
MALAM Hari telah semakin larut dan ditempat lain nya, yaitu dirumah nya Nikita. para polisi dan pak produser nya Rangga yang awal nya sedang Mencari Keberadaan Rangga, kini sudah tiba di depan rumah nya Nikita. setelah pak produser mengobrol sebentar dengan satpam penjaga rumah tersebut dan satpam tersebut sudah datang ke rumah majikan nya dan memberitahukan ada tamu yang datang ke rumah tersebut, pintu gerbang pun dibuka.
Setelah para polisi dan pak produser yang bernama pak Yono itu dipersilahkan masuk oleh sang pemilik rumah, kini mereka mulai mengobrol.
"maaf sebelum nya jika kami datang bertamu malam-malam begini." ujar salah satu polisi pemimpin expedisi tersebut.
"tak apa-apa pak." ujar seorang ibu rumah tangga yang terlihat masih awet muda. disamping nya ada suami nya yang rambut nya sudah beruban tapi masih kelihatan gagah. lalu bapak tuan rumah itu bertanya,
"kalau boleh saya tahu, kedatangan pak polisi ini ada apa ya sebenar nya???" pertanyaan tersebut segera dijawab oleh pak polisi tersebut.
"sebetul nya kedatangan kami kemari ada hubungan nya dengan anak bapak, apa anak bapak ada???" suami istri itu saling tatap karena bingung mengartikan ucapan pak polisi itu.
Pak Yono, sebagai pak produser yang menjadi perantara permasalahan Rangga itu segera angkat bicara.
"apa ibu dan bapak tahu bahwa anak bapak dan ibu yang bernama Nikita itu memiliki pasangan bernama Rangga Pangestu???"
"kami tahu akan soal itu." ujar ayah nya Nikita dan ibu nya Nikita menimpali.
"memang apa masalah nya dengan anak saya pak???" lalu pak produser menatap pak polisi tadi dan kemudian polisi tadi berbicara kepada ibu dan ayah nya Nikita tentang permasalahan Rangga yang saat ini sedang dicari polisi.
Berita tentang Rangga yang baru-baru ini menggemparkan perfilman artis tanah air belum sepenuh nya diketahui oleh orang lain seperti ibu dan ayah nya Nikita. maka dari itu Nikita segera dipanggil oleh ayah dan ibu nya untuk menanyakan hal tersebut. Nikita saat itu sedang tertidur dengan lelap nya, tapi ia memaksa bangun ketika salah satu pembantu rumah nya membangunkan nya.
Setelah Nikita bangun dan pergi ke ruangan tamu, ia kaget setengah mati ketika melihat pak produser dan beberapa pak polisi. setelah Nikita duduk dan menenangkan diri nya, ia bertanya.
"ada apa ini pak Yono malam-malam begini???"
"apa kamu tahu Rangga pergi kemana???"
__ADS_1
"kenapa dengan Rangga??? bukankah dia tinggal di apartemen nya???"
"kami sudah mendatangi nya dan disana tak ada siapa-siapa. bahkan asisten nya pun tak tahu menahu kemana pergi nya Rangga."
"lalu ada apa sebenar nya dengan Rangga? apa masalah nya dengan keluarga ku pak Yono???" tanya Nikita lagi semakin bingung.
Kedua orang tua Nikita pun menenangkan anak nya itu dan kemudian pak Polisi menjelaskan nya.
"kami sedang mencari Rangga untuk dipertanyakan soal kelakuan nya terhadap para gadis desa yang pernah ia gauli."
"gadis desa yang mana!? si Karina itu maksudnya???" tanya Nikita tak kaget sama sekali, lalu pak Yono berkata.
"bukan Karina saja, tapi ada tiga gadis desa yang mengaku telah dihamili oleh Rangga."
"hah!? apakah bapak tak membual didepan ku!? itu tidak mungkin!!" teriak Nikita dengan keras.
