
REHAN Yang melihat ibu nya mengusap kedua kelopak mata nya pun bertanya.
"mama mengapa menangis...???"
"mama hanya sedih saja sayang." Rehan pun berkata lagi,
"Rehan pun merasakan kesedihan itu juga mama, tetapi haruskah kita berlarut-larut dalam kesedihan itu mama???"
"sesekali boleh jika kita sedang ingat dan rindu kepada ayah dan kakak mu, tapi jangan terlalu sering karena itu bisa menyakiti perasaan mereka di alam sana."
"baiklah mama, Rehan akan ikuti ucapan mama itu." ujar Rehan mulai tersenyum dan ibu nya pun ikut tersenyum juga sembari berkata.
"yasudah sayang kalau begitu, sekarang jalani saja kehidupan kita ini sekarang dan jangan lupa untuk mendoakan orang terdekat kita yang telah tiada."
"iya mama, lalu kesimpulan dari ulasan cerita kakak nya Rangga itu bagaimana mama???" ibu Susi merenung sejenak, mengingat-ingat cerita yang ia ucapkan itu.
Lalu Ibu Susi pun segera berkata setelah ia mengingat nya.
"sebagai orang tua, mama menyayangkan akan didikan kedua orang tua kakak nya Rangga itu. terlepas dari Rangga yang mewarisi kelakuan bejat dari ayah nya, mungkin sipat yang kini ada pada kakak nya Rangga adalah sipat ibu mereka."
"tapi mama, mengapa ibu mereka malah membolehkan Rangga menyetubuhi nya??? mengapa tak memarahi nya atau mengusir nya saja dari rumah???" pertanyaan Rehan pun segera dijawab oleh ibu nya.
"nak..., ibu paham apa yang dirasakan oleh ibu mereka saat itu. ibu mereka saat itu seorang janda dan ibu pun saat ini masih menjanda juga, ada kala nya belaian seorang suami itu dibutuhkan disaat seorang janda itu membutuhkan nya." lalu Rehan segera memotong ucapan ibu nya.
"tapi mama, mengapa harus disalurkan kepada anak nya??? bukankah itu sudah termasuk dosa besar???"
__ADS_1
"memang sayang, tapi ibu mereka itu sudah kepalang tanggung digagahi Rangga ketika ia sedang tidur. menurut cerita kakak nya Rehan, ketika mereka kecil kakak nya Rangga sering mendengar ******* ibu nya dan adik nya ketika ia sedang tertidur. tapi kakak nya Rangga tak pernah mendapat jawaban dari suara tersebut, karena setiap pagi nya ia bertanya kepada ibu dan adik nya. alasan kedua nya selalu sama, yaitu mungkin kakak nya selalu tidur mengigau."
"hmm parah sekali jika dipikir-pikir, amit-amit jika itu terjadi kepada Rehan." ujar nya lalu ibu nya berkata lagi.
"maka dari itulah kamu mama didik supaya menjadi manusia yang beradab dan punya ahlak terhadap orang tua."
"iya mama, Rehan pun bersyukur memiliki ibu seperti mama."
"iya sayang, sudah ayo kita makan lagi. sudah hampir setengah jam kita mengobrol nak."
"astaga mama?! Rehan sampai lupa kalau ini malam hari, bukan siang hari, duh mungkin karena keasikan mengobrol kita sampai lupa waktu mama, hehehe"
"hehehe, kapan lagi kita mengobrol berdua seperti ini sayang. jarang-jarang bukan jika kamu dan mama sama-sama sibuk bekerja?"
"iya mama, hehehe." ujar Rehan tertawa dan ibu nya pun ikut tertawa juga. kini obrolan mereka pun dihentikan sampai disitu dan mereka lanjut menghabiskan makan malam mereka lagi. setelah mereka selesai makan malam, mereka akan tidur dikamar nya masing-masing.
"kemana ibu!? bukankah semalam ibu tidur bersama ku???" ujar batin Karina, lalu ketika ia bangun. ternyata ibu nya sedang berdoa di atas sajadah dan seperti nya ibu nya Karina sudah selesai melaksanakan shalat shubuh. Karina masih diam tak bergeming diranjang nya, ia merasa terharu melihat ibu nya yang sedang berdoa itu dan beberapa kalimat doa telah didengarkan oleh Karina.
