DEMI CINTA

DEMI CINTA
RANGGA KERASUKAN


__ADS_3

RANGGA Seketika itu juga langsung gemetaran badan nya dan mata nya seketika mendelik ke atas. ibu Susi kaget melihat Rangga yang tiba-tiba seperti orang yang sedang mengalami sakit ayan. Randi pun ikut tegang melihat adik nya seperti itu, sebagai seorang kakak ia masih menyimpan rasa belas kasihan terhadap adik nya itu. ketika Randi bangun untuk mendekati adik nya, para ketua polisi yang ada disekitaran mereka berkata.


"biarkan saja begitu! dia itu sedang akting didepan kita!"


"betul! ketika kita sedang membawa nya kemari pun ia bertindak seperti orang gila, padahal kami tahu dia hanyalah akting saja!" ucapan dari beberapa ketua polisi itu membuat ibu Susi bertanya.


"benarkah!? tapi kali ini seperti nya ia sedang tidak akting. lihat badan nya gemetaran dan kulit nya mulai berkeringat dingin." setelah ibu Susi berkata begitu, Rangga pun langsung terjengkang ke belakang bersamaan raungan tangis seorang perempuan.


"hixhixhix..., sakiiit...sakiiit sekali ya tuhaaaan..., ampuni dosa ku ini ya tuhaaan...hixhixhix.." semua mata menatap ke arah Rangga yang tergeletak dilantai dan Randi yang kenal dengan suara itu pun berkata sembari mendekati Rangga.


"itukan suara ibu!? apakah ibu yang merasuki Rangga???" pertanyaan tersebut segera membuat Rangga menatap nya dan seketika juga Rangga menangis menjerit layak nya seorang perempuan.


Ibu Susi dan para ketua polisi lain nya hanya bisa terdiam memperhatikan apa yang sebenar nya sedang terjadi kepada Rangga itu. mereka mengira saat itu Rangga sedang berakting didepan mereka. mereke memgira seperti itu karena profesi Rangga adalah artis yang pandai berakting dan sekarang yang dilakukan Rangga pun mereka anggap Rangga hanyalah sedang akting agar orang yang ada disitu kasihan kepada nya.


Tetapi ketika Randi mengangkat tubuh Rangga yang tergeletak dilantai dengan dua tangan terborgol ke belakang itu segera berkata.


"apakah yang merasuki Rangga adalah ibu!? jawablah bu, jangan membuat orang yang ada disini mengira bahwa Rangga sedang akting." ucapan Randi tersebut membuat Rangga semakin menangis pilu dengan masih memakai suara perempuan. Ibu Susi yang mulai percaya bahwa Rangga saat itu bukan sedang akting melainkan sedang Kerasukan mahluk halus, segera berkata kepada anak buah nya.


"siapa di sini yang paham dengan hal yang berbau dengan hal gaib..???" para anak buah ibu Susi saling tatap dan kemudian salah satu dari mereka ada yang berkata.


"pak Samsudin seperti nya paham dengan hal seperti itu bu."


"pak Samsudin? securiti kantor ini?"

__ADS_1


"iya benar bu."


"coba panggil pak Samsudin kemari." lalu anak buah ibu Susi memanggil pak Samsudin.


Randi masih menatap Rangga yang masih menangis antara kesakitan dan kesedihan. lalu Randi berkata lagi,


"maafkan Randi bu, selama ini Randi telah salah karena pergi tanpa memikirkan nasib ibu ke depan nya." lalu sosok yang merasuki Rangga pun menjawab nya.


"kamu tak salah nak,...hixhix..., ibu yang salahhh..hixhix." Rangga yang berbicara memakai logat suara perempuan itu mulai mereka percayai bahwa Rangga bukan sedang berakting lagi, melainkan sedang dirasuki oleh sosok yang seperti nya adalah ibu kandung nya Randi dan Rangga.


Pada saat itu Randi langsung berkata lagi,


"ibu sudah jangan menangis, Randi sudah ada di sini."


