
Hari ini orang tua Maria berada di rumah tanpa pergi ke kebun,Maria yang sudah mulai masuk kembali ke sekolahnya karna kelulusan sudah akan di umumkan hari ini.
Pagi sekali Maria terbangun ,ia memasak juga membereskan rumah, untuk hari ini Maria tidak memandikan adik-adiknya karena ibunya ada di rumah hari ini.
"Ibu Maria berangkat dulu ya Asalamualaikum,"ucap Maria mencium punggung tangan ibunya.
"Hmmm walaikum salam,"jawab ibunya.
Maria yang sudah di tunggu sahabatnya Atikah di jalan,kini mereka berangkat sekolah bersama.
Di sekolah Dasarnya Maria punya dua sahabat yang bernama Atikah dan Ina
Atikah yang pendiam,Ina yang ceria..
merekalah yang menemani Maria dimanapun dan kemanapun.
Saat Maria yang baru ABG.
Maria terdiam melihat ke arah anak pria yang sedang bermain voli. hingga sebuah bola menghampiri Maria yang sedang duduk,Maria melihat ke arah depanya karna ada seorang pria berdiri di hadapanya, pria dengan kulit putih bibir tipis tubuh berisi pipinya manis,Maria tersenyum ,mengangguk saat pria itu menyapanya.
"Apa aku boleh mengambil bolanya?tanya pria itu
"Iya silahkan maaf saya tidak langsung melemparnya,"ucap Maria..
"Tidak apa-apa maaf ya apa kamu tidak terkena bolanya?tanyanya kembali.
"Tidak kok silahkan lajutkan bermainya,"ucap Maria.
Anak muda itu tersenyum dan mengagguk,ia berbalik dan menghampiri Maria kembali.
"Siapa namamu?tanyanya.
"Maria,"jawab Maria.
"Nama yang manis,aku Nana,"ucapnya.
Maria yang mendengar itu ia terkejut karna baru kali ini seorang pria bertanya panjang padanya, apalagi sekedar menanyakan namany.
Pria yang bernama Nana kembali ke lapangan, ia melihat ke arah Maria dengan senyumanya yang manis, teriakan para ceers membuyarkan pandangan Maria.
"Cieee yang di tanya cowok ganteng," goda Ina yang datang dari belakang bersama Atikah yang membawa buku karna ia senang membaca.
"Kenapa,apanya yang di goda, tidak sama sekali,"ucap Maria.
"Jangan bohong tuh pipimu memerah,"ucap Ina.
"Mana tidak ko,"ucap Atikah melihat wajah Maria.
"Tau siapa juga yang di goda kamu ngasal,"ucap Maria.
Suatu hari di saat Maria sedang berjalan ke kantin bersama teman-temanya,ia memilih jalan belakang kelas untuk kembali karna teman-temanya masih di kantin makan, Maria yang berbekal makanan ia membuka bekalnya di belakang sekolah saat ia hendak membuka bekal nya, ada yang bertanya padanya.
"Kenapa disini sendiri?tanya Nana.
Nana menghampiri Maria yang sedang duduk,dengan bekal di tanganya.
"Haah kamu sedang apa disini?tanya Maria.
"Duduklah aku temani kamu makan,"ucap Nana.
"Tapiii,"ucapan Maria terhenti saat Nana mengambil bekal Maria dan membukanya.
"Waaaah ini pasti enak nasi goreng dengan telur mata sapi,"ucap Nana.
Ia memakanya tanpa menghiraukan Maria yang melihatnya,Maria merebut bekalnya dan memakanya,ia sangat lapar, karna tadi pagi ia tidak sarapan..
"Itu berarti kita sudah ciuman,"ucap Nana.
Maria yang mendengar itu ia terbatuk dan tersedak,Nana yang khawatir melihat Maria tersedak ia memberikan botol minumanya,Maria meminumnya.
Maria memelototi Nana yang ada di depanya.
"Kamu jangan bercanda hal itu, bagaimana kalau nanti aku mati tersedak,"bentak Maria.
"Hahaha kamu galak juga ya,"ucap Nana.
"Kamu bahkan mengataiku galak dasar si muka pucaaaat,"teriak Maria.
