
Maria yang sedang berjalan dengan Atikah menuju sekolah,kini sudah berada di gerbang sekolah,di pintu masuk sudah ada Nana berdiri dan sudah pasti menunggu Maria.
"Kamu sudah datang?"tanya Nana tersenyum.
"Hmm"Maria berjalan melewati Nana.
Nana mengikuti Maria dari belakang tiba-tiba saja tangan Maria ia pegang.
"Kamu kenapa???tanya Nana cemas.
"Hanya terkena air panas saja"jawab Maria .
"Kenapa bisa seperti ini?ucap Nana.
Maria melepas tangan Nana yang semua orang di sekolah melihat mereka berdua.
Maria berjalan ia masuk ke kelasnya.
Jam istirhat sudah berbunyi Maria keluar kelas tiba-tiba saja Nana menarik Maria ke belakang sekolah yang biasa mereka bertemu.
Nana membuka perban yang di balut sapu tanganya,ia melihat tangan yang merah Nana mengoles salep anti bakar ke tangan Maria.
"Apa sakit?tanya Nana.
Maria menggelengkan kepalanya ia menahan perihnya.
Nana mencoba menekan lebih keras pada bagian luka tangan Maria.
"Awwwww"ringis Maria.
"Apa sakit?tanya Nana.
Maria mengangguk ia meringis kesakitan.
"Sakiiit"ucap Maria mengembungkan pipinya.
"Bukankah akan ada pertandingan kenapa bisa seperti ini?ucap Nana.
"Nanti juga sembuh "jawab Maria.
Saat Maria melihat tanganya yang sudah mendingan ia melihat ke arah Nana hingga cup.
Bibir Nana menempel di bibir Maria.
Maria terkejut jantungnya berdetak kencang takaruan ,Wajahnya merah.
"Nanti oleskan lagi ya"ucap Nana Malu.
"Apa yang aku lakukan aku tidak tahan gemas lihat wajahnya" batin Nana.
Maria merasa ini tidak benar,ia berdiri dan pergi meninggalkan Nana, yang sedang melihatnya berlari.
Maria duduk di bangku kelasnya ia memegang dadanya juga memegang bibirnya.
"Ini apa tadi,kenapa bisa ada hal tadi duuuuh nanti aku malu bertemu dia lagi"ucap Maria.
"Bertemu siapa?tanya Atikah mengagetkan Maria.
"Kamu mengagetkan saja"teriak Maria.
"Memang ada apa sampai sekaget itu?ucap Atikah.
"Aku malu kalo bertemu pria itu lagi"bisik Maria.
"Apa sih aku gak ngerti?Atikah penasaran.
"Dia mencium ini"bisik Maria menunjukan bibirnya.
"Yang selalu menunggumu di gerbang?tanya Atikah malas.
Maria mengangguk dan menutup mulutnya dengan kedua tanganya.
"Hmmm itu hal biasakan kalo cowok tampan mah"ucap Atikah.
"Ko hal biasa??tanya Maria.
"Dia kan tampan dan populer jadi pasti banyak gadis gadis yang mengejarnya juga menciumnya"jelas Atikah.
"Iya yah mana mungkin aku seistimewa itu,mungkin dia iseng juga padaku"lirih Maria.
"Lagipula siapa aku dia bilang berteman saja udah bagus sih mana ada yang mau sama cewek tomboy dan judes kaya aku"gumam Maria.
"Sudah fokus saja sama daftar sekolah hari Rabu kita kesekolah baru"ucap Atikah.
Maria bersikap seolah tidak terjadi apa-apa karna itu akan lebih bagus.
Pulang sekolah Maria melihat Nana berdiri di depan kelasnya.
Nana tersenyum dan menyapa.
Maria berpamitan dan bergegas pulang tanpa mendengarkan apa yang akan Nana ucapkan.
Sesampai di rumah maria masih rutin mengerjakan pekerjaan rumah memasak mencuci juga mengasuh adik-adiknya yang masih kecil.
"Kak besok aku ada pertandingan di sekolah antar sekolah kakak mau lihat aku main gak?tanya Maria.
"Kakak kan di jam belajar dek dan juga sekolahkan berjauhan bisa-bisa gak sekolah kakak"ucap Amran.
