
REHAN Tak bisa mengelak ketika Dewi ingin menumpang pulang dimobil nya Rehan. Dewi kini sudah masuk dan duduk didepan bersama Rehan. mobil Rehan sudah meluncur dan arah pulang Dewi ternyata searah dengan Rehan.
"jadi arah pulang mbak Dewi memang satu arah ya?"
"iya mas, hehe. maaf ya malau saya tak sopan memanggil mas Rehan untuk menumpang."
"tak apa-apa kok mbak Dewi." ujar Rehan mencoba tetap ramah terhadap Dewi.
Dewi yang sejak tadi seringkali menatap wajah Rehan dengan kagum itu, mulai berkata lagi.
"kalau boleh saya tahu, mas Rehan ini sudah putus hubungan ya dengan mbak Nikita???" Rehan seketika itu juga menatap Dewi dan balik bertanya,
"darimana mbak Dewi tahu akan hal itu???"
"saya tahu dari berita televisi mas dan Lucy juga membenarkan berita tersebut." Rehan manggut-manggut mendengar nya lalu Dewi bertanya lagi.
"apakah saat ini mas Rehan sedang sendiri? maksud nya sedang tak punya kekasih???" Rehab seketika itu juga menatap heran ke arah Dewi yang bertanya soal itu.
Dewi segera menunduk malu dan berkata,
"maaf jika pertanyaan saya lancang mas Rehan." Rehan pun mencoba membuang gelisah dalan hati nya ketika ditanya seperti tadi oleh Dewi.
"tak apa-apa mbak Dewi, jujur saja saya sebenar nya sudah punya calon istri." Dewi seketika itu juga langsung menatap Rehan dengan kaget dan tegang. Rehan tak melihat perubahan raut wajah Dewi karena pandangan nya fokus ke depan setir nya.
"apa mas Rehan serius? lalu siapa wanita itu mas???" tanya Dewi semakin penasaran dan Rehan pun menjawab nya.
"nama nya Karina dan saya serius mengatakan hal ini kepada mbak Dewi." lalu Rehan berkata lagi,
"kalau boleh saya tahu, mbak Dewi ini apa sudah punya suami atau pacar???" Dewi yang ditanya seperti itu segera menjawab nya walaupun pikiran nya sedang kalut saat itu juga.
"saya masih sendiri dan belum menikah mas Rehan."
__ADS_1
"masa perempuan secantik kamu masih single?" tanya Rehan tak percaya dan Dewi menjawab nya.
"tak ada yang mau kepada saya mas." ujar nya datar dan Rehan bertanya lagi tentang alasan nya itu.
"memang nya alasan apa sampai laki-laki tak ada yang mau dengan mu mbak Dewi???"
"mereka tak ada yang kuat terhadap watak dan sikap saya yang masih kekanak-kanakan ini." ujar Dewi beralasan dan Rehan mengerutkan dahi nya seraya bertanya.
"hanya karena soal itu?" Dewi mengangguk membenarkan.
Rehan pun tertawa pelan dan bergumam,
"hmmm, masa iya tak ada laki-laki yang sanggup mengatasi sikap kekanak-kanakan mu mbak Dewi?"
"apa mas Rehan tak percaya?!" tanya Dewi lagi sedikit cemberut kesal dan Rehan menjawab nya.
"saya percaya tak percaya, soal nya mantan saya yang bernama Nikita itu sikap dan watak nya masih kekanak-kanakan. tetapi saya dan Nikita sudah hampir satu tahun berpacaran, bahkan sudah tunangan juga."
"betulkah???" tanya Dewi sanksi dan Rehan mengangguk mengiyakan.
Pada saat itu juga rasa tertarik terhadap Dewi mulai surut kembali dan ia mulai cemas memikirkan keadaan Karina yang sedang sakit. Rehan tak menjawab pertanyaan Dewi lagi karena ia sejak tadi fokus menyetir dan pikiran nya tertuju kepada Karina. Dewi yang menatap Rehan sejak tadi mulai berkata,
"mengapa mas Rehan bengong begitu?" ujar Dewi dan Rehan segera menjawab nya.
"tak apa-apa kok mbak Dewi, saya hanya sedang memikirkan keadaan calon istri saya yang sedang sakit."