Kini Maria memukul tubuh Nana ringan hingga saling mengejar,hingga mereka berhenti karna lelah.
"Kamu kuat juga ya aku sampai lelah karnamu,"ucap Nana ngos ngosaan.
"Kamu yang mulai duluan,"ucap Maria.
"Aku bicara apa adanya,"teriak Nana.
"Apanya yang apa adanya,"ucap Maria.
"Kita berciuman,"ucap Nana tersenyum.
"Jangan kira aku akan bisa di bodohi oleh playboy sepertimu ya,"twriak Maria.
__ADS_1
"Hehe iya iya kamu makan sendok bekasku juga minum minuman bekasku apalagi kalau bukan berciuman,"jelas Nana.
"Kamuuu gila,"teriak Maria.
Nana tersenyum melihat reaksi Maria yang di luar dugaanya, Maria tidak mencoba mendekati Nana dengan kemunafikan setiap wanita yang mendekatinya,Maria justru berani meneriaki Nana dengan menyebutnya gila.
"Huh nafsu makanku hilang karnamu,aku pergi,"teriak Maria meninggalkan Nana.
"Hehe dia bahkan berani meninggalkan aku seorang tanpa meninggalkan kesan baik,"gumam Nana.
Di kejauhan ada dua mata yang menyorot menatap kesal melihat dimana Maria dan Nana berada, ia pergi dengan kesal.
"Munafik,"ucapnya kesal.
Jam sudah menunjukan waktunya pulang sekolah,karna kelulusan akan di umumkan seminggu lagi di undur kembali.
Maria keluar kelas ia keluar dengan barisan terakhir, saat ia di depan pintu kelas ia melihat Nana yang sedang berdiri bersandar tersenyum melihat ke arah Maria.
"Tidak perlu sebar senyuman padaku aku tidak akan tergoda,"cetus Maria.
"Hahaha ternyata aku yang tergoda olehmu,"ucap Nana.
"Sedang apa kamu disini?tanya Maria.
"Sedang menunggu teman,"jawab Nana.
"Oh,"ucap Maria ia berjalan meninggalkan Nana.
Nana yang di lewati oleh Maria ia berlari mengejar Mara, sesampai di gerbang sekolah Nana menarik Maria.
Karna sekolah sudah mulai jarang muridnya hanya tinggal beberapa jadi mereka tidak perlu risih.
"Iiiih ada apa kenapa menariku?teriak Maria.
"Besok ke belakang lagi ya aku bawa makann untukmu,"ucap Nana.
"Untuk apa aku harus kesana?"jawab Maria malas.
"Untuk pertemanan kita,"ucap Nana.
"Teman,emang sejak kapan kamu jadi temanku?" ucap Maria.
"Sejak kita berciuman,"jawab Nana tersenyum.
"Dasar gila kita tidak ciuman ya awas kamu kalau bicara begitu lagi,"ancam Maria menunjukan kepalan tanganya.
"Aku tidak akan mengatakanya kalau kita berteman bahkan bersahabat juga boleh,"ucap Nana.
"Baiklah apa?"tanya Nana.
"Kita berteman,"jawab Maria tegas.
"Teman,"ucap Nana mengulurkan tanganya.
"Hmmm,"jawab Maria menyalami tangan Nana.
Nana tersenyum,lain dengan Maria ia harus terburu-buru pulang ke rumah karna banyak pekerjaan rumah yang belum ia kerjakan tadi pagi.
Maria yang sadar bahwa ia di ikuti i berbalik.
"Kenapa kamu mengikutiku?tanya Maria.
"Aku mau pulang,"jawabb Nana.
"Heh bodoh arah rumahmu kesana bukan kesini,"teriak Maria.
"Hehe iya yah,"ucap Nana berlaga bodoh menggaruk kepala tak gatal.
"Huh dasar by aku duluan yaaa,"teriak Maria ia berlari pergi.
Nana yang melihat Maria berlari meninggalkanya,Nana tersenyum sepanjang perjalananya ia seperti mendapatkan hadiah besar atas pertemanan barunya ini.
