DEMI CINTA

DEMI CINTA
OBROLAN PEDEKATE


__ADS_3

OBROLAN PEDEKATE Dari Doni dan Dewi masih berlanjut dan Rehan pun fokus mengecek skedul berkas yang diberikan oleh Doni sebelum kedatangan Dewi.


"oh jadi kamu baru sebulan bekerja dikantor itu?" tanya Doni dan Dewi mengangguk saja. lalu Doni bertanya lagi, karena ia masih penasaran dengan latar belakang Dewi.


"memang nya sebelum kamu bekerja disini, kamu pernah bekerja dimana Dewi???" tanya Doni yang berusaha mengakrabkan diri dengan Dewi.


"aku dulu nya pernah bekerja sebagai SPG prodak kecantikan mas Doni."


"oh begitu, memang nya sudah berapa lama kamu kerja disana???"


"kurang lebih dua tahunan, mas Doni."


"wah lumayan juga, lalu apa penyebab nya kamu berhenti bekerja disana dan berpindah kerja disini???" Dewi terdiam ditanya seperti itu oleh Doni, pasal nya ia ragu akan rahasia nya itu terbongkar jika ia blak-blakan alasan yang sebenar nya mengapa ia berhenti itu.


Doni masih menununggu Dewi menjawab pertanyaan nya itu, tetapi tiba-tiba datang Lucy yang mendekati meja tempat Dewi makan.


"wah pedekate nih yeee???" ujar Lucy mengejek dan membuat Dewi menatap tajam ke arah nya.


"apa sih Lucy!?"


"hehehe, biasa saja dong mbak cantik. hai pak Doni, selamat ya. semoga langgeng bersama Dewi, aku pergi lagi... dadaaaah..." ujar Lucy dan ia segera pergi ke tempat rekan kerja nya yang sedang makan itu.


Doni hanya tersenyum melihat Dewi yang salah tingkah seperti itu didepan nya, lalu Dewi berkata.


"jangan dengarkan apa kata Lucy mas, dia orang nya agak-agak sinting."


"hehehe, masak sih?" ujar Doni bertanya dan Dewi mengangguk mengiyakan. pada saat itu pesanan Dewi telah tiba,


"ayo mas Doni makan." ajak Dewi dan Doni menjawab nya.


"silahkan, aku sudah makan duluan tadi bersama bos Rehan."


"oh begitu, lalu dimana bos Rehan sekarang???" tanya Dewi mulai ingat lagi kepada Rehan, lelaki yang awal nya ia incar itu.

__ADS_1


"itu orang nya, ada dibelakang mu agak jauh tempat nya berada." lalu Dewi membalikan badan nya ke belakang dan memang benar ia sedang melihat Rehan yang sedang melihat isi tumpukan kertas.


Setelah itu Dewi lanjut makan lagi dan disela makan ia bertanya kepada Doni.


"kalau boleh saya tahu, sudah berapa lama mas Doni bekerja bersama bos Rehan???"


"kalau tak salah..., baru sekitaran dua tahunan."


"wah sudah lumayan lama juga, lalu apakah mas Doni ini adalah teman nya mas Rehan sewaktu kuliah???"


"darimana kamu tahu???" tanya Doni agak kaget.


"Lucy yang menceritakan nya kepada ku, ia juga memberitahu bahwa saat ini mas Doni sedang mencari pasangan pendamping." terdiam juga Doni mendengar ucapan Dewi barusan, ia mengira bahwa tujuan nya mendekati Dewi itu sudag diketahui oleh orang yang bersangkutan.


Pada saat itu Doni pun membatin,


"aduuh! apakah semua yang ada padaku di bocorkan semua nya kepada Dewi??? jika begitu, tak ada guna-guna nya aku berbasa-basi seperti ini. hmm, mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk aku mengungkapkan perasaan ku ini." setelah membatin begitu, Doni pun berkata.


"sebenar nya apa yang dikatakan oleh Lucy memang benar, saat ini aku sedang mencari seorang wanita untuk aku jadikan pendamping hidup." Dewi yang sedang makan itu menjawab nya.


