
CAHAYA Senja temaram kini sudah berganti dengan suasana malam hari dikampung nya tempat tinggal Karina. Rehan berniat ingin menginap dulu dirumah ibu nya Karina dan besok baru ia akan pergi kembali ke kota bersama Karina. pada malam itu, terlihat Karina, Rehan dan ibu nya Karina sedang berada diruangan meja makan.
Mereka bertiga terlihat sedang makan malam dan sesekali mereka berbincang-bincang juga.
"bagaimana nak Rehan? apa nak Rehan betah berada dikampung ini?"
"betah bu, lebih betah lagi jika setiap hari ada Karina didekat Rehan."
"mulai deh gombal nya.." ujar Karina merasa risih dan Rehan hanya tertawa pelan saja. kemudian ibu nya Karina berkata tanya lagi kepada Rehan,
"tadi ketika kalian berdua sedang berada dibelakang rumah, ada pak kepala desa yang datang kemari."
"pasti pak kepala desa bertanya kepada ibu soal Rehan kan???" tanya Karina dan ibu nya mengangguk membenarkan seraya menjawab nya.
"benar sayang, pak kepala desa bertanya tentang siapa nak Rehan ini dan apa hubungan nya dengan kita."
"lalu ibu jawab apa???" tanya Karina lagi penasaran. Rehan yang sejak tadi menyimak obrolan tersebut pun segera bertanya,
"maaf kalau Rehan menyela obrolan ibu dan Karina, memang nya pak kepala desa itu mengapa sampai menanyakan hal tersebut kepada ibu???"
"karena dikampung ini beda dengan di kota nak Rehan, kalau ada tamu yang dari luar kampung ingin menginap dikampung ini. ibu sebagai pemilik rumah wajib lapor kepada kepala desa untuk memastikan bahwa orang yang bertamu dirumah ini memiliki identitas yang jelas dari mana asal nya dan apa tujuan nya menginap di rumah ini."
"oh begitu bu..." ujar Rehan manggut-manggut paham dan kemudian Karina bertanya.
"tapi mengapa pak kepala desa yang datang kemari sendiri bu???" pertanyaan Karina tadi membuat Rehan jadi penasaran lagi.
"sebenar nya pak kepala desa datang kemari bukan karena ia ingin menanyakan tentang nak Rehan ini saja. tapi ia ingin menanyakan tentang Rangga yang telah meninggal dunia itu akibat apa kepada ibu. soal nya, berita ditelevisi saat ini masih ramai atas berita kematian Rangga yang berprofesi sebagai artis termahal itu. jadi pak kepala desa dan para warga kampung ini menyangka kematian Rangga ada kaitan nya dengan kita, Karina. asal kamu tahu, warga kampung sini sudah tahu kamu telah dihamili oleh Rangga dan ibu serta paman mu sudah menjelaskan kepada mereka tentang masalah sebenar nya itu." Karina sedikit tersentak kaget mendengar ibu nya berkata begitu, lalu Rehan bertanya.
__ADS_1
"mengapa kau sampai kaget begitu...???"
"aku kaget karena mendengar permasalahan yang menimpa ku itu diketahui oleh para warga kampung ini. asal kamu tahu, warga kampung sini orang-orang nya hobi gosip sayang."
"hmm begitu, apakah dengan ada nya aku disini juga mereka akan menjadikan kita bahan untuk obrolan gosip mereka???"
"sudah pasti nak Rehan. tetapi warga kampung sini baik-baik kok dan tak pernah mengusik."
"benarkah...???" tanya Rehan dan Ibu nya Karina mengangguk mengiyakan.
Karina pada saat itu melihat ke arah meja televisi dan diatas televisi ada sebingkai poto laki-laki.
"bu..., bukankah itu bingkai poto nya ayah???" ujar Karina menunjuk ke atas televisi dan otomatis Rehan dan ibu nya Karina menatap ke arah sana.
"oh iya nak, ibu lupa menaruh nya dikamar." lalu ibu nya Karina beranjak dari duduk nya untuk mengambil bingkai poto itu. tetapi Rehan segera mencegah nya seraya berkata.