"Heh aku bahkan mengharapkan ia jadi temanku,padahal semua cewek ingin dekat denganku, tapi dia malah mengataiku kalau aku bodoh,"gumam Nana.
Nana tersenyum sepanjang perjalanan pulanngnya,ia tampak bahagia hingga bersiul sepanjang jalan.
Maria sampai di rumahnya dan di teras depan sudah ada keluarganya berkumpul ada bapak dan ibunya ketiga tantenya dan anak-anknya sedang berbincang .
"Nah ini dia anak sialan baru ingat pulang hah,udahlah gak usah sekolah lagi lebih baik kamu ke luar negeri saja ni ada tantemu yang akan menjadi sponsormu,"ucap ibu Maria.
Maria hanya terdiam bahkan ucapan salamnya tidak di balasnya.
"Daripada ngerepotin mulu hidupmu pake acara mau sekolah lagi,mending cari duit udah sebelum pergi dapat duit gajihnya gede juga,kamu gak usah sekolah lagi ya,"teriak ibu Maria.
Maria tetap diam ia tidak mengangguk ataupun menggelengkan kepalanya, Maria mengikuti intruksi tantenya, menanyakan nama lengkap beserta usia, bahkan Maria akan di buatkan ktp yang di tambah usianya.
"Semua sudah beres apa kamu sudah siap?"tanya tente.
Maria tidak menjawab ia tetap terdiam.
Tante yang melihat Maria yang tanpa ekspresi menolak ataupun menerima ia berbalik ke arah ibu Maria yang tersenyum bahagia,karna anaknya akan sama seperti gadis lain yang bekerja di luar negeri.
__ADS_1
"Maaf mba kita tidak menerima pegawai yang tidak siap hatinya,"ucap Tante Aya
"Apanya yang tidak siap hati, dia siap ko ya Maria,"ucap ibu Maria mengguncang tubuh Maria keras.
Maria tetap terdiam ia bahkan tidak melihat wajah ibunya, karna Maria pikir jika ia melihat wajah ibunya ia pasti akan luluh karna setiap ucapanya tidak pernah mau ia bantah.
Tapi untuk kali ini Maria tidak berani menatap ibunya karna ini menentang kehidupan dan masa depanya.
"Huh dasar anak sialan tidak berguna di suruh cari duit malah ngebego-begoin diri pake acara ga siap hati," cetus ibu Maria.
Maria hanya terdiam mendengar teriakan ibunya.
"Emang kamu gak guna mau kapan kamu berguna bagi keluarga, gak lihat ya kamu anak gadis orang lain pada berani kerja di negeri orang hah,"teriak ibu Maria.
Semua orang yang ada disana tidak ada yang berani bicara apalagi Maria.
Maria sudah tau dan terbiasa dengan teriakan ibunya yang seperti itu, makanya Maria hanya berdiam saja.
"Kamu mau jadi apa hah,"teriak ibu Maria.
"Kalau Maria sekolah maria akan gunakan ijazahnya untuk mencari kerja disini bu tidak perlu ke negeri orang,"ucap Maria memberanikan diri untuk menjawab.
"Huh kaya anak pintar aja kamu,"cetus ibu Maria ia pergi kedalam rumah karna kecewa.
Maria yang melihat ibunya pergi menghampiri tantenya.
"Maaf ya tante Maria mengecewakan tante,"ucap Maria
"Hmm,"jawab Tante Aya ia mendengus dan pergi.
Kini di teras depan hanya tersisa Maria dengan ke empat adik-adiknya yang sedang bermain.
Maria terduduk dengan adik bungsunya yang menghampirinya dan di gendong Maria.
"Sedang apa kamu cepetan nyuci juga kamu belum beres-beres rumah itu juga kamu masak yang banyak malam ini jangan hanya masak satu menu saja,"teriak ibu Maria keluar dan mengambil adik bungsu.
Maria berdiri dan mengangguk menyerahkan adik bungsunya, ia bergegas masuk untuk mengganti pakaianya dari usianya yang baru berusia 12tahun itu Maria mengerjakan pekerjaan rumah dengan gesit dan teliti ia bahkan terkadang mengambil air dari sumur untuk mengisi bak mandi keluarganya.