"Iya yah kalo begitu Maria minta uang jajan donk kak buat besok takutnya Maria harus beli minumkan"ucap Maria.
"Nanti sore kakak akan pergi ke lumbuk padi punya tetangga meminta kakak kesana katanya ntar di kasih uang kamu mau ikut kakak gak,nanti kamu lihatin aja"ajak Amran.
"Mau kak ade ada ibu ini jadi biar Yunus yana aja yang ikut ya gak papakan kak"teriak Maria.
"Hahaha rame donk ia gak papa ntar biar bantuin kakak mengusir ayam yang nakal ya"ucap Amran.
"Baik kak aku selesaikan di dapur dulu ya kak biar bisa ikut"ucap Maria.
"Tanganmu sudah sembuh?tanya Amran.
__ADS_1
"Sudah kak di kasih obat ama teman"ucap Maria.
"Hmmm bagus punya banyak teman itu akan jauh lebih membantu dek"ucap Amran pergi ke depan teras.
Maria dan kakaknya kini sedang berjalan berama adik-adiknya menelusuri jalanan setapak ke tempat penumbuk padi.
"Kalian tunggu disini ya kakak mau ke penggillinganya dulu,itu awasi jangan sampai ada ayam yang mengacak-ngacak ya"ucap Amran.
Maria mengangguk ia melihat kakaknya masuk ke penggilingan padi.
Dulu saat kakak-kakaknya selalu kuli ke penggilingan Maria selalu ikut sama mereka,karna cara itulah kakaknya mengasuhnya bekerja sambil menjaga adik perempuannya.
Saat ini hanya tinggal Amran yang tingginya sama dengan Maria,karna mereka hanya selang dua tahun, tapi karna Maria anak perempuan selalu mencapai ketinggian hampir sama dengan kakaknya.
Ketiga kakaknya yang lain pergi merantau,karna keterbatasan biaya kakak-kakaknya tidak tamat sekolah.
Hanya Amran yang sekolah lanjut karna keuangan keluarga sudah stabil.
Pagi ini Maria memasak dengan cepat ia bahkan sarapan duluan karna hari ini ada pertandingan voli antar sekolah.
"Kamu kaya orang kelaparan saja"ucap ibu Maria.
"Hehe iya bu hari ini ada pertandingan jadi Maria harus ada tenaga"ucap Maria.
"Huh sekolah yang untung ibu yang rugi harus ngasih kamu makan dulu"cetus ibu Maria.
Maria tersenyum dan berpamitan berangkat sekolah.
Maria tidak pernah mengeluh atau menangisi sikap ibunya padanya karna itu sudah biasa bagi Maria.
Pernah suatu hari saat Maria berusia 6 tahun.Saat itu Maria masih anak bungsu,keluarga besarnya akan pergi kondangan memakai mobil bak besar.
Maria baru bangun tidur ia melihat orang-orang sudah rapih.
Maria melihat orangtuanya sudah dandan rapih hingga mobilpun siap berangkat.
Maria menghampiri ibunya.
"Ibu mau kemana?tanya Maria.
"Ibu mau kondangan jauh kamu sana pergi ke nenek"ucap ibu Maria.
Maria melihat kakaknya Amran sudah rapih memakai pakaian polisi.
"Kakak ikut ?tanya Maria.
Amran mengangguk.
Maria berlari ke arah ibunya yang sedang berbincang dengan tantenya.
Maria menarik baju ibunya.
"Ibu ikut buuu"ucap Maria.
"Kamu ini belum mandi diam saja d rumah"ucap ibu Maria mengibaskan pegangan Maria pada pakaianya.
"Buuuu ambil nih Maria dia nangis nih"teriak ibu Maria mengibaskan Maria.
Nenek Maria yang keluar dari rumahnya menarik Maria yang sedang menangis menarik baju ibunya.
Maria masih menangis melihat ibunya menggendong Amran dan pergi naik mobil berangkat kondangan.
Maria berlari mengejar mobil rombongan ia menjerit dan menangis melihat keluarganya pergi,meninggalkanya.
Maria menangis berguling di jalanan.
