
DILUAR Gedung itu, Rehan bersama Karina dan keluarga nya sudah keluar dari dalam gedung tersebut dan mereka berada didekat mobil nya Rehan. Karina yang masih dalam posisi sedih pun segera ditenangkan oleh ibu nya,
"sudah nak jangan kau tangisi lagi! masih banyak laki-laki diluaran sana yang suka kepada mu!"
"tapi bu? bagaimana dengan janin ini!? aku tak mau anak ini lahir tanpa seorang ayah!" ucap Karina tetap kukuh memperjuangkan masa depan kandungan nya.
Rehan yang sebenar nya sudah sangat kasihan atas penderitaan Karina pun memiliki gagasan lain. ia yang berada di dekat paman Wahyu dan bibi Mega pun seketika itu juga menyahut.
"aku sanggup menjadi ayah pengganti dari anak nya Karina nanti. tapi entah apakah Karina mau menerima nya." celetuk Rehan dan seketika itu juga membuat Karina menghentikan tangis nya dan menatap Rehan dengan kaget. ibu nya Karina, paman Wahyu dan bibi Mega pun menatap Rehan dengan kaget juga, Rehan yang diperhatikan oleh mereka pun merasa kikuk dan ia segera berkata.
"apakah ucapan saya salah???"
"tidak nak. apakah kamu yakin akan menjadi pengganti anak nya Rangga???' tanya ibu nya Karina, lalu bibi Mega menambahkan.
"jika begitu, bagaimana dengan si Rangga itu!? enak dong diri nya tak mau bertanggung jawab!" ucapan bibi Mega segera dibalas oleh Rehan.
"tak perlu memikirkan hal itu tante. saya akan tetap menarik Rangga atas ulah nya itu ke ranah hukum dan membuat nya menderita seperti apa yang Karina rasakan saat ini."
"apakah kita punya bukti yang kuat nak???" tanya paman Wahyu sanksi, Rehan pun menjawab nya.
"tak perlu sanksi begitu, om. poto-poto ini adalah salah satu bukti yang kuat untuk memenjarakan sibajingan Rangga itu! lagi pula ibu saya adalah seorang Bripda ketua dikepolisian dikota ini." ucapan Rehan tersebut membuat ibu nya Karina, bibi Mega dan paman Wahyu mendukung Gagasan Rehan.
Karina yang sejak tadi diam memandang Rehan dengan sayu penuh keharuan pun bertanya.
"apa kau sanggup menahan rasa malu memiliki seorang pendamping seperti ku???"
"untuk apa aku malu??? keseriusan cinta ku terhadap Nikita sudah hancur akibat perselingkuhan nya itu dengan si Rangga itu! aku tak mau berlarut-larut memikirkan kesedihan terhadap seorang pengkhianat seperti Nikita!"
"jadi tujuan mu sebenar nya apa nak???" tanya paman Wahyu bertanya akan motif Rehan ingin menjadi ayah dari anak nya Karina.
Pertanyaan tersebut tak langsung dijawab oleh Rehan, ia menatap wajah Karina dengan lekat-lekat. perasaan cinta yang sebenar nya sudah tumbuh diantara kedua nya itu menghadirkan bunga-bunga indah didalam hati kedua nya. Rehan lalu menatap wajah mereka satu persatu sembari berkata,
"saya akan bicarakan pertanyaan om itu kepada ibu saya. ada baik nya om dan tante ikut ke rumah saya saja dan kita bicarakan hal tersebut bersama ibu saya."
__ADS_1
"baiklah jika keputusan mu begitu nak." ujar paman Wahyu dan mereka pun kini pergi ke rumah nya Rehan berada.
Didalam gedung studio televisi tersebut, Rangga dan Nikita sedang ditanya-tanya oleh pak produser yang bernama pak Yono itu.
"bagaimana tadi nya kau bisa sampai berhubungan dengan gadis kampung itu Rangga!?"
"maaf sebelum nya pak. sebelum aku mengenal Nikita, aku memang sangat tertarik akan kecantikan gadis kampung itu. aku dan dirinya saling mencintai dan hingga suatu ketika bercinta sudah diluar batas."
"lalu jika sudah begitu mengapa kau lari dari tanggung jawab mu!? bukankah lebih baik kau nikahi saja gadis kampung itu!?" Rangga menatap Nikita yang sejak tadi menunduk memegang perut nya, lalu ia menjawab nya.
