
WAKTU Terus cepat berlalu dan tak terasa malam hari kini sudah berganti dengan pagi hari. kala itu Rehan baru saja bangun karena alarm ponsel nya terdengar sangat nyaring. setelah ia mematikan alarm ponsel nya, ia segera mencium kening Karina dan membangunkan nya.
"bangun sayang sudah pagi." Karina pun terbangun menguap beberapa kali. Rehan segera membuka gordeng jendela kamar Karina dan mematikan lampu kamar tersebut. Karina terlihat masih lemas dan mengantuk. Rehan mendekati Karina dan berkata,
"aku mandi dulu ya sayang. habis itu aku akan pergi ke kantor dulu untuk melihat para karyawan yang bekerja. apa kamu tak keberatan aku tinggal dulu sayang???"
"aku tak keberatan sayang, lagi pula aku sudah terbiasa mandiri kok." Rehan tersenyum menatap Karina dan ia segera mencium kening Karina.
"yasudah kalau begitu aku mandi dulu sayang. nanti ibu Umyati yang akan membawakan sarapan pagi mu." setelah berkata begitu Rehan segera keluar kamar Karina untuk bersiap-siap mandi pagi. Karina yang posisi nya sudah terbangun itu mendengar ponsel nya berbunyi dan ketika ia melihat nya ternyata ia mendapatkan pesan SMS dari paman nya. setelah Karina melihat isi pesan tersebut, ia membaca nya dalam hati.
"selamat pagi Karina? nanti siang paman akan menengok mu kesana bersama Wulan dan ibu nya. apa kamu sudah baikan Karina???" ujar isi pesan SMS tersebut dan Karina pun membalas nya.
"iya paman datang saja kemari, aku sudah rindu ingin bertemu dengan Wulan, aku saat ini sudah agak baikan kok paman." balas Karina dan paman nya membalas pesan nya lagi.
"baiklah kalau begitu. nanti paman hubungi lagi jika paman sudah berada disana."
"iya paman." ujar Karina membalas pesan tersebut, kemudian Karina menaruh ponsel nya kembali didekat bantal nya.
Ia ingin mencoba bangun dan berjalan, karena ia sudah merasakan badan nya sehat kembali walaupun Rehan melihat Karina masih pucat dan lemas. selang infusan yang dimenempel ditangan nya sudah dilepaskan ketika Karina akan tidur semalam oleh ibu nya Rehan dan kini Karina sudah bebas bergerak tanpa terhalang selang infusan lagi. Karina sudah mulai berdiri dilantai dengan gemetaran dan perlahan-lahan ia bisa tegak juga, tetapi badan nya masih sedikit limbung dan ia paksakan berjalan pelan-pelan sampai tiba ditoilet kamar tersebut.
Sebetul nya Ia memang ingin buang air kecil dikamar mandi tersebut dan setelah agak lama ia berada di dalam toilet itu, ia kembali lagi ke tempat tidur nya dan berjalan tertatih-tatih. pada saat itu ibu Susi akan masuk ke dalam kamar nya Karina hanya ingin menengok keadaan nya Karina. pada saat Karina keluar dari kamar mandi tersebut, ibu Susi tersentak kaget karena melihat Karina berjalan limbung hampir jatuh. ibu Susi segera berlari masuk dan memapah Karina yang jalan nya limbung itu.
"hati-hati sayang, keadaan mu masih belum pulih."
"terima kasih mama, Karina tak tahan tadi ingin buang air kecil tadi." ujar Karina.
__ADS_1
"oh yasudah kalau begitu, lain kali hati-hati ya sayang."
"iya mama." ujar Karina mengangguk patuh.
Setelah Karina terbaring lagi diranjang nya, ibu Susi pun bertanya.
"apa kamu sudah minum obat nak?"
"belum bu, nanti saja kalau sudah sarapan."
"apa kepala mu pusing nak?"
"cuman sedikit saja, mungkin ini efek terlalu lama berbaring ma."
"oh iya kalau begitu kamu istirahat saja, lalu Rehan kemana?"
"oh yasudah kalau begitu, mama pergi kerja dulu ya sayang. bilang saja kepada Rehan kalau kamu lagi butuh apapun."