Karina hanya bisa tersenyum haru atas ibu nya yang sudah mendoakan Karina agar berjodoh dengan Rehan. Karina tak bisa berkata-kata lagi, ia hanya bisa berbaring lagi diranjang tersebut dengan menutup wajah nya memakai bantal. Karina akhirnya menangis juga walaupun tangisan nya itu hanyalah tangisan kesedihan mendalam, tapi cukup membuat hati Karina bergetar atas dia ibu nya itu terhadap nya. ibu nya Karina lalu segera membereskan sajadan dan mukena nya, lalu ia berjalan ke arah Karina yang posisi nya seperti tadi.
"Karina...??? kamu sudah bangun nak???" tanya sang ibu dan Karina masih diam saja tak membalas panggilan ibu nya.
Pada saat itu ibu nya Karina pun membuka bantal yang menutupi Karina dan pada saat itu juga Karina langsung memeluk ibu nya sambil menangis terisak-isak. disela isakan tangis nya itu ia berkata,
"Karina sayang ibu, terima kasih atas doa nya bu. terima kasih banyak. hixhixhix."
__ADS_1
"sudah jangan menangis sayang, ibu mendoakan mu supaya kamu bisa berjodoh dengan Rehan."
"iya mama terima kasih banyak atas doa nya." ujar Karina lagi dan ibu nya hanya bisa mengelus-elus punggung anak nya itu seraya memeluk nya dengan erat.
Disamping itu, perjalanan pulang nya para intel polisi yang menjemput Rangga dinegara inggris kita sudah sampai dibandara soekarno hatta yang ada dijakarta. Rangga pada saat itu segera digiring oleh para polisi intel itu untuk dimasukan ke dalam mobil tahanan. pagi itu, tak ada media dan wartawan yang tahu akan ditangkap nya Rangga. mungkin jika Rangga sudah dibawa ke kantor polisi, para awak media dan wartawan akan segera berdatangan untuk meliputi kasus nya Rangga itu. pagi itu juga ibu Susi yang sudah selesai mandi dan sudah berpakaian seragam kepala polisi tersebut mendapat panggilan telepon dari anak buah nya yang membawa Rangga itu menuju kantor polisi.
Ibu Susi memerintahkan untuk mengurung Rangga langsung disel tahanan dan nanti setelah kedatangan ibu Susi, Rangga akan di interogasi oleh nya diruangan khusus interogasi. Rehan saat itu yang baru selesai mandi dan lewat didekat ibu nya yang sudah beres menelepon itu segera bertanya,
"siapa ma yang pagi-pagi begini sudah menghubungi mama???"
"ini tadi ketua intel yang menghubungi mama, kata nya mereka sudah tiba disini dan sedang membawa Rangga ke kantor polisi."
"kalau begitu, bolehkan Rehan ikut ke kantor polisi untuk melihat si Rangga Si Penjahat Kelamin itu mama???" ibu Susi mengerutkan dahi nya dan berkata tanya.
"memang hari ini kamu tak pergi bekerja sayang???"
"hari ini Rehan libur mama, awal nya Rehan ingin pergi menengok Karina dirumah paman nya. tetapi Rehan lebih tertarik ingin melihat si Rangga itu mama."
"hmm begitu, bagaimana kalau kamu pergi dulu ke rumah paman nya Karina untuk mengabarkan berita ini kepada mereka. nanti kamu bersama mereka datang ke kantor polisi, lagi pula nanti mama perlu Karina untuk menjadi saksi korban terkait dalam kasus nya Rangga ini. bagaimana sayang?"
"hmm baiklah jika begitu mama, Rehan akan pergi ke rumah paman nya Karina dan setelah itu pergi ke kantor polisi."
"iya sayang, mama duluan ya."
"iya mama." ujar Rehan dan kini ibu Susi segera pergi ke kantor polisi untuk menginterogasi bertanya soal kasus yang dilakukan oleh Rangga nanti.
__ADS_1
...*...
...* *...