karina bu."
__ADS_1
"kamu banyak istirahat saja nak, jangan banyak pikiran. apalagi memikirkan ibu disini, ibu baik-baik saja kalau kamu sehat nak."
"baik ibu, lalu apa ibu tak kesepian tinggal dirumah sendirian?" tanya Karina dan membuat ibu nya merenung sejenak dan terdiam.
Karina pun bertanya lagi mengapa ibu nya malah terdiam ketika ditanya seperti itu tadi.
"ibu tak kesepian kok sayang, sudah terbiasa bagi ibu hidup sendiri seperti ini."
"yakin ya ibu? kalau ibu kesepian, Karina nanti mau izin pulang dulu kepada ibu nya Rehan."
"sudah jangan memikirkan hal itu dulu sayang, kamu fokus kesehatan mu dulu. nanti saja jika kamu sudah sembuh, nanti kapan-kapan kamu datang ke rumah bersama nak Rehan."
"yasudah kalau begitu bu. lalu ibu sekarang sedang apa???"
"ibu baru saja mau mencuci baju nak."
"oh yasudah kalau begitu ibu lanjut mencuci dulu, nanti kalau ibu mau sudah selesai hubungi Karina lagi saja bu."
"iya ibu." jawab Karina dan panggilan telepon pun terhenti.
Karina segera menaruh ponsel nya dimeja dan pada saat itu ada pembantu rumah itu yang mengetuk pintu kamar Karina. lalu Karina menyuruh masuk dan kemudian masuklah pembantu rumah itu sembari membawa makanan untuk sarapan Karina. setelah pembantu rumah itu pergi lagi, Karina pun sarapan sambil menonton televisi. disamping itu, ibu Susi sudah berpakaian kerja nya dengan rapi. ia hendak pergi ke ruangan meja makan untuk sarapan. tetapi ia tangguhkan dulu dan pergi ke kamar nya Karina dulu.
"pagi Karinaaa, kamu sedang sarapan ya???"
"pagi juga mama, iya mama."
"yasudah nanti kalau sudah sarapan jangan lupa minum obat nya biar kamu cepat sembuh."
"baik mama." ujar Karina sembari tersenyum dan kini ibu Susi sudah pergi keluar lagi untuk melanjutkan niat nya pergi ke ruangan meja makan. pada saat itu Rehan sudah selesai mandi dan segera berpakaian jas kantor nya. setelah ia rapi, ia pun pergi ke ruangan meja makan untuk sarapan pagi bersama ibu nya.
Disatu sisi, Rangga sudah pergi meninggalkan wanita bule yang sudah ia setubuhi itu. ia pergi ke kamar hotel nya selama ini menjadi tempat tinggal nya sementara. pada saat itu Rangga sedang minum bir didepan televisi, ia tak menyadari bahwa saat itu diri nya sedang terancam bahaya cepat atau lambat. para polisi anak buah ibu Susi pagi itu sedang mendatangi Usman yang tinggal di apartemen bekas Rangga. Usman yang kaget karena keadaan diri nya didalam kamar apartemen itu sedang bersama pacar nya, segera memakai baju. karena keadaan nya dengan pacar nya dalam keadaan telanjang bulat seperti habis melakukan hubungan badan sewaktu semalam.
Usman segera membuka pintu hotel itu dan ke empat Polisi Detektive itu masuk ke dalam apartemen tersebut. pacar nya Usman yang sudah berpakaian rapi lagi itu hanya pura-pura tertidur saja diranjang.
__ADS_1
"selamat pagi, apa benar bapak adalah asisten nya Rangga?"
"benar pak. ada apa ya pagi-pagi begini?" tanya Usman berpura-pura tak tahu.
"maaf sebelum nya kedatangan kamu kemari sebenar nya ingin berbicara dengan bapak terkait kasus kabur nya Rangga. apa boleh kami bertanya?"
"silahkan pak. duduk." ujar Usman dan salah satu polisi detektive itu bertanya soal siapa perempuan yang sedang tertidur itu. Usman pun berkata bahwa itu adalah istri nya dan ke empat detektive itu percaya tak percaya akan ucapan Usman.
Tetapi niat mereka datang kesitu bukan untuk memergoki pasangan yang belum menikah, tetapi untuk mencari informasi terkait kabur nya Rangga.
"kalau boleh kami tahu, siapa nama bapak?"
"nama saya Usman pak."
"sudah berapa lama bapak menjadi asisten nya Rangga?"
"baru satu tahun pak." jawab nya jujur.
"lalu apakah bapak tahu akan kasus yang menimpa Rangga?"
"saya tahu ketika pak produser Rangga datang kemari bersama beberapa polisi. saya tak tahu menahu soal pergi nya Rangga kemana pak."
"yakin pak Usman ini tak tahu pergi nya Rangga kemana?"
"sumpah pak. terakhir saya hanya dititipi kunci apartemen ini saja dan Rangga bilang kepada saya agar saya mengisi apartemen nya ini."
"apa dia tak bilang akan pergi kemana???"
"sumpah demi tuhan pak. tak ada Rangga bicara akan pergi ke suatu tempat kepada saya." ke empat detektive itu saling tatap dan salah satu dari mereka pun bertanya lagi.
"baiklah kalau begitu alasan pak Usman. lalu apa kami boleh melakukan Pencarian Barang Bukti didalam kamar ini?" Usman ragu untuk membolehkan para detektive itu mencari barang bukti dikamar tersebut.
Tetapi jika Usman menolak, tetap saja ia pasti akan dicurigai. maka pilihan yang tepat adalah membolehkan kemauan para detektive itu dan lagipula ia berpikir yang dicari itu barang bukti milik Rangga bukan milik nya. maka Usman pun menyetujui nya dan kini ke empat detektive itu mencari dan menggeladah ruangan kamar apartemen bekas milik Rangga itu. pacar nya Usman pun disuruh di bangunkan oleh ke empat detektive itu dan ia segera bangun. hal tersebut sengaja mereka lakukan untuk memastikan pacar nya Usman tertidur bukan karena pengaruh obat terlarang atau minuman beralkohol.
__ADS_1