
MALAM Hari telah tiba dan tak terasa Rehan menemani Karina sampai ibu nya pulang ke rumah. ibu nya Rehan pulang jam delapan malam hari dan pada saat itu Reham sedang menyuapi Karina makan di kamar nya Karina. Ibu Susi awal nya ingin melihat keadaan Karina, tetapi ia tak jadi masuk karena melihat anak nya sedang menyuapi Karina.
Ibu Susi tersenyum melihat anak nya sangat bertanggung jawab dan perhatian terhadap Karina dan ibu Susi lalu mencoba mengetuk pintu yang terbuka sedikit itu.
tok..tok..tok.., lalu Rehan dan Karina memalingkan kepala nya ke arah pintu dan disana ibu Susi berkata,
"bolehkah ibu masuk???"
"silahkan mama." ujar Rehan dan Karina bersamaan. Rehan menatap Karina yang menyebut ibu nya dengan sebutan 'Mama' seperti diri nya.
Ibu Susi kini berada disamping Rehan yang sedang duduk menyuapi Karina, pada saat itu ibu Susi berkata.
"bagaimana keadaan mu Karina? apa sudah baikan???"
"sudah membaik kok mama." ujar Karina dan ibu Susi tersenyum sembari berkata,
"syukurlah kalau begitu nak." lalu ibu Susi bertanya kepada anak nya,
"apa waktu siang tadi kamu tak pergi ke kantor perusahaan mu sayang???"
"aku sudah menyuruh asisten ku untuk menggantikan ku sementara mama, jadi aku bisa menjaga Karina dan merawat nya."
"oh begitu." ujar ibu nya Rehan manggut-manggut mengerti.
Lalu terdengar suara dering ponsel nya ibu Susi dan ia segera mengangkat nya.
"halo pak Sarno ada apa???"
"halo selamat malam ibu?"
__ADS_1
"iya selamat malam, ada apa pak Sarno???" tanya ibu Susi lagi penasaran dan suara lelaki diponsel ibu Susi pun menjawab nya.
"saya sudah mencari jejak Rangga melalui GPS ponsel nya dan telah berhasil menemukan titik lokasi nya." Rehan dan Karina mendengar suara tersebut dan mereka pun saling tatap.
Ibu Susi lalu bertanya lagi tentang keberadaan Rangga dimana dan pak Sarno menjawab nya.
"terakhir kali ponsel nya aktiv berada bandara soekarno hatta dan tak lama GPS nya aktiv lagi dan kali ini berada di london."
"dilondon!? sedang apa dia disana???" tanya ibu Susi kaget dan pertanyaan nya itu tak mendapat alasan yang jelas. pada saat itu Rehan pun berkata,
"mungkin dia melarikan diri ke london demi menyembunyikan identitas nya mama."
"ya mama pun sepemikiran dengan mu." ujar ibu Susi, lalu ibu Susi berkata lagi kepada pak Sarno.
"baiklah kalau begitu, tetap telusuri keberadaan Rangga diluar negeri itu. jika sudah ditemukan tempatnya, kita akan rundingkan lagi."
"baik ibu." lalu ibu Susi mematikan panggilan ponsel tersebut.
"padahal apa susah nya bertanggung jawab dan berterus terang layak nya seorang lelaki sejati. jika sudah begitu, hidup nya tak akan tenang dan bahagia sampai kapan pun." Rehan dan ibu nya menatap Karina yang menatap kosong ke depan. lalu terdengar Rehan berkata,
"apa yang kamu katakan itu memang benar sayang, tetapi setiap orang berbeda watak dan kelakuan. mungkin dia masih ingin hidup bebas tanpa ada nya ikatan pernikahan atau mendekam didalam sell penjara. maka dari itu hal yang paling bagus menurut nya adalah Lari Dari Masalah nya." lalu ibu nya Rehan menimpali,
"betul apa yang dikatakan Rehan, Karina. hal tersebut memang wajar bagi manusia seperti kita, tetapi kita hidup dinegara ini selalu ada hukum yang berlaku. orang yang sering lari dari tanggung jawab adalah orang yang pengecut dan dapat menyengsarakan diri nya dan orang lain. maka dari itu Rangga harus segera ditangkap untuk diadili dengan pasal yang berlaku agar tak ada lagi korban seperti yang sudah-sudah."