"oh begitu, semoga calon istri nya cepat sembuh ya mas Rehan."
"amin, terima kasih mbak Dewi." ujar Rehan berterima kasih.
Pada saat itu jalan yang dituju oleh Rehan sudah berhenti ditepi jalan trotoar. disana ada jalan gank masuk ke suatu kampung dan Dewi segera bergegas untuk turun. tetapi sebelum turun, Dewi berkata.
__ADS_1
"terima kasih atas tumpangan nya mas Rehan."
"iya sama-sama mbak Dewi." balas Rehan dan Dewi yang mau turun itu berkata lagi,
"boleh tidak saya meminta satu permintaan kepada mas Rehan?"
"apa itu???" tanya Rehan penasaran dan Dewi berkata,
"apakah boleh saya memeluk mas Rehan? maksud saya salam perpisahan dengan pelukan?" Rehan tercengang kaget dalam hati nya.
Sebenar nya Rehan girang mendapat tawaran seperti itu, tetapi batin nya tetap menolak bahwa ia sudah memiliki Karina. tetapi akal sehat Rehan tak bisa menolak nya dan mereka pun berpelukan walaupun tak lama, karena Rehan segera menarik diri.
"sekali lagi terima kasih mas Rehan, saya sangat senang sudah berkenalan dengan mas Rehan." ujar Dewi yang kini sudah turun sembari melambaikan tangan nya ke arah Rehan.
Rehan pun membalas lambaian tangan itu dan ia segera lanjut Perjalanan Pulang ke rumah nya. Dewi yang kini menatap kepergian mobil Rehan pun tersenyum bangga dan senang, ia dalam hati nya membatin.
"pokok nya aku akan berusaha mendapatkan cintamu dan dirimu mas Rehan! hihihu! semoga calon istri mu itu bisa mencium wangi parfum ku di baju mas Rehan itu!" lalu Dewi segera pergi masuk ke dalam gank kampung itu untuk pulang ke kost an nya.
Diperjalanan Rehan segera membuang perasaan nya kepada Dewi dan ia sejak tadi membatin.
"sebenar nya mbak Dewi itu memakai apa sampai diriku ini terpikat oleh kecantikan nya!? apakah dia memakai susuk pemikat diwajah dan tubuh nya???" batin Rehan terus saja menebak hal-hal yang berbau dukun kepada Dewi yang menurut nya adalah orang tercantik yang pernah ia jumpai sebelum nya.
Rehan pun akhir nya capek juga memikirkan hal yang tak tentu benar atau salah itu, ia kini fokus menyetir lagi sampai tiba dirumah nya. kala itu sore hari baru senja sore hari membayang didepan kaca mobil nya Rehan. ia terbayang akan Karina yang pasti sudah menunggu kepulangan nya. tiba didepan rumah nya, Rehan segera memarkirkan mobil nya dan setelah itu ia masuk ke dalam rumah nya.
Disamping itu, Piko pun akan pamit pulang dari rumah nya Nikita karena sudah hampir seharian penuh ia berada dirumah nya Nikita. ia dirumah nya Nikita diajak makan siang juga dan melakukan apa saja yang menurut nya berbakti kepada keluarga nya Nikita. Piko memang sedang menjerat hati Nikita dan keluarga nya karena tuntutan kedua orang tua nya atas perjodohan yang telah disepakati oleh ayah dan ibu nya Nikita dan ayah serta ibu nya Piko. maka dari itu Piko terpaksa harus menuruti perjodohan itu dengan merawat Nikita dan menemani nya dikamar nya sampai Nikita tertidur. setelah Nikita tetidur, Piko pun pamit pulang kepada kedua orang tua nya Nikita.
Disamping itu, Rehan baru saja masuk ke dalam kamar Karina tanpa ia mengganti pakaian kerja nya dulu.
"halo sayangku kamu sedang apa???" tanya Rehan yang berjalan mendekati Karina yang sedang duduk menonton televisi ditempat tidur nya. Karina cemberut menatap Rehan dan berkata manja,
"kata nya hanya pergi kerja sebentar saja!? tapi ini sudah hampir malam lho sayang!" ujar Karina cemberut manja dan membuat Rehan segera memeluk Karina untuk menghibur nya.
__ADS_1
...*...
...* *...