
SORE Hari itu, Mobil Rehan sudah terparkir dihalaman rumah nya. ia sekarang sedang masuk bersama Doni ke dalam rumah nya dan pada saat itu juga Karina sedang mengecek ponsel nya.
"astaga panggilan dari Rehan tak terjawab!? mengapa aku tak mendengar suara panggilan ini ketika tertidur tadi???" ujar Karina dan ia pun segera menghubungi Rehan. saat itu Rehan sedang berbicara dengan pembantu rumah itu untuk menyediakan jamuan untuk tamu nya yaitu Doni didapur. sedangkan Doni, ia sedang duduk di kursi sofa ruangan tamu rumah tersebut.
Suara ponsel Rehan terdengar dari balik kantung celana nya dan ia langsung mengangkat nya.
"halo sayang ada apa???"
"kamu sedang dimana sayang??? maaf aku baru bangun tidur dab tak tahu bahwa kamu tadi menghubungi ku."
"tak apa-apa sayang, aku sedang ada perlu dengan teman kerja ku. paling nanti malam aku baru bisa pulang." ujar Rehan berkata berpura-pura berkata seperti itu, padahal ia sudah ada dirumah tersebut.
Rehan sengaja berbicara begitu kepada Karina hanya untuk melihat reaksi nya saja bagaimana, dan ternyata Karina mencurigai ucapan Rehan barusan.
"teman kerja laki-laki apa perempuan??? pasti si perempuan yang bernama Dewi itu bukan!?" tanya Karina bernada cemburu.
"bukan sayang, itu asisten ku yang bernama Doni."
"jangan bohong kamu sayang! aku kecewa sama kamu!" ucap Karina dan panggilan ponsel itu berakhir karena Karina sudah mematikan nya duluan.
Rehan yang sudah berhasil menjahili Karina pun tertawa geli dan ia segera pergi ke kamar nya Karina setelah ia menyuruh pembantu rumah itu membawa hidangan untuk Doni. didalam kamar, Karina sudah menitikan air mata nya dan dalam hati ia membatin.
"cukup sudah kesabaran ku terhadap mu Rehan! aku akan adukan semua ini kepada ibu mu nanti dan sekalian nanti aku izin pulang saja kepada ibu nya." ucapan batin Karina itu membuat diri nya merasa bernasib sial dalam masalah percintaan nya. ia saat itu ingat kepada ibu nya yang ada dikampung dan niat untuk nya pergi dari rumah itu sudah semakin matang.
Pada saat Karina merenungkan soal Kecemburuan nya kepada Rehan dengan wanita yang bernama Dewi itu, ia mendengar ketukan pintu kamar nya. karina segera mengelap air mata nya memakai selimut dan berseru menyuruh masuk. ia menyangka orang yang mengetuk pintu itu adalah pembantu rumah itu dan ketika pintu tersebut terbuka lebar, nampaklah Rehan dengan memasang wajah senyum geli kepada Karina.
"kau!? ah menyebalkan sekali kamu sayang!" ujar Karina ketus sembari ia membuang muka nya ke samping. Rehan segera mendekati Karina dan duduk ditepi ranjang nya seraya bertanya,
"pasti kamu habis menangis ya sayang???"
__ADS_1
"kata siapa!? untuk apa aku menangis!?" tanya Karina ketus dan membuat Rehan tertawa geli.
Karina yang semakin cemberut itu segera berkata,
"apa nya sih yang lucu sayang!?" Rehan pun segera mencubit pipi Karina dengan gemas seraya berkata,
"kamu lucu sayang, maka nya aku tertawa."
"aku biasa saja kok." ucap Karina tetap ketus dan Rehan pun berkata lagi,
"maaf ya sayang, tadi aku hanya bercanda saja bilang begitu kepada mu. sejak aku menghubungi mu, aku masih dikantor dan aku pasti sudah mengira bahwa kamu memang masih tertidur. maka aku putuskan untuk cepat pulang saja karena sudah rindu kepada mu."
"begitukah?" Rehan mengangguk dan Karina mulai mengendurkan kecemburuan nya.