"iya mama, aku paham maksud mama." ujar Karina mulai tersenyum lagi dan kemudian ibu Susi mengusap rambut Karina seraya berkata.
"kamu jangan terlalu memikirkan hal yang macam-macam ya Karina. fokus untuk kesembuhan mu dulu, soal Rangga itu sudah menjadi tugas wajib ibu untuk menangkap nya sampai dapat."
"baik mama, terimakasih." lalu Ibu Susi memeluk Karina setelah Rehan bangun dari duduk nya.
__ADS_1
Ibu Susi lalu pamit lagi untuk keluar kamar dan Rehan pun berkata setelah ia memberi Karina minum.
"kamu istirahat ya sayang, nanti malam aku akan menemani mu tidur disini. aku mau mandi dulu, sejak sore tadi aku belum mandi karena fokus merawat mu." Karina hanya mengangguk sembari tersenyum bahagia melihat Rehan yang dewasa dalam bersikap kepada nya. setelah kepergian Rehan, Karina segera memainkan ponsel nya dan ia pun sedikit demi sedikit sudah mulai paham memainkan nya.
Didalam rumah nya paman Wahyu, mereka sedang makan malam bersama diruangan meja makan. disela makan itu mereka sesekali berbincang-bincang,
"bagaimana keadaan Karina ayah? apa dia baik-baik saja???" tanya bibi Mega yang sudah tahu keadaan Karina dari suami nya.
"Karina baik-baik saja bu, beruntung sekali Karina bisa mengenal dengan Nak Rehan dan ibu Susi, keselamatan Karina pasti terjamin disana."
"syukurlah kalau begitu ayah, semoga Karina cepat sembuh dan menerima kenyataan atas kandungan nya yang keguguran. tapi ngomong-ngomong, perempuan pacar nya Rangga itu memang benar apa kata ayah? dia pun ikut keguguran juga?"
"iya ibu, nak Rehan yang menceritakan nya kepada ayah bahwa pacar nya si Rangga itu ternyata hamil juga oleh si Rangga. jadi karena kedua nya keguguran karena perkelahian itu, maka dari itu mereka tak perlu takut akan memiliki bayi tanpa seorang ayah."
"hmm begitu, padahal kita sudah mengharapkan kelahiran bayi nya Karina nanti ya Wulan." Wulan hanya mengangguk saja ketika ibu nya berkata begitu kepada nya.
Wulan yang sudah tahu juga akan Karina yang keguguran pun merasa sangat sedih mendengar nya. ayah dan ibu nya Wulan mulai paham akibat diam dan murung nya Wulan dan mereka pun bertanya,
"kamu kenapa murung begitu sayang???" tanya sang ayah.
"apakah kamu rindu terhadap kak Karin nak???" tanya ibu nya dan Wulan pun menganggukan kepala nya.
Ibu dan Ayah wulan saling tatap dan terdengar ibu nya Wulan bertanya,
"apakah kita besok pergi mengajak Wulan untuk menengok Karina, Ayah???"
"hmm.., boleh. lagi pula besok adalah hari libur ayah dan hari libur Wulan sekolah. yasudah besok nanti siang setelah kita makan siang, kita akan menengok Karina."
"serius ayah?" tanya Wulan mulai bersemangat lagi dan ayah nya pun mengangguk membenarkan sembari tersenyum.
__ADS_1
Wulan pun tersenyum riang kembali dan kemudian mereka lanjut makan nya lagi sampai mereka beres. disatu sisi, ibu nya Karina baru saja selesai melaksanakan shalat isya dan setelah itu ia seperti biasa mendoakan keselamatan anak nya. pada saat itu juga suara telepon rumah berdering dan ibu Karina segera bangun dan bergegas menuju ke tempat telepon rumah berada. setelah diangkat, ternyata itu adalah Karina dan ibu nya pun merasa sangat senang bisa mengobrol lagi dengan anak nya.