Ia di tarik oleh Neneknya dengan terset tubuhnya.
"Kamu itu harusnya beruntung masih hidup,lebih baik nurut sama ibumu, nanti kalo kamu gak nurut kamu bisa di tinggalkan sama ibumu "teriak Neneknya.
Maria menangis di teras rumah dengan tubuh yang basah dan kotor karna air matanya ia menangis keras.
Saat Maria sedang sesegukan tiba-tiba sebuah air membuatnya basah, Neneknya menumpahkan air seember.
"Kamu itu jelek kucel bagaimana ibumu mau ngurus anak kaya kamu ini menjijikan"teriak Nenek Maria dia adalah ibunya ibu Maria.
Maria menangis sesegukan ia mengingat itu semua yang terjadi dengan keluarganya meninggalkanya.
Maria mencoba menjadi anak bersih dan berguna untuk keluarganya terutama ibunya.
Jika mengingat itu semua Maria tidak mau keluarganya meninggalkanya lagi sendirian di rumah tanpa saudaranya.
flas Off
Maria berjalan menuju sekolah dengan memakai seragam bekas kakaknya Amran, jangankan baju olahraga pakaian yaang lain saja semua bekas dari ibunya ataupun dari sodaranya yang jauh lebih kaya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan,kamu masih memikirkan Nana?tanya Atikah.
"Hah tidak aku hanya berpikir apa seragam sekolah nanti tidak perlu beli?tanya Maria.
"Sepertinya sama saja bisa memakai bekas kakakmu"ucap Atikah.
"Baguslah ibu tidak perlu beli kalo begitu"ucap Maria.
"Mudah-mudahan gak muat"ucap Atikah.
"Kok gitu?tanya Maria.
"Biar kamu gak ada baju nanti ibumu bisa belikan"ucap Atikah.
"Tidak perlu aku sudah di bolehkan sekolah saja aku sudah Allhamdulillah
Atikah"ucap Maria.
"Padahal keuangan keluargamu jauh lebih baik dari keluargaku dan kamu anak gadis tertua satu-satunya tapi seragam saja masa gak ke beli"ucap Atikah.
"Hahaha ibuku bilang gak punya duit dodol"ucap Maria.
Maria dan Atikah berjalan sampai sekolah dengan Maria yang lebih banyak tertawa dan bercanda, bagi Maria cuek bebeknya Atikah itu lucu.
__ADS_1
Nana yang melihat tawa Maria dari gerbang ia sangat bahagia.
"Hai"sapa Nana.
"Hai juga ,saya duluan ya"ucap Maria mempercepat jalanya meninggalkan Atikah dan Nana.
Saat masuk ke kelas Maria melihat teman-temanya bersorak meledeknya.
Maria melihat tulisan di papan tulis.
"Si jelek miskin Maria".
"Siapa ini yang buat"teriak Maria.
teman-temanya diam tak ada yang berani sama Maria yang tomboy.
"Gue lo mau apa memangnya,emang lo jelek dan miskin sekarang belagu pake acara nembak cowok ganteng lu"teriak Dede teman sekelasnya dia anak guru di sekolahnya.
"Heh lu emang cantik,lu cuma punya wajah pucat doank belagu cuman bedanya lu anak guru yang banyak duit,bukan duit lo juga lo cuman numpang di gedein yang kerjanya minta duit doank"teriak Maria lantang.
"Kamu....."Dede terbata ia terdorong ke belakang karna Maria memang keras kepala karna ia tomboy penampilanya.
"Lu bilang apa tadi gue nembak,nembak siapa?teriak Maria.
Teman-teman sekelasnya tidak ada yang berani menjawab,Ina tiba-tiba menghampirinya.
"Iya,kamu keluar gih ada banyak orang di luar"teriak Ina.
Maria melihat ke arah pintu dan dia meninggalkan Dede yang pucat karna takut,teman-temanya melihat Maria yang berjalan ke arah pintu, saat keluar Maria melihat banyak siswa siswi di luar kelasnya yang bersorak terutama temannya Nana, disana ada Nana juga yang melihat ke arah Maria.
Maria mendengar sorakan orang-orang ia tidak mengerti.
"Ada apa ini?tanya Maria.