"biar Rehan saja yang mengambil nya bu." lalu tanpa menunggu jawaban dari ibu Ajeng Rehan pun bergegas mengambil Sebingkai Poto itu.
"ganteng juga ayah nya Karina bu, ckckck." ujar Rehan terkagum-kagum melihat poto wajah ayah nya Karina. ibu nya Karina hanya tersenyum mendengar Rehan berkata seperti itu, lalu Karina pun berkata.
"ayah ku memang ganteng, tapi watak nya tak jauh beda dengan si Rangga itu."
"maksudmu...???" tanya Rehan tak mengerti dan ketika Karina ingin memberitahukan tentang ayah nya kepada Rehan, ibu nya melarang nya dengan isyarat gerakan tangan dan berkata.
"biar ibu saja yang menjelaskan nya kepada nak Rehan."
"baik bu." ujar Karina dan ibu nya Karina pun mulai berkata.
__ADS_1
"sebenar nya jika dibandingkan dengan Rangga, ayah mu tak separah si Rangga itu anak ku sayang. menurut ibu, seorang lelaki yang sudah beristri itu wajar jika ia tertarik kepada wanita yang lebih cantik dan muda dibandingkan dengan istri sah nya."
"tumben ibu membela kelakuan ayah yang telah menyakiti ibu itu? bukankan ibu pernah bilang bahwa ayah itu seroang lelaki yang biadab dan tak bertanggung jawab terhadap ibu???" ucapan Karina itu membuat ibu nya Karina tertunduk seakan ia sedang merasakan luka lama itu lagi.
Rehan yang melihat perubahan wajah ibu nya Karina pun segera berkata kepada Karina.
"kau ini jangan bicara menyinggung perasaan ibu mu, meskipun kejadian itu sudah lama sekali tapi aku yakin pasti ibu mu masih mengingatnya sampai detik ini." Karina yang mendengar ucapan Rehan pun berkata menyesali akan ucapan nya itu.
"maafkan Karina bu, Karina bukan bermaksud ingin..."
"sudah tak apa sayang..., ibu memaklumi ucapan mu itu. ibu hanya sedikit teringat saja akan kenangan masa lalu ibu dan ayah mu." lalu pada saat itu Rehan bertanya.
"maaf sebelum nya jika pertanyaan saya ini mrnyinggung perasaan ibu, memang nya ibu dan ayah nya Karina bercerai karena apa???" pertanyaan Rehan tersebut membuat Karina dan ibu nya saling tatap.
Rehan tak mengerti arti dari saling tatap ibu dan anak itu, karena Karina dan ibu nya takut jika mereka memberitahukan mengapa ayah dan ibu nya Karina bercerai kepada Rehan. tetapi Rehan segera berkata lagi sebelum Karina dan ibu nya menjawab pertanyaan Rehan.
"maaf jika ibu tak berkenan untuk menceritakan nya, lebih baik jangan bu." lalu Karina pun berkata kepada ibu nya.
"tak apa kok nak Rehan, ibu bisa menceritakan nya. lagi pula ibu tak keberatan calon menantu ibu tak tahu akan permasalahan ibu dan ayah nya Karina." ucapan ibu nya Karina itu segera ditanya oleh Karina.
"apa ibu yakin akan menceritakan masa lalu ibu itu kepada Rehan???"
"ibu yakin sayang, untuk apa ibu memendam masalah ini sedangkan permasalahan itu sudah berlalu dan usang." Karina berpikir sejenak dan kemudian berkata,
"yasudah kalau begitu terserah ibu, Karina tak mau mencela ucapan ibu itu." ibu nya Karina hanya mengangguk saja terhadap ucapan anak nya itu.
Rehan saat itu sudah menyelesaikan makan nya dan minum air.
__ADS_1
"nambah lagi nak Rehan, mengapa makan nya sedikit???" tanya ibu nya Karina.
"sedikit dari mana bu? ini Rehan sudah habis dua piring makan. ujar Rehan dan Karina pun tertawa cekikikan. ibu nya Karina pun ikut mengikik geli juga sampai ia lupa ingin menceritakan tentang ayah nya Karina kepada Rehan.