"maaf pak, aku tak bisa. aku lebih memilih Nikita untuk aku nikahi nanti nya."
"jika begitu kau akan dalam masalah besar nak! karir mu akan hancur jika semua media tahu akan kelakuan mu yang telah menghamili seorang gadis kampung itu!"
"aku sudah menerima konsekuensi dari masalah ini pak. lagipula aku sudah lelah jika hidup ku selalu diburu media terus-menerus."
"huh! terserah apa katamu! tapi jangan salahkan bapak jika hal yang tak di inginkan mengancam karir dan nyawa mu!" ucap pak produser segera pergi dari dalam ruangan tersebut.
Rangga segera memeluk Nikita dan berkata,
"iya sayang, aku harap kau jangan lari dari tanggung jawab mu sebagai seorang ayah nanti nya."
"iya sayang." lalu Rangga mencium kening nya Nikita. tetapi dalam hati nya Rangga ia membatin,
"pulang dari sini aku akan pergi ke luar negeri dan menyembunyikan identitasku! aku belum siap menjadi seorang ayah dan aku masih ingin hidup bebas pergi kemana pun yang aku mau!" ternyata Rangga punya pemikiran jahat seperti itu dan rencana busuk tersebut akan ia lakukan nanti tanpa sepengetahuan Nikita.
Diperjalanan pulang menuju rumah nya Rehan, Karina yang berada didalam mobil nya Rehan pun bertanya. sedangkan ibu nya Karina dan bibi Mega, berada dimobil nya paman Wahyu yang mengikuti mobil nya Rehan dari belakang.
"apa kau tak salah mengambil keputusan mu itu???"
"aku rasa ucapan ku itu memang tak salah. tetapi entah apa tanggapan ibu ku nanti nya."
"terima kasih banyak atas pertolongan mu ini, sayang." ucap Karina memanggil Rehan dengan sebutan 'Sayang'. Rehan memandang wajah Karina dan Karina pun menatap nya, lalu Rehan bertanya.
__ADS_1
"apa kau tak salah memanggilku dengan sebutan seperti tadi???"
"aku rasa ucapan ku itu memang tak salah, tetapi entah apa tanggapan mu itu." Rehan ingin tertawa, tetapi ia menahan nya.
Karina yang sebenar nya sudah tak sedih lagi itu pun merasa heran terhadap Rehan.
"mengapa kau tertawa???"
"apa kau tadi meniru ucapan ku???"
"oh iya juga! hehehe." ujar Karina baru sadar dan ia serta Rehan pun tertawa bersamaan.
"kau lebih cantik jika tersenyum begitu, anak kampung." canda Rehan dan Karina pun membalas ejekan tersebut.
"kau juga lebih tampan jika tertawa begitu, anak mama."
"aku rasa sebutan anak mama lebih bagus kau ganti dengan sebutan 'Sayang' saja." ujar Rehan menggoda.
"tetapi apa kau berani menyebut namaku sayang didepan ibu mu dan keluarga ku???"
"untuk apa aku malu??? bukankah tadi aku sudah bilang kepada mereka bahwa aku akan menggantikan tanggung jawab si Rangga itu terhadap mu dan calon anak mu nanti nya???"
"berarti kalau begitu, kau akan menjadi suami ku bukan???"
"pacaran saja belum bagaimana mau jadi suami mu? hehehe." canda Rehan dan membuat Karina menjadi malu sendiri.
Disamping itu, paman Wahyu, bibi Mega dan ibu nya Karina ternyata sedang mengobrol juga di dalam mobil.
"untung masih ada orang sebaik nak Rehan yang mau menggantikan tanggung jawab si artis sombong itu ya kak." ucap paman Wahyu.
"iya dik, kakak pun sangat berterima kasih kepada tuhan jika jalan nya Karina memang harus begini." jawab ibu nya Karina yang duduk dibelakang.
"dibalik kesusahan pasti ada kesenangan teh dan itu sedang kita alami bersama Karina juga." ujar bibi Mega yang duduk disamping kemudi suami nya dan mereka berdua pun membenarkan ucapan bibi Mega sembari tersenyum bahagia.
__ADS_1
...*...
...* *...