"iya mama terima kasih. oh iya ma, tadi paman Karina kata nya mau datang kemari untuk menengok keadaan Karina bersama istri dan anak nya."
"kalau begitu nanti katakan saja kepada paman mu bahwa ibu sedang pergi ke kantor dan tak bisa menjamu paman mu dan keluarga nya. nanti ibu bilang kepada Rehan untuk menyambut kedatangan paman mu nak."
"tapi kata nya Rehan mau pergi juga ke kantor nya juga pagi ini."
"oh begitu kah? yasudah nanti ibu bilang kepada bibi Umyati dan bibi Asih untuk menjamu nya. sudah ya, mama berangkat kerja dulu."
__ADS_1
"iya mama." lalu Karina salim kepada ibu Susi dan ibu Susi sangat senang sekali terhadap Karina yang sopan dan beradab itu.
lalu ibu Susi pun pergi keluar kamar Karina setelah Karina berkata 'Hati-Hati Dijalan' kepada ibu Susi. sepeninggal nya ibu Susi, Karina merasa senang sekali diri nya diperlakukan baik oleh ibu nya Rehan. ibu Susi memang benar-benar telah menganggap Karina adalah anak kandung nya sendiri, walaupun awal nya ia memang berencana akan mengangkat Karina sebagai anak angkat nya, tetapi semua itu tak jadi karena Rehan dan Karina sudah berpacaran. menurut ibu Susi, Karina mengingatkan akan anak perempuan nya yang kini sudah meninggal bersama ayah nya dan hal tersebutlah yang membuat ibu Susi sangat sayang dan peduli terhadap Karina.
Ketika waktu pertama kali Karina tinggal dirumah itu, ibu Susi dan Rehan sempat membicarakan soal Karina. pembicaraan tersebut adalah tentang Rehan yang ingin bertanggung jawab menikahi Karina yang saat itu keadaan Karina sedang hamil dan Rangga sebagai laki-laki yang menodai Karina saat itu malah berpura-pura tak mengenali nya.
Hal tersebut membuat Ibu Susi bertanya kepada anak nya ketika Karina pada saat itu sedang ada didalam kamar nya.
"jadi kamu memang sudah yakin akan menjadikan Karina sebagai pendamping hidup mu???"
"aku sudah yakin mama. jika aku tak meyakini hal itu, aku akan merasa tersakiti oleh Nikita yang sudah tega menduakan ku ma. mama juga tahu, kita berdua sudah bertunangan dan tinggal menunggu waktu saja untuk menikah secara resmi. tetapi ternyata kenyataan pahit malah terjadi dengan peristiwa yang tak disangka-sangka ini." ujar Rehan kala itu mengeluh karena rasa sakit nya terhadap Nikita.
Ibu Susi pun menenangkan anak nya dan memahami perasaan anak nya itu.
"baiklah kalau begitu mau mu sayang, ibu setuju jika kamu mau menjadi ayah dari anak nya Rangga. kamu harus sudah siap menanggung resiko apapun itu terhadap Karina dan bayi nya."
"aku sudah siap mama."
"baiklah kalau begitu, mama mendukung mu sayang." begitulah obrolan ibu Susi dan Rehan kala itu dan membuat ibu Susi sangat sayang terhadap Karina.
Cerita Yang Sudah Berlalu itu hanya sampai di situ saja karena sudah agak lama Karina terlihat sedang memainkan ponsel nya. pada saat itu tak lama Rehan masuk ke dalam kamar Karina dan sudah memakai jas kantor dengan rapi.
"sayang aku pamit dulu." Karina tersenyum menatap Rehan mendekati nya dan kemudian Karina salim mencium punggung tangan Rehan dan Rehan mecium kening Karina.
"hati-hati dijalan sayang, jaga hati mu untuk ku." ujar Karina dan Rehan pun tersenyum sembari mengangguk setuju.
__ADS_1
Setelah kepergian Rehan, suasana hati Karina mulai sepi lagi dan sedikit gelisah. ia gelisah karena takut Rehan ada yang menggoda nya oleh wanita diluaran sana. disela kegelisahan nya itu, ada salah satu pembantu rumah itu yang membawa sarapan untuk Karina dan Karina pun segera membuang keresahan hati nya itu.