"sudah, wanita itu sekarang ada didepan ku." ucapan Doni barusan membuat Dewi menghentikan makan nya, tatapan penuh keseriusan dari Doni membuat Dewi menatap nya dengan serius.


"benarkah? apa mas Doni tak salah pilih perempuan???" tanya Dewi dan Doni berkata,


"aku sudah menekadkan hati ku ini untuk memilih mu sebagai pendamping hidup ku. sejak aku pertama kali melihat mu, hati ku ini sudah merasakan jatuh cinta yang sudah tak terbendung lagi. tapi jika kamu menolak untuk menjadi pacar ku, aku terima keputusan mu itu." ucapan Doni tadi membuat jantung Dewi berdegup kencang, lalu ia pun menjawab nya.


"sebenar nya aku pun merasakan hal yang sama seperti mas Doni, tetapi satu hal yang aku pikirkan saat ini. apakah mas Doni mau menerima kekuranganku ini???" Doni yang berpura-pura tak tahu kekurangan Dewi itu pun bertanya.


"menurut ku, dirimu ini sempurna tak ada kekurangan nya Dewi."


"terima kasih pujian nya mas Doni, tapi jika mas Doni sudah tahu bagaimana wajah asli ku. mungkin mas Doni tak akan sudi lagi mendekati ku, bahkan akan berpura-pura tak mengenali ku lagi." ujar Dewi sembari menundukan kepala nya.


Doni yang paham maksud dari perkataan Dewi itu pun berkata,

__ADS_1


"perkiraan mu salah Dewi, aku bukanlah seorang lelaki yang memandang wanita dari fisik nya saja. aku mencintai mu karena kekurangan yang ada pada mu dan hal itulah yang membuatku ingin membahagiakan mu." lalu Dewi menengadahkan kepala nya menatap Doni seraya bertanya.


"memang nya mas Doni sudah tahu akan kekurangan ku itu apa???" Doni mengangguk, lalu ia merogoh kantung celana nya dan mengambil ponsel nya.


"buka ponsel mu, aku akan mengirim pesan kepada mu tentang kekurangan mu itu." Dewi yang awal nya bingung pun segera menuruti apa kata Doni barusan.


Tak lama Doni mengetikan ponsel nya, tiba-tiba ponsel Dewi menyala dan ia segera membuka isi pesan yang ternyata itu dari Doni.


"mas Doni dapat darimana nomor ku???"


"Lucy yang memberikan nya." ujar Doni dan Dewi lanjut membaca isi pesan tersebut. tatapan Dewi menegang tatkala ia membaca isi pesan tersebut, lalu ia menatap Doni seraya berkata tanya.


"apakah isi pesan tadi berasal dari Lucy???" Doni menggelengkan kepala nya dan membuat Dewi tak mengerti maksud nya.


Rona merah menahan malu diwajah Dewi nampak terlihat dan hal tersebut membuat Doni berkata,


"kamu jangan sedih atau marah akan rahasia kekurangan mu itu terbongkar Dewi. ku akui, aku mengetahui rahasia kekurangan mu itu dari bos Rehan dan bos Rehan ia dapat dari Lucy."


"mengapa Lucy setega itu kepadaku??? bukankah ia sudah berjanji kepada ku untuk merahasiakan nya???" ujar Dewi mulai menitikan air mata nya dan Doni segera berkata.


"jangan salahkan Lucy, niat Lucy itu baik sebenar nya. jika ia tak mengatakan nya kepada ku dan bos Rehan, mau sampai kapan kamu akan memendam penyakit mu itu??? asal kamu tahu, aku dan bos Rehan sebenar nya kasihan kepadamu dan kami berniat akan membantu biaya pengobatan mu."


"benarkah???" tanya Dewi menatap penuh harap dan Doni mengangguk seraya berkata,


"jadi bagaimana atas jawaban pertanyaan ku tadi? apa kau mau menjadi pacar ku???"


"dari awal aku memang sudah tertarik kepada mas Doni."


"baiklah kalau begitu, berarti hari ini kita jadian ya?"


"iya mas." jawab Dewi tersenyum manis dan membuat Doni membalas senyuman itu dengan gembira.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2