Karna Maria sudah berhenti dari sekolah keagamaanya yang biasa ia pergi di setiap pukul 14:00. Kini ia menggunakan waktunya itu untuk mencuci semua pakaian kotor milik keluarganya terutama pakaian orangtuanya yang penuh lumpur.
Maria pergi ke sumur dengan Mulyana dan Yunus adiknya,sekitar setengah jam dari rumahnya untuk sampai di tempat mencuci di sana.Karena itu adalah sumur umum ada banyak orang yang mencuci disana, jadi terkadang Maria harus antri dulu.
Maria yangsedang mencuci dengan adik-adiknya yang main busa air , kini Maria tampak seperti seorang ibu yang sedang bekerja dengan kedua anaknya.
"Jangan main air lagi ayo mandi kakak udah mau selesai nih,emang ade-ade kakak gak laper?ucap Maria.
Kedua adik-adiknya tersenyum senang dan mengangguk, mereka mandi oleh kakaknya dengan menurut. Maria mandi bersama adik-adiknya,ia tidak perlu malu bila harus mandi bersama adik-adiknya karna ia takut adik2nya akan pergi ke sumur saat ia tinggal mandi nanti,makanya ia memilih untuk mandi bersama.
Di dalam kamar mandi umum, Maria mandi duluan,ia membiarkan adik-adiknya menyikat gigi dulu karena mereka senang dengan memainkan busa odol yang sejuk yang penting terawasi olehnya.Setelah selesai dengan mandinya mengenakan baju gantinya setelah itu memandikan adik-adiknya,untuk bergegas pulang.
Maria membawa bak yang berisi cucian penuh,dengan adik-adiknya yang jalan duluan,yunus yang sudah besar membawa ember sabun yang tak berat.
Begitulah keseharian Maria jika ia sedang mencuci pasti seperti itu, terkadang Lia juga ikut tapi dia lebih rewel dari Yunus dan Mulyana, makanya Maria tidak pernah mau mengajaknya.
Sesampai di rumah ia menjemur pakaianya sampai berjejeran di depan rumahnya.
"Kak Unus mau ma'm laper kak,"rengek Yunus menarik baju Maria.
"Hmmm tapi cuma ada nasi, kakak buatkan nasi goreng mau gak?"ucap Maria..
"Mau unus mau kak,"ucap Yunus kegirangan.
"Ana juga mau kak,"tambah Mulyana.
"Pada dimakan gak nanti kakak buat gak di makan lagi,kan sayang nasinya lebih baik kakak angetin kalo gak di makan,"jelas Maria.
"Iya di makan kak,"jawab Yunus dan Yana.
"Bentar ya kakak buatkan,"ucap Maria.
"Sekalian masak nasi aja sayang kayu baarnya,"perinta ibu Maria.
"Iya,"jawab Maria
Maria bergegas kedapur,ia menggoreng nasi dua porsi,satu untuknya satu lagi untuk ade-adenya.
Adik-adik Maria makan dengan lahap.
Maria melihatnya dengan bahagia.
"Kakak juga bilang, kalau main air lama-lama nanti perutnya sakit minta makan,"ucap Maria.
"Iya kak nanti aku main air lagi biar kakak buatkan nasi goreng lagi,"ucap Yunus dengan mulut penuh makanan.
"Hahaaha kamu ya di bilangin jangan maen air malah mau maen terus huh dasar nunus,"ucap Maria ia gemas dengan tingkah adik-adiknya.
Maria masak beberapa masakan malam ini, ia masak tumis kangkung, sambal terasi,ikan asin,juga lalapan daun singkong.
Keluarga Maria makan dengan lahap dan hening malam ini, terutama yang paling lahap adalah bapaknya, mungkin karna bekerja di kebun seharian jadi ia butuh asupan tenaga.
"Huh masakan gak ada yang enak gini kamu masak,"celetuk ibu Maria.
__ADS_1
Maria sudah terbiasa dengan komplenan ibunya itu, dari se isi rumah yang ada memuji menikmati masakan Maria, hanya ibunya yang selalu berkomentar sama bahwa masakan Maria selalu tidak enak tapi ibu Maria makan dengan lahap setiap hari.