
PADA Saat itu Nikita yang mendengar ucapan dari Karina tadi segera berkata,
"mengapa kau baik sekali kepadaku? padahal aku sudah membuat mu malu didepan umum dan sampai mengejek mu." ujar Nikita menyadari bahwa ia pernah mempermalukan Karina ketika ditempat Rangga bekerja dan mengejek nya ketika dirumah nya Rehan.
Karina pun membalas ucapan dari Nikita itu dan suara nya sudah tak lemas seperti Nikita.
"aku diajarkan oleh ibu ku untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain. seburuk apapun perlakuan orang itu kepadaku, aku tetap di didik untuk selalu memaafkan kesalahan orang tersebut."
"begitukah yang ibu mu ajarkan? apa kau tak merasa sakit hati atas apa yang telah aku lakukan terhadap mu???" ucapan Nikita tadi segera dijawab oleh Karina yang kini menatap nya.
"sebagai seorang manusia, sakit hati adalah hal yang wajar aku rasakan. tetapi aku tak mau rasa sakit hati ini menghantui ku dan membuat membayangi hari-hari ku. aku telah membuang rasa sakit itu setelah aku memahami apa arti nya perkataan mu yang telah mengejek ku itu. aku tersadar bahwa manusia itu tak ada yang sempurna dan maka dari itu aku tetap memaafkan mu walaupun dirimu tak pernah meminta maaf padaku." semua orang yang mendengar Perkataan Bijak dari Karina itu membuat mereka takjub dan kagum atas kebesaran hati Karina.
Walaupun untuk orang lain sakit hati itu sangat sulit untuk dibuang atau dilupakan, tetapi bagi Karina itu tak berlaku. Nikita yang benar-benar tersentuh hati nya mendengar ucapan dari Karina itu, segera berkata.
"mungkin memang benar apa yang kau katakan, aku tak sadar diri dengan keadaan ku ketika melabrak mu kala itu. aku telah menyesal telah mengejek mu dan sampai berkelahi dengan mu, sampai-sampai kita berdua mengalami keguguran. maafkan aku Nikita, aku berjanji tak akan mengulangi perbuatan jahat ku itu kepada mu." ujar Nikita meminta maaf kepada Karina.
Hening sejurus karena tak ada tanggapan dari Karina, tapi tiba-tiba saja Karina menjerit memegang perut nya yang sudah kempes.
"aaaaa! kemana anak ku....!?" teriakan Karina tadi membuat nya syok dan tiba-tiba ia pingsan lagi. Rehan segera membangunkan Karina yang pingsan lagi itu dan ibu Susi lalu berkata,
"sudah tak perlu di bangunkan sayang, mungkin dia baru menyadari keadaan diri nya yang sudah keguguran, nanti juga dia sadar sendiri." Rehan pun akhir nya menuruti saran ibu nya.
Nikita yang tak kaget akan janin nya itu telah keguguran, segera ditanya oleh ayah nya.
"apa kamu tak kaget juga bahwa janin mu pun ikut keguguran juga nak?"
"aku tak pernah menyesali nya ayah dan lagipula aku tak menginginkan bayi ini lahir tanpa seorang ayah. walaupun awal nya aku ingin menggugurkan nya, tetapi aku takut kepada ayah dan ibu." lalu ibu nya Nikita menyahut.
"tak apa nak. mungkin dengan cara seperti ini, tuhan telah memberikan jalan terbaik bagi keputusan mu itu." lalu ayah nya menimpali,
__ADS_1
"awal nya ayah dan ibu mu takut kau menangisi keadaan janin mu yang sudah keguguran itu, tetapi jika memang kamu sudah iklas, lebih baik kamu merelakan nya agar calon anak mu itu tenang disurga. amin."
"amin ayah." ujar Nikita dan ibu nya.
Rehan dan ibu nya pun mengaminkan doa dari ayah nya Nikita itu, lalu terdengar Nikita berkata.
"Rehan, sekali lagi aku meminta maaf kepada mu dan tolong sampaikan kembali kata maaf ku ini kepada Karina."