"Hei ini nih yang nembak Nana kita"teriak Iwan.
Semua orang bersorak meledek.
"Nih surat cintanya yang di berikan pada Nana"teriak Iwan menebarkan kertasnya,Nana tersenyum saat melihat Maria.
Maria merebut kertas itu dari tangan Iwan yang sedang bersorak ria.
Maria membaca itu ia terkejut dengan isi surat itu.
"AKU CINTA KAMU NANA,DARI MARIA" ucap Maria.
Teriakan sorakan dari semua orang membuyarkan keterkejutan Maria.
Maria terdiam ia geram meremas kertas tersebut.
"Diiaaaaam,kalian gila ya hah mengganggu sekolah dengan seperti ini, dan ini siapa yang membuat ini aku bahkan tidak punya tulisan seperti ini hah"terik Maria.
"Itu tulisanmu Maria"teriak seseorang dari kelasnya tapi tidak tau dimana yang berbicara hingga terdengar sorakan kembali.
Maria geram ia menghampiri Nana yang sedang melihatnya dari tadi.
"Nih aku tau maksud kamu berteman denganku untuk mengujiku kan, dan ini aku bahkan tidak ada waktu untuk menulis hal seperti ini"ucap Maria.
"Aku bisa jadi saksi kalo itu tulisan Mari diakan sebangku denganku"ucap Ina dari belakang Maria.
"Kau"ucap Maria.
"Aku juga tau setiap bukumu kau tulis nama Nana"ucap Ina memberikan buku Maria yang banyak tulisan nama Love Nana.
Maria geram dan kesal.
"Hei ina bodoh"ucap Maria geram.
"Aku juga tau kamu mencium Nana kemarin"ucap Ina kembali membuat semua orang berkisruh membicarakan Maria.
"Huh cewek munafik emang lu doank yang suka Nana"ucap seseorang.
Maria terdiam ia melihat ke arah Nana yang tanpa ekspresi,lalu melihat Ina dan mendorongnya jatuh,Maria meninggalkan kerumunan dan semua bersorak meledeknya.
Maria duduk di kursinya yang di ikuti Atikah.Nana yang melihat Maria pergi dengan kesal ia melihat kertas yang sudah di remas Maria,ia juga mengambil buku yang bertulisan namanya.
Maria kesal dengan wajah merah karna kesal dengan apa yang terjadi.
Jam masuk sudah berbunyi semua murid duduk di tempatnya.
Lain dengan Ina ia pindah duduk tidak denganya lagi.
Maria geram dan semakin kesal, karna temannya seperti itu.
Saking kesalnya Maria ia menggebrak meja dan berdiri menghampiri meja Ina.
Karna tidak ada pelajaran guru di kelas hari ini.
"Hei bodoh,kenapa lu lakuin ini sama gue hah?teriak Maria memegang kerah baju Ina yang ketakutan.
Teman sekelas terkejut dengan yang Maria lakukan tapi malah menontonya.
"Gue tau lu yang suka sama si Nana itu,dan juga lu yang tulis namanya di buku gue saat gue pikir lu gak ada maksud,heh kalo lu suka kenapa gak usaha malah mitnah gue hah"teriak Maria.
Ina tidak menjawab dia hanya diam ketakutan.
"Jawab cewek licik"teriak Maria.
"Mana keberanian lo yang mitnah gue, mana sifat so munafik lo itu hah?teriak Maria kembali.
"Huh menjijikan lu"ucap Maria.
Maria meninggalkan Ina yang tertunduk diam tiba- tiba saja Ina berteriak pada Maria.
"Kamu cuma cewek jelek dan miskin dan juga bahasamu dan kelakuanmu jelek tapi kenapa kamu dekat denganya,bahkan berciuman denganya"teriak Ina tersenyum ia ingin membalikan fakta.
Maria berbalik dan menggebrak meja Ina.
"Bagus pria itu tak melirikmu,karna kamu menjijikan di luar manis so lembut bersahabat tapi hatimu busuk dan menjijikan gue yakin tidak akan ada yang mau sama cewek menjijikan kaya lu"ucap Maria tegas ia pergi meninggalkan Ina yang terdiam.
__ADS_1