
RANGGA Terlihat sedang berada dipembaringan dipan kolam renang bersama wanita muda yang saat itu sudah ia gagahi tubuh nya. keadaan mereka berdua masih bugil dan kini mereka sedang mengobrol sembari berpelukan mesra. disamping itu, para polisi sudah tiba dilokasi dan gelandangan yang menjadi saksi pun menunjuk ke arah apartemen bintang lima yang fasilitas nya serba mewah itu. para polisi tersebut segera masuk ke dalam apartemen setelah mereka berbincang dengan securiti apartemen tersebut.
Rangga dan wanita yang bersama nya itu tak menyadari bahwa polisi sedang menuju ke apartemen tempat Rangga berada. apartemen Rangga berada di lantai sepuluh dan mudah dicapai melalui lift apartement tersebut. pada saat pintu apartement tersebut dibuka dengan kunci serep yang didapat dari petugas penjaga apartemen tersebut, para polisi itu segera menggeladah isi apartemen luas itu dan kemudian mereka menatap ke arah kaca. disana adalah kolam renang dan terlihat Rangga yang terbaring di dipan samping kolam renang tersebut.
Para polisi segera menyergap Rangga dan wanita tersebut dan kemudian Rangga menggeragap bersama wanita tersebut. tanpa Rangga bertanya lagi, ia segera diringkus dan disuruh untuk segera memakai pakaian nya. setelah Rangga dan wanita yang bersama nya itu sudah memakai pakaian, mereka segera dibawa ke kantor polisi untuk ditangani lebih lanjut. orang-orang yang ada diluaran jalan apartemen tersebut nampak heran melihat para polisi yang menggiring Rangga dan wanita nya itu diborgol tangan nya ke belakang.
Pengemis wanita yang menjadi saksi pun diajak kembali ke kantor polisi untuk nanti diberi imbalan atas laporan nya itu. gelandangan tersebut nampak girang setengah mati dan Rangga yang masih bingung itu membatin.
"apa maksud nya ini!? mengapa aku ditangkap oleh polisi!? apakah posisi tempat tinggal ku diketahui oleh para polisi indonesia dan kemudian menghubungi polisi negara ini untuk meringkus ku???" ucapan batin Rangga segera terbantahkan ketika ia melihat pengemis yang selalu ia lihat itu.
"apa yang dipegang nya itu!? sialan! itukan wajahku yang terpampang jelas diposter tersebut! brengsek sekali orang yang telah menyebarkan wajah ku itu!" ujar hati Rangga kesal dan marah.
Tetapi posisi nya saat itu tak bisa apa-apa kecuali hanya diam dan menuruti apa kata polisi itu. wanita yang bersama Rangga sejak tadi sudah menangis dan bertanya kepada Rangga mengapa mereka ditangkap. Rangga yang kesal itu menjawab nya dalam bahasa inggris dengan artian,
"kita ditangkap karena kau seorang pelacur dan pemabuk! gara-gara profesi dirimu itulah kita ditangkap brengsek!" ujar Rangga dan wanita bule itu tak terima akan ucapan Rangga tersebut, lalu ia berkata memakai bahasa inggris dengan artian.
"jangan menghakimi ku sialan! kau yang menyewa ku untuk menemani mu bercinta dan dirimulah yang brengsek itu!" perdebatan antara Rangga dan wanita yang sebenar nya pelacur itu membuat polisi yang ada didekat mereka berkata membentak dengan bahasa inggris dalam artian,
__ADS_1
"cepat kalian berdua masuk ke dalam mobil!" bentakan tersebut membuat kedua orang itu segera masuk dan kemudian mereka dibawa ke kantor polisi untuk ditindak lanjuti.
Wanita yang sebelum nya sudah merasakan sakit hati terhadap Rangga itu sudah ada dirumah sakit. ia sudah tak sabar ingin menghajar Rangga, karena cinta nya telah dipermainkan dan kesucian keperawanan nya pun ikut direnggut juga. Rangga dan wanita pelacur tadi segera dibawa ke dalam ruangan untuk penyidikan dan disana wanita tersebut sudah menunggu nya.