Pada saat itu Rehan pun berkata tanya,
"apa kamu tak rindu kepada ku sayang???"
Rehan yang memeluk Karina dengan penuh perasaan itu segera mencium kening nya seraya bertanya,
"ayo ikut aku ke ruangan tamu, aku ingin mengenalkan mu dengan asisten ku yang bernama Doni itu."
"apakah dia ada disini sayang???"
"dia ada disini dan aku menyuruh nya untuk menunggu diruangan tamu."
"oh begitu, yasudah ayo sayang." ujar Karina dan Rehan pun segera menuntun Karina pergi ke ruangan tamu. Karina yang sudah membaik dari sakit nya itu udah berjalan seperti biasa nya dan hal tersebut membuat Rehan semakin senang akan kesembuhan Karina.
Tiba diruangan tamu, Doni yang sedang duduk sembari memainkan ponsel nya itupun segera bangun. ia tersenyum ramah kepada Karina yang tersenyum juga kepada nya. setelah mereka bersalaman dan saling mengenalkan nama, Karina lalu duduk didekat sofa berdampingan dengan Rehan dan mereka pun mulai berbincang-bincang.
__ADS_1
"bagaimana Don, cantik tidak calon istri ku ini?" tanya Rehan dan membuat Karina menjadi malu dengan menyenggol pinggang Rehan.
"cantik bos, aku pun iri melihat nya." ujar Doni bercanda dan membuat Karina berani bertanya.
"apakah mas Rehan ini tak memiliki pasangan seperti kami???" pertanyaan Karina itu membuat Rehan tertawa geli melihat Doni salah tingkah ditanya seperti itu oleh Karina.
Doni yang salah tingkah ditanya seperti itu segera menjawab nya.
"saya tak punya pasangan mbak, maklum orang jelek seperti saya mana ada yang mau."
"jangan merendah seperti itu mas Doni, Rehan saja yang tampang nya jelek begini banyak yang suka kok. iyakan sayang???" ucapan Karina barusan membuat Doni menahan tawa nya dan Rehan pun menatap Karina seraya bertanya.
"iya banyak, terutama kamu sayang."
"bukan aku saja, mantan kamu itu seperti nya masih berharap bisa kembali ke dalam pelukan mu sayang. lalu perempuan yang bernama Dewi itu dan wanita mana lagi pasti banyak yang suka kepada mu sayang."
"sudah-sudah jangan ngawur sayang. kita disini bukan untuk membahas soal itu."
"lalu kita akan membahas soal apa sayang?" tanya Karina penasaran dan Doni segera ditatap oleh Rehan dan Rehan pun paham maksud tatapan dari Rehan tadi.
Karina bingung menatap Rehan dan Doni yang saling tatap itu, kemudian Doni berkata.
"sebenar nya kedatangan saya kemari bukan untuk berkenalan dengan calon istri nya bos saja. melainkan untuk membahas wanita yang bernama Dewi itu, mbak Karina." Karina yang mendengar ucapan Doni barusan segara berkerut dahi dan bertanya.
"untuk apa membahas wanita yang ingin menghancurkan hubungan ku dengan Rangga!? memang nya tak ada pembahasan yang bermutu selain itu mas Doni!?" ucapan Karina bernada penuh tekanan itu membuat Doni jadi ngeri sendiri.
Ia menatap Rehan yang sejak tadi menutup mulut nya agar tak tertawa, karena sebenar nya Rehan begitu karena ia melihat raut wajah Doni yang tegang ketika mendengar ucapan Karina yang penuh emosi itu. pada saat itu Karina menatap Rehan dan bertanya,
"apa nya yang lucu sayang!?"
__ADS_1
"tak ada yang lucu kok sayang." ujar Rehan beralasan dan membuat Doni membatin.
"memang benar apa yang dikatakan Rehan, calon istri nya ini memang galak sekali sikap nya. jadi ngeri sendiri jika aku berada di posisi Rehan." ucapan batin Doni pun berhenti ketika Rehan segera berkata untuk meluruskan permasalahan itu kepada Karina.