"**** ********** ibu sakit nak, sakiiit sekali. mungkin ini adalah azab dari tuhan dari dosa yang ibu lakukan bersama adik mu..., hixhixhix." Randi hanya bisa menunduk sedih mendengar ucapan pengakuan sosok ibu nya yang merasuki Rangga itu. para polisi dan ibu Susi hanya terdiam memperhatikan kejadian itu dan bagi mereka, kejadian seperti itu baru mereka alami saat itu juga. kemudian terdengar Randi berkata tanya lagi,


"terima kasih nak, terima kasih atas doa nya." suara tersebut sudah mulai biasa lagi dan tangis jeritan sudah tak terdengar lagi.


Rangga menatap sayu ke arah Randi dan kemudian terdengar Rangga berkata,


"sekali lagi maafkan ibu ya nak. semenjak kepergian mu, ibu seringkali melamunkan dirimu nak. ibu juga seringkali melamunkan rasa penyesalan karena telah melakukan hubungan terlarang dengan adik mu. lama-lama ibu jadi gila dan mulai timbul penyakit di **** ********** ibu hingga ibu meninggal dunia."


"memang nya Rangga saat itu sedang apa bu!? mengapa dia tak membawa ibu ke rumah sakit???"

__ADS_1


"Rangga hanya membiarkan ibu saja didalam kamar dan lebih tega nya disaat ibu sedang sakit begitu Rangga masih saja memperlakukan ibu sebagai pemuas napsu nya. sakit hati ibu nak jika ingat masa itu, berkali-kali ibu membatin berdoa kepada tuhan agar Rangga bisa merubah sipat nya itu. tetapi setelah ibu pikir-pikir, semua sudah terlambat dan doa ibu itu hanyalah kepercumaan saja."


"mengapa begitu bu???" tanya Randi penasaran.


"karena Rangga telah mewarisi sipat ayah mu nak dan semua kelakuan nya dari dulu sampai saat ini, persis sekali mirip dengan ayah mu." Randi mengerutkan dahi nya dan kemudian ia bertanya lagi.


"ibu tahu darimana kalau sipat Rangga itu seperti ayah dari dulu sampai sekarang...???"


"karena ibu selalu mengikuti kemana Rangga pergi nak. semenjak ibu meninggal, arwah ibu selalu mengikuti kemana Rangga pergi. rumah yang dulu kita cicil, malah dijual oleh Rangga kepada orang lain dan ibu hanya bisa menangis melihat anak kandung sendiri tega sekali kepada ibu nya yang telah mati ini." ucapan bernada sedih tersebut membuat suasana diruangan itu menjadi penuh dramatis dan keharuan.


Pak Samsudin yang tadi di panggil pun sudah berada didalam ruangan itu dan ibu Susi lalu berkata tanya kepada pak Samsudin.


"pak Samsu, coba kemari."


"iya bu..." lalu pak Samsudin mendekati ibu Susi dan ibu Susi bertanya.


"apakah benar lelaki yang tertunduk itu sedang dirasuki arwah ibu nya???" ujar ibu Susi sembari jari telunjuk nya menujuk ke arah Rangga berada. pak Samsudin menatap lekat-lekat tubuh Rangga, lalu ia berkata.


"hmm seperti nya memang benar lelaki itu sedang dirasuki oleh ibu nya bu. wujud yang merasuki nya itu seorang perempuan setengah baya dan wajah nya masih cantik tapi dalam keadaan murung." orang yang ada disitu hanya manggut-manggut mendengar ucapan dari pak Samsudin itu.


Randi yang masih menahan tubuh Rangga itu pun berkata tanya lagi,


"jadi sekarang apa yang harus Randi lakukan bu??? saat ini Rangga sudah menjadi buronan polisi akibat kelakuan nya yang telah melecehkan wanita dan entah hukuman apa yang nanti akan dijatuhkan kepada Rangga." ucapan Randi tersebut segera dijawab oleh ibu nya.

__ADS_1


"tak perlu khawatir nak, Rangga akan ibu bawa ke alam ibu sekarang berada dimana."


"maksud ibu bagaimana???" tanya Randi tegang dan membuat semua orang yang ada disitu ikut tegang juga.


__ADS_2