"brengsek kau bajingan!!" bentak nya dalam artian bahasa indonesia. wajah Rangga langsung ditinju dan ditampar berkali-kali oleh wanita tadi dan Rangga hanya bisa memohon meminta maaf kepada wanita itu.
Tetapi pukulan wanita itu tetap tak berhenti sampai wajah Rangga memar membiru. wanita pelacur pun ikut dipukul juga karena ia mengira wanita pelacur itulah yang membuat Rangga meninggalkan nya. para polisi luar negeri itu sengaja membiarkan kedua tersangka itu dipukuli sampai sang korban pun merasa terlampiaskan dendam nya. setelah dirasa cukup, kedua tersangka tersebut akan di interogasi untuk ditanyai keterangan lebih lanjut tentang data diri kedua nya.
Gelandangan yang telah melapor itu segera diberi hadiah yang sesuai dengan yang ada didalam poster oleh perempuan korban nya Rangga. gelandangan tersebut nampak senang sekali dan kemudian gelandangan itu pergi setelah ia menerima uang cash dari wanita korban nya Rangga itu. setelah Rangga di interogasi bersama wanita pelacur itu, hanya Rangga yang ditahan. sedangkan wanita pelacur itu dibebaskan, karena ia tak bersalah dalam pengakuan nya itu ia hanya wanita panggilan yang dibayar oleh Rangga.
Sedangkan Rangga, ia nampak menyedihkan dalam wajah babak belur begitu. perempuan korban nya Rangga sudah cukup puas membalaskan kekesalan nya itu kepada Rangga dan urusan tersebut kini diserahkan kepada pihak kepolisian. Rangga yang ditanya soal identitas dari negara mana ia berasal itu, segera ditahan ke dalam penjara untuk sementara. karena ia bukan warga negara asal inggris dan ia adalah warga negara asing yang identitas kependudukan nya belum resmi.
Ibu Susi lalu menyuruh polisi bagian customer service itu untuk menanyakan siapa nama orang itu dan kemudian mereka menyebutkan orang itu bernama Rangga. wajah ibu Susi nampak cerah dan gembira, lalu ia menyuruh polisi customer service itu untuk memberikan lokasi dimana mereka harus menjemput orang tersebut. setelah lokasi diterima oleh ibu Susi, ia segera mengutus anak buah nya untuk menjemput Rangga yang kini dinyatakan sudah tertangkap oleh polisi luar negeri. Di tangkap nya Rangga oleh polisi luar negeri pun sudah ia ketahui langsung bahwa permasalahan Rangga terletak dari dirinya yang mempermainkan hati dan perasaan wanita yang digagahi nya itu hingga sang korban pun melapor ke pihak berwajib.
Kini pikiran ibu Susi sudah tenang kembali dan kini ia mendatangi kakak nya Rangga yang masih berada diruangan tunggu.
"mas Randi?"
__ADS_1
"iya ibu?" jawab Randi dan ibu Susi berkata.
"mas Randi, ibu sudah mendapat laporan bahwa Rangga sudah ditemukan keberadaan nya di luar negeri dan ia ditangkap karena ulah nya telah melecehkan seorang perempuan disana."
"astaga! mengapa dia masih saja tak ada kapok nya!?" ujar Randi menggerutu kesal dan marah terhadap adik nya itu. lalu ibu Susi pun berkata tanya kepada Randi,
"apa mas Randi tak keberatan untuk tetap menunggu disini sampai Rangga tiba dikantor polisi ini???"
"saya tak keberatan bu, niat saya memang ingin bertemu dengan adik saya. saya hanya ingin bertanya mengapa ibu kandung saya sampai meninggal dan apa penyebab nya."
"baiklah jika begitu, nanti jika Rangga sudah tiba disini. nanti mas Randi saya panggil lagi."
"baik bu. terima kasih banyak"
"sama-sama, mari." ujar ibu Susi dan Randi hanya mengangguk sopan saja kepada ibu Susi yang kini sudah kembali ke dalam ruangan kantor pribadi nya
.
__ADS_1
...*...
...* *...