Ayah dan ibu nya pun ikut melihat nya juga dan setelah mereka membaca nya, tiba-tiba wajah ketiga nya mendadak tegang. pada saat itu juga Nikita menangis sejadi-jadi nya dan ibu nya langsung memeluk nya. ayah nya Nikita pun ikut merasakan kesedihan itu, lalu ayah nya berkata.
"mulai saat ini ayah tak mengizinkan kamu berhubungan lagi dengan anak biadab ini!"
"tapi ayah, hixhixhix..." ucap Nikita disela menangis nya.
"tapi apa!? masih banyak laki-laki lain diluaran sana! apa perlu ayah meminta kepada Rehan untuk kembali kepada mu hah!?"
"itu tak akan mungkin ayah! hixhixhix.." ayah nya Nikita semakin bingung dengan ucapan anak nya.
Pak polisi hanya bisa diam melihat kejadian tersebut didepan mereka, tetapi bagi pak Yono sudah beda cerita lagi. ia tahu permasalahan Nikita dengan Rehan karena Nikita sudah berselingkuh dibelakang nya dengan Rangga. pak Yono ingin memberitahukan hal tersebut tapi tak jadi karena Nikita sudah lebih dulu mengatakan nya.
__ADS_1
"aku telah berselingkuh dengan Rangga ayah! aku... aku pikir.. Rangga adalah laki-laki yang berbeda dengan Rehan, tetapi ternyata baru aku sesali sekarang bahwa dia adalah lelaki mata keranjang! hixhixhix." semua nya diam mendengar ucapan Nikita barusan.
Kemudian terdengar Nikita berkata lagi,
"maafkan aku ayah dan ibu, aku telah mengandung anak nya Rangga."
"apa!?" sentak ayah dan ibu nya Nikita kaget dan pak Yono pun ikut kaget juga. Nikita makin menangis dalam pelukan ibu nya dan ayah nya Nikita hanya bisa menutup muka nya dengan kedua telapak tangan nya.
Perasaan campur aduk kedua orang tua Nikita hanya dilampiaskan dengan perasaan sedih dan kecewa yang amat mendalam terhadap anak nya.
"sudah ayah katakan kepadamu berulang kali! cari laki-laki yang menghormati kodrat mu sebagai seorang wanita! jangan mempercayai ucapan laki-laki tentang pertanggungjawaban nya nanti jika ia ingin menggagahimu! sudah ayah katakan berulang kali kepada mu nak!" tegas ayah nya Nikita dan ia pun akhir nya menitikan air mata juga karena tak kuat merasakan kepahitan tentang anak nya yang hamil diluar nikah.
Ibu nya Nikita sejak tadi tak bisa berkata-kata apalagi selain menangis memeluk anak nya. pak polisi segera berkata kepada pak Yono untuk pamit saja, karena orang yang dicari oleh mereka tak ada ditempat. pak Yono hanya mengangguk saja dan mempersilahkan pak polisi yang berkata untuk pamitan.
"maaf sebelum nya jika kedatangan kami membuat gaduh seluruh rumah ini pak." ujar pak polisi kepada ayah nya Nikita.
"tak apa pak. saya akan merasa sangat berhutang budi kepada pak polisi jika tak segera menangkap Rangga sesegera mungkin. lelaki biadab itu harus segera di adili atas kelakuan nya yang telah lari dari tanggung jawab nya ini."
"siap pak. kami akan segera mencari nya dan akan kami hubungi lagi jika Rangga sudah kita ringkus."
"baik pak. mohon bantuan nya." ujar ayah nya Nikita dan kini pak polisi dan pak Yono pamit pulang kembali.
Setelah kepergian pak polisi dan pak Yono, Nikita dikecam habis-habisan oleh ayah nya. tetapi ibu nya Nikita tetap membela nya dan mengatakan untuk tetap tabah menghadapi peristiwa pahit yang sedang mereka alami itu. makin lama ayah nya Nikita pun surut juga kemarahan nya dan kini ia langsung memeluk istri dan anak nya seraya berkata meminta maaf dan telah menyesali perkataan kasar nya kepada Nikita, anak satu-satu nya dikeluarga tersebut.
...*...
...* *...
__ADS_1