"baik, nanti aku sampaikan kepada Karina jika ia sudah siuman." Nikita hanya mengangguk saja, lalu ia berkata kepada kepada kedua orang tua tua nya.
"ayah, ibu, bisakah aku dirawat dirumah saja? aku tak betah lama-lama tinggal dirumah sakit ini."
"baiklah ayah tanyakan dulu kepada dokter." lalu ayah nya Nikita pergi dan ibu nya yang menemani Nikita.
Ibu Susi lalu berkata kepada Rehan akan Karina yang ingin dirawat dirumah juga.
"apakah Karina juga kita rawat dirumah saja nak?"
"baiklah kalau begitu, nanti mama katakan kepada dokter jika ia sudah datang kemari." tak lama, muncul dokter yang tadi menangani Karina dan Nikita.
"untuk pasien yang bernama Nikita, sudah bisa pulang dan dirawat dirumah."
"baik dok, lalu suami saya kemana dok?" tanya ibu nya Nikita.
"suami ibu sedang pergi ke loket untuk membayar biaya rumah sakit dan obat."
"oh begitu." ujar ibu Nikita manggut-manggut, lalu ibu Susi bertanya.
"apakah untuk pasien ini juga sudah bisa pulang dan dirawat dirumah dok?" lalu dokter mendekati Karina yang masih terbaring pingsan.
__ADS_1
Dokter itu lalu mengecek dada Karina dengan stetoskop dan kemudian berkata,
"apa sebelum nya pasien ini sudah bangun?"
"sudah dok. tapi tak lama ia pingsan lagi setelah mengetahui kandungan nya keguguran." ujar Rehan menjawab nya.
"baiklah, pasien ini sudah bisa dipulangkan setelah biaya rumah sakit dan menebus obat selesai dilakukan." ujar dokter itu lagi, lalu ibu Susi berkata bahwa ia yang akan membayar biaya tersebut.
Kini ibu Susi sudah keluar bersama ibu dokter tadi dan keadaan diruangan itu hening kembali. Rehan sedang duduk disamping Karina dan mengusap-usap rambut nya dengan lembut. Nikita dan ibu nya melihat apa yang sedang dilakukan oleh Rehan itu kepada Karina. pada saat itu juga Nikita berkata,
"beruntung sekali kamu mendapatkan wanita yang baik dan dewasa seperti Karina. aku sebagai wanita merasa tersaingi oleh nya." ucapan tersebut membuat Rehan menoleh ke arah nya dan berkata,
"terima kasih, kau pun suatu saat nanti akan beruntung jika menemukan lelaki pilihan hati mu."
"terima kasih, semoga saja apa yang kau katakan itu terwujud."
"amin." ujar Rehan dan ibu nya Nikita.
Pada saat itu ayah nya Nikita masuk dengan membawa kantung plastik obat bersama suster yang akan membawa Nikita memakai kursi roda. pada saat itu juga ibu nya Rehan baru saja masuk sembari membawa plastik obat juga. setelah Nikita duduk dikursi roda, mereka pun berpamitan dengan baik-baik. tak lupa atas permintaan Nikita, Rehan pun dipeluk oleh Nikita dengan erat dan berkata 'Semoga kamu dengan Karina hubungan kalian langgeng sampai menikah nanti dan jangan lupa undang aku.' hanya itu Pesan Perpisahan dari Nikita kepada Rehan dan Rehan hanya menerima nya dengan senyuman saja.
Kini Nikita sudah pergi pulang bersama kedua orang tua nya. sekarang giliran Karina yang akan pulang dan ketika Karina akan diangkat naik ke atas kursi roda, ia pun terbangun.
"kita mau kemana?" ujar nya masih lemas dan linglung.
"kita akan pulang sayang." ujar Rehan dan ibu Susi berkata.
"kamu jangan banyak bergerak dulu Karina sayang, keadaan mu belum pulih total."
"iya ibu." ujar Karina menurut dan kini Karina sudah dibawa pulang untuk dirawat dirumah nya Rehan nanti.
__ADS_1
...*...
...* *...